Tag: james sumendap

Bung James Yakin Menang di Pilwako Manado

James Sumendap (FOTO Ist)

MITRA, Suluttoday.com – Penuh misteri, rencana bertarungnya James Sumendap di Pilwako Manado 2020 masih terbilang samar-samar. Namun Politisi andalan PDIP itu sangat optimis bakal menang jika dirinya ikut bertarung di Pilwako Manado.

“Yang jelas kalau cuma melawan calon-calon yang di sana (Manado), rata dorang,” kata JS, Rabu (8/1/2020).

Meski begitu, JS mengaku tidak pernah bermimpi akan ikut bertarung di Pilwako Manado. Namun jika melihat konstalasi Manado dirinya sangat yakin bisa menang. Apalagi dia menilai nama-nama bakal calon yang ada masih terlalu lemah.

“Kalau cuma calon-calon yang sekarang plastik semua itu. Sehingga saya terlalu yakin menang di Manado. Karena bukan karena hebatnya saya. Namun program-program yang ditawarkan serta dijalankan di Mitra sangat bagus untuk diterapkan di Manado. Serta itu pasti sangat  disukai masyarakat,” ujar Politisi yang pertama menciptakan pemilihan melawan kotak kosong di Sulut ini.

“Saya tak berharap akan maju di Pilwako Manado. Tapi saya tertarik dengan program-program saya untuk diterapkan di Manado. Untuk itu, saya berharap itu ada yang meneruskan program-program tersebut. Kalau tidak ya apa boleh buat,” pungkas JS.

Adapun saat ditanyai soal isu dirinya akan menerima SK saat Rakernas PDIP nanti, JS engan berkomentar.

Disisi lain Sekretaris DPD PDIP Franky Wongkar mengatakan agenda dalam rekernas hanya rapat membahas program-program kegiatan pasca kongres, lalu ada pameran.

Namun jika ada pengumuman SK Calon Kepala Daerah, menurut Wongkar itu merupakan kewenangan DPP.  “Kami hanya ikuti kalau ada keputusan dari DPP. Karena agenda rakernas hanya pembahasan program dan pameran. Tapi kalau ada keputusan lain, kami tentu harus mengikuti,” ungkap Wongkar.

Adapun saat ditanyai apakah JS berpotensi diusung PDIP Pilwako nanti, Wongkar mengaku tentu berpeluang.

“Kan sudah disampaikan lalu. Nama-nama yang ikut pendaftran penjaringan itu berpeluang diusung,” ujar Wongkar. (*/Am)

SEHAN dan JAMES, Dua Kepala Daerah Fenomenal di Sulawesi Utara

Sehan Landjar dan James Sumendap (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Tiap generasi punya karakter sendiri. Termasuk dalam hal model kepemimpinan yang berbeda-beda. Di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang Gubernurnya dipimpin Olly Dondokambey, SE dikenal memiliki style yang tenang. Kali ini di penghujung tahun 2019, tepatnya Selasa (31/12/2019) redaksi Suluttoday.com tertarik untuk memotret sepenggal kisah dua sosok Kepala Daerah fenomenal di Sulut. Mereka adalah Sehan Landjar, SH dan James Sumendap, SH.

Sehan adalah Bupati Bolaang Mangondouw Timur (Boltim) dan James sebagai Bupati Minahasa Tenggara (Mitra). Rekam jejak mereka sebagai politisi memang tak perlu diragukan lagi, memakan asam garam, suka duka dan gempuran gelombang yang dilewati. Sejumlah orang dekat mereka menginformasikan bahwa dua Bupati fenomenal di Sulut ini punya kesamaan yakni memiliki sikap ceplas-ceplos. Keduanya sering menggunakan satire politik, dan kritik yang pedas demi memperjuangkan nasib masyarakat.

