Tag: hmi manado

Jelang Muswil KAHMI Sulut, Sejumlah Nama Calon Ketua Presidium Mengkristal

Panitia Muswil sedang menyiapkan atribut (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Utara (Sulut) dipastikan memanas. Pasalnya, agenda akbar pemilihan Ketua dan Presiden Kahmi secara keseluruhan akan digelar dalam forum Muswil. Muswil sesuai jadwal dilaksanakan di Molibagu, Kabupaten Bolaang Mangondouw Selatan (Bolsel) Provinsi Sulut.

Dimulai Sabtu sampai Minggu, 13-24 November 2019, kini dinamikanya mulai terasa. Dimana sejumlah nama telah mencuat, dinilai sangat berpeluang menjadi Ketua Presidum.

Menurut Ketua Sterring Committee, Suardi Hamzah bahwa agenda Muswil di Kabupaten Bolsel kali ini cukup berbeda. Walau digelar di ujung selatan Sulut, namun kompetisi dan pertarungan begitu terasa antara sesama Alumni HMI.

”Amanat ini tidak mudah, dimana kita berusaha keras mewujudkan tuntutan ribuan alumni HMI Manado, Minahasa dan Bolmong raya supaya pengurus Presidium melahirkan kepengurusan yang lebih kuat integritasnya. Ini tergolong tantangan yang perlu kita seriusi menjawabnya satu per satu,” ujar Suardi.

Kanda Idun, sapaan akrab Suardi yang juga Sekretaris Presidium Kahmi Sulut juga membocorkan nama-nama calon Ketua Presidium Kahmi Sulut. Dari group media sosial alumni HMI, beberapa nama dinilai layak bertarung dalam Muswil kali ini. Ada yang telah menyampaikan kesiapan memberi diri membangun Kahmi.

Diantara nama-nama yang santer adalah Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, pakar otak Dr Taufiq Pasiaak, cendekiawan dan jurnalis ternama Suhendro Boroma, incumbent ketua presidium dan akademisi Fakultas Hukum Unsrat Dr Abdurrahman Konoras, Sekretaris Kahmi Sulut Suardi Hamzah.
Ada pula politisi dan pengusaha kapal ekspedisi antar pulau Gunawan Pontoh, Sekda Bolmong Utara Asripan Nani, Ketua Presidum Kahmi Kotamobagu Lucky Makalalag, Ketua Kahmi Boltim Robbi Mamonto dan tiga presidium Kahmi Manado Baso Affandi, Fadillah Polontalo dan Idam Malewa.
Berdasarkan AD/ART, kata Suardi Hamzah jumlah presidium Kahmi wilayah yang dipilih hanya tujuh orang. Mereka akan dipilih oleh masing-masing majelis daerah (MD). Satu MD mengutus tiga delegasi. Namun, hak suara hanya satu orang.
”Mekanisme sesuai ketentuan yakni satu voters akan memilih tujuh nama dalam satu paket. Dari forum Muswil ini akan menentukan tujuh Presidium berdasarkan rangking suara tertinggi pertama sampai ketuju. Seperti inilah ketentuan pemilihannya,” ujar Kanda menutup.

Ucapan selamat dan sukses Muswil Kahmi Sulut (FOTO Ist)

Di tepat terpisah, Sekretaris Majelis Daerah (MD) Kahmi Manado, Mazhabullah Ali saat diwawancarai Suluttoday.com terkait siapa yang dijagokan MD Kahmi Manado, kata Ichal sapaan akrab Mazhabullah pihaknya tengah melakukan konsolidasi. Bagi Ichal kemajuan Kahmi Sulut akan ditentukan oleh sosok Ketua Presidium yang komit melakukan perubahan.

”Sampai saat ini kami sudah beberapa kali berkomunikasi dengan majelis daerah Kahmi lain. Tentunya, kita mau menyamakan visi. Ada beberapa figur yang kita nilai layak diperjuangkan di Muswil Kahmi Sulut tentunya. Kriteria mengusung Presidium Kahmi Sulut bersifat pajet, sehingga perlu kolaborasi dan koalisi kekuatan dengan MD lainnya,” tutur Ichal tegas.(*/Redaksi)

Pengajian KAHMI Manado, Benih Radikalisme Ada di Semua Agama

Berlangsungnya pengajian (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Wacana radikalisme yang disuarakan pemerintah menuai kontroversi. Muncul dugaan ini proxy negara untuk alihkan masalah. Namun ada juga mengakui radikalisme itu fakta. Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Manado coba merajut gagasan para aktivis dalam diakusi Pengajian Inklusive bertema Proxy Radikalisme Fiksi atau Fakta.

