Tag: HMI

Hoax Adalah Ancaman Demokrasi

Sonny Udjaili (FOTO Suluttoday.com)

MENELAAH perkembangan dinamika menjelang Pemilu serentak 2019, isu yang berkeliaran semakin liar hingga yang paling terbaru yaitu adanya temuan surat suara tercoblos dari china sebanyak 7 konteiner di pelabuhan merak. Sontak, hal itu kemudian viral diberbagai media sosial.

KPU BAWASLU sebagai penyelenggara dan pengawas Pemilu pun akhirnya harus turun tangan menyikapi isu liar tersebut. Penyebaran terhadap berita hingga hari ini, dengan menggunakan medium digital dianggap sangat efektif, malahan tingkat akurasi dan kecepatannya bisa melangkahi media mainstream sekalipun. Namun, ditengah kemudahan tersebut, kebanyakan dikonsumsi masyarakat tanpa adanya filterisasi hingga akhirnya akurasinya kemudian harus di uji kembali.

Untuk itu, PB HMI lewat Bidang Politik Pemerintahan Periode 2018-2020 berpandangan; Bahwa Polri untuk segera menindak tegas oknum pembuat dan penyebar hoaks dalam hal ini saudara Andi Arif karena telah menimbulkan kegaduhan nasional dalam masa kampanye.

Bahwa KPU dan BAWASLU lebih proaktif patroli siber untuk mencegah penyebaran hoax guna mencegah menurunnya kepercayaan kepada penyelenggara dan pengawas pemilu. Bahwa demi menjamin terselenggaranya Pemilu yang Jujur dan Adil, masyarakat dan pihak-pihak yang terkait lebih berhati-hati terhadap penyebaran berita-berita yang sifatnya menyesatkan.

Mari ciptakan suasana Pemilu yang nyaman bagi seluruh rakyat Indonesia. Kesuksesan Pemilu Serentak April 2019 mendatang ditentukan oleh masyarakat yang cerdas. Pengawas Pemilu 2019 Bidang Pemerintahan dan Politik PB HMI Periode 2018-2020.

 

Penulis : Sonny Udjaili, fungsionaris PB HMI

LKMI HMI Cabang Manado Dapat Apresiasi dari Bakornas PB HMI

Foto bersama saat pelaksanaan Baksos di Tidore (FOTO Suluttoday.com)

JAKARTA, Suluttoday.com – Kegiatan Bakti Sosial Nasional (Baksosnas) yang dilaksanakan LKMI HMI Cabang Manado bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah selesai dilaksanakan, yaitu dari tanggal 23 Desember 2018 – 25 Desember 2018.

Baksosnas ini dilaksanakan di kota Tidore Kepulauan, tepatnya di 2 tempat yaitu di daerah Gurabati dan di daerah Sofifi.

“Masyarakat yang terlayani dalam 3 hari Baksosnas tersebut terdiri dari khitanan 110 anak, gigi dan mulut 40 orang, pengobatan gratis 50 orang, serta pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis sebanyak 250 orang,” tutur Rian Ibrahim Selaku ketua panitia Baksosnas kali ini.

Sementara itu, menurut Wali Kota Tidore Kepulauan, Capt. Ali Ibrahim juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada LKMI Manado dan Bakornas LKMI. “Sampai ketemu lagi di agenda-agenda LKMI berikutnya,” ujar Ali.

Selanjutnya, apresiasi datang dari Muh. Fachrurrozy Basalamah, selaku Direktur Terpilih Bakornas LKMI-PB HMI menyampaikan.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman LKMI Manado, saya sadari susahnya melaksanakan kegiatan besar seperti ini, tapi semangat teman-teman LKMI Manado patut diapresiasi. Saya menghimbau juga kepada teman-teman LKMI cabang se-Indonesia agar selalu aktif dalam mengawal kesehatan Umat dan Bangsa Indonesia. Yakin Usaha Sampai,” tutur Fachrurrozy. (*/Redaksi)

Selamatkan Marwah Organisasi, Saddam Al Jihad Diminta Lepas Jabatan Ketum PB HMI

Suryani Mappe (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tondano, Suryani Mappe menanggapi tegas soal gonjang-ganjing isu yang melibatkan Respiratori Saddam Al Jihad, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI. Menurut Suryani kasus tersebut harus segera diklarifikasi ke publik, terutama di internal HMI.

