Tag: HMI

KAHMI Manado Lakukan Pembobotan Terkait Pengembangan Pariwisata Sulut

Suasana diskusi KAHMI Manado (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Dilaksanakannya diskusi rutin oleh Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Manado terus mengalami progres. Dengan berbagai tema-tema besar yang memiliki relasi terhadap kondisi masyarakat Manado dan Sulawesi Utara (Sulut) secara umum, KAHMI Manado kembali menggelar pengajian inklusif.

Diantaranya membahas soal Pariwisata Beberapa Poin diskusi Sulut Booming Turis dan Multiplier Effect. Diskusi kali ini bertempat di Buts Cafe Kelurahan Kecamatan Malalayang Kota Manado, Jumat (6/12/2019), dihadiri KAHMI dan para undangan.

Pembahas Wahyudi Karaeng dirut PT Dasenk berkesimpulan bahwa membanjirnya turis mamcanegara ke Sulut tidak kuat dampak terhadap ekonomi kreatif.

Selanjutnya, Karaeng memberi contoh terkait turis China yang mencapai 150.000 orang tidak menghabiskan duit di Sulut.

“Mereka hanya datang lihat lihat. Setelah itu belanja untuk suvenir atau makan di rumah makan atau resto milik pelaku usaha lokal sangat minim,” papar Karaeng.

Lanjut Alumni IAIN Manado ini menilai dampak ekonomi ke daerah lain di luar Manado kecil. Dibandingkan wisatawan nusantara.

“Malah wisnu lebih berdampak untuk pelaku usaha. Spend of money lebih banyak dbelanjakan,” tutur Karaeng.

Diskusi yang dipandu Fadil Maengkom ikut dihadiri Ketua Presidium KAHMI Sulut Iskandar Kamaru, Presidium Kahmi Manado, para alumni dan aktivis HMI Manado. Beberapa penanggap di antaranya Baso Affandi ikut mengkritisi nilai tawar pariwisata dari aspek kuantitas.

“Mereka tertarik ke Manado karena fasilitas murah, jarak dekat dan disubsidi maskapainya,” kata Affandi.

Berlangsungnya foto bersama (FOTO Ist)

Tak hanya Baso, Presidium lain Idam Malewa ikut memberi dukungan terhadap tumbuh kembangnya pelaku ekonomi kreatif di Manado. Hal tersebut juga diperkuat Dr Zainal Ginsu, KAHMI Manado juga mempertegas keunggulan pariwisata kesehatan.

Terakhir Iskandar Kamaru yang juga Bupati Bolsel mengharapkan dorongan pemerintah Sulut merangsang turis asing ke Bolsel. Dia akui jarak yang cukup jauh dari Manado ke Bolsel.

“Ke depan saya akan mengajak rembug kepala daerah di BMR untuk rembug bersama-sama,” kata Iskandar.

Sekedar diketahui, diskusi tematik ini berakhir pukul 17.45 Wita. Turut memberikan tanggapan juga adalah Zulmi dan Iswadi Amali. (*/Redaksi)

Dinilai Merusak Keutuhan Pemuda, HMI Manado Menolak Musda KNPI Sulut

Ketum HMI Cabang Manado, Iman Karim (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) versi Noer Fajrieansyah akan berlangsung Rabu (27/11/2019). Sebelum Musda berlangsung DPP KNPI versi Fajri juga telah mengeluarkan SK pengurus Caraterker.

Menanggapi hal itu, Selasa (26/11/2019) pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado menyanpaikan penolakan dengan tegas. Musda tersebut menurut Ketua Umum HMI Cabang Manado, Iman Karim tidak layak dilaksanakan.

“Kita pemuda-pemuda di daerah harus mengerti sejarhnya Kongres KNPI di Bogor Desember 2018 silam. Bahwa Kongres tanggal 18 sampai 22 Desember 2018 itu menghasilkan Kanda Haris Pertama sebagai Ketua Umum DPP KNPI. Itu hasil Kongres KNPI ke-XV dan keputusan yang sah. Maka dengan itu, kami menolak Musda yang dilaksanakan versi Fajri,” ujar Iman.

Logikanya, tambah jebolan Fakultas Hukum Unsrat Manado itu, tidak masuk akal apabila dua kandidat yang bertarung didalam satu Kongres melahirkan dua Ketua Umum. Iman menyampaikan soal hasil perolehan suara saat Kongres di Bogor yang dimenangkan Haris.

