Tag: hmi manado

Temu Kangen, Alumni HMI Manado Banjiri Jarod

Saiful Bahri Rurai, Alumni HMI Cabang Manado bersama para Alumi HMI lainnya saat di Jarod

Saiful Bahri Ruray, Alumni HMI Cabang Manado bersama para Alumi HMI lainnya saat di Jarod

MANADO – Suasana Jalan Roda (Jarod) Manado, Jumat (26/12/2014) hari ini relatif berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Pasalnya, dalam acara Reuni Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado bersama seluruh kader HMI Manado yang salah satu agendanya adalah mendatangi Jarod mengakibatkan kondisi Jarod makin ramai.

Beberapa tokoh Nasional jebolan HMI Manado juga terlihat hadir, diantaranya, Dr Saiful Bahri Ruray, SH,M.Si anggota DPR RI Dapil Provinsi Maluku Utara, Yayat Biaro, anggota DPR RI Dapil Banten yang sama-sama dari Partai Golkar. Takkalah pentingya Wali Kota Gorontalo Marten Taha selaku Alumni HMI Manado ikut hadir, Dr Taufiq Pasiak, M.Kes,M.Pd, dosen Unsrat Manado, Prof. Djailan, dosen Unsrat Manado, Ramhmi Husen, S.Sos anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Ardiansyah Fauzi, anggota DPRD termuda di Kota Tidore, bersama para senior HMI Cabang Manado lainnya yang kini telah berkiprah diluar Sulawesi Utara.

Rully Amri mantan Ketua Umum HMI Cabang Manado bersama beberapa senior HMI Manado lainnya

Rully Amri mantan Ketua Umum HMI Cabang Manado bersama beberapa senior HMI Manado lainnya

Selaku panitia lokal Bang Taufiq Pasiak terlihat antusiasi melakukan persiapan untuk acara reuni tersebut bersama pengurus HMI Cabang Manado. Menurut Jefry Kadjuju pertemuan ini sangat istimewa karena sangat jarang para Alumni HMI Manado meluangkan waktunya untuk berkumpul bersama.

Bang Yayat Biaro bersama Bang Rahmi Husen saat berada di Jarod

Bang Yayat Biaro bersama Bang Rahmi Husen saat berada di Jarod

”Ini momentum luar biasa dan istimewa bagi semua keluarga besar HMI Cabang Manado. Kami berkumpul di Jarod ini untuk mengenang kembali kisah dimana semasa menjadi kader HMI dahulu, kemudian kita disini pun bermaksud merajut kebersamaan dengan para kader HMI saat ini. Pada pokoknya, HMI Manado harus berjaya. Dalam reuni ini kita punya beberapa agenda penting memang, itu tak lain adalah memajukan HMI Manado,” ujar Kadjuju saat diwawancarai Suluttoday.com.

Suasana akrab disaat para Alumnu HMI Cabang Manado bertemu

Suasana akrab disaat para Alumnu HMI Cabang Manado bertemu

Beberapa mantan Ketua Umum HMI Cabang Manado juga terlihat hadir di Jarod siang tadi, ada Idham Malewa, Sofyan Husen, Rully Amri, Roy Asona, Nahrawi Djalal, termasuk Ridwan Nggilu, SH,MH, Saiful Bahri Rurai, Rahmi Husen. Begitupun mantan Ketua Umum Badko Suluttenggo, Muis Djamin, Ketua Umum Badko HMI Sulut-Gorontalo, Haz Algebra, tak mau ketinggalan mantan pengurus HMI Manado lainnya yang saat ini memiliki jabatan strategis di Ormas dan Parpol, seperti Baso Affandi, Syarif Darea (Plt. Ketum BKPRMI Sulut), Rahman Ismail, Ai Firman Mustika, serta sederet nama lainnya ikut hadir di Jarod. (Amas Mahmud)

KNPI Manado, OKP dan KNPI Jakbar Gelar Silaturahmi Bersama

Kantor Walikota Manado

Kantor Walikota Manado

MANADO – Kunjungan Kerja (Kunker) Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jakarta Barat (Jakbar) di kota Manado Selasa (25/11/2014), disambut Ketua GM FKPPI Sulut Dr Harley Mangindaan beserta Ketua KNPI Kota Manado, Ketua Umu HMI Cabang Manado,  dan pengurus GAMKI, Ketua Ikatan Nyong Nona Manado, GM FKPPI Manado, Paskibraka Manado dan Ketua Pemuda Adven Manado.

