Tag: hwb sumakul

Dikukuhkan Jadi Penatua GMIM Bersama dan Istri, Ini Janji VICKY LUMENTUT

Pdt DR HWB Sumakul MTh saat mengukuhkan Vicky Lumentut dan istri (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pengukuhan menjadi Pelayan khusus (Pelsus) dilingkup pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) kepada DR GS Vicky Lumentut yang juga adalah Wali Kota Manado dan isteri tercinta Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS, untuk periode pelayanan 2018-2021, Minggu (3/12/2017), di gedung gereja GMIM Elim Malalayang Satu Barat, Kecamatan Malalayang berjalan lancar.

GSVL begitu sapaan akrab Lumentut dan istri bersama 25 calon Pelsus terpilih di Jemaat GMIM Elim Malalayang Satu Barat, Wilayah Manado Malalayang Barat, yang terdiri dari 20 Penatua dan Syamas kolom serta lima Penatua Kategorial BIPRA (Bapak, Ibu, Pemuda, Remaja, Anak), keduanya mengucapkan janji dan kesediaan untuk melayani dalam ibadah peneguhan Pelsus.

Ibadah peneguhan dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt DR HWB Sumakul MTh, dihadiri ratusan anggota jemaat. Ibadah peneguhan Pelsus ditandai dengan pemasangan stola putih berlambang Alfa dan Omega kepada para Pelsus, serta penyerahan stola perayaan gereja dan Alkitab.

“Ini adalah tanda kesediaan saudara-saudara selaku Pelayan Khusus GMIM untuk melayani jemaat sebagai umat Tuhan,” ujar Pdt Sumakul.

Disampaikan Vicky Lumentut bahwa tugas sebagai Pelayan Khusus tidaklah mudah karena membutuhkan tanggung jawab yang besar sebagai bentuk pengakuan iman kepada Yesus Kristus.

“Terima kasih kepada Tuhan yang telah memilih saya dan isteri melalui Jemaat GMIM Elim Malalayang Satu Barat untuk melayani Tuhan lewat jemaatNya. Setelah diteguhkan kami akan mulai bekerja untuk kemuliaan nama Tuhan,” kata Wali Kta Manado dua periode ini. (*/Amas)

Bupati Tetty Paruntu Terima Penghargaan dari Ketua BPMS GMIM

Tetty Paruntu bersama Gubernur Sulut ketika meniup Lilin Ulang Tahun (Foto Suluttoday.com)

AMURANG, Suluttoday.com -Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany E Paruntu SE menghadiri HUT GMIM bersinode ke 83 tahun.Pada kesempatan itu Bupati minsel CEP juga mengucapkan terima kasih nya atas kepercayaan dari Sinode GMIM, dimana Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) bisa dipercayakan menjadi tuan rumah dua kegiatan sinodal, HUT PI & PK Saat Ini HUT GMIM Bersinode yang ke-83, dimana Bupati Christiany E Paruntu (CEP).

Dipercayakan sebagai ketua umum kedua acara sinodal ini, sekaligus kabupaten Minsel boleh dipercayakan menjadi tuan rumah kegiatan HAPSA P / KB GMIM yang dilaksanakan di Wilayah Tompasobaru satu, pada beberapa bulan yang lalu. Peringatan Hari Ulang Tahun GMIM Bersinode ini di pusatkan di lapangan Pondang wilayah Amurang serta dihadiri ribuan warga jemaat se sinode GMIM.

”Saya mengucapkan terima kasih kepada Sinode GMIM yang telah mempercayakan Kabupaten Minahasa Selatan menjadi tuan rumah kegiatan Sinodeel HUT PI dan PK, dan HUT GMIM Bersinode, dimana saya menjadi Ketua Umum kedua kegiatan sinodal ini,” ucap Tetty sapaan akrap Bupati Minsel ini.

Pada kegiata itu Bupati Tetty Paruntu, menerima penghargaan dari ketua sinode GMIM Pdt HWB Sumakul, sebagai tanda ucapan terima kasih, atas kerja sama atas pelaksanaan dua kegiatan akbar dari Sinode GMIM di wilayah kabupaten Minahasa Selatan boleh berjalan dan terlaksana dengan baik.

