Tag: hotel aston

Hadirkan Ketua PWI Sulut, Pemuda Muhammadiyah JAROD Gelar Dialog dan Deklarasi Lawan Informasi Hoax

Ketua PWI Sulawesi Utara saat memaparkan materi (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Sekaligus melakukan ‘Deklarasi Melawan Hoax’ dan Musyawarah Luar Biasa, Jurnalis Online Manado (JAROD) menggelar Dialog Publik, dengan membahas tema seputar ‘’Peran Ormas Dalam Menangkal Informasi hoax Radikalisme di Sulawesi Utara’’. Dua narasumber yang diundang, diantaranya Voucke Lontaan (Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sulut) dan Salman Saelani, (Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulut) mengingatkan pentingnya masyarakat menangkal isu hoax.

‘’Kini informasi hoax menjadi trending topik, dan menghiasi pemberitaan media massa. Seperti juga munculnya kelompok sarachen, nah ini fenomena yang patut diwaspadai masyarakat terutama pengguna sosial media (sosmed) agar tidak ikut terprovokasi dengan beredarnya informasi hoax. Sebab, tujuan informasi hoax ini adalah untuk membentuk opini public, menggiring masyarakat dan melahirkan konflik tentunya. Sehingga itu, dari perspektif media kita punya acuan yaitu UU Pers, dan khusus media cyber yakni pedoman media cyber,’’ ujar Lontaan bertempat di Hotel Aston Manado, Rabu (20/9/2017).

Berlansungnya Dialog Publik (Foto Suluttoday.com)

Hal senada juga diulas Saelani, menurut Ketua Muhammadiya Sulawesi Utara (Sulut) yang pernah menjadi salah satu Timsel Panwaslu Kabupaten/Kota di Sulut ini menjelaskan bahwa informasi hoax harus diproteksi para pimpinan Organisasi Kemasyarakat (Ormas) yang keberadaannya sebagai agen pelopor. Dikatakannya pula, aktivitas Ormas ditengah pusaran informasi hoax harus ikut memberi kontribusi dalam mencerahkan masyarakat agar tidak menjadi tumbal atau objek informasi hoax tersebut.

‘’Dari pusaran informasi hoax yang kini mengepung atau menyandera ‘masyarakat kita’ perlu diawasi. Apalagi, kita selaku pimpinan Ormas atau pengurus Ormas lalu terbawa arus derasnya informasi hoax, ikut tereksploitasi, untuk itu menjadi suatu keharusan Ormas berperan didepan melawan informasi atau isu-isu hoax yang pada muaranya membenturkan sesama masyarakat, melahirkan konflik SARA dan memprovokasi publik, memang adakalanya informasi hoax ini ‘dipelihara’ kelompok tertentu untuk memuluskan kepentingannya, mari kita lawan secara bersama,’’ tegas Saelani.

Deklarasi bersama menolak informasi hoax (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Amas Mahmud selaku Ketua JAROD dalam sambutannya mengajak seluruh elemen Ormas dan pers untuk berperan aktif melawan produksi informasi hoax. Publik harus diberikan pencerahan sehingga kemudian tidka ikut-ikutan mendistribusi informasi yang belum valid kebenarannya, masyarkat perlu diedukasi agar menjadi cerdas, selektif dan tidak muda percaya pada pemberitaan yang tidak benar sumbernya.

Untuk diketahui, yang bertindak selaku moderator pada dialog publik kali ini ialah Jendri Frans Mamahit (JFM), yang juga pimpinan redaksi dan owner Media Online ManadoSatuNews.com. Kegiatan ini dihadiri sejumlah Pembina JAROD, dinataranya Didi Sjafi’I, Tommy Sumelung, Iwan Moniaga, dihadiri juga aktivis muda Sulawesi Utara, Awaluddin Pangkey, Muin Sumaila, Baso Affandi, Iskandar Polontalo, Ronaldy Thalib, H. Enda, Abdul Tulusang, hadir juga pengurus HMI Cabang Manado, PMII Cabang Manado dan mahasiswa FISIP Unsrat Manado.

