Tag: Jantje Wowiling Sajow

Golkar-NasDem Menyatu di Sulut, ODSK Punya Lawan Tanding

Bung Amas (Foto Suluttoday.com)

Oleh : Bung Amas, Pegiat Literasi

Perkiraan para analis politik, praktisi dan juga para aktivis terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ketika dilaksanakan 9 Desember 2020. Maka, dikalkulasi akan menguntungkan para incumbent (petahana). Meski digulirnya Pilkada yang tengah bergerak pada tahapan revisi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Konsensus Pilkada dilaksanakan tahun ini bukan isapan jempol, bukan asal-asalan. Ini tentu kompromi kepentingan yang serius dibangun.

Sampailah rancangan PKPU juga tengah digodong. Sabtu (6/6/2020) hari ini, KPU Republik Indonesia (RI) tengah melakukan Uji Publik terhadap rancangan peraturan KPU tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam kondisi bencana Nonalam.

Ketika melakukan simulasi sederhana. Peta politik di daerah yang fluktuatif perlu hitungan terukur untuk menang. Baik pertarungan pasangan calon Pilgub, Pilbup dan Pilwako melahirkan konstalasi yang nyaris sama. Ada probabilitasnya, tidak pasti dalam matematika politik. Konstruksi koalisi secara nasional dari partai politik (parpol) juga akan menjadi ukuran kecenderungan menang atau kalahnya suatu parpol dalam kontestasi Pilkada. Siklus politik memang tidak pernah absolud, tidak pernah paten. Namun berjalan fleksibel, layaknya konstalasi demokrasi umumnya yang berlangsung dinamis.

KPU pun telah memastikan bahwa tahapan Pilkada 2020 akan dilanjutkan Juni 2020. Hal itu sebagai tindaklanjut dari rapat Komisi II DPR RI, Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sepakat tahapan Pilkada 2020 mulai dijalankan kembali. Penetapan Pilkada di tengah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tidak mudah. Sarat kepentingan politik.

Pemungutan suara akan dihelat pada 9 Desember mendatang. Walau kondisi Indonesia sedang darurat kesehatan, motivasi dan obsesi stakeholder terkait memang sudah bulat. Atas keinginan itu, optimisme menyangkut Pilkada siap digelar mulai disampaikan KPU di daerah sampai Kepala Daerah. Konsolidasi melalui loby-loby politik tentu mulai dilakukan kelompok berkepentingan.

Di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), peluang kemenangan lebih dari 50% berada ditangan petahana. Menarik ketika terjadi head to head di Pilgub Sulut. Petahana Olly DonadokambeyStaven Kandouw (ODSK) akan mendapat lawan tanding yang kuat ketika menghadapi koalisi dari partai Golkar dan NasDem. Jika yang dipasangkan adalah GS Vicky LumentutChristiany Eugenia Tetty Paruntu, Tetty Paruntu-Vonnie Anneke Panambunan, atau Vonnie Panambunan menggaet papan dua dari politisi muslim, berarti ODSK dipastikan kesulitan meraih menang.

Petahana tentu menjual soal kesuksesan program. Perbuatan baik dan kontribusi-kontribusi yang dilakukan, lalu keunggulan perang udara (politik uang) juga menjadi hitungan tersendiri dalam memudahkan kemenangan kandidat dalam Pilkada. Sebagai wacana tanding, melawan petahana dengan skenario politik progresif. Menjadi oposisi yang waras, tidak membabi-buta dalam mengajukan kritik. Apalagi rival politik ODSK punya jejak rekam politik yang ternyata masih dapat dilumpuhkan. Track record menjadi begitu penting disini.

Pihak non petahanan berada dalam posisi bebas dan lebih diuntungkan sebetulnya. Mengelola serta mengemas isu yang akurat juga menjadi penentu. Yang patut menjadi jualan dalam Pilkada 2020 sejatinya yakni humanisme. Memperdagangkan nama baik, bukan mendiskreditkan atau melakukan praktek politik destruktif. Kompetisi program (narasi) perlu diprioritaskan. Bukan menggunakan black campaign. Merendahkan lawan politik dengan cara-cara melabrak etika juga sangat tidak menguntungkan.

