Tag: hendah murtanti

PMI Manado Respon Bencana Banjir

Pembagian air bersih dari PMI Manado (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Banjir kiriman kembali melanda 5 kelurahan di 3 kecamatan di kota Manado, banjir kiriman yang di sebabkan hujan di daerah Minahasa dalam hal ini dari Tondano dan Tomohon, Minggu (29/4/2018). Banjir kiriman mulai masuk Manado pada jam 19.30 WITA.

Kondisi ini mengakibatkan kelurahan Terdampak penuh lumpur. Data Assesment menujukkan kebutuhan masyarakat adalah air bersih,makanan siap saji. Melihat kondisi ini Ketua PMI kota Manado Prof. DR. Julyeta P.A Runtuwene, MS.

Menyampaikan turut prihatin dan langsung memberikan instruksi untuk membantu masyarakat dengan distribusi air bersih. ”Saya turut prihatin dan sebagai ketua PMI Kota Manado sudah koordinasi dengan Sekertaris untuk segera mendistribusikan air bersih sebagai kebutuhan dasar,” kata Runtuwene.

Warga antusias menerima bantuan dari PMI Kota Manado (fFOTO Suluttoday.com)

Sementara itu, Sekkertaris PMI Kota Manado Hendah Murtanti, SH saat media menemui di lapanagan saat distribusi di Kelurahan Ternate Tanjung. Langsung berkoordinasi dengan Pemerintah setempat, dan segera mendistribusikan air bersih, bantuan air ini atas dukungan PMI Sulawesi Utara dan PT AIR Manado.

Koordinator distribusi Mahmud Paputungan saat di jumpai menyampaikan Air Bersih yang di salurkan adalah kerjasama dengan Pemerintah kota Manado dalam hal ini PT AIR MAnado. Harapan kami bisa membantu masyarakat dalam kebutuhan air bersih. Rencana operasi kami sampai Tanggal 1 Mei 2018, dan akan di perpanjang jika masyarakat masih membutuhkan ujar paputungan. (*/Redaksi)

PMI Kota Manado Laksanakan Simulasi Evakuasi Mandiri Bencana

Glend Lumingkewas memberikan simulasi dan materi (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Jumat (26/4/2018), bertepatan dengan hari Kesiapsiagaan bencana Bencana Nasional tahun 2018. PMI kota Manado (pengurus PMI dan Relawan) mengambila bagian dengan mengadakan Kegiatan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Di SD N 11 Manado.

Sekertaris PMI kota Manado Hendah Murtanti, SH mengatakan Kegiatan ini merupakan kegiatan Nasional yang Di gagas oleh BNPB dan Kami PMI se Indonesia juga mengambil bagian dalam kegiatan ini, Kami mengambil Tempat di sekolah dasar dengan maksud adalah pendidikan Kesiapsiagaan Bencana Dimulai dari Usia Dini, selain itu SD N 11 merupakan SD Binaan PMI kota Manado dalam kegiatan PMR (Palang Merah Remaja).

Simulasi melibatkan 300 siswa, kelas 3, 4 dan 5. Ketua PMI kota Manado Prof.J.P.A Runtuwene,MS Di tempat terpisah mengatakan PMI kota Manado akan selalu mendukung program Nasional, baik Program BNPB Maupun PMI Pusat, dan Kegiatan HKBN 2018 ini menjadi pengingat kepada kita masyarakat Kota Manado untuk lebih Peduli terhadap ancaman bencana yang bisa terjadi terhadap kita, dengan kita laksanakan simulasi kita akan semakin iap Menghadapi Bencana karena kesiapan menghadapi bencana harus di mulai dari diri kita.

”Keluarga dan Lingkungan Kita bekerja, sebagai Ketua PMI kota Manado Saya berharap Masyarakat kota Manado akan semakin Tangguh Menghadapi Bencana, anak – anak kita juga semakin terdidik dalam kesiapsiagaan Menghadapi Bencana, Selamat Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2018 ujar Bunda Paula,” ujarnya.

