Tag: IMIPA sulut

Lakukan Pertemuan, Mahasiswa Papua Bakal Rekonsiliasi bersama Warga Tataaran

Mahasiswa Papua Sulut saat menyanyikan lagu untuk Almarhum Petius Tabuni (Foto Suluttoday.Com)

Mahasiswa Papua Sulut saat menyanyikan lagu untuk Almarhum Petius Tabuni (Foto Suluttoday.Com)

MANADO – Relatif lama penyelesaian perdamaian (rekonsiliasi) atas ‘pertikaian’ antara mahasiswa Papua di Sulawesi Utara (Sulut) dengan warga Tataaran Kabupaten Minahasa. Pada Selasa( 13/1/2015) siang tadi, sekitar pukul 14.10 Wita bertempat di Asrama Mahasiswa Papua Cendrawasi V Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado telah dilaksakan pertemuan antara Pemerintah Papua dan Papua Barat yang di wakili oleh Asisten I Gubernur Papua Bapak Doren Wakerwa.

Pertemuan tersebut difasilitasi mahasiswa papua yang ada di Kota Manado, sekedar diketahui tujuan pertemuan ini tidak lain adalah untuk rekonsiliasi perdamaian antara mahasiswa Papua dan masyarakat Tataaran, yang dihadiri sekitar 150 orang perwakilan mahasiswa Papua yang ada Manado.

Terlihat hadir dalam acara tersebut antara lain, Kepala Badan Kesbang Pol Provinsi Papua, Musa, Camat Tondano Selatan, Robert RatulangI, Pendeta Thomas Wenda, Ketua Umum IMIPA Sulut, Yemto Tabo, Wakil Ketua IMIPA Sulut, Dani Rumbiak, pengurus IMIPA lainnya, Permenas wolom, bersama para ketua-ketua rukun mahasiswa Mahasiswa Papua.

Dalam pertemuan tersebut membicarakan hal-hal sebagai berikut -Akan diadakan Rekonsiliasi dan perdamaian pada hari rabu tgl 14 jan 2015. Rencana akan dilakasanakan Natal bersama antar Provinsi Sulut dengan Provinsi Papua dan Papua Barat pada malam harinya. Penyerahan dana sebesar Rp.150 juta unk persiapan giat tersebut yg diterima oleh ketua IMIPA Sulut. Penyerahan sumbangan sebesar 20 juta unk kecamatan Tondano selatan yg di terima oleh Bpk. Camat sendiri untuk membantu dalam persiapan sarana dan prasarana tempat lokasi kegiatan. (**/Isnain Umasangaji)

Ini Tuntutan Perdamaian IMIPA Sulut Kepada Gubernur Sarundajang

Yemto Tabo dan Fentom O. Salossa (bersama pengurus IMIPA Sulut (Foto Suluttoday.Com)

Yemto Tabo dan Fentom O. Salossa (bersama pengurus IMIPA Sulut (Foto Suluttoday.Com)

MANADOIkatan Mahasiswa Indonesia Papua (IMIPA) di Sulawesi Utara (Sulut), Senin (27/10/2014) menggelar jumpa pers bersama kalangan wartawan di Kota Manado. Pertemuan yang bertempat di Asrama Papua Cenderawasi V Manado, jalan Sulawesi Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang yang dihadiri langsung Ketua Umum IMIPA, Yemto Tabo dan Sekretaris Umum IMIPA Sulut, Fentom O. Salossa.

Pengurus IMIPA bersama seluruh keluarga besar IMIPA Sulut, beberapa catatan penting yang disampaikan IMIPA Sulut melalui rilisanya, diantaranya:

Pertama: Kepada Gubernur Sulawesi Utara untuk menghadirkan orang tua kami, yakni Gubernur Papua dan Papua Barat ditanah ini.

Kedua: Kepada Bapak Kapolda Sulawesi Utara untuk segera dan secepatnya mengungkap pelaku pembunuhan secara tidak bermartabat terhadap Almarhum, Petius Tabuni selambat-lambatnya satu minggu.

Ketiga: Acara proses penandatanganan kesepakatan perjanjian damai antara masyarakat Tataaran Kecamatan Tondano Selatan dan mahasiswa asal Papua pada tanggal 23 Oktober 2014 belum sempurna, bersifat sepihak dan sangat memaksa.

Mahasiswa Papua Sulut saat menyanyikan lagu untuk Almarhum Petius Tabuni (Foto Suluttoday.Com)

Mahasiswa Papua Sulut saat menyanyikan lagu untuk Almarhum Petius Tabuni (Foto Suluttoday.Com)

Keempat: Kami sudah menarik seluruh mahasiswa asal Papua yang berstudi dan berdomisili di Tondano, Tomohon, Kairagi, Poli ke Manado diatas Cenderawasi V Manado.

Kelima: Kami mahasiswa Papua yang berstudi di Sulawesi Utara baik negeri/swasta tidak ada melaksanakan aktivitas perkuliahan selama tuntutan kami belum terpenuhi.

Keenam: Jika point satu, dua, tiga, empat dan lima belum dilaksanakan, maka point keenam dalam pernyataan sikap tentang eksodus atau pulang secara bersar-besaran ke tanah suci di bumi Cenderawasi tetap berlaku dan dengan catatan warga Minahasa di seluruh dataran tanah Papua harus pulang.

”Demikian pernyataan sikap IMIPA Sulut, dengan tulus dan mulia oleh Bangsa Papua dan Papua Barat diatas tanah injil dan seribu Gereja. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih,” kata Permenas Wolom, selaku Korlap. (Amas Mahmud)

iklan1