Mendrive calon pemimpin untuk menang dalam Pilkada Serentak tidak mudah. Kemudian, tak sampai saja dalam meraih kemenangan. Lebih dari itu, mengawalnya sampai selesai periodesasi kemenangan. Merawat keakraban, soliditas dan harmonisasi kepemimpinan agar selalu akur menjadi penting. Sebab, dalam periodesasi sejarah kepemimpinan Kepala Daerah selalu terjadi ‘pica kongsi’ di tengah jalan.

Selain itu, kekuatan teamwork menjadi kuncinya. Seperti kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib, bahwa kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir. Artinya, core dari yang disampaikan Imam Ali yaitu kerja-kerja kolektif. Melalui kerja yang terorganisir, maka segala peluang kemenangan akan mudah diraih. Diprediksi isu politik identitas dan politik dinasti akan mencuat di Pilkada Serentak 2020 ini. Perlu dibendung, disiapkan kanalisasi isu.

Bola politik bisa juga digulirkan untuk menggalang opini guna melawan petahana. Ketika lalai, kurang peka membaca tanda-tanda politik, maka petahana menjadi musuh bersama (common enemy). Pekerjaan rumah lainnya, petahana harus bekerja maksimal membebaskan atau membentengi masyarakat dari penyebaran virus Covid-19. Karena ketika tidak selesai, maka petahana akan diganjal atas isu tidak beresnya petahana memerangi Covid-19.

Keberpihakan nama-nama politisi seperti Jantje Wowiling Sajow, Jimmy Rimba Rogi dan Elly Egelbert Lasut sebagai tolak ukur kemenangan Pilkada Sulut. Ketika JWS sapaan akrab Jentje Sajow bergerak dan gabung dengan NasDem, konstalasi politik di Pilkada Sulut makin menguntungkan posisi NasDem di daerah ini. JWS yang dikenang sempat berseberangan dengan OD terpantau sedang gerilya, melakukan safari politik, boleh jadi ini penanda kalau ODSK bakal menemukan lawan sepadan.

Ketika dipenghujung, kemudian OD mampu merangkul JWS, Elly Lasut dan Jimmy Rimba Rogi atau Imba, berarti OD akan menang dengan tidak terlalu bekerja keras. Politik memang tak semudah yang dipikirkan. Tapi, juga merobohkan ketidakmungkinan-ketidakkemungkinan yang ada. Dalam politik segala sesuatu dapat menjadi mungkin.

Gebrakan Hebat, Bupati JWS Canangkan Even PESONA MINAHASA 2018

Bupati Minahasa JWS saat saat meresmikan program Pesona Minahasa 2018 (Foto Ist)

MINAHASA, Suluttoday.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa, yang pimpin Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow M.Si (JWS), meresmikan Pencanangan Pesona Minahasa 2018 dan membuka pelaksanaan Festival Benteng Moraya pada Jumat (9/2/2018) di kawasan wisata budaya Benteng Moraya Tondano.

Pencanangan yang ditandai dengan pemukulan tetengkoren ini, dilakukan bersama oleh Bupati JWS, Wakil Bupati Ivan Sarundajang, Sekdakab Jeffry Korengkeng, Dandim 1302 Minahasa Letkol Inf Jubert Nixon Purnama STh, Kajari Minahasa Saptana Setiabudi SH MH, Ketua TP PKK Dr Ny Olga Sajow-Singkoh MHum, Wakil Ketua TP PKK Ny Jashinta Sarundajang-Paat, Wakil Ketua BPMS GMIM Pdt Dr Hein Arina dan Ketua FKUB Minahasa Pdt Evert Tangel STh MPdK.