Tidak menghamba pada kedudukan. Tidak mau menjadi pemimpin yang mengkultuskan diri sendiri, mereka meyakini pemimpin itulah pelayan. Sedikit dari banyaknya Kepala Daerah di Sulut, tidak dengan maksud mendiskreditkan yang lain, yang punya cara pandang politik seperti mereka berdua. Sehan misalnya, dikenal sehabis mengabdi di Boltim, sering meluangkan datang ke kawasan Jalan Roda Manado.

Bersilaturahmi dengan masyarakat akar rumput, di kawasan yang dikenal DPRD Tingkat 3 ini Eyang sapaan akrab Sehan sering bermain catur. Tampil secara sederhana tidak seperti pajabat publik umumnya. Eyang terlibat percakapan dan canda tawa tanpa sekat dengan masyarakat lapis bawah, makan pisang goreng bersama dan minum kopi setengah ala Jalan Roda Manado. Hampir luput dari pantauan, kalau ternyata sosok Kepala Daerah yang satu ini begitu populis. Bicara apa adanya, tak mau berbasa-basi.

Keberanian keluar dari tardisi ”gila hormat” ternyata juga dimiliki Bung James. Bupati Mitra dua periode yang dijuluki sang Gladiator ini juga tidak mau terkungkung dengan kemewahan kekuasaan. Politisi yang juga singa podium ini bicara blak-blakan soal konsepsi kerakyatan dan itu semua diwujudkannya melalui program pro rakyat. Berupa program membuka akses jalan di Mitra menjadi lebih baik, menggelontorkan anggara yang cukup fantastis untuk bantuan duka. Memberi penghargaan yang besar kepada para birokrat struktural di Mitra.

Seperti data yang dihimpun, untuk tahun 2017 dana sekitar Rp 7,6 miliar dialokasikan untuk dana duka. Dan tahun 2018 besarannya ditambah, menjadi Rp 9 miliar. Sehingga per orang yang meninggal dunia di Mitra mendapatkan 7.000.000 (tujuh juta rupiah), perhatian yang serius berpihak pada masyarakat ditunjukkan James. Dalam kontes dana duka di Sulut, Kabupaten Mitra paling teratas nomilanya.

Untuk urusan program pemerintah yang berpihak pada masyarakat sendiri juga tengah dijalankan Bupati Sehan. Bupati Boltim dua periode ini malah memecahkan mitos khususnya di Sulut. Pasalnya Bupati yang dikenal vokal ini mendesain program rumah gratis yang telah dijalankannya. Sekitar 3.000 (tiga ribu) rumah di siapkan pemerintah daerah Boltim dibawah kepemimpinan Sehan Landjar. Politisi yang murah senyum ini menyebutkan bahwa pemimpin harus menyenangkan masyarakat.

Apa rahasianya, sehingga kedua Kepala Daerah ini terlihat ”berbahaya” dalam praktek dan konsep mereka?. Ternyata apa yang dilakukan bukan tanpa alasan. Sehan Salim Lanjdar nama lengkap politisi PAN ini saat ditemui media menyebutkan, hakikat kepemimpinan yaitu kesederhanaan. Menjadi pemimpin itu abdi bagi masyarakat. Tak boleh mensakralkan jabatan, Sehat menilai kepemimpinan juga sebagai sebuah seni.

‘’Bagi saya pemimpin itu abdi masyarakat. Tentu kita bekerja untuk kemaslahatan masyarakat, kita bukan bos, kita pelayan. Artinya apa?, ya harus mengikuti kemauan masyarakat. Seperti contoh, kita memenuhi kebutuhan masyarakat. Di Boltim saya telah menyediakan rumah gratis bagis masyarakat. Lahan disediakan Pemda, bagi masyarakat yang membutuhkan juga saya perintahkan jajaran untuk serahkan fasilitas itu kepada publik yang membutuhkan,’’ kata Sehan, Selasa (31/12/2019).

Substansinya pemimpin bagi Sehat yaitu bertanggung jawab kepada masyarakat yang dipimpinnya. Pempin harus mampu memisahkan perannya disaat berada di kantor dan di luar kantor, sehingga ia tidak terjebak dengan penghormatan-penghormatan yang bersifat tidak substansi. Sehat menyederhanakan kepemimpinan dalam sebuah bentuk ketundukan.