Kordinator Lapangan Simulasi, Glend Lumingkewas mengatakan, proses simulasi berjalan baik, dan Berharap Semua Sekolah di kota Manado bisa melaksanakan Kegiatan Simulasi Bencana yang sesuai dengan ancaman bencana yang ada, selain lingkungan Sekolah, lingkungan Keluarga da Tempat Kerja.

Simulasi bencana akan menjadi modal bagi setiap individu untuk siap menghadapi bila terjadi Bencana, mari jo torang siaga bencana, mulai dari Torang pe Diri, torang pe keluarga dan torang pe tampa kerja, #siapuntukselamat #budaysadarbencana. (*/Redaksi)

RUNTUWENE Tutup Kegiatan Pelatihan Spesialisasi Pertolongan Pertama PMI Manado

Ketua PMI Manado saat menutup kegiatan (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pelatihan pertolongan pertama pertama dilaksanakan selama 6 hari oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Manado telah di tutup secara resmi, Pelatihan yang diikuti 27 Peserta per utusan KSR itu berjalan sukses. Panitia pelaksanan kegiatan ini, dalam laporan kegiatan yang di sampaikan Gelendy Lumingkwas, SH.,MH mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan selama 6 hari, yaitu dimulai dari tanggal 6-11 November 2017, dengan mengikuti pedoman Kurikulum PMI.

”Peserta pelatihan adalah anggota KSR PMI se Kota Manado dan Dari Universitas Negeri Manado, adapun peserta yg ikut 1. KSR PMI Unit PT UNSRAT 2. KSR PMI Unit Markas Kota Manado. 3. KSR PMI unit PT De La Salle. 4. KSR PMI unit PT Politeknik 5. KSR PMI UTSU. 6.KSR PMI Unit PT Unima. Semua peserta adalah Relawan PMI yang memberi diri untuk kemanusiaan,” ujar Gelendy.

Dikatakannya lagi bahwa tujuan kegiatan adalah menciptakan anggota PMI yang memiliki skil pertolongan pertama dengan Harapan Setelah pelatihan ini, para peserta akan mampu mengaplikasikan ilmu kepada masyarakat, bisa memberikan pertolongan kepada orang lain yg membutuhkan pertolongan medis dasar seperti kecelakaan dan Bencana.

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua PMI Kota Manado, Prof. Dr. J.P.A Runtuwene, MS memberikan apresiasi yang besar kepada Semua peserta, anak-anak muda yang mau untuk memberi diri untuk Kemanusiaan, salut karena ditengga kesibukan adik-adik KSR (korps Sukarela) ini masih memikirkan untuk membekali diri dengan ilmu Medis dasar.

Simulasi yang dilakukan saat pelatihan (Foto Suluttoday.com)

”Pelatihan ini telah selesai, tetapi ini adalah awal dari adik – adik untuk siap mengaplikasikan ilmu yg telah di dapat demi Menolong Sesama yang membutuhkan, teruslah belajar, dan belajar karena Ilmu terus berkembang, terima kasih juga Pengurus PMI kota Manado Ibu Hendah Murtanti, SH yg terus memberikan diri, tenaga dan pikiran dalam upaya memajukan PMI kota Manado semua Panitia pelaksanan semoga 27 orang Relawan PMI ini, bisa membantu PMI dalam pelayanan kepada masyarakat,” kata Runtuwene.

Hendah Murtinti,SH Sekertaris PMI kota Manado bersyukur karena pelatihan telah berjalan dengan baik terima kasih kepada semua peserta yang memberi diri untuk di latih, terima kasih juga pimpinan UNIVERSITAS (Unsrat, De La Salle, Politeknik, UTSU, Unima) yang telah mengijinkan anggota Ormawa KSR (korps sukarela) PMI ikut dalam ke giatan ini.

