Tag: iman karim

Milad ke-72, HMI Cabang Manado Gelar Doa Bersama

Foto bersama usai perayaan Milad HMI (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dalam memperingati Milad Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-72, sejak kelahirannya pada 5 Februari 1947. Organisasi HMI yang diprakarsai oleh Prof Lafran Pane, membuktikan kesetiannya dalam mengawal kemerdekaan Indonesia.

Semakin tua usia membuat semakin matang dalam berdinamika. Terbukti sampai sekarang HMI telah melahirkan kader-kader bangsa. Di usia ke-72 ini sudah sepantasnya kader HMI mampu menunjukan produktifitasnya sebagai organisasi mahasiswa terbesar dan tertua di Indonesia untuk menjawab tantangan zaman di era digital ini.

Hal ini seharusnya dijadikan peluang oleh kader-kader HMI untuk kebangkitan kembali dan menuju masa kejayaan Himpunan Mahasiswa Islam. Berbeda dengan tahun-tahun kemarin, milad HMI ke-72 kali ini diperingati dengan doa bersama untuk para korban bencana alam di Kota Manado. Acara milad ini dihadiri oleh sepuluh Komisariat dibawah naungan HMI Cabang Manado, yang dilaksanakan di Masjid Ulil Albab, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Selasa (5/2/2018) kemarin.

Suasana doa bersama (FOTO Suluttoday.com)

Ketua umum HMI Cabang Manado Iman Karim yang juga salah satu lulusan Pascasarjana Unsrat, menyampaikan beberapa hal untuk seluruh kader HMI Cabang Manado. Kegiatan yang diselimuti kesederhanaan ini merupakan refleksi dari sejarah HMI itu berdiri.

”HMI lahir diruang yang sederhana yaitu ruang kelas mata kuliah pada kala itu diruang kelas tafsir dengan dosen Husein Yahya. Dari sini kita mampu melihat bahwasanya HMI itu sangat biasa dengan sebuah proses kesederahanaan. Dan juga HMI hadir untuk menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi masyarakat,” ujar Iman Karim.

Ditambahkannya, sebagaimana sejarah mengukir proses perjuangan HMI dan sumbangsinya terhadap masyarakat Indonesia.

”Hal itu dapat dilihat dari pernyataan Jendral Sudirman. HMI merupakan Harapan Masyarakat Indonesia, sebagaimana HMI berada di gardah terdepan dalam memperjuangan hak masyarakat Indonesia,” ucapya.

Met milad HMI (FOTO Suluttoday.com)

Dan hari ini sama dengan 72 tahun yang lalu, HMI masih konsisten dengan semangat para pendiri HMI. Dilihat dari kesederhanaan memperingati Milad HMI pada khususnya Cabang Manado dan sekaligus mendoakan masyarakat Kota Manado yang pada jumat lalu terkena musibah bencana banjir dan telah memakan korban jiwa.

”Berbeda dengan cabang-cabang yang lain serta pengurus PB HMI yang menyelenggarakan milad hmi diruang yang megah. Hmi Cabang Manado juga bisa menyelenggarakan kegiatan di tempat yang megah dilihat dari posisi strategis dari para alumni HMI. Tetapi itu bukanlah substansi kita memperingati Milad HMI. Sebagaimana dalam momentum ini kita mampu menjiwai semangat dari para founding himpunan ini,” tutup Ketua Umum Cabang Manado. (*/Redaksi)

HMI Cabang Manado: Ketum Saddam, Klarifikasi Atau Mundur dari Jabatan

Iman Karim (FOTO Suluttoday.com)

BOGOR, Suluttoday.com – Menyikapi dinamika di internal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) yang menuai perhatian publik membuat Ketua Umum HMI Cabang Manado, Iman Karim angkat bicara. Rabu (19/12/2018) Iman sapaan akrab jebolan Pascasarjana Unsrat Manado ini PB HMI harus menghentikan ‘teka-teki’ soal riang tersebut.

”Ayo kita lihat kebelakang, sudah 72 tahun yang lalu tepatnya 5 Februari 1947 organisasi Himpunan Mahasiswa Islam lahir, yang sampai saat ini turun memberi kontribusi positif terhadap rakyat dan Negara Republik Indonesia. Hal itu tergambarkan jelas dalam tujuan berdirinya HMI yakni untuk integrasi Ke-indonesiaan dan Ke-islaman yang merupakan nafas HMI,” ujar Iman.