‘’Kan sederhana saja menjadi pemimpin ini, yakni bagaimana kita berikrar siap jiwa raga dipertaruhkan melayani publik. Sudah berkomitmen, maka konsekuensinya kita menjalankan itu. Dengan penuh kesadaran tinggi dan kecintaan, pemimpin harus bertanggung jawab terhadap masyarakatnya. Jangan jadi pemimpin yang pengecut, atau pikun dengan ikrarnya. Pemimpin bagi saya adalah ketundukan, bukan menonjolkan otoritas kekuasaan,’’ ujar Sehan.

James Sumendap dan Sehan Landjar (Foto Ist)

Di tempat terpisah, Bung James dalam beberapa kesempatan menyampaikan politik sebagai sarana pengabdian. Menurutnya nilai tertinggi kemanusiaan ialah bermanfaat bagi kepentingan banyak orang, hal itu ditunjukkan sejak menjadi mahasiswa. Sering melakukan demonstrasi membela masyarakat, sampai menjadi anggota DPRD Provinsi Sulut pun Bung James tak gentar melawan kebijakan yang pro kapitalis.

‘’Bagi saya politik punya takdirnya sendiri. Kita berpolitik ini berarti kita memilih jalan pengabdian. Politik bukanlah sarana untuk menjadi kaya raya, gagah-gagahan atau agar membuat kita dipandang terhormat. Tapi lebih dari itu yaitu kontribusi nyata kita bekerja kepada masyarakat. Kalau menjadi politisi dan tidak mau berkorban dan bersuara demi masyarakat, maka silahkan pensiun dini saja dari gelanggang politik,’’ tutur Sumendap dan membahkan bahwa pemimpin harus bersandar pada ajaran cinta kasih.

Bupati James juga menyebutkan pemimpin tidak perlu memamerkan kesombongan. Kegilaan terhadap jabatan yang membuat seorang pemimpin mabuk atas pujian, bagi James merupakan salah kapra pemimpin tersebut terhadap amanah yang diberikan Tuhan kepadanya. Politisi yang dikenal gesit ini menyebut kedaulatan rakyat yang diberikan kepada Kepala Daerah perlu diuji dan dibuktikan dengan kerja nyata.

Suluttoday.com juga menelusuri jejak dan kiprah kedua politisi ini memang diawali dari bawah. Sehan sendiri selain Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Utara, juga menjadi Koordinator Forum Komunikasi Nasional Percepatan Pembentukan Calon Daerah Otonom Baru (Fornas CDOB). Tak kalah juga, sosok James dikenal sebagai mantan aktivis jalanan yang dibesarkan dari organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manado.

Kini selain menjabat Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Mitra, juga dipercayakan sebagai Ketua Persatuan Alumni GMNI Sulut. Hal fenomenal lain dari dua pemimpin jebolan fakultas Hukum ini adalah keberaniannya mengungkap dan melawan secara terbuka atas arogansi atau cara-cara diskriminasi yang dipertontonkan. Antara Sehan dan James, pluralisme, kesantunan, nasionalisme relegius, serta kejujuran tergambar. James dan Sehan adalah singa podium, orator yang ulung di daerah Nyiur Melambai ini.

Atas nama masyarakat mereka siap berjuang mati-matian. Melalui track record mereka telah menjawab itu. Bahwa sebagai politisi James dan Sehan memiliki karakter tersendiri, sulit untuk ditekan. Tapi, jika bicara tentang kemanusiaan dan keadilan kepada masyarakat, mereka berdua selalu berada di beranda terdepan. Tentu masih banyak hal menonjol yang perlu diapresiasi lainnya yang belum sempat diringkas, terpotret dalam catatan akhir tahun 2019 ini. Sekiranya, kiprah dan dedikasi yang diberikan kepada masyarakat dapat terwarisi bagi Kepala Daerah lainnya di Sulut. Paling tidak, dalam hal kecil tentang kesederhanaan.