”Sebetulnya benar atau tidaknya kasus asusila (praktek amoral) yang diduga dilakukan Ketum Saddam Al Jihad ini cepat diklarifikasi secara terbuka. Agar segala kecurigaan dan spekulasi yang berkembang diluar sana bisa redah, sebab bagaimana pun ini mempengaruhi nama baik HMI secara kelembagaan,” ujar Suryani pada Suluttoday.com, Selasa (25/12/2018).

Sekedar diketahui, sampai saat ini tidak ada penjelasan dari Saddam atas kontroversi isu tersebut. Kondisi yang terjadi saat ini, kata Suryani di nternal kepengurusan PB HMI sudah meluas, dimana isu yang kemudian muncul ke permukaan tentang saudara Saddam Aljihad sangat jauh dari nilai-nilai yang diajarkan di dalam Himpunan. Ketum HMI Cabang Tondano ini menyesalkan hal tersebut.

”Iya, sejarah telah mencatat HMI sebagai organisasi dengan misi keummatan dan kebangsaan telah memberikan sumbangsih yang cukup besar bagi ummat dan bangsa. Diam tidak akan pernah menyelesaikan masalah, saudara Saddam Al Jihad harus secepatnya melakukan klarifikasi tentang isu yang beredar. Apabila isu yang berkembang tidak benar agar kiranya Saddam memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik. Bilamana Saudara Saddam benar melakukan perbuatan amoral tersebut, maka demi menjaga marwah organisasi kami minta agar saudara mundur dari jabatan Ketua Umum PB HMI,” tutur Suryani menutup. (*/Redaksi)

HMI Cabang Manado: Ketum Saddam, Klarifikasi Atau Mundur dari Jabatan

Iman Karim (FOTO Suluttoday.com)

BOGOR, Suluttoday.com – Menyikapi dinamika di internal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) yang menuai perhatian publik membuat Ketua Umum HMI Cabang Manado, Iman Karim angkat bicara. Rabu (19/12/2018) Iman sapaan akrab jebolan Pascasarjana Unsrat Manado ini PB HMI harus menghentikan ‘teka-teki’ soal riang tersebut.

”Ayo kita lihat kebelakang, sudah 72 tahun yang lalu tepatnya 5 Februari 1947 organisasi Himpunan Mahasiswa Islam lahir, yang sampai saat ini turun memberi kontribusi positif terhadap rakyat dan Negara Republik Indonesia. Hal itu tergambarkan jelas dalam tujuan berdirinya HMI yakni untuk integrasi Ke-indonesiaan dan Ke-islaman yang merupakan nafas HMI,” ujar Iman.

Ditambahkannya lagi, dengan gambaran tujuan dan ideologi Himpunan mahasiswa Islam ini, maka setiap kader wajib menjujung tinggi nilai-nilai kebenaran dan mengikuti Syariat Islam tentang Hak dan yang batil. Sebagaimana hal ini insya Allah menjadi cikal bakal dari terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridohi Allah SWT. Ironisnya, kata Iman PB HMI akhir-akhir ini diterpa isu yang berdampak buruk terhadap eksistensi HMI di tanah air.

”Melihat kondisi hari ini yang terjadi dalam kepengurusan PB HMI, isu yang kemudian muncul ke permukaan tentang Saudara Respiratori Saddam Al Jihad sebagai Ketua Umum PB HMI seakan jauh dari nilai-nilai yang di tempah dalam himpunan mahasiswa Islam ini. Situasi itu membuat keresahan di tingkatan PB sampai ke Cabang-cabang yang ada di seluruh Indonesia,” tegas Iman yang berharap isu tersebut segera direspon secara serius.