Acara yang berlangsung meriah tersebut, diawali dengan Laporan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Agustivo Tumundo SE MSi, dilanjutkan dengan pergelaran seni dan budaya Minahasa meliputi tarian Maengket dan tarian Pisok oleh tim Kesenian Ikatan Waraney Wulan Minahasa (IWWM), Musik Bambu Klarinet dan Tarian Kabasaran Minahasa.

Buapti dan Wakil Bupati akrab pada peresmian tersebut (Foto Ist)

Bupati JWS dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa ini, dan mengharapkan agar even ini terus dilanjutkan oleh Bupati Minahasa yang akan terpilih nanti.

“Ajang ini bukan sekedar tontonan tapi sebuah unsur yang harus dikembangkan lewat seni budaya Minahasa sebagai kearifan lokal untuk dijaga bersama bahkan di promosikan. Sehingga kepada Bapak ROR atau Bapak Ivansa yang akan menjadi Bupati Minahasa selanjutnya, kiranya akan terus melanjutkan kegiatan ini,” ujar Bupati JWS.

Selain itu, JWS juga memberikan apresiasi bagi unsur Forkopimda, SKPD, Perbankan, Kecamatan dan Sekolah-sekolah yang ikut serta dalam Karnaval Bendi Hias tahun 2018 ini dan mengharapkan kiranya even Festival Benteng Moraya ini terus dikembangkan di masa yang akan datang.

Terpantau Bupati Drs Jantje Wowiling Sajow M.Si dalam kemeriahan kegiatan (Foto Ist)

“Kita bersyukur pergelaran seni budaya maupun Karnaval Bendi Hias ini disambut dengan penuh sukacita oleh semua pihak termasuk masyarakat Minahasa maupun para wisatawan. Saya harap, kedepan nanti Festival seperti ini akan terus ditingkatkan dan wisata di Minahasa semakin maju dan berkembang,” kata Bupati terbaik pilihan rakyat Minahasa ini.

Sementara, Kadis Budpar Agustivo Tumundo dalam laporannya mengatakan bahwa dalam kegiatan Karnaval Bendi Hias ini akan dinilai oleh Tim Juri, dimana Juara I akan memperoleh Trophy Bupati JWS dan Uang Tunai Rp 5 Juta, Juara II memperoleh Trophy Wakil Bupati Ivansa dan Uang Tunai Rp 3 Juta dan Juara III memperoleh Trophy Sekdakab Jeffry Korengkeng dan Uang Tunai Rp 2 Juta.

Keceriaan yang ditunjukkan Kadir Bunpar Minahasa (Foto Ist)

Selanjutnya Bupati JWS, Wabup Ivansa, Sekdakab Jeffry Korengkeng, Forkopimda, para Kadis, Kaban, Camat, pimpinan Bank dan peserta lainnya melakukan karnaval Bendi Hias yang dilepas dengan kibaran bendera Start oleh Kadis Budpar Agustivo Tumundo.

Setelah melewati rute mengelilingi kota Tondano raya dan finish di Taman God Bless Minahasa Tondano, akhirnya Tim Juri yang terdiri dari Staf Khusus Bupati Minahasa Bidang Pariwisata Meksi Sahensolar SPi, Akadmisi Unsrat Ir Aldrien Lombogia MT, dan Dra Jenny Maweru dari unsur TP PKK Kabupaten Minahasa menetapkan Bendi Hias milik Kadis Perdagangan Moudy Lontaan SSos sebagai Juara I,.

Penyerahan tropi juara dari Bupati Drs Jantje Wowiling Sajow (Foto Ist)

Kemudian, disusul Bendi Hias milik Inspektur Daerah Frits Muntu SSos sebagai Juara II, dan Bendi Hias milik Direktur RSUD Samrat Tondano dr Hj Mariani Suronoto sebagai Juara III, yang ketiganya langsung menerima Trophy Bupati JWS, Trophy Wabup Ivansa dan Trophy Sekda JRK di lokasi Finish.

