Tag: ivan sarundajang

Jacko Kembali Jadi Pemenang, Ini Hasil Survey Tribun Manado

GSVL dan Jacko terlihat mesra (Foto Suluttoday.com)

GSVL dan Jacko terlihat mesra (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Setela Indoresearch Public Care (IPC)  mempublikan hasil surveynya tentang nama-nama peluang menang calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Manado yang memunculkan Jackson Kumaat sebagai ‘pemenang’ kegita dalam survey yang dilakukan tersebut. Dari sejumlah nama, Jacko sapaan akrab Ketua KNPI Sulawesi Utara itu mendapat posisi yang cukup diperhitungkan.

Senin (23/3/2015), nama Jackson Kumaat juga muncul dalam survey yang dilakukan Tribun Manado (Kompas Grup), merilis hasil survey dimana Kumaat berada diurutan ketiga dari 25 nama yang disurvey oleh Tribun sejak Januari sampai Maret 2015. Survey ini sendiri melibatkan 1.512 koresponden dari 11 kecamatan yang ada di Manado. Survey ini cukup dibilang bergengsi karena menjaring 25 nama calon Walikota Manado yang akan bertarung pada desember 2015 nanti.

Untuk diketahui, dari 25 nama tersebut Jackson Kumaat menempati urutan tiga setelah Wali Kota GS Vicky Lumentut dan Wawali Harley Mangindaan. Calon Wali Kota Manado 2010 tersebut mengalahkan nama-nama lain seperti Hanny J. Pajouw, Teddy Kumaat, Ivan Sarundajang, Tonny Supit dan Wempie Frederik.

Hal ini membuktikan rakyat Manado masih rindu dengan sosok pembaharu seperti Jackson Kumaat yang pasca Pilwako 2010 lalu tidak pernah berhenti bergerak dengan berbagai program baik melalui KNPI, PSSI ataupun lewat berbagai kegiatan yang diprakarsainya. (Amas Mahmud)

Lantik Pengurus Orda Sulut, IvanSa (Juga) Ingatkan Kode Etik

Ivansa saat melantik pengurus Orda Sulut (Foto Ist)

Ivansa saat melantik pengurus Orda Sulut (Foto Ist)

MANADO – Ketua Orari Daerah (Orda) Sulut, Ivan Sarundajang (IvanSa) mengangkat dan melantik pengurus lengkap Orda Sulut periode 2015-2020, di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Rabu (18/3/2015). IvanSa dengan callsign YD8SIV mengingatkan pengurus yang dilantik agar menjunjung tinggi aturan dalam berorganisasi dan kode etik sebagai amatir radio.

”Organisasi bisa maju kalau kita sesama pengurus menjunjung tinggi kode etik dan aturan organisasi,” kata IvanSa seraya mengajak seluruh pengurus agar bergandengan tangan memajukan ORARI Sulut.

Sementara Gubernur Sulut dalam sambutannya yang diwakili Kadis Perhubungan dan Infokom Sulut, Joi Oroh mengharapkan ORARI harus tampil sebagai organisasi professional, mandiri dan tangguh. Gubernur juga mengajak ORARI agar berperan memberi kontribusi dalam pembangunan daerah dan masyarakat, terutama bidang informasi dan komunikasi. Acara tersebut turut dihadiri Kepala BNN Sulut kombes Dwiyatno Sumirat.(**/Amas Mahmud)

Diprediksi Menguat, Kursi 01 Manado Peluang Direbut Ivansa

Ivan Sarundajang (Foto Ist)

Ivan Sarundajang (Foto Ist)

MANADO – Dukungan kuat kepada Ivan Sarundajang (IvanSa) untuk maju dalam Pilwako Manado makin mengkristal, hal tersebut sebagaimana disampaikan Arifin Dinggi, Ketua Parmusi Muda Manado. Menurut Arifin warga Kota Manado perlu dipimpin fugur yang benar-benar populis serta dapat diterima semua golongan.

”Tantangan Manado dari waku ke waktu dan dari tiap kepemimpinan beralih pada kepemimpinan selanjutnya diakui beragam, sehingga perlu sosok pemimpin yang mampu membaca kebutuhan masyarakat yang beragam ini secara utuh. Warga Manado berharap pemimpin seperti Ivan Sarundajang yang memang seperti ayahnya, tokoh pluralis, peduli dan pro rakyat,” ungkap Ka Ipin, sapaan aktivis senior ini.

