Tag: jamal rahman

AGAR KANVASMU TERUS BERKISAH

Sony Lengkong (Foto Suluttoday.com)

seperti penyair mewakafkan hari-harinya

melewatkan peluang menulis ribuan larik puisi

demi mekar senyum kekasih

ikhlasmu menghantar kisah ayam jago,

kuda bendi, sapi ban, kabasaran, waruga, dan

bunga-bunga terus abadi meski tanpa kuas

di ujung jemari dan telapak tanganmu

 

aku ingin berlibur di dadamu tiap hari

berenang dalam cekung palet dan sisa cat

membercaki helai-helai rambut ikalmu

di situ mengalir sungai-sungai

masing-masing tak lagi punya nama

 

goresan dan jejakmu kelak memburam

barangkali tersapu deras airmata

sebab gempa tetaplah gempa bisa menimpa

bumi juga hati

 

tidurlah dalam damaiNya di atas segala warna

dan bingkaimu serupa dunia paling senyap

menyimpan remuk pilu kisah lampau para petani

peluh bercampur keriangan musim panen

lenyap ditelan haus tengkulak yang melampaui

ganas debu vulkanik dari puncak lokon

menelan berhektar-hektar ladang cinta disemai

kelak kukirim doa bersama desir angin mejagamu

dengan belai lembutnya

agar kanvasmu terus kisahkan temaram

segenap mozaik dari butir mimpi bahagia

dan sayatan-sayatan kerisauan

lebur dalam sepenggal sejarah

 

Jamal Rahman Iroth, 30/12/2017.

*mengenang pelukis Sony Lengkong, maestro seni lukis ekspresionis dari Sulawesi Utara.

MEMALUKAN, Kadis Perpustakaan Boltim Tidak Dukung Gerakan Linterasi Nasional

Berlangsungnya kegiata Gerakan Literasi (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bolaang Mongondow Timur, dinilai tidak mendukung bahkan tindakannya menghambat gerakan literasi yang diprakarsai oleh masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Jamal Rahman Iroth, melalui siaran pers 20 November 2017. Jamal adalah pengelola Taman Literasi dan Rumah Sastra Boltim, di Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan.

Jamal mengungkapkan, pihaknya sudah menyurat dan bertemu dua kali dengan bapak Julius Pelealu, Kadis Perpustakaan, dan menawarkan kerjasama dalam kegiatan “Mo Baca Bo Mo Sanang”, di Desa Buyat tanggal 18 dan 19 November kemarin. Kami meminta bantuan agar Dinas Perpustakaan menyediakan bahan bacaan selama dua hari kegiatan Membaca Massal. Saat menerima surat dari panitia kegiatan, Kadis menyatakan kesediaan dan akan mengutus stafnya untuk membawa buku dan menjaga stan baca.

“Dua hari setelah memasukkan surat, yaitu tanggal 16 kami datang lagi konfirmasi langsung, dan kadis sampaikan, bung Jamal jangan kawatir, saya akan tugaskan staf saya ke sana, dan Dinas Perpustakaan pasti mengirim buku. Esoknya tanggal 17 kami datang lagi ke Dinas, untuk memastikan staf yang akan membawa buku ke Buyat. Saat itu Kadis sudah keluar dari kantor, dan belum ada staf yang ditunjuknya untuk menangani kegiatan ini,” ujar Jamal.

Kesimpulannya, Kadis Perpustakaan mangkir dari janjinya untuk menyediakan bahan bacaan dalam kegiatan Membaca Massal di Desa Buyat. Padahal kegiatan yang diadakan di Rumah Sastra tersebut adalah inisiatif masyarakat untuk menumbuhkan minat baca, dalam mensukseskan Program Gerakan Literasi Nasional dari presiden Joko widodo. Sangat disayangkan sikap Kepala Dinas perpustakaan, yang kontraproduktif dengan Gerakan Nasional ini. (*/Fahri)

MO BACA BO MOSANANG Bersama Rumah Sastra Boltim

Hadiri dan sukseskan (Foto Ist)

BOLMONG, Suluttoday.com – Dengan semangat mendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN), Rumah Sastra Boltim, menggelar kegiatan membaca massal, pada hari Sabtu dan Minggu (tanggal 18 & 19 November 2017), di Desa Buyat Satu, Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mangondouw Timur (Boltim). Menurut pengelola Rumah Sastra Boltim, Jamal Rahman Iroth upaya yang dilakukan tersebut bertujuan ‘menyalakan’ semangat membagi bagi warga.