”Harapan kami Ilmu yang telah di dapat bisa berguna bagi diri mereka, Lingkungan keluarga, kampus dan pasti masyarakat. Apresiasi yg tinggi serta ucapan terima kasih kepada instruktur Utama Pertolongan Pertama PMI Pusat Heri Asmedi yang telah membagikan ilmu dan pengalamannya, juga kepada Assten Pelatih Arletiko Tiagas dan Assist Pelatih Susi Mashanafi, dan Gelend Lumingkewas, semoga teman teman semua selalu menjadi profesional dan dapat menciptakan kader-kader pertolongan Pertama yang Profesional, trampil dan memiliki dedikasi yg tinggi untuk kemanusiaan. PMI kota Manado akan siap melatih relawan PMI agar memiliki kemampuan, skil yg baik dan memiliki Etika untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat,” ujar Hendah Murtanti. (*/Far)

PMI Manado Terima DUA Penghargaan Sekaligus di Bogor

Wali Kota Manado, Ketua PMI Manado dan perwakilan pengurus PMI se-Indonesia saat foto bersama (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Prof Julyeta PA Lumentut Runtuwene memang dikatakan sukses membawa Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Manado dalam implementasi programnya. Hal itu dapat dilihat dari sejumlah torehan prestasi dan penghargaan yang diterima pengurus PMI Manado, berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di Kota Manado terus menjadi konsern PMI.

Runtuwene yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado ini, pada saat penutupan Temu Relawan SIBAT Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT Siaga) yang dirangkaikan dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke 72 di Gunung Pancar Bogor Jawa Barat Rabu (20/9/2017), menyabet dua penghargaan sekaligus, diantaranya; Pengelolaan Penggerak Program Pemberdayaan Masyarakat Tangguh Bencana dan Pengelolaan Terpadu Berbasis Masyarakat, serta Penghargaaan Kampiun Inovatif Pratama Bidang Pengembangan Rencana Kontienjensi Tanggap Darurat Bencana.

Setelah menerima penghargaan, Prof Julyeta Runtuwene melalui Sekretaris PMI Kota Manado Hendah Murtanti SH didampingi Glendy Morten Lumingkewas mengatakan bahwa perhelatan temu Relawan SIBAT PMI ke 2 resmi di tutup pengurus Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat Letjend.TNI (Purn) H. Sumarsono, SH di dampingi ketua bidang Relawan Hj M.Muas, SH. Kegiatan tersebut di ikuti oleh 1500 anggota SIBAT se Indonesia, dan dihadiri pula 5 negara sahabat.

“Peserta adalah relawan-relawan yang memang di latih di kelurahan dan desa, SIBAT merupakan ujung tombak jika di kelurahan atau desa terjadi bencana, selain penanggulangan bencana SIBAT juga berperan dalam upaya kesiapsiagaan bencana,” ujar Tanti Muroso biasa disapa.

Temu SIBAT ke 2, kata Tanti, memperlombakan 15 kegiatan yang dilakukan selama 4 hari, yaitu pemetaan resiko bencana, pembuatan peta resiko bencana, penyusunan rencana kontingensi desa, pembuatan SOP, pertolongan pertama berbasis masyarakat, logistik, dapur umum, pengelolaan sampah, adaptasi perubahan iklim, dan lain-lain. Setelah pada pembukaan kegiatan lalu, Pemerintah Kota Manado lewat Wali Kota DR GS.Vicky Lumentut mendapatkan penghargaan. Pada penutupan temu SIBAT ke 2, PMI Kota Manado mendapat Dua penghargaan tersebut.

