Tag: hotel sutan raja

Terima Penghargaan dari JOKOWI, Ini Ajakan Wali Kota Manado Kepada 500 Camat

Wali Kota Manado saat menerima penghargaan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – DR Ir GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Camat Regional I wilayah Indonesia Timur. Rakornas Camat yang mengangkat tema: ”Peran strategis Camat dalam penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kecamatan berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2018 tentang Kecamatan”, dibuka Menteri Koordinator (Menko) Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto.

Dalam sambutannya, Wiranto mengingatkan peran camat ditengah persaingan global dewasa ini. Menurutnya, camat memiliki peranan yang sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintahan di negara Republik Indonesia.

“Sebagai perangkat daerah, Camat bagian dari pemerintahan dari pusat. Sehingga, harus tegak lurus atau loyalitas tunggal sampai ke presiden. Silahkan, tunjukan loyalitas kepada pemerintah,” kata Wiranto di Convention Hall Hotel Sutan Raja, Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (30/8/2018).

Selain itu, Rakornas Camat Wilayah I terdiri dari para Camat di 10 Provinsi yakni Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.

Kegiatan Nasional yang dikoordinir Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahjo Kumolo tersebut berlangsung 29-31 Agustus 2018. Bersama Wagub Sulut Steven Kandouw dan Bupati Minahasa Utara Vonni Panambunan, Wali Kota Vicky Lumentut menerima penghargaan ucapan terima kasih atas partisipasi penyelenggaraan Rakornas Camat Regional I di Sulut.

“Saya atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Manado menyampaikan selamat atas penyelenggaraan Rakornas Camat Wilayah di Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan ini tentunya membawa dampak positif bagi Sulawesi Utara maupun Kota Manado sebagai ibukota Propinsi Sulawesi Utara,” ujar Walikota dua periode itu.

Dirinya juga mengajak 500 Camat se-Wilayah Indonesia Timur untuk bisa ikut menyaksikan pembukaan Manado Fiesta 2018 tanggal 31 Agustus Jumat besok di jalan Piere Tendean Boulevard yakni start di Taman Berkat Godbless Park hingga finish di Kawasan Pohon Kasih Mega Mas.

“Saya mengajak para Camat peserta Rakornas, sebelum kembali ke daerah masing-masing, besok hari Jumat tanggal 31 Agustus, mari ikut menyaksikan pembukaan iven pariwisata Manado Fiesta 2018. Disana akan disuguhkan banyak atraksi dan hiburan, baik dari darat, laut maupun udara,” tutur Walikota Vicky Lumentu

Diantaranya yang hadir Mendagri RI Tjahjo Kumolo, Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, Wagub Drs Steven Kandouw, Forkopimda Sulut serta beberapa Walikota dan Bupati se-Sulut. Turut mendampingi Walikota Vicky, Ketua DPRD Manado Nortje Van Bone dan Kabag Pemerintahan dan Humas Steven Runtuwene SSos. (*/Redaksi)

Ferry Liando: Elit Parpol Tidak Mesti Berorientasi Jabatan

Dr. Ferry Liando (Foto Ist)

Dr. Ferry Liando (Foto Ist)

MANADO -Ketika menyampaikan materi dalam Seminar yang digelar Kesbang-Pol Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (29/10/2014) di Hotel Sutan Raja, Dr. Ferry Liando menyampaikan terkait konflik politik yang menurutnya lazim, dan mesti mampu dikelola dengan baik oleh Partai Politik (Parpol). Lemahnya manajemen elit Parpol membawa konsekuensi buruk pada Parpol itu sendiri.

Konflik yag terjadi diseputaran elit politik terutama di Parpol dan di parlemen belakangan ini disebabkan mindset elit politik yang keliru. Selama ini dipikiran elit-elit politik adalah politik itu selalu identik dengan jabatan atau kedudukan sehingga dengan segala cara dilakukan elit-elit untuk mendapatkan jabatan. – Dr. Ferry Liando pengamat politik dan pemerintahan Sulut yang saat ini merupakan Dosen tetap di Fispol Unsrat Manado.

Tak hanya itu, Liando menyoroti terkait fenomena pecat-memecat di internal Parpol yang menurutnya salah satu pemicunya karena ‘tidak’ pahamnya elit Parpol terhadap dialektika internal Parpol. Bahkan dikatakannya orientasi kader Parpol terhadap jabatan dapat membuat ‘perpecahan’ diparatai politik menjadi mengemuka.

”Mulai salin pecat, banting meja, main uang hingga bermain mata dgn penegak hukum. Hal itu sesungguhnya tidak akan terjadi apabila kedudukan dan jabatan tidak dijadikan tujuan. Kedudukan dan jabatan hanyalah salah satu instrumen utk mencapai tujuan. Jadi tujuan politik itu adalah masyarakat adil dan makmur. Untuk mencapai tujuan politik itu tidak harus dengan jabatan yang melekat. Tetapi pengabdian yang tulus dari elit-elit politik itu.

Untuk diketahui, peserta Seminar dihadiri oleh pimpinan Parpol diseluruh sulut, Ketua kesbangol kab/kota, tokoh-tokoh agama, dan Dr. Taufiq Pasiak yang tampil juga menjadi salah satu Narasumber. (Amas Mahmud)

iklan1