Waktu dua jam tidak cukup rasanya bagi puluhan aktivis muda untuk menemukan titik temu tentang radikalisme fiksi atau fakta. Diskusi yang diramu KAHMI Manado di sebuah warung kopi 69, Perkamil, Jumat (8/11/2019) sore melahirkan dua pandangan berbeda. Malah Pemantik dialog Anis Toma MAg mengakui radikalisme ini proxy. Bisa hanya fiksi dan bisa menjadi fakta.

”Saya pun tidak berani menyimpulkan apakah radikalisme ini sengaja diciptakan oleh kelompok tertentu atau memang negara melihat ada gejala radikalisme di tengah warga,” kata Kepsek MIN 2 Manado ini.

Selaku moderator Rizaldy Pedju MH memberikan kesempatan kepada Presidium KAHMI Manado, Idham Malewa dalam memberikan penjelasan terkait kegiatan tersebut. Kata Idam, radikalisme menjadi boming di mana-mana. Makin masif di era pemerintahan Jokowi jilid 2. Melalui Menkopolhukam dan menteri agama.

”Pengajian bulanan ini adalah kerinduan bagi Alumni HMI Kota Manado guna menjalin silaturahmi dan peka terhadap tema kontekstual. KAHMI mampu menjawab tantangan sebagai agen of changes yang progresif,” tutur Idham yang juga Alumnus Fakultas Ekonomi Unsrat Manado.

Selain itu, jurnalis senior ini menegasikan agenda tradisi intelektual tak ada kaitan dengan Muswil KAHMI Sulut dan agenda politik 2020. Rizaldy mengantar diskusi dengan sedikit mengurai definisi radikal (radiks).

”Isu radikalisme di Indonesia mulai mengundang keresahan. Isu ini terus berkembang dan dianggap gerakan yang dapat merenggangkan integritas bangsa dan bernegara,” jelas dosen muda IAIN Manado.

Pengajian perdana KAHMI Manado setelah istirahat selama setahun lebih, dihadiri puluhan aktivis muda. Di antaranya Sekretaris PPP Sulut Agus Abdullah, Wakil Ketua KNPI Sulut Iswadi Amali, Wakil Ketua Pemuda Muslimin Sulut Fadly Kasim, Ketua BM PAN Sulut Faisal ‘Bang Toyib’ Salim, Sek BM PAN Gilang Ramadhan, Ketua Tidar Sulut Syarif Darea, Sekum PAN Manado/KAHMI Minut Ronal Salahuddin.

Hadir pula Aktivis Muhammadiyah Jeffry Alibasyah, Komisioner Bawaslu Kota Bitung Zulkifli Densi, Hadi, Ketua Bawaslu Boltim Haryanto, Ketua Prisma Sulut Dr Mardhan Umar, Wakil Dekan Tarbiyah IAIN Manado Dr Feiby Ismail dan para aktivis Suling Manado.

Dari KAHMI ada Anggota Presidium KAHMI Manado Fadilab Polontalo dan dr Zainal Ginsu, Sekum KAHMI Manado Mazhabullah Ali serta Ketum HMI Manado Iman Karim dan pengurus HMI Manado lainnya. Anis membuka dialog dengan menegaskan makna radikal sesungguhnya. Radikal secara etimologi adalah hal secara mendasar (principle). Radikalisme perlu dipandang dari 2 kacamata yang berbeda. Radikal positif dan serta radikal negative.

”Radikal Positif maksudnya adalah secara mendasar kita pegang sebagai suatu prinsip hidup kita, misalnya terkait keyakinan (iman), nasionalis dan hal-hal prinsip lain terkait kemanusiaan. Sedangkan negatif maksudnya prinsip kita yang paling benar dan prinsip orang lain salah atau dalam Islam kita bisa katakan mudah mengkafir-kafirkan orang yang berbeda madzab atau aliran dengan kita,” tutur mantan Ketua Komisariat IAIN Manado ini.

Anis menyentil mengangkat sejarah dalam di zaman sahabat nabi telah ada peristiwa yang melatarbelakangi kelompok yang melahirkan gerakan radikal. Misalnya peristiwa lahirnya kelompok Khawarij , antara kelompok Muawiyah dan Ali bin AbiThalib.

Khawarij merupakan suatu kelompok/aliran pengikut Ali bin Abi Thalib yang kemudian keluar dan meninggalkan barisan karena ketidaksepakatan terhadap keputusan Ali yang menerima arbitrase (tahkim), dalam perang Shiffin pada tahun 37 h/648 M dengan kelompok Muawiyah bin Abu Sufyan persengketaan khalifah.

”Ada juga Peristiwa 11 September 2001 di Amerika mengakibatkan runtuhnya Gedung WTC oleh kelompok Al-Qaeda dipimpin oleh Osama Bin Laden. Dari sini lahir stereotip bahwa Islam identik dengan radikal sehingga label itu menyebar yang akhirnya lahirnIslamophobia,” tandasnya.