Selanjutnya, usai dialog publik dilangsungkan dengan Musyawarah JAROD yang menghasilkan Steven Supit sebagai Ketua JAROD terpilih, Romel Najoan, Sekretaris dan Zulkifly Dukalang sebagai Bendahara JAROD. (*/TimST)

LPK Khaira Ummah Pecahkan Mitos Gelar Ikrar Siaga Menanggulangi Radikalisme

Ketum dan Sekjen LPK Khaira Ummah (Foto Suluttoday.com)

Ketum dan Sekjen LPK Khaira Ummah (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Mengundang seluruh stakeholder pemerintah dan komponen masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), pengurus Lembaga Pemberdayaan Keumatan (LPK) Khaira Ummah sukses menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertempat di Hotel Aston Manado. Kegiatan yang relatif spektakuler inipun menyedot perhatian publik, pasalnya Ikrar Kebhinekaan Bela Negara ini tergolong pertama kali dilakukan Ormas dan LSM di Sulut ini. Apalagi dengan menghadirkan para tokoh agama, pihak TNI dan Polri serta jajaran BIN.

Dalam sambutannya, Ketua Umum LPK Khaira Ummah, Sahrir Albar Bafagih, SI.P menyampaikan pentingnya kegiatan Seminar tersebut dilaksanakan. Menurut Sahrir daerah Sulut yang beitu beragam masyarakatnya perlu dijaga toleransi dan kerukuannya, sehingga menjadi penting emrio dari tindakan yang merusak kerukunan dihindari.

”Patut kita menjadikan Sulut ini sebagai contoh kerukunan antar umat beragama, kita yang hidup berdampingan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi keberagaman haruslah terus dipelihara. Ini salah satu tujuan mulia LPK Khaira Ummah yakni bagaimana kita menjaga keharmonisan, menjauhkan daerah ini dari gangguan keamanan, kita kokohkan keutuhan NKRI,” urai Bafagih.

Pembacaan ikrar Kebhinekaan (Foto Suluttoday,com)

Pembacaan ikrar Kebhinekaan (Foto Suluttoday,com)

Ketika ditanya tentang pemikiran kenapa perlu dilakukannya Seminar Nasional yang mengambil segmen gagasan tentang Radikalisme, Terorisme dan Narkoba, Sekretaris Jendral (Sekjen) LPK Khaira Ummah, Hery Anwar, SI.P mengatakan pentingnya kepentingan umat dijaga. Interaksi antar umat beragama di Sulawesi Utara perlu terus dipelihata, kata Hery.

”Berdasarkan informasi dan pengetahuan kami, ikrar yang dilakukan ini dengan melibatkan pimpinan tokoh agama dan Ormas kepemudaan baru kali ini dilakukan di bumi Nyiur Melambai. Kami berharap ini menjadi awal-mula yang baik, kita memupuk persudaraan, menjauhkan generai bangsa dari pengaruh buruk Narkoba, dan adanya tindakan-tindakan radikalisme serta terorisme yang membahayakan bangsa Indonesia,” tukas Hery. (Amas)

Muswil Minggu Ini, Penentu Pimpinan PKS Sulut 2015-2020

Spanduk Muswil PKS Sulut (Foto Suluttoday.com)

Spanduk Muswil PKS Sulut (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-4 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Utara (Sulut) yang rencananya digelar, Minggu (11/10/2015) bakal berlangsung alot. Pasalnya akan hadir 15 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang ada di 15 Kabupaten/Kota se-Sulut. Ketika diwawancarai, Ketua DPW PKS Sulut, Syarifudin Saafa ST, menjelaskan bahwa kegiatan puncak pelaksanaan Muswil PKS Sulut dilaksanakan di Hotel Aston Manado dengan dihadiri pengurus DPP PKS dan sebagai pesertanya dari seluruh pengurus DPD di 15 Kabupaten/Kota yang ada di Sulawesi Utara. Saafa mengatakan Muswil ini sekaligus dilakukan pelantikan pengurus DPW PKS periode 2015-2020.