Tambanya lagi bahwa sepak terjang IvanSa yang cukup di kenal luas di Sulawesi Utara, ditambah lagi dengan pengalamannya membuat warga Kota Manado makin optimis jika IvanSa memimpin Manado. ”Sudah pasti rekam jejak Bung IvanSa menjadi kekuatan dan modal utama beliau mendapat dukungan warga Manado. Pengalaman beliau sebagai Wakil Bupati Minahasa juga akan membuat kami masyarakat Manado optimis jika diberikan kesempatan, maka beliau akan melakukan perubahan untuk Manado lebih maju kedepan. Kami juga menilai jika Bung IvanSa maju di Pilwako Manado, pasti posisi 01 Manado akan diraihnya,” ucap Arifin. (Amas Mahmud)

 

GSVL, Ai Mangindaan dan Ivansa Rebut Wali Kota Manado, Siapa yang Unggul?

GS Vicky Lumentut, Harley Mangindaan dan Ivan Sarundajang

GS Vicky Lumentut, Harley Mangindaan dan Ivan Sarundajang

Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Manado yang diperkirakan mulai akhir tahun 2015 ini menjadi segmen penting yang ramai diperhatikan warga Manado. Kali ini redaksi Suluttoday.com ikut memberikan analisis terkait siapa saja figur yang berpeluang memimpin Kota Manado kedepan, berdasarkan hasil kajian redaksi memperoleh kesimpulan jika Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado diramaikan 3 kandidat, diantaranya DR GS Vicky Lumentut (Wali Kota Manado, incumbent), DR Harley AB Mangindaan (Wakil Wali Kota Manado dan anak dari Wakil Ketua MPR RI), serta Ivan Sarundajang (Wakil Bupati Minahasa dan anak dari Gubernur Sulawesi Utara).

Kemungkinan seperti munculnya ‘konflik’ segitiga akan terjadi, kekuatan GSVL sapaan Lumentut tak bisa diabaikan begitu saja karena GSVL terbukti telah melakukan pembangunan di Manado. GSVL memanfaatkan gilirannya selama satu periode menjadi Wali Kota Manado dengan baik untuk melayani warganya, bila ditarik dalam perspektif sosial dapat disebutkan sosok GSVL telah memiliki modal sosial (social capital), sebagai nilai lebih, kata Karl Marx. Jika kompetisi politik diarahkan pada konteks kompetisi konstruktif, pertarungan program para Calon Wali Kota Manado, mengedepankan praktek kampanye politik yang edukatif, humas, tidak melibatkan money politik, dan menghindari pengaruh politik dinasti, maka masyarakat Manado selaku konstituen bakal memilih figur yang programnya benar-benar populis dan tidak kalah pentingnya rakyat akan memilih kandidat Wali Kota Manado yang telah terbukti kerjanya.

Bukan memilih mereka yang hanya menjual janji, menjual program, lantas mengabaikan kepentingan publik. Figur yang memprioritaskan dan menonjolkan kepentingan sepihak akan tergilas atau terselaksi dengan sendirinya oleh pilihan konstituen, apalagi berdasarkan data yang diperoleh, klasifikasi karakteristik pemilih di Kota Manado masih didominasi pemilih rasional (tipe umum pemilih perkotaan). Namun, ada juga basis pemilih floating mass (massa mengambang) yang ketertarikannya lebih pada kepentingan sesaat (vested interest), yakni pemilih pragmatis. Sekedar menambah referensi, sebagaimana pemetaan yang disampaikan DR Firmanzah, dalam bukunya Marketing Politik; Antara Pemahaman dan Realitas (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2008) membedakan klas pemilih atas beberapa bagian, diantaranya pemilih rasional, pemilih tradisional, pemilih kritis, pemilih apatis dan pemilih skeptis. Dari masing-masing pemilih ini memiliki kecenderungan berbeda sesuai kebutuhan serta domainnya.

Selanjutnya, bila dilakukan pemetaan sebagai pengantar awal, peluang Ai Mangindaan sapaan akrab Harley untuk terpilih nantinya pada Pilwako Manado juga terbuka. Ai Mangindaan juga secara pribadi meski baru menjadi Wakil Wali Kota Ai Mangindaan mampu menjaga harmonisasi hubungan dengan sang Wali Kota, menjalankan tugas pengawasan, Ai Mangindaan sering melakukan blusukan, terjun langsung ke masyarakat sehingga tingkat keterkenalan dirinya relatif menjadi perhatian tersendiri bagi calon Wali Kota Manado lainnya dalam kaitannya dengan peluang Ai Mangindaan jika mencalonkan diri sebagai Wali Kota Manado. Hal yang berdampak besar dan menopang kekuatan sosok Ai Mangindaan adalah karena pengaruh sang Ayah E.E. Mangindaan, mantan Gubernur Sulawesi Utara, Mantan Menteri, memiliki posisi strategis dalam jajaran DPP Partai Demokrat, dan saat ini menjadi Wakil Ketua MPR RI, eksistensi Ai Mangindaan secara politik diuntungkan juga dalam posisi tersebut, sehingga banyak kompetitor politik untuk Pilwako Manado tidak sebelah mata memperhitungkan dirinya.