Ditambahkannya lagi, dengan gambaran tujuan dan ideologi Himpunan mahasiswa Islam ini, maka setiap kader wajib menjujung tinggi nilai-nilai kebenaran dan mengikuti Syariat Islam tentang Hak dan yang batil. Sebagaimana hal ini insya Allah menjadi cikal bakal dari terwujudnya masyarakat adil makmur yang di ridohi Allah SWT. Ironisnya, kata Iman PB HMI akhir-akhir ini diterpa isu yang berdampak buruk terhadap eksistensi HMI di tanah air.

”Melihat kondisi hari ini yang terjadi dalam kepengurusan PB HMI, isu yang kemudian muncul ke permukaan tentang Saudara Respiratori Saddam Al Jihad sebagai Ketua Umum PB HMI seakan jauh dari nilai-nilai yang di tempah dalam himpunan mahasiswa Islam ini. Situasi itu membuat keresahan di tingkatan PB sampai ke Cabang-cabang yang ada di seluruh Indonesia,” tegas Iman yang berharap isu tersebut segera direspon secara serius.

HMI Cabang Manado, lanjutnya, meminta Respiratori Saddam Al Jihad untuk secepatnya mengklarifikasi isu-isu yang beredar. Karena diamnya Saddam selama ini tidak menyelesaikan masalah, jika kemudian isu yang terhembus itu benar adanya, pihaknya meminta Saddam melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum PB HMI.

”Bila benar isu yang berkembang kami meminta Saudara Respiratori Saddam Al Jihad selaku Ketua Umum PB HMI agar mundur dari jabatannya secara terhormat. Pilihannya hanya itu, memberi klarifikasi secara terang-benderang ke publik ataukah melepaskan jabatan Ketum secara baik-baik. Ini semua demi menjaga marwah organisasi sebagaimana sejarah telah mencatat perjuangan dan sumbangsi HMI kepada ummat dan bangsa,” papar Iman pada Suluttoday.com. (*/Redaksi)

Refleksi Sumpah Pemuda, HMI Cabang Manado Kupas TOLERANSI

Berlangsungnya dialog Refleksi Sumpah Pemuda tahun 2018 (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Ikut terlibat aktif dalam siklus pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), membuat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) selalu menjaga nafas pergerakannya yang independen. HMI sebagaimana semangat awal pendiriannya 5 Februari 1947 yakni dengan mengusung semangat keislaman dan keindonesiaan, terus menjaga marwahnya.

Kamis (1/11/2018) HMI Cabang Manado, dalam momentum perayaan Sumpah Pemuda ke-90 bertempat di Kantor Walikota Manado menggelar Refleksi Sumpah Pemuda dengan membahas tema: Pemuda Toleransi. Dialog itu menghadirkan Narasumber diantaranya; Rahmat Adam Korps Alumni HMI, Idam Malewa Korps Alumni HMI sekaligus Wadir Manado Post Group dan Amas Mahmud Korps alumni HMI yang juga Sekretaris DPD KNPI Manado.

Menurut Rahmat tantangan generasi muda hari ini ialah bagaimana bersaing meningkatkan kualitas diri dengan tidak gagap secara teknologi, meneguhkan karakternya sebagai pemuda idealis, serta sejumlah pikiran-pikiran membangun lainnya untuk kiat menghidupkan pergerakan pemuda. Sementara itu, Idam menjelaskan bahwa Toleransi yaitu sesuatu yang sunnatullah, itu sebabnya gagasan tentang Toleransi harus menjadi entitas yang kuat dalam mengokohkan NKRI, Toleransi pun dikatakannya memerlukan harmonisasi dalam penerapannya.

”Toleransi adalah sunnatullah. Toleransi adalah keteraturan kosmos kata phytagoras dalam kosmos, C Sagan. Atau lebih dalamnya Toleransi adalah keseimbangan relasi antara mayoritas dengan minoritas. Toleransi ibarat dua lempengan bumi yg saling bertaut, mengikat dan menjaga. Jika dua lempeng itu menjauh dan bergerak tidak harmoni maka itulah tsunami intoleransi. Salah satu cara merawat toleransi atau harmonitik adalah dialog dialog dialog dan jgn overdoktrinasi,” ujar Idam juga Ketum HMI Cabang Manado periode 2003-2005 ini.

