Tag: IAIN Manado

Tolak ISIS di Sulut, FPN Gelar Dialog Publik Hadirkan MUI

Peserta dialog publik ketika serius mengikuti pemaparan materi (Foto Suluttoday.com)

Kegiatan FPN Sulut yang digelar belum lama ini, ilustrasi (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Berpartisipasi mewujudkan kondisi sosial yang aman dan jauh dari pertentangan, pengurus Forum Peduli Nusantara (FPN) Sulawesi Utara (Sulut), menggelar Dialog Publik, kali ini dialog mengambil tema Jangan Ada ISIS di Sulawesi Utara. Kegiatan yang rencananya dilaksanakan, Selasa (31/3/2015), menurut Nazamudin Masuku selaku ketua panitia, akan mengundang beberapa pembicara berkompeten.

”Kami mengundang Ketu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara, KH. Wahab Abdul Gafur, Dandim 1309 Manado, Letkol Kav Dino Martino, dan Delmus Puneri Salim Ph.D dari unsur dosen IAIN Manado, mereka bertindak sebagai narasumber. Kemudian panitia juga telah mengundang para tokoh pemuda, pengurus Ormas, Organisasi Kemahasiswaan dan LSM se-Sulawesi Utara untuk mengikuti kegiatan tersebut. Nah, kegiatan dilaksanakan, Selasa (31/3/2015) besok, bertempat di Hotel Formosa kawasan Bahu Mall Manado, sedangkan moderatornya Bang Michael Djamal wartawan senior dari Okemanado.com,” ujar Nazamudin saat diwawancarai, Senin (30/3/2015).

Sementara itu, Amas Mahmud S.IP selaku koordinator FPN Sulut saat ditemui menyebutkan kalau kegiatan yang digelar FPN dengan menggandeng beberapa media online di Kota Manado itu bertujuan menangkal berbagai tindakan radikalisme di Sulawesi Utara. Lanjut ditambahkannya, kehadiran ISIS akan memecah-belah kerukunan masyarakat.

”Diskusi ini bermaksud selain memberi pemahaman pada pemuda tentang bahaya Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), FPN juga mau memastikan bahwa warga Sulut secara tegas menolak ISIS. Kenapa harus ditolak ISIS ini, tentu karena gerakan radikalisme yang dibawa ISIS ini berbahaya dan mengancam keutuhan NKRI, terutama untuk Sulut yang dikenal dengan warga yang toleran, jargon torang samua basudara jangan dirusak dengan gerakan-gerakan yang pada akhirnya memunculkan disintegrasi sosial. Nah, kami FPN dengan tegas menolak ISIS karena kehadirannya berpotensi mengancam integrasi bangsa,” tegas Amas yang juga alumnus FISPOL Unsrat Manado ini.

Sekedar diketahui, FPN Sulut juga menggandeng media online Okemanado.com, Suluttoday.com, Manadosatunews.com, Treveesulut.com, dan Topiksulut.com, bersama kelompok kajian Manifesto. (Faruk Umasangaji)

Bagi-Bagi Jilbab, GeLiaT (Juga) Kampanye Pentingnya Menutup Aurat

Massa aksi GeLiaT saat menuju Zero Poin

Massa aksi GeLiaT saat menuju Zero Poin

MANADO – Pentingnya khimar (Jilbab) bagi muslimah atau bunga-bunga revolusi kata Dr. Ir. H. Soekarno menjadi sebuah tugas penting Gerakan Muslimah Hebat (GeLiaT) sehingga Sabtu (14/2/2015) melaksanakan aksi damai dengan membagi-bagi jilbab untuk muslimah di Kota Manado.

Dalam memperingati momentum bersejarah ini, Mutiara Prastuti Ningsi (Korlap) GeLiaT menyebutkan bahwa kegiatan aksi damai yang di lakukan dalam rangka memperingati Hijab Day Indonesia (Gerakan World Hijab Day) yang bertepatan dengan tanggal 14 februari 2015, melalui aksi 100 khimar untuk muslimah kota manado.