‘’Sekitar 150 kader yang hadir, dan Muswil ini selain ada laporan kerja pengurus DPW PKS Sulut periode 2010-2015, pengumuman dan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah Sulawesi Utara. Siapapun yang terpilih dan diumumkan sebagai Ketua saya siap mendukung, karena secara pribadi kita belajar menenggelamkan diri dalam organisasi untuk kepentingan yang lebih besar,’’ ujar Saafa.

Sekedar diketahui, proses Pemilihan Umum Internal (PUI) Ketua DPW PKS periode 2015-2020 sudah dilakukan pada tanggal 3 Oktober 2015 sebelumnya, dengan memilih 13 calon Ketua DPW Sulut. Sehingga untuk Muswil Senin (11/10/2015) merupakan kegiatan puncak Muswil. (Amas Mahmud)

Dialog Publik JAROD, Hanny Solang Berikan Cara Efektif Cegah Radikalisme

Berlangsungnya Dialog Publik JAROD (Foto Suluttoday.com)

Berlangsungnya Dialog Publik JAROD (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Berlangsung sukses, kegiatan yang dilaksanakan pengurus Jurnalis Online Manado (JAROD), Sabtu (12/9/2015) yang bertempat di Hotel Formosa Manado. Kali ini, Komunitas JAROD menghadirkan Drs Hanny Solang, M.Si (Kaban Kesbang-Pol Manado), Delmus Salim (Dosen IAIN Manado), dan Jim Robert Tindi, SE (Aktivis Muda Sulut dan mantan Ketua PRD Sulut) untuk mengulas tema Dialog Publik ‘Mencegah Radikalisme Pada Generasi Muda Dengan Mempertembal Wawasan Kebangsaan’.

Dr Hanny Solang dalam pemaparan materinya menyebutkan bahwa pemerintah selalu memberikan perhatian penting pada persoalan keamanan lingkungan. Menurut Alumnus FISPOL Unsrat Manado itu, aktivitas masyarakat yang mengarah pada dukungan terhadap radikalisme harus diwaspadai karena hal itu dapat merusak keamanan.

”Soal pembahasan wawasan kebangsaan ini perlu diselesaikan ditingkat hulu, baru kemudian hilir. Kadang banyak pihak karena kurang mengerti wawasan kebangsaan, akhirnya bertindak menggangu keutuhan bangsa. Nah, kami pemerintah Kota Manado sejauh ini melakukan tindakan mengendalian dan perhatian pada keamanan masyarakat, hal terpenting bagi masyarakat selain kesejahteraan adalah keamanan. Untuk cara mencegah tindakan Radikalisme adalah kembangkan dan munculkan berbagai kegiatan sosial yang sifatnya positif, serta bangkitkan rasa Nasionalisme,” ujar Solang.

Sementara itu, Jim Robet Tindi mengatakan Radikalisme itu penting, hanya saja ada pihak tertentu yang memanfaatkan dan menafsirkan secara keliru apa yang menjadi semangat Radikalisme. Paling penting bagi Tindi yakni pemerintah perlu berlaku adil bagi rakyatnya, terutama soal distribusi kesejahteraan.

”Arti dari Radikal atau Radikalisme sebenarnya perlu dan tidak berbahaya, karena Radikal itu bermakna kita mengetahui sesuatu hingga ke akar-akarnya. Dan itu berarti Radikalisme tidak ada masalah, hanya saja ada kelompok kepentngan yang memanfaatkan ini demi mengamankan kepentingan mereka, bagi saya yang penting saat ini adalah pemerintah berlaku adil pada rakyatnya. Janganlah, proses distribusi kesejahteraan dihambat,” tukas Tindi.

Begitupun yang disampaikan, DR Delmus Puneri Salim, bahwa generasi muda perlu memperbanyak pengetahuan tentang hal kebangsaan, wawasan kebangsaan baginya merupakan suatu hal yang juga utama dan perlu digelorakan rasa Nasionalisme. Ide-ide positif harus dimunculkan agar bisa menyatukan banyak orang.

