Tag: hmi cabang manado

BASO Affandi: Tugas Wakil Rakyat Sedikit Rumit, Perlu Istiqomah

Baso Affandi, SH (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Politisi muda yang dikenal telah malang melintang di dunia politik, selalu punya visi besar dalam berjuang, toleran dan memiliki pandangan mengedepankan kemajemukan dialah Baso Affandi, SH. Sosok yang satu ini juga merupakan eksponen aktivis 98 yang masih konsisten sampai saat ini dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat tertindas.

Minggu (17/3/2019), Baso sapaan akrab Sekretaris DPD Partai Hanura Sulawesi Utara (Sulut) ini menilai tidaklah muda menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) dan juga wakil rakyat. Apalagi, kondisi masyarakat yang plural saat ini otomatis sejalan dengan kebutuhan mereka yang beragam. Menurut Baso yang juga Caleg Nomor Urut 1 Dapil Singkil-Mapanget dari Partai Hanura untuk DPRD Kota Manado ini, politisi perlu konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat.

”Memang berat dan sedikit rumit, namun yang namanya berjuang, haruslah tetap istiqomah. Tentu semuanya tak lari dari tugas dan fungsi pokok dewan. Selaku Caleg yang sebelumnya telah terbiasa berjuang bersama masyarakat, saya akan sungguh-sungguh menetapkan hati membawa aspirasi masyarakat,” ujar Baso yang juga Alumni HMI Cabang Manado ini.

Ditambahkannya lagi bahwa ketika kelak menjadi Legislator ia akan sepenuh hati dan maksimal berjuang menjadi pelopor dalam mewujudkan hak-hak masyarakat, tanpa sedikitpun mendiskriminasi masyarakat. Rumusan kerjanya yaitu melalui pembuatan regulasi dan memastikan kalau prodak hukum itu berjalan atau tidak.

”Dimulai dari kerja legislasi, kerja penganggaran dan kerja pengawasan tentunya, ia saya berjanji akan menunaikan semua tugas tersebut dengan baik. Bagaimana membuat dasar hukum pelaksanaan kerja yang pro rakyat, lalu teranggarkan oleh pemerintah kemudian jelas pengawasannya melalui institusi resmi negara yang bernama Dewan itu,” kata Baso tegas.

Selain itu, Baso menambahkan tentang pentingnya semua tugas-tugas kerakyatan itu dijalankan sesuai mekanisme. Lalu terpahami masyarakat agar masyarakat juga tak mudah dibodohi oleh elite. Baso menegaskan, politik kemakmuran itu kewajiban bagi politisi untuk diwujudkan, bukan sekedar retorika politik setelah menjadi wakil rakyat. Walau dipahaminya soal peran Dewan bukanlah eksekutor, tapi Dewan merupakan muara kebijakan eksekutif. (*/Redaksi)

Milad ke-72, HMI Cabang Manado Gelar Doa Bersama

Foto bersama usai perayaan Milad HMI (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dalam memperingati Milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-72, sejak kelahirannya pada 5 Februari 1947. Organisasi HMI yang diprakarsai oleh Prof Lafran Pane, membuktikan kesetiannya dalam mengawal kemerdekaan Indonesia.

Semakin tua usia membuat semakin matang dalam berdinamika. Terbukti sampai sekarang HMI telah melahirkan kader-kader bangsa. Di usia ke-72 ini sudah sepantasnya kader HMI mampu menunjukan produktifitasnya sebagai organisasi mahasiswa terbesar dan tertua di Indonesia untuk menjawab tantangan zaman di era digital ini.

Hal ini seharusnya dijadikan peluang oleh kader-kader HMI untuk kebangkitan kembali dan menuju masa kejayaan Himpunan Mahasiswa Islam. Berbeda dengan tahun-tahun kemarin, milad HMI ke-72 kali ini diperingati dengan doa bersama untuk para korban bencana alam di Kota Manado. Acara milad ini dihadiri oleh sepuluh Komisariat dibawah naungan HMI Cabang Manado, yang dilaksanakan di Masjid Ulil Albab, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Selasa (5/2/2018) kemarin.

Suasana doa bersama (FOTO Suluttoday.com)

Ketua umum HMI Cabang Manado Iman Karim yang juga salah satu lulusan Pascasarjana Unsrat, menyampaikan beberapa hal untuk seluruh kader HMI Cabang Manado. Kegiatan yang diselimuti kesederhanaan ini merupakan refleksi dari sejarah HMI itu berdiri.

”HMI lahir diruang yang sederhana yaitu ruang kelas mata kuliah pada kala itu diruang kelas tafsir dengan dosen Husein Yahya. Dari sini kita mampu melihat bahwasanya HMI itu sangat biasa dengan sebuah proses kesederahanaan. Dan juga HMI hadir untuk menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi masyarakat,” ujar Iman Karim.

Ditambahkannya, sebagaimana sejarah mengukir proses perjuangan HMI dan sumbangsinya terhadap masyarakat Indonesia.