Kadis Agustivo Tumondo dan Kadis Parbud Kota Manado (Foto Ist)

Disamping itu, Tim Juri juga menetapkan Bendi Hias milik Badan Pengelola Pajak dan Retribusi sebagai Juara IV, Juara V Kecamatan Remboken Juara VI Kecamatan Tompaso Barat, Juara VII Dinas Pendidikan, Juara VIII Kecamatan Tondano Utara, Juara IX Kecamatan Tompaso dan Juara X Kecamatan Kakas, kesemuanya memperoleh hadiah hiburan dari Bupati JWS berupa uang tunai masing-masing Rp 500 ribu. (*/Redaksi)

David dan Winggia Dinobatkan Jadi Waraney Wulan Minahasa 2017

Waraney dan Wulan foto bersama Bupati JWS bersama Kadis Agustivo Tumundo (Foto Ist)

TONDANO, Suluttoday.com – Melalui proses seleksi dan karatina yang ketat, akhirnya David Vernando Bella utusan Dinas Perpustakaan dan Wiggia Langi Yunus utusan Dinas Kepemudaan dan Olahraga berhasil meraih gelar Waraney dan Wulan Minahasa 2017 setelah dalam Malam Grand Final Pemilihan Waraney dan Wulan Minahasa (PWWM) 2017 berhasil menyisihkan 57 peserta lainnya, Kamis (2/11/2017) di Gedung Wale Ne Tou Sasaran Tondano.

Atas keberhasilan tersebut David dan Wiggia berhak atas Trophy yang diserahkan langsung oleh Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi dan Ketua TP PKK Dr Olga Sajow-Singkoh MHum ditambah Uang tunai Rp 5.000.000, Tiket Pesawat Manado-Singapore PP dan paket perawatan senilai Rp 5.000.000 juga dari sponsor.

Sementara itu, gelar Wakil I Waraney dan Wulan diraih oleh Elfadly Manueke utusan Dinas Perumahan dan Pemukiman dan Aurelia Kuron utusan Dinas Lingkungan Hidup, dan berhak atas Trophy, Uang tunai Rp 4.000.000 dan Tiket Pesawat Manado-Surabaya PP dan hadiah dari sponsor lainnya.

Sedangkan Wakil II Waraney dan Wulan direbut oleh Sinji Masengi utusan Dinas Pendidikan dan Bernadette Mogot utusan Dinas Perhubungan, yang berhak atas Trophy, Uang tunai Rp 3.000.000 dan Tiket Pesawat Manado-Surabaya PP.

Dalam Malam Grand Final yang diawali dengan Laporan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agustivo Tumundo SE MSi ini, ke-59 Peserta memperagakan parade dengan kostum batik kreasi, gaun malam dan parade dengan mengenakan pakaian Adat Minahasa, yang dinilai oleh Dewan Juri yang diketuai oleh Asisten II Sekdakab Minahasa Dr Wilford Siagian MA dengan Anggota Prof Dr Grevo Gerung MSc (Akademisi UNSRAT Manado), Drs Nurmin Samola MHum (Akademisi UNIMA Tondano), Brian Mailangkay SE (Nyong Sulut 2014 dan Waraney Minahasa 2013) dan Friska Tani SIK (Wulan Minahasa 2013).

Bupati Minahasa JWS sapaan akrab Sajow dalam sambutannya memberikan apresiasi bagi semua peserta beserta instansi dari Dinas, Badan dan Kecamatan yang sudah mengutus peserta dan mensukseskan PWWM 2017 ini.

Bupati JWS juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sangat berkreasi dan inovatif dalam menggelar iven tahunan ini, serta mengucapkan terima kasih buat para sponsor yang turut mensukseskan kegiatan ini.

