Tag: imm sulut

Resmi KPU Manado Tetapkan DCT Bagi Caleg DPRD Pemilu 2019

Surat Keputusan KPU Kota Manado (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tepatnya, Kamis (20/9/2018) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado menetapkan Daftar Calon Tetap (DCT) untuk Pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado tahun 2019. Keputusan KPU Manado dengan Nomor: 16/PL.01.4-Kpt/7171/KPU-Kota/IX/2018, resmi ditandatangani Ketua KPU Kota Manado Sunday D.A Rompas dan dibubuhi cap.

Ketua KPU Manado bersama Kasubag Teknis dalam suatu kegiatan (FOTO Ist)

Isi keputusan tersebut tak lain tentang Penetapan Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kota Manado dalam Pemilu 2019, Kamis (20/9/2018). SK terkait DCT untuk DPRD Manado dapat diklik disini keputusan KPU Manado. Dimana untuk Kota Manado terdapat 5 Daerah Pemilihan (Dapil), sebagai berikut (silahkan diklik):

  1. Dapil Satu (Tikala-Paal Dua)
  2. Dapil Dua (Wenang-Wanea)
  3. Dapil Tiga (Sario-Malalayang)
  4. Dapil Empat (Tuminting-Bunaken-Bunaken Kepulauan)
  5. Dapil Lima (Singil-Mapanget)

Ketua KPU Manado melalui Divisi Teknis dan Parmas, Moch Syahrul HS saat diwawancarai media ini menyampaikan pentingnya hasil keputusan tersebut dijalankan partai politik. Selain itu, kata Arul sapaan akrab Syahrul keputusan tersebut ditempuh sesuai mekanisme yang berlaku.

Giat KPU Kota Manado belum lama ini (FOTO Suluttoday.com)

”Pleno sudah dilakukan, secara institusional KPU Kota Manado juga telah mengeluarkan keputusan DCT untuk calon anggota DPRD Kota Manado dalam Pemilu 2019. Kami mengajak agar kita semua mematuhi ketentuan yang berlaku, dimana keputusan KPU telah sesuai mekanisme,” ujar Arul yang juga mantan Ketua Umum Wilayah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Utara ini. (*/Adve)

Pertegas Peran Pemuda, KNPI dan IMM Sulut Gagas Dialog Jelang Bukber

Sekretaris Umum DPD KNPI Sulut ketika menyampaikan sambutan (Foto Ist)

Sekretaris Umum DPD KNPI Sulut ketika menyampaikan sambutan (Foto Ist)

MANADO – Dengan mengusung tema: ‘Mempertegas Peran Pemuda Dalam Mengawal Nilai-Nilai Kebangsaan’, pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Utara dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulut, Jumat (1/7/2016) sore tadi menggelar Dialog Pemuda sekaligus dirangkaikan dengan Buka Puasa Bersama (Bukber) di Sekretariat KNPI Sulut.

Dialog kali ini menghadirkan Delmus Puneri Salim, Ph.D (dosen IAIN Manado) dan Adlan Riyan Habibie, S.HI, (Ketua IMM Sulut) masing-masing sebagai narasumber. Mewakili Ketua DPD KNPI Sulut, Jackson Andre William Kumaat, SE,SH, Sekretaris Umum KNPI Sulut, Iswadi Amali, S.IP menyampaikan perihal target kegiatan yang dilaksanakan tersebut.

Para peserta dialog pemuda saat berinteraksi (Foto Ist)

Para peserta dialog pemuda saat berinteraksi (Foto Ist)

”Terima kasih atas pertisipasi teman-teman pengurus KNPI Sulut dan IMM Sulut, bersama pengurus OKP lainnya, yang telah hadir dalam kegiatan Dialog Pemuda, sekaligus buka puasa bersama kali ini. Tentu, selaku pengurus DPD KNPI Sulut kami berharap semua rangkaian kegiatan Dialog dan buka puasa bersama yang dilakukan rutin ini berjalan sukses, serta membawa manfaat positif bagi kita semua. Tidak hanya berhenti disini, KNPI Sulut akan melaksanakan kegiatan serupa pada Minggu mendatang, ini diharapkan berdampak meluas. Perlu diketahui, agenda tersebut merupakan program kami selama bulan Ramadhan dengan OKP di Sulut,” ujar Iswadi alumnus FISPOL Unsrat Manado ini. (*/Amas)

Riyan Habibie: IMM Sulut Tidak Mendukung Kandidat Kepala Daerah Tertentu

Adlan Ryan Habibie (Foto Ist)

Adlan Ryan Habibie (Foto Ist)

MANADO – Tinggal menghitung hari pelaksanaan pencoblosan calon Kepala Daerah dalam Pilkada serentak 2015 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan dilaksanakan. Kian dekat hari mencoblosan, tensi politik di daerah nyiur melambay yang dikenal rukun ini mulai terasa ada gesekan, terutama gesekan pendapat yang diakibatkan karena berbeda pilihan politik.