“Telak dalam Kongres kemarin itu dimenangkan Haris Pertama dengan perolehan suara sebanyak 84. Kemudian Noer Fajriensyah hanya mendapatkan 82 suara. Kemudian, bukti-bukti pengakuan Noer Fajrieansyah atas kemenangan Haris juga tersebat dan disampaikan secara nyata waktu itu. Sekarang Noer Fajriensyah yang murni bukan untuk menyatukan pemuda malah membuat pemuda makin terpecah-belah,” tutur Iman yang juga menyebutkan setelah mengcarateker KNPI Sulut sama artinya Fajri mengganggu keutuhan pemuda Sulut.

Kader HMI Cabang Manado saat menggelar aksi unjuk rasa belum lama ini (FOTO Suluttoday.com)

Tambahnya lagi, HMI Cabang Manado menyayangkan hal ini bisa terjadi walaupun Noer Fajriensyah pernah menjabat sebagai Ketum PB HMI periode 2010-2013. Kata Iman, hal kurang baik terkait organisasi harus dikritik demi bersatunya pemuda karena dalam sejarahnya KNPI ini dibentuk oleh cipayung dengan cita-cita mempersatukan pemuda.

“Saya juga berharap langkah dari carateker untuk melaksanakan Musda ditunda dulu. Jangan terlalu gegabah untuk melaksanakan Musda tersebut sebelum ada rekonsiliasi antar tokoh pemuda. Sebagaimana menjadi cita-cita kita bahwa KNPI sulut harus menjadi poros bersatunya tigalisme KNPI yang ada,” ujar Iman menutup. (*/Redaksi)

Stafsus Gubernur DKI Jakarta Bersama LMND, Satu Visi Bangun Pendidikan

M Chozin saat memaparkan materi (FOTO Suluttoday.com)

JAKARTA, Suluttoday.com – Melakukan gerakan kolaborasi yang apik dalam wilayah pendidikan. Kali ini Staf Khusus (Stafsus) Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) sepakat memperjuangkan pendidikan yang berkualitas. Dalam evaluasi bersama melalui dialog publik, disepakati Indonesia mengalami progres signifikan pasca keluarnya Undang-Undang (UU) Pendidikan No. 20/2003.

Dimana UU ini mewajibkan alokasi anggaran 20 persen untuk sektor pendidikan. Artinya ada kehendak dan kemauan politik yang besar dari Negara untuk pengembangan kemajuan pendidikan. Namun itu saja tidak cukup, perlu melibatkan semua kalangan. Baik pemerintah maupun non-pemerintah untuk terlibat dalam pendidikan. Seperti yang disampaikan Stafsus Gubernur DKI Jakarta, M Chozin Amirullah.

”Kolaborasi di bidang pendidikan mutlak diperlukan untuk memajukan Indonesia. Kita punya strategi pelibatan menyeluruh dalam pendidikan. Dan pertama kali dilakukan adalah dengan mengubah paradigma menjadi gerakan bayar balik,” kata Chozin, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ini selaku narasumber, Minggu (24/11/2019) dalam acara dialog publik.

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Jeoang 45 Jakarta Minggu (24/11/2019) itu dihadiri para kader LMND, bersama aktivis mahasiswa dan tokoh masyarakat. Lanjut Chozin memaparkan bahwa orang-orang yang selama ini telah mendapatkan alokasi anggaran negara lebih untuk pendidikannya. Sejak mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, mereka mendapatkan alokasi lebih dibanding dengan saudara sebangsanya yang belum terdidik.

”Disisi lain, anggaran pendidikan tersebut diambil dari seluruh rakyat Indonesia melalu mekanisme pajak dan ekstraksi sumber daya alam. Sehingga perlu kita dorong agar penggunaannya tepat sasaran. Tidak disalahkelola,” ucap Chozin.

Sesi tanya jawab dari dialog publik (FOTO Suluttoday.com)

Aktivis muda yang energik dan dikenal tawadhu itu menyebutkan, orang-orang terdidik selama ini beruntung mendapatkan alokasi terlebih dahuli sehingga mentas. Karena itu mereka punya kewajiban moral untuk membayar ”hutang” kolektif.

”Dengan terjun langsung mencerdaskan saudara-saudara sebangsanya yang belum terdidik, maka sama artinya mereka yang telah disekolahkan dengan uang rakyat membalas budi. Kembali mengabdi untuk rakyat,” kata mantan staf khusus Mendikbud di era Menteri Anies Baswedan ini.

Hal itu juga diamini oleh pembicara lainnya, Rosepta Abimanyu. Menurutnya, dunia industri juga perlu diajak untuk berkontribusi langsung di bidang pendidikan.