Kedua tokoh politik yang menginspirasi pembaca ini tentu punya banyak cerita, karya dan sikap yang masih tercecer, belum sempat didokumentasi dalam catatan kali ini. Kedepan, Insya Allah di tahun 2020 masih ada ulasan yang lebih multi perspektif karena didukung data komprehensif. Redaksi Suluttoday.com memproyeksikan dari gelora spirit yang dilakukan dua Kepala Daerah ini akan menginspirasi generasi yang akan datang untuk tegak lurus pada prinsip-prinsip kepemimpinan yang substansial.

Dalam hal menyederhanakan kebijakan dan mentaktisi hal yang berbelit-belit, rumit, Sehan maupun James nyaris tak ada bedanya. Mereka sama-sama kokoh, berprinsip, tegak lurus dalam pelayanan publik. Berani memangkas pelayanan birokrasi yang menyusahkan masyarakat. Bahkan, demi masyarakat mereka rela membuat kebijakan yang kontroversial. Ada resistensi publik, semua itu mereka jawab dan hadapi secara terbuka sampai masyarakat memahami. Kemudian ikut mendukung program yang diluncurkan pemerintah daerah tersebut. (*/Amas)

Berpeluang Menang, Sumendap Perang Total di Pilwako Manado

James Sumendap, SH (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Fluktuasi tensi politik memang menjadi hal yang wajar di era demokrasi saat ini. Dimana, setelah sempat menyampaikan ke media massa memilih tidak bertarung di Pilwako Manado 2020, James Sumendap, SH kembali memberikan signal bakal bertarung di Kota Manado. Politisi PDI-P yang Ketua PA GMNI Sulawesi Utara itu kembali menebar ancaman serius bagi para pesaingnya.

“Ayo, tunggu saya di Manado 2020 nanti. Kan tinggal beberapa hari lagi,” ujar Bupati Mitra dua periode yang dijuluki sang Gladiator ini.

Seperti diketahui, sebelumnya diketahui Bung James sempat membuat gempar dengan menawarkan sejumlah program fantastis untuk Manado. Salah satu yang menarik yakni Program tunjangan dana duka yang mencapai 10 Juta. Kemudian turut pula gaji kepala lingkungan (pala) bakal dinaikan hingga empat juta. Tidak hanya itu, gaji para petugas sampah bakal dinaikan menjadi 5 juta. Untuk itu, dirinya menyebut Manado butuh sentuhan seperti ini, lantaran jika ingin jadi pemimpin harus memberikan janji. Namun dengan garasi bahwa itu sudah dilakukan.

“Ini semua sudah saya lakukan di Minahasa Tenggara. Sehingga ini juga cocok diterapkan di Kota Manado. Kalau tidak percaya datang di Minahasa Tenggara,” kata Bung James.

Membaca peluang politik di Pilwako Manado 2020, Pengamat Politik Dr Stefanus Sampe menilai bahwa James Sumendap yang menjadi salah satu nama yang ikut pendaftaran penjaringan gelombang kedua sangat kans besar diusung. Apalagi jika dilihat untuk tingkat popularitas masih sedikit unggul dengan nama-nama yang ikut penjaringan tahap pertama.

“Bisa saja ini menjadi strategi PDIP. Dimana nama JS sengaja di simpan terlebih dahulu,” ucap Stefanus.

Jebolan University Of Canberra ini menilai peluang Bung James menang di Manado sangatlah besar. Lantaran keberhasilan dirinya di Mitra menjadi salah satu tolak ukur untuk pemilih nantinya dalam menentukan pilihan ke JS.