Anis mengatakan ada 4 Faktor benih radikalisme. Faktor Ekonomi, Politik, Psikologi dan Pendidikan. Diantaranya faktor ini bisa jadi faktor utama suatu individu atau kelompokmenjadi radikal. Terkait Radikalisme itu Fakta atau Fiksi, kata Anis fakta yang menerangkan tentang bahaya laten radikalisme.

”Kita tidak bisa menutup mata adanya fakta kelompok radikal di Indonesia, namun disisi lain adanyasuatu grand desain bahwa umat islam sebagai lakon opera yang dimainkan aktor intelektual global yang hendakmengembangkan isu Islamophobia juga adalah suatu faktatersendiri, yang mengiring bahwa tumbuh suburnyaRadikalisme di Indonesia adalah suatu fiksi belaka,” ucapnya tegas. (*/Redaksi)

Rayakan Milad KOHATI ke-52, HMI Cabang Manado Gelar Dakwah Wisata

KOHATI HMI Cabang Manado tampil kompak (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Peringati milad ke 52 Korp HMI Wati (KOHATI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado melaksanakan Dakwah wisata. Kegiatan ini dilaksanakan KOHATI Cabang Manado bertempat di pantai Tasik ria Minahasa Selatan (Minsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Dalam pembukaan kegiatan, Ketua KOHATI MPO Wahyuni Januarti Drakel menyampaikan dalam sambutannya, Lembaga Khusus HMI salah satunya adalah KOHATI yang berdiri pada: 17 September 1966 – 17 September 2018 yang kini akan berusia 52 tahun, maka kita patut memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara ini.

Suasana dakwah wisata KOHATI HMI Manado (FOTO Suluttoday.com)

”Perempuan juga merupakan salah satu tiang negara ini, maka kita sebagai wadah perempuan yang ada dalam tubuh KOHATI merupakan sosok yang tidak kalah dengan perempuan-perempuan cerdas yang ada di luar sana untuk sama-sama berdiri tegak demi kepentingan Ummat dan bangsa ini,” ujar Ayu sapaan akrab Ketua KOHATI MPO Cabang Manado ini.

Untuk diketahui, kegiatan yang dirangkaikan dengan diskusi interaktif antara pengurus KOHATI dan anggota Muda KOHATI ini mengambil tema: ‘KOHATI Sebagai Wadah Inspirastif Untuk Perempuan Di Era Milenial’ berjalan dengan saling tanya jawab yang hangat. (*/Fan)

Spanduk kegiatan (FOTO Suluttoday.com)

Pelantikan Pengurus HMI-MPO Komisariat Akhdar Aswad Manado dan Dialog Sukses Digelar

Foto bersama (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Sabtu (8/9/2018), pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Komisariat Akhdar Aswad Manado dilantik. Pelantikan dilaksanakan di ruang Paripurna DPRD Kota Manado.

Dalam rangka menjalankan amanah konstitusi HMI MPO, maka pengurus HMI MPO Komisariat Akhdar Aswad Manado yang dipimpin Ibnu Wahyu Boghdadi selaku Ketua Umum terpilih bersama jajaran pengurusnya. Wahyu sah dilantik oleh Ketua Umum HMI MPO Cabang Manado Sahlan Abarang.

Melalui hajatan pelantikan tersebut Ketua Umum Komisariat Akhdar Aswad dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas pelantikan tersebut. Komsat Akhdar Aswad juga melaksanakan dialog publik yang membahas tema seputar kesehatan demi mewujudkan visi Manado Kota Cerdas.

Ketua Komisariat saat memberikan sambutan (FOTO Suluttoday.com)

”Kita sebagai pengurus yang telah dilantik untuk sama-sama bekerja demi malanjutkan amanah yang telah diamanahkan lewat Rapat Anggota Komisariat (RAK) Akhdar Aswad pada bulan lalu. Dalam acara ini kita juga raikaikan dengan dialog publik dengan tema bertajuk ‘Manado Cinta Sehat, Manado Cerdas’,” ujar Wahyu.

Komisariat Akhdar Aswat yang didalamnya adalah secara keseluruhan kader yang berlatar belakang Ilmu Ksehatan, maka dengan tema tersebut mari kita membuat gagasan untuk ciptakan visi dan misi Manado menjadi sebuah realisasi bukan sekedar visi dan misi, tandasnya wahyu sapaan akrab.

Sementara itu, Ketua Umum HMI-MPO Cabang Manado Sahlan, menyampaikan dalam sambutannya kerja kolektif dalam suatu kepengurusan sangatlah penting karena sama-sama untuk meningkatkan kualitas diri masing-masing kader baik pengurus atau seluruh anggota HMI MPO Komisariat Akhdar Aswad dan pada umumnya seluruh anggota dan kader HMI MPO Cabang Manado.