Menariknya, pada pertemuan tersebut para OKP-KNPI mengupas terkait persoalan dalam kegiatan kepemudaan. Baik dalam mengawal lingkungan, masukan dan kritikan pada pemerintahan, kegiatan sosial kemasyarakatan dan sinergi OKP-KNPI dengan pemerintah mulai pusat hingga di daerah.

Ketua KNPI Jakbar Muhamad Hasan SE, MM mengatakan, kegiatan KNPI yang didalamnya ada ada OKP Jakbar, telah menjadi sesuatu yang rutin dalam kunjungan kerja ke daerah-derah di Indonesia. Pasalnya, dengan adanya silahturahim banyak yang bisa menjadi inspirasi, masukan untuk kepemudaan di Jakbar.

”Kita sendiri telah melakukan hubungan baik dengan CSR dalam kegiatan kemasyarakat dan lingkungan. Artinya kepemudaan kita bisa berbuat untuk Jakbar sendiri. Khususnya penanaman mangrove,” ungkapnya.

Namun disatu sisi KNPI Manado sendiri menyatakan, dalam kegiatan KNPI benar-benar dilakukan atas inisiatif KNPI. Lebih kedepankan kemandirian tanpa harus meminta-minta ke pihak lain. ”Buktinya kami telah membangun koperasi yang tujuannya untuk berdayakan pemuda yang ada di wilayah Manado. Begitu juga persoalan kriminalitas yang sempat terjadi di wilayah Manado dengan pelaku pemuda, KNPI juga ikut libatkan diri untuk turun melakukan sosialisasi ke siswa sekolah,” terang Ketua KNPI Manado Jeverson Petonengan SH MH.

Hasan menanggapi serta merasa bangga dengan prestasi Manado. “Peran OKP dan KNPI Manado sangat terlihat karena selang berada di kota Manado, tampak KNPI dan OKP bisa bersinergi dengan pemerintah. Kami juga akui kalah dengan Manado karena Adipura Manado terus dapat sementara kami hilang dua kali,” terangnya sembari berharap makin maju pemuda Inbdonesia, kerjasama Jakbar dan manado akan terus berlanjut.

Ketua GM FKPPI Sulut yang juga Wawali Manado menyatakan, kunker OKP-KNPI Jakbar dan Dispora Jakbar, Manado terus terang mnendapat wawasaan yang baik, intropeksi kedepan untuk OKP-KNPI Manado. ”Saya harapkan, bersinergi dengan Pemkot. Saya tangkap indikator kepemudaan yang penting komunikasi. Saya ajak KNPI OKP Manado bergandengan tangan berjuang untuk bangun Manado. Apalagi melihat misi dan visi utama OKP dan KNPI Jakbar turun ke daerah secara rutin itu menjadi bagian introspeksi pemerintah merangkul kepemudaan di kota Manado,” ungkap Wawali.

HMI sendiri meminta dalam proses pembangunan didaerah harus libatkan kepemudaan. “Jadi subyek bukan obyek. Libatkan pemuda dalam penyusunan APBD agar tidak ada aspirasi melalui turun ke jalan,” kunci Haz Algebra Ketua Umum Badko HMI Sulut Gorontalo. (Amas Mahmud)

Refleksi Sumpah Pemuda, FPN, Mapala FISPOL dan HMI Gelar Dialog

Persiapan dialog kepemudaan di Kantin FISPOL Unsrat Manado

Persiapan dialog kepemudaan di Kantin FISPOL Unsrat Manado

MANADO – Refleksi sumpah pemuda pengurus Forum Peduli Nusantara (FPN) menggandeng Mapala AVESTARIA FISPOL Unsrat Manado, media online Suluttoday.Com, dan HMI Komisariat FISPOL Unsrat Manado untuk menggelar dialog kepemudaan dengan tema Sumpah Pemuda Sebagai Momentum Konsolidasi Untuk Mewujudkan Perdamaian Nusantara. Selaku panitia pelaksana, Muhajir Samad ketika diwawancarai menyebutkan pihaknya menggelar dialog dan melibatkan para akademisi bersama aktivis mahasiswa.