Sekedar menyajikan literatur tentang marketing politik sebagaimana disajikan DR Firmanzah, bahwa M. N. Clemente mendefenisikan marketing politik sebagai pemasaran ide-ide dan opini-opini yang berhubungan dengan isu-isu politik atau isu-isu mengenai kandidat. Secara umum, marketing politik dirancang untuk mempengaruhi suara pemilih di dalam pemilu.

Sementara itu, bagaimana dengan kekuatan Ivansa sapaan akrab Wakil Bupati Minahasa bila nantinya maju dalam Pilwako Manado. Kinerja Ivansa di Manado memang secara riil belum nampak seperti kedua figur diatas, yang didapatkan redaksi, terakhir Ivansa terpilih sebagai Ketua Umum ORARI Sulawesi Utara, rumor politik yang berkembang, Ivansa juga digadang-gadang maju dalam Pilwako Manado dengan dukungan dari bawah. Meski tidak secara fulgar melalui media massa. Ivansa juga diketahui memiliki keunggulan, yakni selain figur muda yang energik, memiliki wawasan yang luas dan punya komitmen kerja, Ivansa diperkuat dengan posisi ayahnya SH Sarundajang yang saat ini menjabat Gubernur Sulawesi Utara pada periode, Pemiba Partai, Ketua umum Asosiasi Ilmuan Politik Indonesia (AIPI). Segudang prestasi yang diraih ayah Ivan tak bisa disepelehkan begitu saja dalam kalkulasi kekuatan Ivansa, jika bertarung dalam Pilwako Manado. Fakta politik semacam ini dipastikan menjadi entitas penting dalam analisis kekuatan bahwa siapa yang nantinya berhasil terpilih dan menang dalam momentum Pilwako Manado nantinya.

Nah, selanjutnya yang ideal dan urgen sebagaimana keinginan kebanyakan masyarakat Kota Manado untuk pemimpin Kota Manado kedepan seperti apa. Apakah dari kalangan pengusaha, birokrat, politisi, budayawan, agamawan, ataukah akademisi? Quo vadis Kota Manado bila pemimpinnya hanya berorientasi memperkaya diri sendiri? Kemudian, jika ditelisik latar belakang ketiga figur diatas, masing-masing memiliki track record jelas dalam posisi keikutsertaan mereka untuk membangun kesejahteraan hidup masyarakat. GSVL yang sebelum menjadi Wali Kota Manado dikenal sebagai birokrat handal, birokrat senior yang begitu profesional dalam menggeluti kerja-kerja birokrasi, terakhir GSVL pernah menjabat Sekretaris Daerah Kota Manado.

Saat ini selain Wali Kota Manadp, GSVL juga menjabat Ketua Umum DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara, dan Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang juga sebagai penggerak serta pendorong agar UU Pilkada memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mengaktualisasikan hak politiknya secara demokratis, APEKSI berhasil mengawal dan mempresure hingga akhirnya wacana Pilkada dipilih DPRD menjadi gagal. Keinginan GSVL agar Pilkada dilakukan secara terbuka, transparan, dan masyarakat bisa memilih calon Kepala Daerah secara langsung akhirnya terealisasi. Boleh jadi karena Vicky Lumentut sependapat dan memahami betul apa yang disampaikan Samuel Huntington pemikir Amerika Serikat yang lulusan doktoralnya diperoleh di Harvard University tentang demokrasi, Huntington menyebutkan demokrasi ada jika para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sebuah sistem dipilih melalui suatu pemilihan umum yang adil, jujur dan berkala dan di dalam sistem itu para calon bebas bersaing untuk memperoleh suara dan hampir seluruh penduduk dewasa dapat memberikan suara.