”Bukan sekedar lewat csr yang sifatnya caritatif saja, tetapi include dalam sistem corporatenya,” ujar Rosepta yang juga mantan anggota Kantor Staf Presiden Jokowi (KSP) era pertama itu.

Berlangsungnya dialog publik (FOTO Suluttoday.com)

Ditambahkannya lagi bahwa kontrobusi corporate melaui CSR bagus, tetapi corporate juga harus mendidikan karyawannya serta menciptakan sistem internal yang kondusif untuk pendidikan. Hadir sebagai pembicara lainnya adalah pengurus KPP PRD Rudi Hartono dan Ketua Umum LMND Muhammad Asrul.

Sekedar diketahui, acara dialog tersebut dalam rangka Launching Pengurus LMND yang baru saja terpilih dalam Kongres ke-8 LMND di Jakarta, 25-27 Oktober 2019 lalu. Pada periode kepengurusan kali ini, Ketua Umum terpilih Muhammad Asrul bersama jajarannya akan fokus pada isu pendidikan.

”Secara konsisten kami awalnya akan mengusung roadmap pendidikan nasional. Tetapi karena Pemerintah sudah punya roadmap-nya, maka kami akan fokus pada mengkritisi dan advokasi di bidang pendidikan,” tutur Asrul tegas. (*/Redaksi)

Tiga Cabang di Sulut Segel Kursi, Manifesto Politik KAHMI Minahasa

Ucapan Muswil dari Majelis Daerah KAHMI Minahasa (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Konstalasi dukungan terhadap Ketua Presidium dan system paket yang akan ditempuh dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Korps Alumni HMI (KAHMI) Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (23/11/2019) sampai Minggu (24/11/2019) terus mengalir. Terungkap para kandidat mulai mendekati Majelis Daerah (MD) Kahmi yang ada di wilayah Sulut.

Seluruh Majelis Daerah mempunya jagoan untuk dimajukan bertarung dalam Muswil IX kali ini. Tentu masing-masing MD meras layak terhadap calon Ketua yang diusung. Jumat (22/11/2019), Presidium MD Kahmi Minahasa, Sarini Tombokan menyampaikan bahwa sejumlah stok pimpinan Presidum Kahmi Silayah telah disiapkan MD Kahmi Minahasa.

“Kalau banyak calon. Itu artinya kaderisasi jalan. Namun kalau calon hanya itu-itu saja, maka itu menunjukan HMI krisis kader calon pemimpin. Kahmi Minahasa juga menyiapkan calon Ketua Presidium Kahmi Sulut,” ujar Yunda Rini sapaan akrabnya.

Rini pun menegaskan bahwa Muswil KAHMI kali ini harus menjadi bahan evaluasi internal untuk memaksimalkan peran-peran organisasi ke depannya.

“KAHMI harus menjadi wadah berhimpun para alumni HMI. Untuk itu, KAHMI juga harus menjadi salah satu jembatan distribusi kader pasca berHMI,” kata alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Manado (Unima) ini berharap.

Pihaknya, urai Rini mengusulkan beberapa skema untuk tujuh presidium wilayah ke depan. Dimana, untuk Sulut ada tiga cabang penuh yaitu HMI Cabang Manado, Cabang Tondano dan Bolaang Mongondow (Bolmong).

“Ketiga cabang yang ada harus ada perwakilan alumni murninya dalam kursi presidium. Ini kunci utama,” tegasnya.

Lanjut Rini mengingatkan bahwa bonus demografi berbasis cabang tersebut tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab, menurutnya, itu juga efeknya akan kembali ke masing-masing cabang.

“Iya, berarti masih ada empat kursi sisah. Kemudian tambah kursi sekum dan bendum. Kursi sisah inilah sistemnya akan lelang terbuka terbatas. Karena semua mengharapkan kaderisasi berjalan lancar. Nah, kepentingan cabang akan lebih mudah dikomunikasikan kalau ada perwakilan alumninya,” kunci Tombokan.

Ditambahkannya lagi, pihaknya juga sudah mengantongi beberapa nama baik dari alumni HMI Cabang Tondano maupun di luar. Sekedar diketahui, Muswil akan dibuka pada Sabtu hingga Minggu, (23-24/11/2019) bertempat di Molibagu, Bolmong Selatan (Bolsel).