”Rabu (29/10/2014) hari ini kami menggelar diskusi bersama, dan mengambil momen Hari Sumpah Pemuda. Kegiatannya dilaksanakan di FISPOL Unsrat Manado dengan menghadirkan dua Narasumber, yakni dosen jurusan ilmu pemerintah dan salah satu dosen jurusan Antropologi Unsrat, tema masih terkait diskursus kepemudaan,” ujar Hajir sapaan akarab aktivis HMI Manado ini.

Sementara itu Faruk Umasangaji yang juga pegiat FPN mengatakan segmen diskusi kali ini lebih dikhususnya pada kaum muda yang bicara juga soal kepemimpinan kaum muda serta apa yang perlu dilakukan kaum muda Sulawesi Utara ditengah era globalisasi. Faruk juga tak lupa menyentil tentang peran kaum muda Sulut dalam partisipasinya sebagai rakyat disaat menjemput kepemimpinan baru Indonesia.

”Kita khusus mendiskusikan tentang pemuda dan bagaimana perannya untuk melahirkan rekonsiliasi bagi Nusantara. Nah, secara umumnya kami juga meminta Narasumber agar bisa memotret tentang kebutuhan pemuda dalam melakukan partisipasinya ketika menjemput kepemimpinan baru Indonesia, kondisi bangsa Indonesia dibawa kepemimpinan Jokowi-JK, pemuda Sulut harus berada dimana?, banyak tantangan pemuda hari ini yang harus dicarikan solusinya untuk kedepan agar lebih jaya dan maju pemuda Sulut,” kata Faruk menutup. (Amas Mahmud)

Rapatkan Barisan, Alumni HMI Kota Manado Gelar Pertemuan

Pertemuan alumni HMI Kota Manado

Pertemuan alumni HMI Kota Manado

MANADO – Mempererat hubungan kekeluargaan dan semangat Korps, para alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Kota Manado, Selasa (28/10/2014) menggelar pertemuan. Selaku penginsiatif pertemuan, Ridwan Nggilu SH, Dr. Abd. Rachman Conoras, dan Dr. dr. Taufiq Pasiak, M.Kes menuturkan pertemuan yang digelar sebagai wujud dari silaturahmi.

Pertemuan yang dilangsungkan dengan Tahlilan bersama bagi aktivis HMI Manado yang telah meninggal dunia, sekaligus makan malam bersama itu dilaksanakan di Wale Kaleosan jalan Camar atas 127 Kelurahan Malendeng Kota Mando, pukul 17.00 sampai selesai. Ridwan Nggilu ketika diwawancarai menyebutkan beberapa kesepakatan dari silaturahmi tersebut sudah ada dan akan ditindaklanjuti pada pertemuan berikutnya.

Alhamdulillah pertemuan silaturahmi ini membawa beberapa keputusan penting yang menyangkut dengan tindaklanjut dari pesan dan keinginan alumni HMI Manado yang berada di luar Manado, seperti yang di Jakarta, Maluku Utara, Gorontalo, dan daerah lainnya untuk mengadakan Sekretariat HMI dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Kota Manado. – Ridwan Nggilu, SH alumni HMI Cabang Manado.

Silaturahmi yang bertepatan dengan milad (hari lahir) almarhum Harun Wasolo selaku senior HMI Manado dan Tahlilan itu, dilakukan secara sederhana di rumah Taufiq Pasiak. Para alumni mengirimkan do’a kepada almarhum seperti Harun Wasolo, Syam Todano, Sigar Ticoalu, Rustam Konoras, dan alumni HMI Manado lainnya yang telah meninggal dunia.

