Tag: idul fitri

Ketua MUI Manado: Shalat Idul Fitri di Rumah Masing-Masing

KH. Mashar Kinontoa (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Di tenga penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) semua aktivitas sosial menjadi berubah drastis. Bahkan urusan peribadatan pun mengalami pergeseran yang begitu siginifikan. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Manado, KH. Mashar Kinontoa, saat diwawancarai wartawan, Senin (18/5/2020), terkait shalat Idul Fitri 1441 Hijriah, MUI Manado tak mengeluarkan jadwal shalat berjamaah, seperti biasanya.

”MUI Kota Manado menganjurkan umat Islam agar melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah masing-masing. Organisasi yang memiliki nama besar dan keanggotaan yang luas, seperti NU dan Muhammadiyah juga menganjurkan shalat Idul Fitri di rumah, karena kita berada di tengah wabah Covid-19,” ujar KH. Mashar.

Selain itu, MUI juga menganjurkan Panitia Hari Besar Islam (PHBI) untuk tidak menjadwalkan shalat Idul Fitri di lapangan maupun di Masjid. Selebihnya, bagi masyarakat atau pengurus Masjid yang berinsiatif melaksanakan ibadah shalat Idul Fitri berjamaah berarti para imam dan Badan Takmirul Masjid (BTM) yang menghubungi pengutbah.

”Untuk itu, MUI Manado mengajurkan kepada Ketua PHBI untuk tidak menjadwalkan pelaksanaan shalat Idul Fitri di Lapangan maupun di Masjid. Jika ada Masjid yang berinsiatif sendiri melaksanakan shalat Idul Fitri, berarti para Imam dan BTM yang menghubungi sendiri penghutbahnya,” ucap KH. Mashar.

(*/Bung Amas)

Gubernur dan Bupati/ Wali Kota Diminta Awasi Pembayaran THR

Surat Edaran Menteri M Hanif Dhakiri (FOTO Suluttoday.com)

JAKARTA, Suluttoday.com – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengingatkan agar pembayaran THR sesuai aturan. Bahkan Menaker Hanif meminta para Gubernur, Bupati/Wali Kota untuk memperhatikan, mengawasi, dan menegaskan para pengusaha di wilayahnya masing-masing untuk melaksanakan pembayaran THR Keagamaan tepat waktu.

Hal tersebut terangkum dalam Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2018 yang ditandatangani pada 8 Mei 2018 dan ditujukan kepada Para Gubernur, dan Para Bupati/Wali Kota se-Indonesia. Dan seperti dilansir media ini dari situs resmi kementerian, Menaker meminta perusahaan membayar tunjangan hari raya (THR) paling lambat tujuh hari (H-7) sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Selain itu, Menaker Hanif juga memastikan pekerja yang telah bekerja minimal selama sebulan berhak mendapatkan THR. Lebih lanjut Menaker menjelaskan bahwa besaran THR bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, memperoleh THR 1 bulan upah.

Sedangkan bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan, THR-nya diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan yang sudah ditetapkan, yaitu masa kerja dibagi 12 bulan dikali 1 bulan upah.

Sementara itu, bagi pekerja harian lepas yang mempunyai masa kerja 12  bulan atau lebih, besaran THR-nya berdasarkan upah 1  bulan yang dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan. 

Sedangkan bagi pekerja lepas yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 (dua belas) bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja. Dalam edaran ini juga, Menaker meminta para Gubernur, Bupati/Wali Kota untuk mendorong perusahaan di wilayahnya menyelenggarakan mudik lebaran bersama untuk membantu dan meringankan pekerja/buruh beserta keluarganya yang akan mudik lebaran.