Sejumlah nama mencuat yakni, Iskandar Kamaru, Taufik Pasiak, Ibrahim Gani, Suhendro Boroma, Abdurrahman Konoras, Idham Malewa, Suardi Hamzah, Gunawan Pontoh, Asripan Nani, Lucky Makalalag, Muhammad Burhanudin, Robbi Mamonto, Baso Affandi, Robianto S, Fadillah Polontalo dan beberapa nama lainnya. (*/Redaksi)

Jelang Muswil KAHMI Sulut, Sejumlah Nama Calon Ketua Presidium Mengkristal

Panitia Muswil sedang menyiapkan atribut (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Utara (Sulut) dipastikan memanas. Pasalnya, agenda akbar pemilihan Ketua dan Presiden Kahmi secara keseluruhan akan digelar dalam forum Muswil. Muswil sesuai jadwal dilaksanakan di Molibagu, Kabupaten Bolaang Mangondouw Selatan (Bolsel) Provinsi Sulut.

Dimulai Sabtu sampai Minggu, 13-24 November 2019, kini dinamikanya mulai terasa. Dimana sejumlah nama telah mencuat, dinilai sangat berpeluang menjadi Ketua Presidum.

Menurut Ketua Sterring Committee, Suardi Hamzah bahwa agenda Muswil di Kabupaten Bolsel kali ini cukup berbeda. Walau digelar di ujung selatan Sulut, namun kompetisi dan pertarungan begitu terasa antara sesama Alumni HMI.

”Amanat ini tidak mudah, dimana kita berusaha keras mewujudkan tuntutan ribuan alumni HMI Manado, Minahasa dan Bolmong raya supaya pengurus Presidium melahirkan kepengurusan yang lebih kuat integritasnya. Ini tergolong tantangan yang perlu kita seriusi menjawabnya satu per satu,” ujar Suardi.

Kanda Idun, sapaan akrab Suardi yang juga Sekretaris Presidium Kahmi Sulut juga membocorkan nama-nama calon Ketua Presidium Kahmi Sulut. Dari group media sosial alumni HMI, beberapa nama dinilai layak bertarung dalam Muswil kali ini. Ada yang telah menyampaikan kesiapan memberi diri membangun Kahmi.

Diantara nama-nama yang santer adalah Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, pakar otak Dr Taufiq Pasiaak, cendekiawan dan jurnalis ternama Suhendro Boroma, incumbent ketua presidium dan akademisi Fakultas Hukum Unsrat Dr Abdurrahman Konoras, Sekretaris Kahmi Sulut Suardi Hamzah.
Ada pula politisi dan pengusaha kapal ekspedisi antar pulau Gunawan Pontoh, Sekda Bolmong Utara Asripan Nani, Ketua Presidum Kahmi Kotamobagu Lucky Makalalag, Ketua Kahmi Boltim Robbi Mamonto dan tiga presidium Kahmi Manado Baso Affandi, Fadillah Polontalo dan Idam Malewa.
Berdasarkan AD/ART, kata Suardi Hamzah jumlah presidium Kahmi wilayah yang dipilih hanya tujuh orang. Mereka akan dipilih oleh masing-masing majelis daerah (MD). Satu MD mengutus tiga delegasi. Namun, hak suara hanya satu orang.
”Mekanisme sesuai ketentuan yakni satu voters akan memilih tujuh nama dalam satu paket. Dari forum Muswil ini akan menentukan tujuh Presidium berdasarkan rangking suara tertinggi pertama sampai ketuju. Seperti inilah ketentuan pemilihannya,” ujar Kanda menutup.

Ucapan selamat dan sukses Muswil Kahmi Sulut (FOTO Ist)

Di tepat terpisah, Sekretaris Majelis Daerah (MD) Kahmi Manado, Mazhabullah Ali saat diwawancarai Suluttoday.com terkait siapa yang dijagokan MD Kahmi Manado, kata Ichal sapaan akrab Mazhabullah pihaknya tengah melakukan konsolidasi. Bagi Ichal kemajuan Kahmi Sulut akan ditentukan oleh sosok Ketua Presidium yang komit melakukan perubahan.

”Sampai saat ini kami sudah beberapa kali berkomunikasi dengan majelis daerah Kahmi lain. Tentunya, kita mau menyamakan visi. Ada beberapa figur yang kita nilai layak diperjuangkan di Muswil Kahmi Sulut tentunya. Kriteria mengusung Presidium Kahmi Sulut bersifat pajet, sehingga perlu kolaborasi dan koalisi kekuatan dengan MD lainnya,” tutur Ichal tegas.(*/Redaksi)

iklan1