Yang bertindak sebagai moderator kali ini adalah Sahrul Setiawan, yang juga Sekretaris JAROD. Terlihat yang hadir sejumlah aktivis mahasiswa se-Sulawesi Utara, Ketua JAROD, Amas Mahmud, serta pengurus JAROD lainnya. (M. Isnain Umasangaji)

Wagub Sulut: Wawali Manado Layak Ketua Ibadah Natal Nustar

Wagub Sulut dan Wakil Walikota Manado dalam suatu acara

Gubernur dan Wagub Sulut, bersama Wakil Walikota Manado dalam suatu acara

MANADO – Selaku Ketum Forum Komunikasi (FK) Masyarakat Nusa Utara (Nustar) Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut), Dr. Djouhari Kansil menunjuk Wakil Walikota (Wawali) Manado Dr. Harley Mangindaan menjadi Ketua Ibadah Natal Nusa Utara yang akan dilangsungkan (19/12/2014) mendatang.

Tanggungjawab besar tersebut ditegaskan Kansil ketika menggelar rapat pemantapan agenda FK Nusa Utara Ibadah Pra Natal dan agenda Tulude di Hotel Aston, Senin (17/11/2014).

“Kenapa Wawali Manado Harley Mangindaan diundang, karena istri Wawali orang Tagulandang. Itu bagian dari Nusa Utara, sama-sama majukan dan fasilitasi masyarakat Nusa Utara,” ujar Wagub.

Disatu sisi,  warga Nusa Utara yang pekerja keras pemerintah daerah dapat mengadvokasi karena gaji tidak sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP). “Bisa juga mendapat pelatihan agar miliki ketrampilan karena, Wawali juga kami kenal telah melakukan  kerjasama dengan Kodim Manado membentuk BETA. Kita juga akan bentuk Laskar Nusa Utara dan diharapkan mendapat bimbingan agar yang masuk dalam Laskar Nusa Utara bisa memiliki pekerjaan. Hal-hal seperti positif seperti itu kenapa FK Nusa Utara berharap ada dukungan dari Wawali Manado,” ungkap Kansil.

Lepas dari itu, hasil pemantapan kegiatan FK Nustar direncanakan, tanggal 19 Desember 2014 ibadah Pra Natal dengan lokasi ruang Mapaluse Pemprov Sulut sementara agenda Tulude direncanakan Sabtu 7 Pebruari 2015 yang di ketuai Waket Bidang Pengembangan SDM/SDA Julisa Baramuli SH.

Disatu sisi Wawali berharap, bisa rangkul dalam kepanitiaan untuk dalam kegiatan Pra Natal dan Tulude semua elemen masyarakat dan tokoh masyarakat serta tokoh Agama. “Waktunya kita satukan, momentum ini sangat baik agar ada persaatuan. Libatkan unsur ketokohan Nusa Utara, lintas agama. Baiknya kita undang mereka atau libatkan dalam kepanitiaan, yang penting hati kita baik untuk semua,” usul Wawali kepada FK Nustra.

Ditegaskan Wagub, ibadah Pra Natal dan Tulude akan undang tenaga kerja Nusa Utara agar hadir juga akan ada perwakilan dari tiap kabupaten dan kota se Sulut. “Karena kegiataan dibuat dengan nuansa budaya Nusa Utara. Saran saya tabung dulu bicara soal Pilkada selesaikan dulu kegiatan,” tegas Wawali.

Hasil kesepakatan yang dihadiri pengurus FK Nustra, Wakil Ketua Riset dan Tehnologi Edwin Silangen, Wakil Ketua Bidang Rohani, Pembinaan Mental dan Spiritual Pdt Estefanus Katihokang STh, Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Perbatasan Maxi Gagola, Wakil Ketua Bidang Pengembangan SDM/SDA Julisa Baramuli SH. Dan rapat pemantapan akan berlanjut Rabu (19/11) di kantor Pemkot Manado. (M. Isnain Umasangaji/Am)

iklan1