”Kita sebagai muslimah wajib menutup aurat dalam rangka menjauhi maksiat. Tidak ada tawar menawar sebagai seorang muslimah untuk hijab (berjilbab),” ujar Mutiara yang juga kader Lembaga Daqwa Kampus (LDK) Al-Ihsan IAIN Manado itu.

Massa GeLiaT ketika berada di depan Mega Mall Manado

Massa GeLiaT ketika berada di depan Mega Mall Manado

Mutiara juga menjelaskan bahwa sebagai salah satu kegiatan yang menyita perhatian masyarakat dan dihadiri oleh muslimah-muslimah hebat dari organisasi muslim intra dan ekstra kampus, maka GELIAT juga akan melakukan konsolidasi dalam rangka untuk memperingati hari-hari besar lainnya. (Faruk Umasangaji)

Ahmad Husain: Kalau Bisa Wali Kota, Kenapa Wakil

Ahmad Husain S.HI (Foto Suluttoday.com)

Ahmad Husain S.HI (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Terus bergulir gerakan untuk mendorong perwakilan umat Muslim Kota Manado untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota Manado (Pilwako) dari kelompok aktivis muslim Manado, kian mengkristal. Menurut Ahmad Husain S.HI, sangat rasional jika umat Muslim di Kota Manado bersatu dan mengusung calon sendiri dalam Pilwako Manado.

”Itu cukup tepat dan rasional, dalam kalkulasi politik sudah pasti perwakilan dari kalangan umat Muslim akan menang jika kita menyatukan semua kekuatan dalam Pilwako Manado kali ini. Pengalaman kemarin-kemarin sudah cukup menjadi preseden buruk bagi kita, bahwa ternyata kita tidak bersatu, kemudian kita juga belum percaya diri untuk mengusung calon Wali Kota sendiri, padah bila didorong pasti kita menang,” ujar Ahmad alumnus IAIN Manado ini.

Amat sapaan akrab pengurus Pemuda Muslimin Indonesia Kota Manado itu juga secara lugas memberikan gambaran terkait posisi umat Muslim Kota Manado dan tantangan kedepannya jika umat Muslim tidak mengusung Calon Wali Kota Manado dalam momentum Pilwako kali ini. Lanjut Amat, harusnya umat Muslim Manado bersatu dan mencalonkan salah satu perwakilan untuk maju menjadi Calon Wali Kota Manado.

Kalau bisa menjadi Wali Kota Manado, kenapa harus berfikir menjadi Wakil Wali Kota. Pemetaan kekuatan kita sudah jelas, bahwa jika umat Muslim Kota Manado bersatu, maka Calon Wali Kota Manado yang diusung nantinya akan menang dalam kompetisi Pilwako. Kami sudah menyusun strategis dalam mengharapkan para senior untuk saling memberikan dukungan dan legowo, mari kita bersatu. Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi. – Ahmad Husain S.HI, Sekretaris Umum Pemuda Muslimin Indonesia Kota Manado. (Amas Mahmud)

Lakukan Konsolidasi, Ikbal: Umat Muslim Wali Kota Manado, Harga Mati

Muhammad Ikbal (Foto Ist)

Muhammad Ikbal (Foto Ist)

MANADO – Keberadan Ormas dan Organisasi Kepemudaan di Kota Manado kembali menyuarakan terkait figur yang perlu diusung untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Manado. Beberapa aktivis saat ditemui di Jalan Roda (Jarod), dengan tegas menyampaikan bahwa figur muslim layak didorong untuk maju dalam momentum Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado.

Sudah saatnya umat Islam Kota Manado bersatu dan mengusung calon Wali Kota, kalau bukan sekarang kapan lagi kita bisa maju ‘merebut’ posisi strategis di jajaran pemerintahan. Hal ini saya sampaikan dengan alasan yang faktual dan berdasarkan kondisi hari ini bahwasanya pemilih khususnya umat muslim di Manado relatif banyak, kalau memajukan salah satu figur sebagai Wali Kota Manado otomatis kita menang. – Muhammad Ikbal, aktivis muda Kota Manado yang juga mantan Presiden BEM STAIN Manado, Rabu (4/2/2015).