HMI Cabang Manado, lanjutnya, meminta Respiratori Saddam Al Jihad untuk secepatnya mengklarifikasi isu-isu yang beredar. Karena diamnya Saddam selama ini tidak menyelesaikan masalah, jika kemudian isu yang terhembus itu benar adanya, pihaknya meminta Saddam melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum PB HMI.

”Bila benar isu yang berkembang kami meminta Saudara Respiratori Saddam Al Jihad selaku Ketua Umum PB HMI agar mundur dari jabatannya secara terhormat. Pilihannya hanya itu, memberi klarifikasi secara terang-benderang ke publik ataukah melepaskan jabatan Ketum secara baik-baik. Ini semua demi menjaga marwah organisasi sebagaimana sejarah telah mencatat perjuangan dan sumbangsi HMI kepada ummat dan bangsa,” papar Iman pada Suluttoday.com. (*/Redaksi)

PB HMI Gelar Demo di Kedutaan Besar China

Unjuk rasa kader PB HMI di depan Kedutaan Besar China (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Selasa 18 Desember 2018, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) melakukan aksi demontrasi di depan Kedutaan Besar China alan Mega Kuningan No.2, RT.5/RW.2, Kuningan, Kuningan Tim., Setia Budi, Kota Jakarta Selatan.

Aksi yang digelar dalam rangka solidaritas terhadap Muslim Uighur China. Bencana kemanusiaan yang terjadi terhadap umat Islam Uyghur yang selalu mengalami penindasan dari pemerintahan China. Sudah sejak lama mereka ditekan keras dan dimusuhi oleh pemerintah Cina, maupun kelompok-kelompok yang tidak menginginkan Islam berkembang di Cina pada umumnya dan Xinjiang pada khususnya.

Sebagai kelompok minoritas, bangsa Uyghur kerap kali harus mengalami perlakuan diskriminatif, baik dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi, budaya maupun dalam menjalankan ibadah sehari-hari, hal ini dikarenakan proses “pemarjinalan” agama dalam sistem komunisme yang diterapkan oleh pemerintah.

Ketua Bidang Hubungan Internasional PB-HMI Achyar Al-Rasyid mengatakan bahwa sejak berdirinya HMI pada Tahun 1947, HMI selalu berfokus mengawal permasalahan kemanusiaan, kemerdekaan dan Hak Azasi Manusia.

”Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam menuntut agar pemerintah China menjamin dan melindungi hak muslim uyghur untuk bebas dalam beribadah dan menjalankan syariat agama islam yang merupakan bagian dari Hak Azasi Manusia. Jika pemerintah China tidak bisa menjamin, melindungi dan memberikan rasa aman terhadap muslim Uyghur maka biarkan muslim Uyghur merdeka dan mengelola hidup dan wilayahnya sendiri. Aksi ini merupakan wujud perjuangan dan pembuktian bahwa HMI selalu konsisten dalam mengawal isu-isu perdamaian dan kemanusiaan,” ujar Achyar.

Sekjen PB HMI Nayla Fitria dalam orasinya menuntut agar pemerintah China segera mengakhiri penindasan terhadap Muslim Uighur.

”Kami dari Pengurus Besar Mahasiswa Islam mengutuk kebiadaban dan kekejian yang dilakukan oleh pemerintah China terhadap saudara-saudara muslim kami yang berada di Uighur. Kami menuntut pemerintah China agar segera mengakhiri penindasan dan tindakan tidak manusiawi terhadap Muslim Uighur. Jika tidak maka kami menghimbau untuk orang China agar segera angkat kaki dari Indonesia. Karena tidak ada tempat di Indonesia bagi penindas muslim dan penjahat kemanusiaan,” ucap Nayla dalam orasinya.

Selain dari itu, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menghimbau kepada pengurus Badan Kordinasi, Cabang dan komisariat serta keluarga besar HMI seluruh Indonesia untuk melakukan aksi serempak turun kejalan serta melakukan boikot terhadap semua produk China di seluruh Indonesia. (*/Redaksi)

iklan1