Lanjut Ridwan menyampaikan silaturahmi tersebut menghasilkan juga semacam pembentukan tim kerja lokal untuk hal pengadaan sekretariat tersebut. ”Disepakati panitia kerja lokal dalam rangka pengadaan Sekretariat KAHMI dan HMI ini sebagai tindaklanjuti dari permintaan alumni dari luar Manado, panitia kerja lokal, dipercayakan kepada Ridwan Nggilu, selaku Ketua dan beranggotakan 9 alumni lainnya melakukan pertemuan lanjutan pada jumat (31/10/2014) setelah sholat jumat,” kata Nggilu menutup.

Untk ditetahui pertemuan serupa juga digelar di Provinsi Gorontalo. Sementara itu, Ketua Umum KAHMI Sulut yang sebelumnya bersedia hadi, namun karena kesibukan maka tidak sempat hadir. Terlihat yang turut hadir Taufiq Pasiak, Ridwan Nggilur, dr. Abeng Tubagus Elong, Jafar Husen, Ny. Fadila Polontalo, Baso Affandi, Ayi Firman Mustika, bersama beberapa alumni lainnya. (Amas Mahmud)

Hari Sumpah Pemuda Dimata Aktivis HMI dan LMND Kota Manado

Logo HMI dan LMND (Foto Suluttoday.Com)

Logo HMI dan LMND (Foto Suluttoday.Com)

MANADO –  Dalam rangka menyambut momentum Hari Sumpah Pemuda, yang digelar setiap tanggal 28 Oktober. Direspon beragam masyarakat, dan pemerintah, para aktivis mahasiswa juga ikut memberikan tanggapan mereka. Hari Sumpah Pemuda yang merupakan bagian perjalanan sejaran kemerdekaan bangsa Indonesia, patut mendapat tempat yang istimewa dan terus diabadikan untuk menyemangati rakyat Indonesia.

Menurut Muhajir Samad, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fispol) Unsrat Manado, yang juga kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado, ketika diwawancarai Suluttoday.com, Selasa (21/10/2014), menyampaikan Sumpah Pemuda yang dimaknai hari ini telah mengalami pergeseran makna. Lanjut dikatakannya, generasi muda di abad ke 21 memberi warna berbeda bangsa Indonesia, sehingga momentum Kepemudaan perlu menjadi refleksi total bagi pemuda.

Realitas sekarang ini sudah seharusnya generasi muda mampuh memikirkan bahwa menyelesaikan sebuah problematika kehidupan di negeri ini bukan dengan cara tawuran dan juga aksi masa yang bisa merusak fasilitas umum sekaligus menghambat aktivitas keseharian kita. – Muhajir selaku Ketua Umum HMI Cabang Manado, Komisariat Fispol Unsrat.

Hal serupa juga di ungkapkan Maikel Sumtaki aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Manado, kepada Suluttoday.com bahwa Sumpah Pemuda itu sakral karena berhasil menyatukan seluruh komponen pemuda di Indonesia dengan latar belakang daerah berbeda dan akhirnya berhasil melakukan perubahan terhadap bangsa Indonesia.

”Jika kita merunut sejarah, perjalanan panjang kiprah pemuda di Indonesia mempunyai peran penting dalam mendorong dan memajukan bangsa Indonesia. Sebelum kemerdekaan, hingga pasca kemerdekaan saat ini peran pemuda sangatlah strategis, sehingga tidak dapat dipisahkan eksistensi bansa ini dengan posisi pemuda itu sendiri. Pemuda hari ini harus bersatu melawan segala bentuk penindasan yang terjadi di negeri ini, selain itu perlu ada peningkatan keilmuan dan kecerdasan agar pemuda hari ini mampu berkompetisi dikancah Nasional dan Internasional, baik dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta kompotensi lainnya yang membangun,” ujar Sumtaki. (Faruk Umasangaji/Am)

iklan1