Tag: hmi cabang manado

LKMI HMI Cabang Manado Dapat Apresiasi dari Bakornas PB HMI

Foto bersama saat pelaksanaan Baksos di Tidore (FOTO Suluttoday.com)

JAKARTA, Suluttoday.com – Kegiatan Bakti Sosial Nasional (Baksosnas) yang dilaksanakan LKMI HMI Cabang Manado bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah selesai dilaksanakan, yaitu dari tanggal 23 Desember 2018 – 25 Desember 2018.

Baksosnas ini dilaksanakan di kota Tidore Kepulauan, tepatnya di 2 tempat yaitu di daerah Gurabati dan di daerah Sofifi.

“Masyarakat yang terlayani dalam 3 hari Baksosnas tersebut terdiri dari khitanan 110 anak, gigi dan mulut 40 orang, pengobatan gratis 50 orang, serta pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis sebanyak 250 orang,” tutur Rian Ibrahim Selaku ketua panitia Baksosnas kali ini.

Sementara itu, menurut Wali Kota Tidore Kepulauan, Capt. Ali Ibrahim juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LKMI Manado dan Bakornas LKMI. “Sampai ketemu lagi di agenda-agenda LKMI berikutnya,” ujar Ali.

Selanjutnya, apresiasi datang dari Muh. Fachrurrozy Basalamah, selaku Direktur Terpilih Bakornas LKMI-PB HMI menyampaikan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman LKMI Manado, saya sadari susahnya melaksanakan kegiatan besar seperti ini, tapi semangat teman-teman LKMI Manado patut diapresiasi. Saya menghimbau juga kepada teman-teman LKMI cabang se-Indonesia agar selalu aktif dalam mengawal kesehatan Umat dan Bangsa Indonesia. Yakin Usaha Sampai,” tutur Fachrurrozy. (*/Redaksi)

Proyek Balai Sungai Sulawesi Satu Bermasalah, LSM Desak Alfian Palisungan Bertanggung Jawab

Foto papan proyek (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pekerjaan proyek pembangunan Bangunan Pengendali Banjir Sungai Onggunoi Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang dikerjakan instansi Balai wilayah Sungai Sulawesi Satu Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR yang bekerja sama dengan pengusaha Kontraktor perusahaan PT. Mitra Sejahtera Mulia selaku rekanan pihak ketiga dengan total anggaran 2,8 Miliar tahun 2018.

Dugaan kuat telah terjadi kerugian Negara sebesar Rp 1 Miliar karena volume penggunaan material pada pekerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan jumlah volume material dan spesifikasi teknik yang ada dalam kontrak kerja, hal ini mendapat sorotan keras dari aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Transparansi Sulawesi Utara (Sulut), Donald Pakuku.

”Kami telah mengusut pembangunan proyek di Kabupaten Bolsel ini dan disinyalir ada perampokan uang negara dalam bentuk mark-up volume material dalam proyek pekerjaan tersebut. Juga jenis material yang digunakan dalam pekerjaan proyek tersebut seperti material pasir jauh dibawah standar material yang diwajibkan untuk digunakan karena hanya menggunakan material pasir lokal yang ada di sungai Onggunoi sekitaran lokasi pekerjaan proyek tersebut,” ujar Donald yang mengatakan praktek semacam ini menyalahi ketentuan.

Disampaikannya Onal sapaan mantan pengurus HMI Cabang Manado ini menyebutkan apa yang dilakukan kontraktor melahirkan hasil pekerjaan bangunan proyek yang abak-abal, rapuh, dan mudah terbongkar serta terindikasi merugikan negara sebesar Rp 1 Miliar rupiah.

”Pihak yang paling bertanggung jawab dalam kerugian pekerjaan proyek ini adalah saudara Alfian Palisungan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen PPK dalam Pekerjaan proyek ini dan saudara Sartono ST. MT selaku kepala satuan kerja atau kasatker dalam proyek tersebut serta perusahaan PT. Mitra Sejahtera Mulia selaku perusahaan rekanan pihak ketiga pelaksana,” tukas Donald yang mengatakan akan mendorong persoalan ini ke pihak berwajib. (*/Redaksi)

Tingkatkan Budaya Literasi, HMI Cabang Manado Gelar Training Jurnalistik

Amas Mahmud saat memaparkan materi (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Organisasi kemahasiswaan estra kampus yang dikenal selalu memelihara tradisi literasi yaitu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis yang juga menjadi nafas serta ciri khas dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), eskalasinya terus dijaga. Kamis (15/11/2018), bertempat di Sekretariat Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Manado, pengurus HMI Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Manado menggelar kegiatan HMI Training.

Dengan sub tema: Pelatihan Jurnalistik dan Administrasi, para pembicara yang dihadirkan diantaranya; Ifan A.R. Umanahu Sekretaris Umum HMI Cabang Manado dan Sekretaris DPD KNPI Manado, Amas Mahmud, yang juga jurnalis. Dalam sambutan pembukaan training Ketua Umum HMI-MPO, Sahlan Abarang menyebutkan pentingnya pelatihan ini dilaksanakan agar kader-kader HMI Cabang Manado mengenali dan mengetahui apa itu jurnalistik, sekaligus makin paham hal ihwal adminstrasi organisasi.