Narasumber saat memulai dialog kepemudaan (FOTO Suluttoday.com)

Dari perspektif menjaga Toleransi Amas menilai banyak narasi-narasi pembangunan di Indonesia mulai terdominasi kepentingan politik praktis, itu sebabnya Toleransi yang harus dipelihara menjadi barang yang dipertentangkan. Menjaga Toleransi adalah kewajiban, seperti manusia merawat dirinya sendiri.

”Tema Toleransi sebetulnya tidak hanya final, tapi sudah finish. Dalam konteks narasi, Toleransi selalu relevan dibicarakan, ia harus dikuatkan, diikat. Selain itu, Toleransi adalah milik semua agama, ia icon yang mengintegrasikan kita, kita rukun bersamanya, Toleransi menjadi problematik karena realitas sosial sering kali membenturkannya, ada saja kesenjangan antara narasi Toleransi dengan aktualisasi dilapangan. Apalagi perspektif Toleransinya telah ditarik, disandera, disabotase dalam ruang sempit kepentingan politik,” tutur Amas sambil menambahkan kecurigaan dan tuduhan intoleransi tak etis bila dialamatkan pada kelompok agama tertentu.

Ketum HMI Cabang Manado, Iman Karim ketika memberikan pandangannya tentang Pemuda Toleransi (FOTO Suluttoday.com)

Bahkan menurutnya sering lai melenceng perdebatan, dan menyeruak berubah menjadi konflik verbal hingga konflik fisik. Diakuinya, ada sebagian rakyat yang merasa paling Toleran dan menuduh serius orang atau kelompok lain yang intoleran. Diskusi itu juga mengakui bahwa masih ada kelompok yang masih belum Toleran di Indonesia, namun tidak harus didramatisir berlebihan yang berkonsekuansi merusak persatuan Indonesia.

Foto bersama narasumber, Ketum HMI Manado dan perwakilan undangan (FOTO Suluttoday.com)

Tugas elemen Rakyat ialah mendekati memberi edukasi, merangkul, dan ‘menyelamatkan’, bukan memusuhi secara frontal kelompok intoleran, karena targetnya mencari solusi bukan menambah-nambah masalah. Kemudian, diskusi juga berkembang disampaikan sejumlah perwakilan pengurus organisasi Cipayung yang hadir, seperti GMKI Manado, PMII Manado dan juga penyampaian dari Ketua Umum HMI Cabang Manado, Iman Karim. Berbagai gugatan terhadap gerakan pemuda yang dinilai lemas, kurang greget, terungkap dalam pandangan-pandangan serta pertanyaan para peserta dialog. (*/Redaksi)

Sah, Pengurus LKMI HMI Cabang Manado Dilantik

Sesi foto bersama pengurus LKMI dan para senior HMI Cabang Manado (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pelantikan pengurus Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Kedokteran Cabang Manado HMI Cabang Manado, Sabtu (8/9/2018), menggelar pelantikan ​di aula Akademi Gizi Bapelkes Kemenkes Manado.

Dengan mengusung tema: “Regenerasi Intelektual Muda Untuk Masa Depan Roda Organisasi”, pelantikan LKMI HMI Cabang Manado ini berjalan lancar dan juga dihadiri KAHMI Manado, Forhati Manado, beberapa para senior HMI Cabang Manado, senior HMI Komisariat Kedokteran, dan juga hadir langsung Ketua Umum HMI Cabang Manado Iman Karim, SH.

Bersama jajaran pengurus HMI Cabang Manado, Iman pun didampingi para Ketua Komisariat HMI se-Cabang Manado. Untuk diketahui pelantikan ini juga dirangkaikan acara Diskusi Imunisasi Campak dan Rubella yang dilaksanakan oleh UNICEF bekerjasama dengan LKMI-HMI Cabang Manado, diskusi ini dilakukan sebelum pelantikan dengan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara dan Ketua MUI Sulawesi Utara dengan Moderator yaitu Konsultan UNICEF dr. Khalik Malik, MKM.