Menanggapi pernyataan dukungan dari salah satu pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulawesi Utara, terhadap pasangan calon Gubernur Sulut Nomor Urut 3, Ketua IMM Sulut langsung angkat bicara. Menurut Adlan Riyan Habibie, Ketua IMM Sulut sejauh ini IMM Sulut belum pernah melakukan rapat yang menghasilkan adanya dukungan tersebut.

“Tidak benar ada dukung-mendukung dari IMM Sulut terhadap salah satu calon Gubernur Sulut. Harus diketahui kami belum melakukan rapat untuk hal semacam itu, biasanya keputusan resmi organisasi ditentukan melalui rapat. Nah, IMM Sulut hanya berkewajiban mengawal proses demokrasi yang berkualitas, dan melakukan edukasi pada para pemilih. Kami mengajak masyarakat menyukseskan Pilkada damai, dan cerdas memilih pemimpin, pilih pemimpin yang berintegriatas, ” ujar Riyan yang juga jebolan IAIN Manado ini pada Suluttoday.com, Selasa (1/12/2015).

Ditambahkannya lagi bahwa IMM sebagai organisasi berbasis ke-Islaman tidak memaknai proses pemilihan Kepala Daerah seperti adanya pemilihan pimpinan agama. Dirinya mengakui kalau praktek demokrasi tidak monoton melihat dan tertarik pada aspek keagamaan yang cenderung dalam politik bersifat identitas simbolik.

“Kami IMM mendorong masyarakat agar menjadi pemilih yang mengedepankan rasionalitas, bukan atas sentimen agama. Proses demokrasi di Sulut kami harapkan berjalan dengan aman, damai dan tidak dicederai dengan parktek-praktek kecurangan. Di Sulut saat bukanlah pemilihan pemimpin agama, tapi pemimpin daerah yang memiliki relevansi bahwa syarat pemimpin lebih bersifat universal, jangan kemudian masyarakat diajarkan memilih pemimpin daerah berdasarkan pertimbangan karena satu agama, ini keliru sepertinya. Jangan sekali-kali kita menyeret agama dalam belantara politik,” ujar Riyan menutup. (Amas)

Tanwir IMM Se-Indonesia Para Tokoh Nasional Bakal Hadir di Manado

Rahmat Ukoli, Sekretaris DPD IMM Sulut (Foto Ist)

Rahmatullah Ukoli, Sekretaris DPD IMM Sulut (Foto Ist)

MANADO – Pelaksanaan agenda yang bertaraf Nasional bakal digelar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Kota Manado, selaku Sekretaris IMM Sulawesi Utara (Sulut), Rahmatullah Ukoli mengatakan bahwa selaku tuan rumah pelaksanaan Tanwir pihaknya telah siap menyukseskan kegiatan ini.

”Insya Allah kegiatan Tanwir se-Indonesia IMM ini berlangsung sukses, rencananya pelaksanaannya tanggal 28-31 Oktober 2015 dan Manado akan menjadi tuan rumah. Kami panitia sedang mematangkan kegiatan ini, berbagai hal yang menyangkut dengan menyukseskan kegiatan ini kami persiapkan,” ujar Rahmat pada Suluttoday.com)

Kegiatan pembukaan Tanwir yang akan dilaksanakan di Graha Gubernuran Sulut itu akan dihadiri sejumlah pengurus DPD IMM se-Indonesia, tak hanya itu Rahmat juga mengatakan bahwa panitia akan menghadirkan beberapa tokoh Nasional sebagai pembicara dalam kegiatan ini.