”Ini merupakan program pengurus Cabang, dimana program HMI Training memberikan kesempatan kepada seluruh kader dari lintas Komisariat dan juga pengurus Cabang untuk ikut menimbah dan menambah ilmu. Atau melakukan simulasi menulis tentang jurnalistik dalam pelatihan ini. Selain itu kegiatan juga akan diberikan sesi untuk pembahasan terkait administrasi yang akan disampaikan Sekretaris HMI-MPO Cabang Manado. Untuk materi jurnalistik nanti dibahas Kanda Amas Mahmud, yang merupakan jurnalis sekaligus Sekretaris DPD KNPI Manado,” ujar Sahlan mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat Manado ini tegas.

Suasana dalam semangat kebersamaan (FOTO Suluttoday.com)

Sebagai pembahas pada segmen pertama, Amas menyentil sejumlah peran penting yang diperlukan seorang jurnalis. Menurut jebolan FISPOL Unsrat Manado ini tantangan jurnalis dari waktu ke waktu juga mengharuskan jurnalis tersebut meningkatkan kemampuannya. Hal yang juga penting menjadi catatan dalam mengembangkan semangat menulis pun disampaikan pemateri.

”Selain mengenali kerangka atau metode penulisan jurnalistik, kita perlu mengetahui bahwa jurnalis itu pekerjaan mulia. Ia harus mampu adil, berpihak pada kebenaran, profesional, menjalankan tugas sebagai media atau perantara, sehingga demikian dalam tugas-tugas jurnalistik para jurnalis diwajibkan patuh pada Undang-Undang jurnalistik, kaidah penulisan jurnalistik, kode etik jurnalis. Pedoman yang menjadi semacam rujukan jurnalis harus benar-benar konsisten dijalankan, selanjutnya dari beragam tantangan maka jurnalis perlu tiap saat meningkatkan kapasitasnya. Untuk skema menulis ala jurnalis sendiri harus berdasar pada 5W1H, kemudian kiat memulai menulis, prinsipnya yang perlu dipegang ialah harus berani memulai menulis, mengetahui apa yang ditulisnya dengan ritme dan pola yang sistematis,” kata Amas yang pernah menjadi Ketua Umum Jurnalis Online (Jarod) Manado itu.

Kompak, para pengurus KOHATI HMI Cabang Manado (FOTO Suluttoday.com)

Selanjutnya Sekretaris Umum HMI-MPO Manado Irfan menyampaikan materi terkait atribut, karakter, model, ‘kodefikasi’, atau penanda dari suatu administrasi dalam organisasi itu perlu dikenali. Karena tidak bisa sembarangan administrasi organisasi itu begitu pentingnya, sehingga dari administrasi organisasilah yang tergambarkan bagaimana wajah dan wibawa organisasi itu terlihat.

”Kader HMI harus dibekali, dikenalkan tentang administrasi HMI karena dalam surat-menyurat HMI itu tidak sembarang. Mulai dari kop surat, warna, logo, model surat, spasi, dan seterusnya sampai pada teknis yang detail juga HMI sangat jelih memperhatikan ini. Administrasi di HMI menggambarkan kewibawaan, citra dan tertibnya HMI, tidak asal-asalan urusan administrasi di HMI, itu sebabnya pelatihan ini harus kita lakukan, bagi peserta pelatihan yang tidak memahami kita berikan ruang untuk bertanya,” tutur Ifan, Kamis (15/11/2018). (*/Redaksi)

Foto bersama usai diskusi (FOTO Suluttoday.com)

Refleksi Sumpah Pemuda, HMI Cabang Manado Kupas TOLERANSI

Berlangsungnya dialog Refleksi Sumpah Pemuda tahun 2018 (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Ikut terlibat aktif dalam siklus pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), membuat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) selalu menjaga nafas pergerakannya yang independen. HMI sebagaimana semangat awal pendiriannya 5 Februari 1947 yakni dengan mengusung semangat keislaman dan keindonesiaan, terus menjaga marwahnya.

Kamis (1/11/2018) HMI Cabang Manado, dalam momentum perayaan Sumpah Pemuda ke-90 bertempat di Kantor Walikota Manado menggelar Refleksi Sumpah Pemuda dengan membahas tema: Pemuda Toleransi. Dialog itu menghadirkan Narasumber diantaranya; Rahmat Adam Korps Alumni HMI, Idam Malewa Korps Alumni HMI sekaligus Wadir Manado Post Group dan Amas Mahmud Korps alumni HMI yang juga Sekretaris DPD KNPI Manado.

Menurut Rahmat tantangan generasi muda hari ini ialah bagaimana bersaing meningkatkan kualitas diri dengan tidak gagap secara teknologi, meneguhkan karakternya sebagai pemuda idealis, serta sejumlah pikiran-pikiran membangun lainnya untuk kiat menghidupkan pergerakan pemuda. Sementara itu, Idam menjelaskan bahwa Toleransi yaitu sesuatu yang sunnatullah, itu sebabnya gagasan tentang Toleransi harus menjadi entitas yang kuat dalam mengokohkan NKRI, Toleransi pun dikatakannya memerlukan harmonisasi dalam penerapannya.

