Tag: jailolo halmahera barata

Fasilitas Jalan Rusak, Warga Desa Toniku Demo di Kantor Gubernur Malut

Berada di depan kantor Gubernur Malut massa aksi saat melakukan orasi (Foto Suluttoday.com)

TERNATE – Pembangunan infrastruktur di Provinsi Maluku Utara (Malut) diakui belum sepenuhnya menyentuh di berbagai daerah secara merata, hal itu tidak berbanding lurus dengan janji politik dan pernyataan-pernyataan para politisi saat berkampanye memburu jabatan, baik itu calon Gubernur dan Wakil Gubernur hingga calon Anggota Legislatif (Caleg) ‘dimusim’ kampanye.

Faktanya, Senin (10/7/2017) warga Desa Toniku Kecamatan Jailolo Selatana Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Malut, akhirnya memperlihatkan keprihatinan dan kekecewaan mereka melalui aksi unjukrasa yang dilakukan di Gusale kantor Gubernur Maluku Utara. Massa yang terkumpul kurang lebih ratusan orang tersebut dipimpin Rudi Amir selaku Koordinator Lapangan (Korlap) menyuarakan sejumlah permasalahan yang dirasakan masyarakat Desa Toniku saat ini.

Dalam orasi yang disampaikan sejumlah orator, menyampaikan aspirasi yang intinya meminta pemerintah Provinsi Maluku Utara dibawah kepemimpinan Gubernur KH Abdul Gani Kasuba untuk tidak menutup mata dengan kesulitan yang dihadapi masyarakat, terutama yang berkaitan dengan akses jalan. Massa aksi meminta Gubernur agar menemui mereka dan mengatur skendjul untuk berbincang langsung dengan masyarakat dalam rangka disampaikannya kepentingan mereka.

Massa aksi saat berhadapan dengan Sat Pol PP (Foto Suluttoday.com)

”Kami menyampaikan aspirasi yang ini dilahirkan berdasarkan kenyataan yang kami alami di Desa Toniku. Diantaranya, torang (kami) butuh jalan aspal bukan jalan balobang (berlubang) dengan jalan bapece (berlumpur). Kami juga mendesak agar ada hering terbuka dengan Gubernur maluku utar, masyarakat Toniku berharap media massa mengekspos hal ini agar diketahui publik. Karena jalan Toniku yang rusak parah dan tidak layak lagi digunakan masyarakat karena mengganggu pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Amir dengan teriakannya saat orasi.

Aksi yang terdiri dari masyarakat dan mahasiswa itu membawa spanduk berukuran cukup besar dan berlatar putuh dengan bertuliskan GERAKAN RAKYAT: TONIKU BERSATU (TOBE) ‘TORANG BUTUH JALAN ASPAL BUKAN BALOBANG DAN BAPECE’. (*/Abhy)

iklan1