Sementara itu, Ai Mangindaan dikenal sebagai akademisi yang dalam hal ini menjadi dosen di salah satu Universitas di Sulawesi Utara. Figur muda yang cukup diperhitungkan di Sulawesi Utara, Ai Mangindaan juga kini memimpin organisasi GM FKPPI Provinsi Sulawesi Utara. Begitu pun Ivansa figur yang satu ini mampu menjaga keseimbangan bersama Bupati Minahasa JWS dalam melakukan pembangunan di Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara. Ivansa dikenal sebagai figur muda yang memiliki visi besar dalam hal pembangunan, Ivansa juga merupakan figur yang komunikatif dan memiliki wawasan pluralis seperti ayahnya.

Kemudian dari beragam sumber daya (resource) yang dimiliki ketiga figur ini, siapa yang akan menang dalam pertarungan Pilwako Manado? Sebab politik, seperti yang diistilahkan Anthonio Gramsci tidak lepas dari hegemoni (penguasaan), adanya perebutan pengaruh didalamnya. Belajar pada kenyataan, mereka yang menang dan terpilih sebagai pemimpin publik adalah figur yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan rakyat, mereka yang pernah berbuat, tulus bukan modus, tidak sekedar populer, apalagi hanya memiliki popularitas karena desain atau ‘rekayasa’ lembaga survey, mereka yang benar-benar tau apa yang dikeluhkan masyarakat, mereka yang mampu mengendalikan emosinya, dan menjadi pemimpin yang dicintai semua kalangan, tanpa ada diskriminasi.

 

Catatan : Amas Mahmud

Buka Kegiatan ORARI, Ivan Sarundajang Ingatkan Pentingnya Persatuan

Ivan Sarundajang, Wakil Bupati Minahasa bersama JWS Bupati Minahasa (Foto Ist)

Ivan Sarundajang, Wakil Bupati Minahasa bersama JWS Bupati Minahasa (Foto Ist)

TONDANO – Sebagai wujud partisipasi sosial, Ivan Sarundajang, Wakil Bupati Minahasa membuka pelaksanaan ARDF Mobile Fox Hunting dan Set Up Emergency 2 Meter Band dalam rangka Minahasa Valentine Day Contest ORARI Lokal Minahasa pada Sabtu (14/2/2015) di Lapangan Samrat Tondano.

Wabup Ivansa yang juga Ketua Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Minahasa (YC8SIV) dalam sambutannya mengatakan bahwa eksistensi ORARI sudah diakui Pemerintah dan masyarakat karena telah dikenal sejak tahun 1968, sedangkan di Minahasa sendiri sudah terbentuk sejak1981.

Dikatakan Wabup, dari tahun ke tahun ORARI semakin mapan karena punya semboyan ‘Erat di Udara dan Akrab di Darat’. “Sebagai anggota ORARI marilah kita saling menghargai sehingga terjalin rasa kesatuan dan persatuan melaui Radio Komunikasi dengan operating prosedur yang baik dan benar,” pinta Ivansa.

Kegiatan yang dihadiri oleh Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor sekaligus melepas Peserta Lomba Mobile Fox Hunting, Dandim 1302 diwakili Kapt W Saragih, Asisten II Sekdakab Dr SW Siagian MA (YC8SWS) dan Staf Ahli Bupati Ir Teddy Kamagi (YB8SNX) serta Wakil Ketua ORARI Minahasa Noldy VB Rumajar SE (YB8RN) yang ketiganya sebagai Dewan Juri lomba ini.

Adapun hasil Lomba Minahasa Valentine Day Contest, Juara 1 Franky Manoppo-YC8TJB dari Orlok Manado Selatan, Juara II Lucky Mustapa-YC8RCC dari Orlok Bitung, Juara III Bobby Satryo dari Orlok Manado Utara. Untuk Lomba ARDF Mobile FoX Hunting, Juara 1 Club Station Orda Sulut YB8ZQT pimpinan YB8RUC, Juara II Tangkoko Bitung pimpinan YD8UGW, Juara III oleh 536 pimpinan YB8TN. Sedangkan Lomba Set Up Emergency Service 2 MB, Juara I Tangkoko Bitung pimpinan YD8UCQ, Juara II Grap-Grap pimpinan YB8UFL, Juara III Bohumasi Orda Sulut pimpinan YB8RRC.

Menurut Ketua Panitia Rivai Mamonto-YC8RVM dan Sekretaris Audi Sumanti-YD8TYU, para Juara telah diserahkan hadiah Trophy, Uang Tunai dan Piagam seusai lomba berlangsung pada Sabtu (14/2/2015) malam. (Amas Mahmud)

iklan1