”Hal itu dapat dilihat dari pernyataan Jendral Sudirman. HMI merupakan Harapan Masyarakat Indonesia, sebagaimana HMI berada di gardah terdepan dalam memperjuangan hak masyarakat Indonesia,” ucapya.

Met milad HMI (FOTO Suluttoday.com)

Dan hari ini sama dengan 72 tahun yang lalu, HMI masih konsisten dengan semangat para pendiri HMI. Dilihat dari kesederhanaan memperingati Milad HMI pada khususnya Cabang Manado dan sekaligus mendoakan masyarakat Kota Manado yang pada jumat lalu terkena musibah bencana banjir dan telah memakan korban jiwa.

”Berbeda dengan cabang-cabang yang lain serta pengurus PB HMI yang menyelenggarakan milad hmi diruang yang megah. Hmi Cabang Manado juga bisa menyelenggarakan kegiatan di tempat yang megah dilihat dari posisi strategis dari para alumni HMI. Tetapi itu bukanlah substansi kita memperingati Milad HMI. Sebagaimana dalam momentum ini kita mampu menjiwai semangat dari para founding himpunan ini,” tutup Ketua Umum Cabang Manado. (*/Redaksi)

LKMI HMI Cabang Manado Dapat Apresiasi dari Bakornas PB HMI

Foto bersama saat pelaksanaan Baksos di Tidore (FOTO Suluttoday.com)

JAKARTA, Suluttoday.com – Kegiatan Bakti Sosial Nasional (Baksosnas) yang dilaksanakan LKMI HMI Cabang Manado bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah selesai dilaksanakan, yaitu dari tanggal 23 Desember 2018 – 25 Desember 2018.

Baksosnas ini dilaksanakan di kota Tidore Kepulauan, tepatnya di 2 tempat yaitu di daerah Gurabati dan di daerah Sofifi.

“Masyarakat yang terlayani dalam 3 hari Baksosnas tersebut terdiri dari khitanan 110 anak, gigi dan mulut 40 orang, pengobatan gratis 50 orang, serta pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis sebanyak 250 orang,” tutur Rian Ibrahim Selaku ketua panitia Baksosnas kali ini.

Sementara itu, menurut Wali Kota Tidore Kepulauan, Capt. Ali Ibrahim juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LKMI Manado dan Bakornas LKMI. “Sampai ketemu lagi di agenda-agenda LKMI berikutnya,” ujar Ali.

Selanjutnya, apresiasi datang dari Muh. Fachrurrozy Basalamah, selaku Direktur Terpilih Bakornas LKMI-PB HMI menyampaikan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman LKMI Manado, saya sadari susahnya melaksanakan kegiatan besar seperti ini, tapi semangat teman-teman LKMI Manado patut diapresiasi. Saya menghimbau juga kepada teman-teman LKMI cabang se-Indonesia agar selalu aktif dalam mengawal kesehatan Umat dan Bangsa Indonesia. Yakin Usaha Sampai,” tutur Fachrurrozy. (*/Redaksi)

Proyek Balai Sungai Sulawesi Satu Bermasalah, LSM Desak Alfian Palisungan Bertanggung Jawab

Foto papan proyek (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pekerjaan proyek pembangunan Bangunan Pengendali Banjir Sungai Onggunoi Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang dikerjakan instansi Balai wilayah Sungai Sulawesi Satu Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR yang bekerja sama dengan pengusaha Kontraktor perusahaan PT. Mitra Sejahtera Mulia selaku rekanan pihak ketiga dengan total anggaran 2,8 Miliar tahun 2018.

Dugaan kuat telah terjadi kerugian Negara sebesar Rp 1 Miliar karena volume penggunaan material pada pekerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan jumlah volume material dan spesifikasi teknik yang ada dalam kontrak kerja, hal ini mendapat sorotan keras dari aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Transparansi Sulawesi Utara (Sulut), Donald Pakuku.

”Kami telah mengusut pembangunan proyek di Kabupaten Bolsel ini dan disinyalir ada perampokan uang negara dalam bentuk mark-up volume material dalam proyek pekerjaan tersebut. Juga jenis material yang digunakan dalam pekerjaan proyek tersebut seperti material pasir jauh dibawah standar material yang diwajibkan untuk digunakan karena hanya menggunakan material pasir lokal yang ada di sungai Onggunoi sekitaran lokasi pekerjaan proyek tersebut,” ujar Donald yang mengatakan praktek semacam ini menyalahi ketentuan.

Disampaikannya Onal sapaan mantan pengurus HMI Cabang Manado ini menyebutkan apa yang dilakukan kontraktor melahirkan hasil pekerjaan bangunan proyek yang abak-abal, rapuh, dan mudah terbongkar serta terindikasi merugikan negara sebesar Rp 1 Miliar rupiah.