Diketahui ibadah Agung ini dipimpin oleh khadim Ketua Sinode GMIM Pdt HWB Sumakul STh, dengan pembacaan Alkitab dalam Kitab Matius 5: 13-16, dalam khotbahnya Sumakul mengatakan bahwa kita menjadi garam dan terang dunia, jadi garam berarti jadi berguna bagi orang lain, dan yang bisa menerangi orang lain. Selain itu, sebentar lagi GMIM akan tampil pemilihan pelayan khusus, untuk itu dia menghimbau agar sebagai warga GMIM marilah kita mensukseskan pelaksanaan pemililhan pelsus tersebut.

Tetty Paruntu bersama Gubernur Sulut ketika meniup Lilin Ulang Tahun (Foto Suluttoday.com)

Pada kesempatan itu, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE yang turut hadir dalam Ibadah Agung ini dalam sambutannya mengajak warga GMIM untuk beradamai dengan Tuhan, berdamai dengan sesama dan berdamai dengan lingkungan. Semoga GMIM akan menjadi gereja yang global, yang ikut serta menunjang pembangunan Sumber daya Manusia di Sulawesi Utara. Turut hadir dalam kegiatan Ibadah Agung ini, Jajaran Forkopimda Sulawesi Utara, jajaran Forkopimda Minahasa Selatan, Wakil Bupati Minsel Franky D Wongkar SH, Kapolres dan Wakapolres Minsel, wakil Bupati Minahasa Utara, Komisi Bipra BPMS, para pendeta-pendeta, dan ribuan jemaat GMIM yang datang dari seantero Sulawesi Utara. (Friska)

Alkitab Perjanjian Baru Berbahasa Manado Resmi Diluncurkan

Prosesi peluncuran Alkibat Perjanjian Baru berbahasa Manado (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Jumat (4/7/2017), Wali Kota Manado sekaligus Ketua Umum Panitia Pelaksana DR GS Vicky Lumentut pada kesempatan peluncuran Alkitab Perjanjian Baru dalam Bahasa Manado, mengatakan bahwa kehadiran Alkitab tersebut semakin memperkaya budaya masyarakat lokal. Disamping itu, GMIM dan Kota Manado akan menjadi pelaku sejarah.

”Hari ini, di gereja GMIM Kinamang ini, akan tercatat dalam sejarah bahwa Alkitab Perjanjian Baru dalam Bahasa Manado telah ada. Dan kita semua akan pula disebut sebagai pelaku-pelaku sejarah. Karena itu, peluncuran Alkitab ini merupakan momentum yang sangat strategis untuk kita yang ada di Manado,” ujar Wali Kota Vicky Lumentut di jemaat GMIM Kinamang Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget.

Ditambahkan GSVL, begitu Lumentut akrab disapa, sebagai proses penerbitan Alkitab berbahasa Manado itu memerlukan waktu 15 tahun. Serta melibatkan berbagai pihak, termasuk penterjemah dan konsultan dari luar negeri.

”Untuk menterjemahkan Alkitab kedalam bahasa daerah khususnya bahasa Manado memerlukan waktu yang sangat lama. Untuk Alkitab Perjanjian Baru dalam bahasa Manado ini, butuh waktu 15 tahun sebelum diluncurkan saat ini. Karena, tidaklah mudah untuk menerbitkan Alkitab seperti ini, harus melalui kajian, penelitian dan proses yang panjang,” kata salah seorang personil Majelis Pertimbangan Sinode (MPS) GMIM tersebut.

Selain itu, sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana yang juga pemimpin di Kota Manado, Wali Kota GSVL mengusulkan untuk membangun monumen peluncuran Alkitab Bahasa Manado di sekitar gereja GMIM Kinamang.

”Saya mengusulkan, apalagi Kota Manado telah menjadi salah satu daerah tujuan wisata, kalau disetujui BPMS GMIM kita bangun monumen disini. Supaya, wisatawan yang datang ke Manado boleh menikmati sekaligus mengabadikan peristiwa bersejarah ini,” ujar Wali Kota GSVL.

Wali Kota Manado dua periode ini berharap kedepan akan diterbitkan Alkitab Perjanjian Lama berbahasa Manado. Sementara, Ketua BPMS GMIM Pdt DR HWB Sumakul MTh yang memimpin ibadah menyatakan, Alkitab Perjanjian Baru dalam bahasa Manado adalah sesuatu yang baru di Manado, sehingga membutuhkan koreksi.