Tak hanya itu, Balo sapaan akrab Ikbal menyampaikan tekatnya bahwa pihaknya sementara menggalang kekuatan untuk memajukan calon Wali Kota Manado dari kalangan muslim. Terkait siapa yang layak didorong, menurut pria yang saat ini bergelut sebagai peneliti sosial itu bukanlah hal penting yang layak dibahas, yang urgen menurutnya adalah perwakilan umat Islam Manado harus maju dalam Pilwako Manado.

”Ini sudah harga mati dimana perwakilan umat Islam Manado harus maju dalam Pilwako kali ini. Kami sedang menggalang kekuatan, karena jika bargaining politiknya umat Islam harus Wakil Wali Kota Manado, itu sama saja NOL besar dan kita tak dapat apa-apa. Jadi apapun konsekuensinya kali ini umat muslim Manado harus maju sebagai calon Wali Kota Manado, ini harga mati. Kami tidak peduli siapa pun calon yang nanti diputuskan, yang pasti masih banyak senior kami yang layak kami usung dan memiliki track record jelas,” tegas Balo pada Suluttoday.com yang ikut diaminkan beberapa aktivis muslim lainnya. (Amas Mahmud)

Pameran Pendidikan IAIN Manado Hadirkan Puluhan Universitas se-Sulut

Abdul Halil Lumbessy dan Ketua Badan Tadzkir FISPOL Unsrat (Foto Suluttoday.Com)

Abdul Halil Lumbessy dan Ketua Badan Tadzkir FISPOL Unsrat (Foto Suluttoday.Com)

MANADO – Setelah alih status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kota Manado menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dipublikasikan pada media massa belum lama ini. Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) IAIN Manado berencana melakukan kegiatan dengan tema Pameran Pendidikan dan Kebudayaan yang direncanakan Senin, (27-29/10/2014).

Dalam kapasitas sebagai peserta, Indra R. Tilolango yang juga Ketua Umum Badan Tadzkir (BT) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISPOL) ketika di konfirmasi oleh wartawan Suluttoday.com, Minggu (26/10/2014), menyampaikan bahwa pihaknya akan mengikuti pameran tersebut dengan maksud menciptakan silaturhami dan saling menunjang.

”Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam meningkatkan ukhua Islamia serta kerja sama antara Badan Tadzkir FISPOL dengan KBM, IAIN Manado. Kegiatan ini juga akan kami jadikan ajang perkenalan dengan peserta lain agar kedepan bisa menjadi patner kerja dalam menjalankan setiap program organisasi,” tutur Indara.

Selaku Ketua Umum Organisasi Kemahasiswaan, dirinya juga menyampaikan undangan yang disebarkan kepada seluruh perguruan tinggi di Sulawesi Utara (Sulut), dan Badan Tadzkir FISPOL juga telah menerima undangan dari panitia pelaksana kegiatan.

”Para undangan yang hadir terdiri dari perwakilan kampus, seperti Universitas Klabat, Universitas Nusantara, Universitas Teknik Sulawesi Utara, Universitas Kristen Indonesia Tomohon, Politeknik Negeri Manado, Poltekkes Manado, Akper Teling Manado, Delasal Manado, STIMIK Parnaraya, STIE Gunung Potong, STIE Petra Bitung, STIPAR Manado, STIKES Muhammadiyah Manado, STAKEN Manado, STF-SP Tomohon, dan Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado yang terdiri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISPOL), Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, Serta Universitas Negeri Manado (UNIMA), yang terdiri dari Fakultas MIPA, Fakultas PGSD, Fakultas Seni dan Olahraga,” papar Tilolango.

Disisi lain Abdul Halil Lumbessy yang juga Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) Badan Tadzkir Fispol Unsrat Manado menyampaikan kegiatan seperti ini harus di ikuti dengan serius oleh Badan Tadzkir FISPOL Unsrat. ”Kegiatan semacam ini sangat penting, selain meningkatkan kreatifitas, keilmuan, dan pengalaman, kita juga akan membangun silaturahmi yang lebih terbuka lagi. Apalagi Badan Tadzkir FISPOL dikenal begitu dinamis, reformis dan gemar melakukan kegiatan-kegiatan edukatif, tradisi semacam ini tetaplah ditumuhkan,” ujar Dace sapaan akrab Lumbessy. (Faruk Umasangaji/Am)

iklan1