”Toleransi adalah sunnatullah. Toleransi adalah keteraturan kosmos kata phytagoras dalam kosmos, C Sagan. Atau lebih dalamnya Toleransi adalah keseimbangan relasi antara mayoritas dengan minoritas. Toleransi ibarat dua lempengan bumi yg saling bertaut, mengikat dan menjaga. Jika dua lempeng itu menjauh dan bergerak tidak harmoni maka itulah tsunami intoleransi. Salah satu cara merawat toleransi atau harmonitik adalah dialog dialog dialog dan jgn overdoktrinasi,” ujar Idam juga Ketum HMI Cabang Manado periode 2003-2005 ini.

Narasumber saat memulai dialog kepemudaan (FOTO Suluttoday.com)

Dari perspektif menjaga Toleransi Amas menilai banyak narasi-narasi pembangunan di Indonesia mulai terdominasi kepentingan politik praktis, itu sebabnya Toleransi yang harus dipelihara menjadi barang yang dipertentangkan. Menjaga Toleransi adalah kewajiban, seperti manusia merawat dirinya sendiri.

”Tema Toleransi sebetulnya tidak hanya final, tapi sudah finish. Dalam konteks narasi, Toleransi selalu relevan dibicarakan, ia harus dikuatkan, diikat. Selain itu, Toleransi adalah milik semua agama, ia icon yang mengintegrasikan kita, kita rukun bersamanya, Toleransi menjadi problematik karena realitas sosial sering kali membenturkannya, ada saja kesenjangan antara narasi Toleransi dengan aktualisasi dilapangan. Apalagi perspektif Toleransinya telah ditarik, disandera, disabotase dalam ruang sempit kepentingan politik,” tutur Amas sambil menambahkan kecurigaan dan tuduhan intoleransi tak etis bila dialamatkan pada kelompok agama tertentu.

Ketum HMI Cabang Manado, Iman Karim ketika memberikan pandangannya tentang Pemuda Toleransi (FOTO Suluttoday.com)

Bahkan menurutnya sering lai melenceng perdebatan, dan menyeruak berubah menjadi konflik verbal hingga konflik fisik. Diakuinya, ada sebagian rakyat yang merasa paling Toleran dan menuduh serius orang atau kelompok lain yang intoleran. Diskusi itu juga mengakui bahwa masih ada kelompok yang masih belum Toleran di Indonesia, namun tidak harus didramatisir berlebihan yang berkonsekuansi merusak persatuan Indonesia.

Foto bersama narasumber, Ketum HMI Manado dan perwakilan undangan (FOTO Suluttoday.com)

Tugas elemen Rakyat ialah mendekati memberi edukasi, merangkul, dan ‘menyelamatkan’, bukan memusuhi secara frontal kelompok intoleran, karena targetnya mencari solusi bukan menambah-nambah masalah. Kemudian, diskusi juga berkembang disampaikan sejumlah perwakilan pengurus organisasi Cipayung yang hadir, seperti GMKI Manado, PMII Manado dan juga penyampaian dari Ketua Umum HMI Cabang Manado, Iman Karim. Berbagai gugatan terhadap gerakan pemuda yang dinilai lemas, kurang greget, terungkap dalam pandangan-pandangan serta pertanyaan para peserta dialog. (*/Redaksi)

Rayakan Milad KOHATI ke-52, HMI Cabang Manado Gelar Dakwah Wisata

KOHATI HMI Cabang Manado tampil kompak (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Peringati milad ke 52 Korp HMI Wati (KOHATI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado melaksanakan Dakwah wisata. Kegiatan ini dilaksanakan KOHATI Cabang Manado bertempat di pantai Tasik ria Minahasa Selatan (Minsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Dalam pembukaan kegiatan, Ketua KOHATI MPO Wahyuni Januarti Drakel menyampaikan dalam sambutannya, Lembaga Khusus HMI salah satunya adalah KOHATI yang berdiri pada: 17 September 1966 – 17 September 2018 yang kini akan berusia 52 tahun, maka kita patut memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara ini.

Suasana dakwah wisata KOHATI HMI Manado (FOTO Suluttoday.com)

”Perempuan juga merupakan salah satu tiang negara ini, maka kita sebagai wadah perempuan yang ada dalam tubuh KOHATI merupakan sosok yang tidak kalah dengan perempuan-perempuan cerdas yang ada di luar sana untuk sama-sama berdiri tegak demi kepentingan Ummat dan bangsa ini,” ujar Ayu sapaan akrab Ketua KOHATI MPO Cabang Manado ini.

Untuk diketahui, kegiatan yang dirangkaikan dengan diskusi interaktif antara pengurus KOHATI dan anggota Muda KOHATI ini mengambil tema: ‘KOHATI Sebagai Wadah Inspirastif Untuk Perempuan Di Era Milenial’ berjalan dengan saling tanya jawab yang hangat. (*/Fan)

Spanduk kegiatan (FOTO Suluttoday.com)

iklan1