Gerakan Membaca harus terus dikuatkan (Foto Suluttoday.com)

“Niat utama kami adalah menumbuhkan minat membaca di seluruh kalangan masyarakat,” ungkap Jamal Rahman.

Kegiatan ini dirancang sederhana namun menarik. Pengunjung bisa langsung memilih sendiri buku yang ingin dibaca, dari ribuan judul buku yang disediakan oleh Perpustakaan Daerah Boltim, sambil menikmati berbagai jajanan kuliner di stan-stan bazaar produk makanan, dan Kerajinan Tangan.

Pengelola juga menyisipkan beberapa agenda workshop kecil, di antaranya; Teknik Dasar Fotografi, Teknik Baca Tulis Puisi, dan lain-lain. Pengelola juga menghadirkan beberapa expert dalam berbagai bidang, untuk membagi ilmu dan pengalaman mereka, misalnya; Public Speaking, Jurnalistik, bahkan untuk sharing Managemen Perjalanan Pendakian/Ekspedisi Hutan, menghadirkan salah satu Pendaki Gunung asal Sulut yang terlibat dalam Ekspedisi 28 Gunung di Indonesia pada 28 Oktober lalu.

Pengelola berharap, warga Boltim bisa memanfaatkan acara ini sebagai momentum membangkitkan semangat membaca di seluruh kalangan. Untuk kegiatan bazaar, pengelola membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin menampilkan karyanya. Pengelola Rumah Sastra Boltim, untuk kegiatan Membaca Massal ini, didukung oleh Dinas Perpustakaan dan Dinas Pendidikan Boltim. (*/Rahmat)

Profil Seniman Multi Talenta Jamal Rahman Iroth

Pentas puisi yang dilakukan Jamal Rahman Iroth (Foto Suluttoday.com)

Oleh : Iverdixon Tinungki

Bila fotografi melukis dengan cahaya, maka puisi melukis dengan kata-kata. Dua kemampuan ini dimiliki Jamal Rahman Iroth sekaligus. Di Sulawesi Utara, ia dikenal sebagai fotografer professional sekaligus penyair yang produktif berkarya. Karya fotografinya telah diterbitkan dalam sejumlah buku, majalah, dan media massa lainnya, demikian pula puisinya.

Dalam proses berkarya, dua talenta yang dimilikinya ini tampak saling mempengaruhi bahkan saling berartikulasi. Lewat karya fotografinya kita disuguhkan zona instingtif yang begitu intim dengan perasaan sunyi, kehampaan, kerinduan, dan gelombang hasrat libidinal, juga kegembiraan. Lewat puisinya kita diajak menjelajahi wilayah fotografi berupa landscape, taferil, komposi, warna, dan cahaya.

Jamal berpuisi dengan merayakan pengalaman personalnya di area yang dipenuhi energi psikis yang menurut Carl Gustav Jung, lebih banyak disebabkan adanya suasana ketidakpuasan emosional, sekaligus meringkus pembaca ke dalam pengalamannya sendiri, dan berhasil menampilkan ekspresi artistik yang menandai keberadaban. Dengan berpuisi ia menjelajahi-diri. Menyelami diri sendiri untuk mencari bahasanya sendiri dan realitasnya sendiri.

Buku karya seniman Jamal Rahman Iroth (Foto Suluttoday.com)

Dengan kehadiran bahasa dan realitasnya itu, ia memaknai hidupnya sendiri, –demikian sepotong catatan Iverdixon Tinungki dalam pengantar Buku Kumpulan Puisi “Torotakon” karya Jamal Rahman Iroth. Penyair yang rajin manggung baca puisi ke mana-mana ini, bermukim di Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Lahir di Minahasa Utara, 9 Desember 1979. Ayahnya dari Gorontalo, dan Ibu Minahasa.

Jamal, sapaan akrabnya– anak bungsu dari 4 bersaudara. Lulusan Madrasah Aliyah Negeri Manado, pernah kuliah 4 Semester di STAIN Manado, Jurusan Tarbiyah (1998). Selain menulis puisi, ia juga menyutradarai teater dan film. Pernah bekerja sebagai jurnalis radio dan koran harian di Manado. Karya-karya puisinya yang telah diterbitkan: Exodus ke Tanah Harapan (Foto dan Puisi), penerbit Walhi 2006. Buyat, Hari terus Berdenyut (Foto dan Puisi), Banana Publisher 2008.