“Pujian syukur pada Tuhan karena oleh berkatnya kontingen PMI Kota Manado bisa menerima penghargaan ini, ucapan terima kasih buat Pemerintah Kota Manado bapak Wali Kota GS.Vicky Komentar, Wakil Wali Kota Mor Bastiaan atas dukungan terhadap program Pengurangan resiko Bencana berbasis masyarakat di kota Manado. Terima kasih juga kepada Ketua PMI Kota Manado Prof.J.P.A Runtuwene,MS, yang memberikan perhatian yang sangat besar bagi Kemanusiaan di Kota Manado. Penghargaan ini didedikasikan kepada Relawan PMI yang tanpa pamrih memberikan pikiran dan tenaga, untuk upaya pengurangan resiko bencana di Kota Manado. Terima kasih juga buat pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Pak Gubernur Olly Dondokambey,SE dan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw juga sebagai Ketua PMI Sulut atas perhatian kepada Tugas Kemanusiaan, harapan ke depan Kota Manado dan Sulawesi Utara masyarakat akan semakin Tangguh Menghadapi Bencana. Untuk semua pihak yang telah bekerja dan membantu PMI kota Manado dalam upaya kesiapsiagaan bencana dan penanggulangan bencana, kami ucapkan terima kasih juga,” jelas Tanti Muroso.(*/Mas)

Tradisi Donor Darah Menggema di Sekolah, PMI Manado Instens Lakukan Pengawalan

Donor darah yang dilakukan pihak SMU Negeri 9 Kota Manado (Foto Suluttoday.com)

Donor darah yang dilakukan pihak SMU Negeri 9 Kota Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Dalam Diesnatalis ke-25, SMU N 9 Manado kali ini pihak sekolah melakukan donor darah. SMU Negeri 9 Manado sebagai salah satu sekolah favorit di kota Manado terus menunjukan kemampuan dan kematangan dalam mendidik siswa/siswinya, dalam disnatalis ke 25 SMU negeri 9 Manado melangsungkan berbagai kegiatan, salah satu adalah menyelenggarakan donor darah berbasis sekolah.

”Donor darah merupakan kegiatan sosial, tujuannya sangat jelas adalah untuk membantu masyatakat yang membutuhkan transfusi darah. Di tingkat sekolah memang sudah di banyak yang melangsungkan donor darah, meskipun partisipasi masih minim, di karenakan masih sedikit informasi, tapi bersyukur di kota Manado sudah mulai dikenal dikalangan sekolah,” ujar Brando Lalamentik, staf PMI Kota Manado Bidang Pelayanan kesehatan saat mendampingi TIM Unit transfusi Darah PMI Provinsi Sulawesi Utara.

Pengurus PMI Kota Manado yang juga hadir Hendah Murtanti,SH sekertaris PMI Kota Manado menyampikan terima kasih karena di di Usia ke 25 Tahun SMU N 9 Manado semakin berprestasi, dan tetap eksis dalam pelayanan sosial.

”Salam hormat dari ketua PMI Kota Manado Prof.DR.J.P.A Lumentut – Runtuwene,MS karena beliau tidak bisa hadir dan menitip pesan Selamat Disnatalis ke 25 Tahun, semoga SMU N 9 Manado akan semakin maju dalam mendidik generasi Muda Manado sehingga semakin CERDAS.” tutur Murtanti.

Sementara itu, Kepala sekolah SMU Negeri 9 Manado Dra. Mediyatrix M Ngantung,Mpd berbangga karena bisa melaksanakan kegiatan disnatalis ini, serta berbangga bisa melaksanakan donor darah dan menyumbangkan 35 Kantong darah.

Ditempat terpisah, staf PMI Kota Manado lainya Glendy Lumingkewas, SH MH ketika diwawancaai menyampaikan apresiasi karena sekolah-sekolah mulai melaksanakan donor darah.

”Kami PMI Manado mendukung juga program Ibu Annie Dondokambey ,SH MH sebagai Ketua tim Giat Donor darah PMI Sulut, Donor darah berbasis kecamatan dan Kelurahan juga donor darah berbasis Sekolah. Semakin banyak masyarakat yang sadar akan penting dan sehatnya berdonor darah, setetes darah menyelamatkan sesama,” papar Lumingkewas. (*/Dace)

iklan1