”Pihak yang paling bertanggung jawab dalam kerugian pekerjaan proyek ini adalah saudara Alfian Palisungan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen PPK dalam Pekerjaan proyek ini dan saudara Sartono ST. MT selaku kepala satuan kerja atau kasatker dalam proyek tersebut serta perusahaan PT. Mitra Sejahtera Mulia selaku perusahaan rekanan pihak ketiga pelaksana,” tukas Donald yang mengatakan akan mendorong persoalan ini ke pihak berwajib. (*/Redaksi)

Tingkatkan Budaya Literasi, HMI Cabang Manado Gelar Training Jurnalistik

Amas Mahmud saat memaparkan materi (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Organisasi kemahasiswaan estra kampus yang dikenal selalu memelihara tradisi literasi yaitu meningkatkan kemampuan membaca dan menulis yang juga menjadi nafas serta ciri khas dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), eskalasinya terus dijaga. Kamis (15/11/2018), bertempat di Sekretariat Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Manado, pengurus HMI Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Manado menggelar kegiatan HMI Training.

Dengan sub tema: Pelatihan Jurnalistik dan Administrasi, para pembicara yang dihadirkan diantaranya; Ifan A.R. Umanahu Sekretaris Umum HMI Cabang Manado dan Sekretaris DPD KNPI Manado, Amas Mahmud, yang juga jurnalis. Dalam sambutan pembukaan training Ketua Umum HMI-MPO, Sahlan Abarang menyebutkan pentingnya pelatihan ini dilaksanakan agar kader-kader HMI Cabang Manado mengenali dan mengetahui apa itu jurnalistik, sekaligus makin paham hal ihwal adminstrasi organisasi.

”Ini merupakan program pengurus Cabang, dimana program HMI Training memberikan kesempatan kepada seluruh kader dari lintas Komisariat dan juga pengurus Cabang untuk ikut menimbah dan menambah ilmu. Atau melakukan simulasi menulis tentang jurnalistik dalam pelatihan ini. Selain itu kegiatan juga akan diberikan sesi untuk pembahasan terkait administrasi yang akan disampaikan Sekretaris HMI-MPO Cabang Manado. Untuk materi jurnalistik nanti dibahas Kanda Amas Mahmud, yang merupakan jurnalis sekaligus Sekretaris DPD KNPI Manado,” ujar Sahlan mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat Manado ini tegas.

Suasana dalam semangat kebersamaan (FOTO Suluttoday.com)

Sebagai pembahas pada segmen pertama, Amas menyentil sejumlah peran penting yang diperlukan seorang jurnalis. Menurut jebolan FISPOL Unsrat Manado ini tantangan jurnalis dari waktu ke waktu juga mengharuskan jurnalis tersebut meningkatkan kemampuannya. Hal yang juga penting menjadi catatan dalam mengembangkan semangat menulis pun disampaikan pemateri.

”Selain mengenali kerangka atau metode penulisan jurnalistik, kita perlu mengetahui bahwa jurnalis itu pekerjaan mulia. Ia harus mampu adil, berpihak pada kebenaran, profesional, menjalankan tugas sebagai media atau perantara, sehingga demikian dalam tugas-tugas jurnalistik para jurnalis diwajibkan patuh pada Undang-Undang jurnalistik, kaidah penulisan jurnalistik, kode etik jurnalis. Pedoman yang menjadi semacam rujukan jurnalis harus benar-benar konsisten dijalankan, selanjutnya dari beragam tantangan maka jurnalis perlu tiap saat meningkatkan kapasitasnya. Untuk skema menulis ala jurnalis sendiri harus berdasar pada 5W1H, kemudian kiat memulai menulis, prinsipnya yang perlu dipegang ialah harus berani memulai menulis, mengetahui apa yang ditulisnya dengan ritme dan pola yang sistematis,” kata Amas yang pernah menjadi Ketua Umum Jurnalis Online (Jarod) Manado itu.

Kompak, para pengurus KOHATI HMI Cabang Manado (FOTO Suluttoday.com)

Selanjutnya Sekretaris Umum HMI-MPO Manado Irfan menyampaikan materi terkait atribut, karakter, model, ‘kodefikasi’, atau penanda dari suatu administrasi dalam organisasi itu perlu dikenali. Karena tidak bisa sembarangan administrasi organisasi itu begitu pentingnya, sehingga dari administrasi organisasilah yang tergambarkan bagaimana wajah dan wibawa organisasi itu terlihat.

”Kader HMI harus dibekali, dikenalkan tentang administrasi HMI karena dalam surat-menyurat HMI itu tidak sembarang. Mulai dari kop surat, warna, logo, model surat, spasi, dan seterusnya sampai pada teknis yang detail juga HMI sangat jelih memperhatikan ini. Administrasi di HMI menggambarkan kewibawaan, citra dan tertibnya HMI, tidak asal-asalan urusan administrasi di HMI, itu sebabnya pelatihan ini harus kita lakukan, bagi peserta pelatihan yang tidak memahami kita berikan ruang untuk bertanya,” tutur Ifan, Kamis (15/11/2018). (*/Redaksi)

Foto bersama usai diskusi (FOTO Suluttoday.com)

iklan1