Meski demikian, penterjemahan Alkitab dalam bahasa Manado ini memudahkan orang Manado untuk berkomunikasi memahami bahasa daerahnya sendiri.

”Bahasa Manado ini merupakan salah satu dari sekian banyak bahasa yang ada di dunia ini. Dengan adanya Alkitab berbahasa Manado khususnya Perjanjian Baru, mau mengajarkan kepada kita semua bahwa penyampaian firman Tuhan oleh Yesus Kristus juga harus ada dalam bahasa lokal yang mudah dimengerti dan dipahami,” ucap Pdt Sumakul.

GMIM sebagai wadah organisasi gereja, kata Sumakul,akan memfasilitasi sedangkan untuk pemanfaatan Alkitab berbahasa Manado ini, bisa digunakan oleh seluruh umat Kristen di Sulawesi Utara. ”Mudah-mudahan Alkitab ini, membawa berkat bagi kita di tanah Minahasa dan Sulawesi Utara yang kita cintai bersama,” ujar Sumakul.

Penerbitan Alkitab Perjanjian Baru dalam Bahasa Manado merupakan kerjasama GMIM, Lembaga Alkitab Indonesia dan Wyceliffe Bible Translators Inc sebuah lembaga donor internasional yang memberi bantuan untuk penterjemahan Alkitab. Acara yang berlangsung sederhana namun sarat makna itu, diisi dengan pementasan seni teatrikal, tarian budaya, solo serta diwarnai dengan prosesi penyerahan Alkitab oleh Wali Kota GSVL kepada Ketua BPMS GMIM.

Untuk diketahui, peluncuran Alkitab tersebut dipimpin Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pdt DR HWB Sumakul MTh. Selain itu, sejumlah tamu dari denominasi gereja, kalangan pemerhati dan perwakilan gereja baik di Indonesia maupun dunia, pimpinan LAI dan lembaga donor internasional serta para pendeta di lingkup pelayanan GMIM.(*/R1)

Wali Kota Manado Ingatkan Pentingnya Pengurusan Sertifikat Tanah Milik GMIM

Wali Kota Manado saat sambutan (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Terkait aset Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) terutama tanah perlu mendapat legitimasi sehingga tidak terjadi permasalahan di kemudian hari. Untuk merealisasikan hal itu, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kantor Pertanahan Kota Manado dengan Kantor Sinode GMIM tentang percepatan pengurusan hak dan penerbitan sertifikat tanah-tanah GMIM, di gedung Jemaat GMIM Bukit Moria Tikala Baru, Kecamatan Tikala, Selasa (1/7/2017).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala Badan Pertanahan Kota Manado Patrick Ekel dan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt DR HWB Sumakul MTh, disaksikan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara (Sulut) Edwin Silangen SE MSi, Wali Kota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA serta pimpnan BPMS dan BPN Sulut.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota GSVL menyambut baik MoU antara Kantor Pertanahan Kota Manado dengan BPMS GMIM. Pasalnya, banyak tanah milik GMIM yang diiserahkan secara hibah beberapa tahun lalu, belum memiliki sertiifikat, sehingga sering terjadi masalah hukum.

“Saya dan teman-teman jadi saksi sejarah dalam MoU yang ditandatangani antara Kantor Pertanahan dan pihak BPMS. Banyak aset-aset GMIM yang bermasalah karena tidak memiliki dasar hukum kepemilikan tanah. Karena ini adalah sesuatu yang sulit, dulu diserahkan dalam bentuk hibah tidak diikuti dengan surat-surat jadi masalah hukum sekarang,” ujar Walikota GSVL.

Menurutnya, kejadian yang terjadi di GMIM juga dialami Pemerintah Kota (Pemkot) Manado.

Dimana, beberapa aset Pemkot seperti sekolah, kantor dan tanah lainnya dipermasalahkan secara hukum karena tidak memiliki sertifikat kepemilikan tanah.