Berlangsungnya pelantikan (FOTO Suluttoday.com)

”Amanah yang telah di berikan itu bukanlah sebuah beban akan tetapi tanggung jawab yang harus kita pahami sebagai pengurus untuk bisa menjalankan roda organisasi,” kata Alan sapaan Ketua Umum HMI MPO Cabang Manado ini.

Dalam acara pelantikan tersebut yang dirangkaikan dengan selang publik, pemateri yang diambil dari Pemerintah Kota Manado Melalui Dinas Kesehatan Kota Manado dr. Jemmy Lalita, M.Kes (Kabid Pelayanan Kesehatan Manado), dan dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado, Kanda Sri Seprianto Maddusa, SKM, M.Kes (Akademisi), serta undangan yang dihari. (*/Redaksi)

‘Torang Nyanda Tako’, NKRI Harga Mati ORMAS se-Sulut Gelar DOA LINTAS AGAMA

Undangan untuk Doa bersama Lintas Agama (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Torang nyanda tako!! NKRI HARGA MATI, dan Pancasila adalah Kami. Atas nama kemanusiaan kami mengajak seluruh Anak Bangsa yang ada di kota manado untuk bersama-sama hadir dalam “DOA LINTAS AGAMA” sebagai bentuk solidaritas terhadap korban meledaknya bom di 3 gereja di Surabaya.

Acara dilaksanakan pada : Senin, 14 Mei 2018. Tempat, Depan Polrestabes Manado Jam. 19.00 -21.00 WITA. Dresscode : Putih. Diharapkan peserta membawa lilin.

CP. Jeverson Petonengan (081311009617) Pricilya Tangel (081340433636) Steven Lintong (085229240999) Marcho Rampengan (085256645641) Noke (085397108498) Anshar (085399661898).

Acara: Seruan Perdamaian dan doa bersama. Kegiatan ini sudah berkoordinasi dgn pihak kepolisian. Daftar Partisipan : 1. Pemuda GMIM 2. Pemuda KGPM 3. Pemuda Katolik SULUT 4. GAMKI Sulut 5. GP Ansor Sulut 6. KMHDI Sulut 7. AFP Sulut 8. GMKI Manado 9. PMKRI Manado 10. PMII Manado 11. KAMMI Manado 12. Banser Manado 13. Pemuda Bantik Manado 14. Makatana Minahasa 15. Komisi Mahasiswa GMIM.

16. GAMKI manado. 17. BKPRMI Sulut. 18. PAFI Sulut. 19. GADA BMI 20. Brigade Masjid Sulut. 21. Korda GMNI Sulut. 22. Mahasiswa NTT Sulut 23. LSM KIBAR 24. HMI MPO MANADO 25. LMND 26. KNPI SULUT 27. Pemuda Remaja Bamag LKKI Sulut. 28. Forum Pemuda Lintas Gereja. 29. El Perisai Sulut. 30. WAO (Wadah Asosiasi Online) Sulut. 31. GP Nasdem Sulut. 32. Himakom Utsu. 33. Grab Rider Community Manado.

34. Family Bikers Online Sulut (FiBOS) 35. DPA GBI Sulut-Go. 36. KPMIBU Manado 37. KARDA NKRI SULUT 38. KOHATI HMI MPO Manado 39. DPM FAPET UNSRAT 40. BT FAPET UNSRAT 41.HIPMA HAlSEL Manado 42. Riders Online Community 43.DPC GMNI Manado 44. Majelis permusyawaratan mahasiswa unsrat 45. IKAMI SULSEL 46. JDPK Manado. 47. HBC Sulut 48. G45 (Gerakan Anak Sorgawi) Manado 49. Keluarga Mahasiswa Katolik Fakultas Hukum Unsrat 50. Laskar Manguni Indonesia Manado. 51. Karang taruna Sulut. 52. Pemuda Pantekosta.

53. Pemuda Remaja Toraja Sulut. 54. Pemuda Germita wilayah khusus. 55. Remaja GMIM rayon Manado. 56. Asosiasi Driver Online SULUT 57. Pemuda Remaja Bamag LKKI manado. 58. Motive Family Community. 59. Badan Eksekutif Mahasiswa FH UNSRAT 60. KPPK SULUT.

61. DPC KMN Manado 62.Pemuda KGMPU 63. Forum Komunikasi Generasi Muda Nusa Utara 64. KAMMI WILAYAH SULUT 65.Pemuda Advent Kota Manado dan sekitarnya (PAKMS). (*/Redaksi)

iklan1