Jamal Rahman Iroth saat tampil bernyanyi (Foto Suluttoday.com)

Antologi bersama “Metamorfosis”, Penerbit Teras Budaya, 2015. Antologi bersama “Palagan Sastra”, Penerbit Teras Budaya, 2016. Kumpulan puisi tunggal “Torotakon”, Teras Budaya, 2017. Selain menulis, Jamal juga aktif dalam berbagai pementasan dan pembacaan puisi, di antaranya: Peserta Temu Sastrawan Nasional; Bale Sastra Jakarta 2012. Bintang Tamu Baca Puisi pada Pembukaan Kantor Penghubung Komisi Yudisial Sulawesi Utara 2014.

Bintang Tamu Baca Puisi pada Festival Maleo, di Manado Town Square 2015. Penampil utama dalam Festival Konservasi, BKSDA Sulut, di Mega mall Manado, 2016. Baca Puisi pada HUT NU di Bolaang Mongondow Timur Januari 2017. Baca Puisi di HUT ke 7, Spot Photographers Indonesia 2017. (***)

Jamal Rahman Iroth, Seniman Multi Talenta dari Boltim Getarkan Megamall Manado

Jamal Rahman Iroth (Foto Ist)

Jamal Rahman Iroth (Foto Ist)

MANADO – Jamal begitu pria bernama lengkap Jamal Rahman Iroth ini disapa, seniman multi talenta dari Bolaang Mongondow Timur (Boltim) itu, berhasil ‘menggetarkan’ Megamall Manado dengan membaca Puisi. Jamal diundang dalam acara festival konservasi Sulawesi Utara (Sulut).

Festival ini digelar oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) f/21 di halaman dan atrium Mega mall Manado, tanggal 2-3 September 2016. Sebelumnya f/21 bekerjasama dengan sejumlah lembaga yang konsen terhadap pelestarian alam, pernah menghadirkan Jamal Rahman Iroth dalam acara serupa yang bertajuk Festival Maleo 23 Des 2015 di Manado Town Square.

Kali ini Jamal akan berkolaborasi dengan sanggar kreatif asuhan Budayawan Sulut Iverdixon Tinungki, serta beberapa Musisi Jalanan dari komunitas Oi Manado. Ketua f/21 Ronny Buol mengatakan; pihaknya sengaja mengemas festival tersebut dengan penampilan puisi dan musik dari band-band indie Manado, untuk menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi lingkungan hari ini.

Sekaligus kegiatan f/21 mengkampanyekan semangat melestarikan alam. Ronny menambahkan, seperti pengalaman pada even sebelumnya, penampilan Jamal dengan gaya khasnya berpuisi dan bermusik, selalu menjadi performance yang spektakuler dan atraktif. Jamal sebagai penyair dan juga musisi, memang sering diundang di berbagai even.

Diantaranya pada; Temu Sastra Nasional – Bale Sastra Jakarta 9 Des 2012, Pembukaan Kantor KY Sulut – Aula Walikota Manado 2014, Temu Budayawan dan Akademisi se-Indonesia – Hotel Aryaduta Mdo 2014, Workshop & Lomba Foto Dinas Pariwisata Sulut – Hotel Kawanua Mdo 2014.

Baca Puisi di hadapan Mahasiswa Ujian Apresiasi Sastra – FBS UNIMA 14 Juni 2016, Pentas Sastra di Balai Bahasa Propinsi Sulut 25 Juni 2016, Buka Puisi dan Buka Puasa Bersama – Taman Kota Kotamobagu 30 Juni 2016. Di Boltim khususnya Jamal juga selalu tampil bernyanyi dan berpuisi hampir pada setiap even penting.

Diantaranya; dalam Debat Calon Bupati dan Wakil yang digelar oleh KPU Boltim, Desember 2015. Jamal juga diundang menjadi bintang tamu dalam Festival Pendidikan KPMIBT di Lapangan Pondabo Tutuyan 2014. Dan baru-baru ini Jamal tampil membaca Puisi dalam Festival 17 Agustus 2016, Karang Taruna Desa Bulawan. (*/Amas)

iklan1