”Sekitar 34 DPD IMM se-Indonesia akan hadir dalam Tanwir kali ini, iya dan ketua panitianya Bambang Hermawan mantan Ketua DPD IMM Sulut yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kota Manado. Nah, yang akan datang selaku pemateri adalah Pak Zulkifli Hasan, Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, mantan Ketua DPR RI, Hari Tanoe Ketua Perindo, Haedar Naser Ketua PP Muhammadiyah dan kami sedang melobi Pak SBY mantan Presiden untuk hadir juga. Semoga kegiatan ini berlangsung sukses,” tutur Rahmat sapaan akrab Ukoli yang juga panitia pelaksanaan Tanwir tersebut. (Amas)

JPPR, KIPP dan Yayasan PEKA Bentuk Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pilkada Sulut

Baharudin Pitajaly dan Sahrul Setiawan saat melakukan konfrensi pers (Foto Suluttoday.com)

Baharudin Pitajaly dan Sahrul Setiawan saat melakukan konfrensi pers (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Bertujuan mewujudkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang benar-benar demokratis dan jauh dari kecurangan, Sabtu (19/9/2015), bertempat di Hotel Rock Rand Manado, pengurus Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sulawesi Utara (Sulut, Komite Independen Pemantau Pemilu Sulut dan Yayasan Pelita Kasih Abadi (PEKA) Sulut membentuk Koalisi Masyarakat Sipil Kawal Pilkada di Sulawesi Utara.

Sebagaimana penyampaian Baharudin Pitajaly, Ketua KIPP Sulut dalam konfrensi pers mengatakan perlunya Koalisi ini dibentuk dalam rangka menjaga dan mengawal proses Pilkada di Sulut agar tidak keluar dari aturan main yang ditetapkan. Menurutnya, fenomena Pilkada di Sulut juga menjadi perhatian ditingkat Nasional, terutama soal penetapan calon kepala daerah yang mantan Narapidana (Napi).

”Kami menilai proses demokrasi dalam Pilkada di Sulut ini perlu diawasi, hal tersebut dilakukan dengan melakukan pengawalan sektra karena untuk mewujudkan hasil Pilkada yang berkualitas itu bukan hanya tanggung jawab yang diletakkan pada penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu). Baik dari aspek penetapan DPT, seleksi pasangan calon kepala daerah, hingga praktek politik uang yang harus dicegah, hal itu merusak tatanan demokrasi kita. Termasuk contoh kasusnya penetapan KPU Provinsi tidak meloloskan Elly Lasut-David Bobihoe calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut karena mantan Napi, sementara Imba-Boby Daud di selaku calon Wali Kota da Wakil Wali Kota Manado diloloskan KPU Kota Manado. Perbedaan putusan ini juga menjadi bagian yang kami akan kaji tentunya,” ujar Bahar yang juga mantan pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Manado ini.

Tak hanya itu, soal pengawasan proporsional dan mendorong adanya trasparansi dalam Pilkada juga ditegaskan Sahrul Setiawan, Ketua JPPR Sulut, Arul sapaan akrab mantan Ketua Wilayah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulut ini menilai bahwa Koalisi Masyarakat iniĀ  memiliki sejumlah tugas penting dalam melakukan pendidikan politik pada masyarakat. Adanya praktek politik yang ‘berlawanan’ dengan aturan main Pilkada perlu dikaji secara baik dalam rangka mewujudkan pemimpin yang demokratis.

”Tugas utama dari Koalisi Masyarakat yang didalamnya tergabung JPPR, KIIP dan Yayasan PEKA Sulut itu tidak lain adalah bagaimana melakukan pemantauan terhadap proses politik yang idelan, bagaimana kita kemudian melakukan juga pendidikan politik pada masyarakat. Jika masyarakat cerdas dan tau memilih pemimpin yang baik, tanpa ada intervensi politik atau money politic maka pemimpin yang terlahir di Sulut maupun di Manado kedepan adalah yang benar-benar terseleksi karena prosedur demokrasi yang tepat. Inilah yang akan kami lakukan, memang sejauh ini sudah ada data yang akan kami dalami dari laporan masyarakat untuk diproses lanjut, kita juga akan bersinergi penyelenggara Pemilu di Sulut sesuai porsi dan tugas kami,” kata Arul dihadapan sejumlah wartawan.

Terlihat yang ikut hadir dalam acara tersebut Direktur Yayasan PEKA Sulut, Sonny, dan beberapa aktivis pro demokrasi. Bedasarkan informasi, Koalisi Masyarakat ini akan turun kesemua daerah di Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Utara yang menggelar hajatan Pilkada. Bahkan juga menginvestigasi lebih jauh kasus E2L-David Bobihoe dan posisi Imba-Bobi Daud. (Amas Mahmud)

iklan1