“Salah satu masalah di Manado yang sampai ke ranah hukum adalah masalah tanah. Tidak hanya di gereja, di pemerintah Kota Manado juga demikian. Sehingga, muncul persoalan hukum di kemudian hari, bahkan ada yang terpaksa kami keluarkan karena mereka sudah menduduki tanah milik pemerintah,” kata Wali Kota GSVL.

Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE melalui Sekprov Edwin Silangen mengatakan Pemerintah Provinsi Sulut mengapresiasi langkah Sinode GMIM yang melakukan kerjasama dengan Badan Pertanahan Kota Manado.

“Ini adalah terobosan yang sangat baik yang dilakukan gereja dalam menyelesaikan persoalan tanah,” ujar Silangen.

Sementara Ketua BPMS GMIM Pdt DR HWB Sumakul mengakui jika aset gereja banyak yang bermasalah hukum dikarenakan tidak memiliki kekuatan hukum tetap.

“Kita berusaha untuk menuntaskan masalah-masalah aset gereja secara hukum. Karena inilah tugas kami, pelayan Tuhan tidak hanya dalam spiritual tetapi juga ikut membantu dalam persoalan hukum menyangkut aset tanah,” tandasnya.

Sedangkan, Kepala Pertanahan Kota Manado Patrick Ekel mengatakan pihaknya sedang melakukan perbaikan dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Kedepan, dalam melayani masyarakat terkait pengurusan sertifikat tanah kita menggunakan aplikasi dan dapat diakses dengan cepat,” pungkasnya.(*/Mas)

Bupati Tetty Paruntu Hadiri Hut PI dan PK Minsel ke-186

Bupati Minsel, Tetty Paruntu saat berada di acara (Foto Suluttoday.com)

AMURANG, Suluttoday.com – Ribuan Jemaat GMIM, Memadati Lapangan Pondang Kecamatan Amurang Timur, Dalam Mengadakan Ibadah Agung Merayakan Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil (PI) Ke 186 dan Pendidikan Kristen (PK) Masuk Tanah Minahasa (12/6/2017).

Ketua BPMS GMIM Pdt. HWB Sumakul MTh, (Khadim) lewat Khotbanya yang diambil dalam Perjanjian Baru, 2. Timotius 1:3-8, yang pada intinya landasan kehidupan Manusia berlandaskan Kasih.

“Sebagai Ciptaan Tuhan yang paling Mulia, kita diajarkan untuk selalu hidup rukun, saling mengasihi satu sama lain, tidak boleh ada duri yang tersimpan dalam kehidupan kita sebagai orang yang percaya dan yang takut akan dia,” ujar Pdt Sumakul.

Ditambahkannya lagi bahwa sebelum terangkat ke Surga, Tuhan Jesus menginginkan umatnya untuk selalu setia dalam pengiringannya kepada dia sang pemberi Nafas Kehidupan.

“Lewat Khotbahnya ini, saya memotifasi untuk seluruh Jemaat agar senantiasa tetap setia dan setia pengiringan kita kepada Tuhan. Sebab hanya dialah satu satunya jalan menuju pada kekekalan,” ajaknya.

Selaku Ketua Umum Panitia, Bupati Tetty Paruntu, SE tak lupa berterima kasih kepada BPMS Sinode GMIM, atas kepercayaan sehingga Kabupaten Minahasa Selatan boleh menjadi Tuan Rumah pada kegiatan Hapsa P/KB serta HUT PI Ke 186 dan Pendidikan Kristen. Dikatakannya lagi agar kiranya melalui acara Kerohanian seperti ini, senantiasa dapat memotifasi serta semakin menumbuhkan kedewasaan Pelayanan baik dalam kehidupan berjemaat, bermasyarakat serta yang paling penting pengiringan kita kepada Tuhan. Untuk itu,

“Saya mengajak kepada seluruh warga Jemaat GMIM, untuk senantiasa mendukung dan turut serta berpartisipasi dalam membantu Pekabaran Injil serta Pendidikan Kristen yang ada di tanah Minahasa,” terang CEP.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Ketua MPR-RI E.E Mangindaan bersama Istri, Wabup Franky Wongkar SH, Komisioner BPMS, Para Pendeta bersama Pelayan Khusus (Pelsus) serta ribuan warga Jemaat GMIM, turut menyukseskan kegiatan Akbar ini. (Friska)

iklan1