“Keberhasilan JS dalam memimpin Mitra bisa saja menjadi daya tarik untuk pemilih. Sebagaimana diketahui, Bung James juga dikenal sebagai politisi yang tidak pernah meninggalkan panggung pertarungan. Sehingga dirinya tentu sudah memiliki strategi khusus untuk diterapkan di Pilwako jika dirinya jadi ikut bertarung,” katanya menutup. (*/Redaksi)

Mempersulit Masyarakat, Sekretaris Desa Ratatotok Hambat Program Bupati JS

Julfatni Hamim (FOTO Ist)

MITRA, Suluttoday.com – Kerja keras Bupati Minahas Tenggara (Mitra) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), untuk mewujudkan pelayanan yang baik, prima dan jauh dari pungutan liar. Ternyata mendapatkan hambatan, bahkan tantangan yang nampak muncul dari para Kepala Desa. Salah satunya, terindikasi dari pelayanan Kepala Desa Ratatotok yang dikeluhkan warga.

Donal Ilham Pakuku, aktivis LSM dan pengurus KAHMI Mitra angkat bicara terkait pelayanan diduga kuat merugikan publik seperti yang dilakukan Julfatni Hamim, Sekretaris Desa Ratatotok. Minggu (15/12/2019), Donal menilai Ani begitu sapaan akrab Julfatni menghambat program pemerintah Kabupaten Mitra. Tidak itu saja, sebagai bawahan Sekretaris Desa Ratatotok membangkan perintah Bupati James Sumendap alias JS.

”Sekretaris Desa Ratatotok Saudari Julfatni Hamim telah mempersulit bahkan Tidak mau melayani masyarakat dalam pengurusan Surat keterangan usaha. Saudara Christianto Musli Walo yang mengurus surat keterangan, kok Sekretaris Desa Ratatotok seperti menghambat. Dan sikap dari Sekretaris Desa ini melanggara prinsip pelayanan publik yang bermutu,” tutur Donal.

Menurutnya Sekretaris Desa yang notabene adalah aparat Desa malah tidak menunjang program Bupati James Sumendap dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat. Tidak hanya sekali, peristiwa yang kurang etis ditunjukkan Sekretaris Desa tersebut, sehingga perlu diberikan sanksi tegas agar ada efek jera.

”Dan kejadian ini sudah dua kali terjadi dilakukan oleh Sekretaris Desa ini. Yang pertama kali terjadi masyarakat yang menjadi korban. Pada saat pertama tersebut telah pindah kependudukan ke Desa lain karena kecewa dengan pelayanan dari pemerintah desa Ratatotok. Ini malah ada kesan menghambat pelayanan, aneh juga Sekretaris Desan Ratatotok ini seperti tidak mengambil pelajaran dari insiden kemarin,” kata Donal menutup. (*/Redaksi)

Menarik, Bupati James Beri Dukungan ROR-MOR untuk Pilwako Manado

Bupati James Sumendap (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Setelah batal maju dalam momentum Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado 2020, James Sumendap, SH, Bupati Minahasa Tenggara (Mintra) ternyata punya kesamaan visi beberapa politisi lainnya. James yang adalah Ketua DPC PDIP Mitra itu menyampaikan terima kasih kepada simpatisan yang telah rela dan setia mendukung dirinya maju di Pilwako Manado 2020.

”Dengan ini saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada simpatisan yang ada di Manado dan saya mohon maaf atas pernyataan-pernyataan saya yang membuat para calon merasa gelisah atau terganggu akibat dari opini-opini yang terbangun selama ini,” kata Sumendap.

Jebolan Aktivis GMNI itu bahkan membuka siapa figur yang dinilainnya layak memperjuangkan visi politik dan program yang dibawanya untuk warga Kota Manado. Tidak hanya itu, James menyebutkan dua nama yang dinilainya punya kemiripan dengannya untuk melayani warga Manado.

”Semoga mimpi saya bisa terwujud apabila Wali Kota Manado dapat merealisasikan progaram-program paling tidak “sedikit sama” dengan ada di Minahasa Tenggara. Kalau ditanya siapa yang bisa merealisasikan mimpi saya itu, ada pada ROR-MOR. Mereka berdua adalah pasangan yang mungkin dapat merealisasikan mimpi-mimpi saya di Kota Manado. 3R for Manado, dan salam Gladiator,” ujar James kepada Suluttoday.com, Senin (9/12/2019).(*/Amas)

iklan1