Semangat kebersamaan kader Ijo Itam usai dilantik (FOTO Suluttoday.com)

Pada pelantikan tersebut Direktur LKMI-HMI Cabang Manado demisioner, Muh Rifki mengucapkan terimakasih kepada kawan-kawan sepengurusan selama menjadi pengurus telah bekerja semaksimal mungkin sehingga program kerja selama setahun terselenggara dengan baik.

“Harapan saya kepada pengurus tahun 2018-2019 bisa belajar dari pengurus sebelumnnya dalam melakukan kegiatan, agar kegiatannya lebih baik lagi dari pada sebelumnya, dan. saya juga berpesan kepada kepengurusan kedepannya agar konsisten dan solid dalam menjalankan program kerja yang di susun selama setahun kedepan agar lembaga dan himpunan ini dapat menjadi lebih baik lagi,” ujar kanda Rifki.

Pengurus LKMI HMI Cabang Manado (FOTO Suluttoday.com)

Selain itu, Aditya Latjengke yang notabenenya sebagai Ketua Komisariat Fakultas Kedokteran Unsrat Manado juga memberikan kata sambutan dalam acara pelantikan. Ia mengatakan dengan tegas akan membawa dan mengayomi komisariat lebih baik lagi, banyak persoalan yang akan dihadapinya.

“Saya menginginkan kekompakkan kawan-kawan pengurus dalam menjaga amanah ini bersama,” kata Adit.

Tak hanya itu, Ketua Umum HMI Cabang Manado Iman Karim menyampaikan bahwa di HMI bukanlah hanya masuk di HMI, tetapi kader HMI harus mampu mengamalkan Nilai-Nilai Islam yang sesuai dengan alquran dan Hadist.

“Melaui proses kepengurusan ini agar mampu memberikan asumsi yang baik baik pengurus dan Anggota Hmi Komisariat Kedokteran begitupun di LKMI HMI Cab Manado. Dengan ajaran Nilai-Nilai Islam berdasarkan alquran dan Hadist,” tutur Iman. (*/Redaksi)

HMI Cabang Manado Galang Dana untuk Korban Bencana di Lombok

Pengurus HMI Cabang Manado saat menggalang dana (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) Cabang Manado dan Himpunan Mahasiawa Islam (HMI) Cababang Manado Komisariat Kedokteran, ikut memberi perhatian untuk para korban gempa bencana alam di Lombong.

Mereka menggalang bantuan bagi korban Gempa Bumi Lombok NTB, LKMI dan HMI Cabang Manado Komisariat kedokteran menggelar penggalanan dana untuk membantu meringankan beban Korban Gempa Bumi Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan ini berlangsung dilakukan di depan Manado Town Square 1 (Mantos 1), Jumat (9/8/2018), mulai pukul 16.00 wita – 18.00 wita. Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Manado Komisariat Kedokteran sekaligus koordinator aksi Aditya Latjengke mengatakan, penggalangan dana dilakukan untuk membantu saudara-saudara yang terkena musibah gempa bumi di wilayah Lombok.

”Kami selaku kader HMI komisariat kedokteran yg terdiri dari Mahasiswa Kedokteran umum, kedokteran gigi, kesehatan masyarakat dan keperawatan merasa harus turut andil untuk membantu saudara-saudara yang ada di daerah Lombok,” ujar Aditaya Latjengke.

Serba-serbi penggalangan dana HMI Cabang Manado (FOTO Suluttoday.com)

Lebih lanjut, Aditya Latjengke menjelaskan, setelah dana terkumpul melalui kegiatan ini, selanjutnya akan diberikan ke korban gempa bumi lombok uang tunai yang kami dapatkan sesuai rencana akan disalurkan kepada para korban bencana gempa bumi di Lombok guna membantu meringankan beban mereka, tambah Aditya.

Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, dapat mengetuk hati para dermawan yang merasa prihatin terhadap warga yang terkena musibah gempa bumi. Sehingga tergerak hatinya untuk peduli dan membantu sesama. Dengan demikian, dapat meringankan sedikit beban dari para korban bencana alam ini. (*/Redaksi)

iklan1