Untuk mengantisipasi timbulnya keluhan dalam pelaksanaan pembayaran THR keagamaan, diharapkan masing-masing provinsi dan kabupaten/kota membentuk Pos Komando Satuan Tugas (Posko Satgas) Ketenagakerjaan Peduli Lebaran tahun 2018.(Cat

Arus Balik, Antrian Panjang di Tasikmalaya-Tol Cipulara

Kemacetan yang terjadi saat arus balik, ilustrasi (Foto Ist)

Kemacetan yang terjadi saat arus balik, ilustrasi (Foto Ist)

JAKARTA – Bukan Jakarta namanya jika saat liburan Idul Fitri tidak ditemukan macet saat berkendaraan. Kepadatan arus balik pemudik pada H+4 Lebaran di jalan utama Pantura wilayah Karawang dan arteri Cikampek menuju Jakarta terus mengalami kepadatan. Para kendaraan terpaksa berjalan merayap di sepanjang jalur.

Pantauan merdeka.com, Minggu (10/7/2016), itu terjadi seiring dengan terus meningkatnya volume kendaraan dari jalur utama Pantura. Selain itu, ada juga pengalihan arus kendaraan dari jalan Tol Jakarta – Cikampek.

Selain di wilayah Cikampek dan Karawang, kemacetan juga terjadi di sejumlah daerah. Pemudik bahkan bisa menghabiskan waktu lebih dari 10 jam untuk sampai di Karawang dari tempat keberangkatan.

“Saya mau balik ke Jakarta, kemacetan terjadi sejak daerah Tasikmalaya dan sepanjang Tol Cipularang,” kata Usman, salah seorang pemudik asal Ciamis.

Kemacetan arus balik pemudik di jalur arteri pantura dan Cikampek via Karawang, diperkirakan akan terjadi puncaknya pada Minggu malam nanti. Itu lantaran berakhirnya masa libur lebaran tahun ini. (*/Dace)

Para Imam yang Pimpin Sholat Idul Fitri di Manado

Selamat menyambut hari raya Idul Fitri (Foto Ist)

Selamat menyambut hari raya Idul Fitri (Foto Ist)

MANADO – Jelang hari raya Idul Fitri 1436 H, di Kota Manado Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Manado telah menetapkan lokasi tempat dilaksanakannya sholat Idul Fitri (I’d), khotib dan para imam yang akan memimpin prosesi sholat I’d di tahun 2015 ini. Inilah rinciannya, sebagai berikut:

1. Lapangan Sparta Tikala: Suleman Awad, dan imam dipimpin Ali Thalib. 2. Lapngan Kantor Gubernur: Salim Hasan, imam dipimpin Adrianto Suman. 3. Kantor Polda Sulut, khotib Amir Liputo, sementara imam Rikson Hasanati. 4. Lapangan Korem 131/STG. Aswin Kyai Demak, dengan imam Rizali M. Noor.

5. Yonif 712 WT. Teling, khotib Mastur dan imam Damri Sadikin. 6. Lapangan Lantamal VIII: (K/I) Alwin Makaluensenge, 7. SPN Karombasan, khotib Aiptu N.S.Hiola, imam Ganing. 8. Lapangan Kodim 1309, khotib Suyitno Kangiden, dan imam Pinsen Mokodompit. 9. Untuk di lapangan Rutan Malendeng, khotib Abd. Rahman Latukau dan imam, Mustaqim.

10. Lapangan Parkir Mantos, khotib Moh. Idris dan imam Ramli Makatungkang. 11. Lapangan Ketang/Terbar, khotib Endang Syarifudin dan imam Nani Utia. 12. TVRI Sulut, khotib Syarifudin Saafa dan Imam setempat. 13. Terminal Trans Sulawesi: Marjan Masoara / Riton Nusi. 14. RSUP Kandouw : Ismet Buham / Amran Baluntu. 15. Kiban 712 WT Paniki Bawah: Abdul Hamid / Heriyanto Ismail. 16. Bandara Samrat : Yasir Bachmid / Nurdin Padu. 17. Lapas Tuminting: Abdul Kadir Agansi / Rani Masili. 18. Tanah wakaf kalasey: Tb, khotib Jufri Jacob dan imam Herry Iman. 19. Kipan A Tateli, khotib Supriadi dan imam Ahmad Arbie. (PHBI Manado/Iky Tukuboya)

iklan1