Turut hadir dalam Malam Final PWWM 2017 ini diantaranya Ketua DPRD Minahasa James Rawung SH, Kapolres Minahasa AKBP Chris Pusung SIK, Dandim 1302 Letkol Inf Jubert Nixon Purnama STh, Sekdakab Minahasa Jeffry Korengkeng SH MSi, segenap Anggota DPRD Rommy Leke SE MSi, Inrita Novita Rewah, Rinny Kambey SP, jajaran pejabat Pemkab, Nyong dan Noni Sulut 2017, Waraney Minahasa 2016 Sandy Lumanauw, Wulan Minahasa 2016 Ribka Mandagi STP, Kepala Bank Sulut Cabang Tondano Erwin Kuron beserta para pimpinan perusahaan selaku sponsor lainnya, dan ribuan masyarakat yang memenuhi Gedung Wale Ne Tou ini.

Berikut hasil Pemilihan Waraney dan Wulan Minahasa 2017 : Waraney David Vernando Bella (Dinas Perpustakaan), Wakil I Elfadly Manueke (Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman), Wakil II Shinji Masengi (Dinas Pendidikan), Harapan I Deo Christian Aguw (Kec Tondano Timur), Harapan II Virkinando Lengkey (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah).

Persahabatan Edwin Mandagie (Kec Pineleng), Waraney Intelegensia Gavin Enriko Tumbel (Dinas Perdagangan), Fotogenic Fabian Manajang (Dinas Kesehatan), Kreasi Batik Tou Minahasa Gavin Enrico Tumbel (Dinas Perdagangan), Berbakat Chrissanto R Paendong (Kecamatan Tompaso Barat). Sedangkan Wulan Minahasa Wiggia Langi Yunus (Dinas Kepemudaan dan Olahraga), Wakil I Aurelia Kuron (Dinas Lingkungan Hidup), Wakil II Bernadette Mogot (Dinas Perhubungan).

Harapan I Rachel Eve Sarah Leke (Sekretariat DPRD), Harapan II Isabella Waworuntu (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Persahabatan Eirene Eunike Palit (Dinas Kelautan dan Perikanan), Intelegensia Kezie Gabriela Wowiling (Dinas Pertanian), Fotogenic Tamara Rompas (Sekretariat Daerah), Kreasi Batik Tou Minahasa Isabella Kimberly (Dinas Penanaman Modal), Berbakat Vabiola Vergie Wollah (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa). (*/TimST)

Pemilihan Waraney Wulan Minahasa 2017 Dibuka Bupati JWS

Bupati JWS memakaikan atribut kepada calon WWM secara simbolis (Foto Ist)

TONDANO, Suluttoday.com – Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Agustivo Tumundo SE MSi membuka dengan resmi rangkaian kegiatan Pemilihan Waraney dan Wulan Minahasa (PWWM) 2017 pada Senin (30/10/2017) siang di House of Blessing (HOB) Koka, Kecamatan Tombulu.

Kegiatan yang diawali dengan laporan Kepala Bidang Pemasaran Wiaata Disbudpar Jimi Pinangkaan SE MSi selaku Ketua Panitia ini, diikuti oleh 59 peserta utusan Dinas, Badan, Satuan, Perusahaan Daerah dan Kecamatan se-Kabupaten Minahasa, yang digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Minahasa ke-587 dan mensukseskan Pesona Minahasa dan Pesona Indonesia.

Dalam sambutannya Bupati JWS mengharapkan agar semua finalis untuk memaksimalkan semua potensi yang dimiliki dalam ajang PWWM ini, bukan hanya dari segi penampilan fisik saja tetapi harus lengkap dengan aspek intelegensia, spiritual dan karakter agar bisa menjadi Waraney dan Wulan Minahasa 2017 tetapi juga pada akhirnya bisa membawah pulang gelar Nyong dan Noni Sulut pada tahun 2018 nanti. Dikatakan Bupati bahwa dengan ditetapkannya juri-juri yang punya kualitas, kapasitas dan kapabilitas maka pasti akan menghasilkan Waraney dan Wulan Minahasa yang sangat berkualitas.

”Selama ini saya tidak pernah dan tidak akan pernah mengintervensi penilaian dari dewan juri supaya hasilnya murni,” kata JWS.

Ditambahkan Bupati, kalau dirinya melakukan ini berarti membuat dirinya yang berdosa, bukan peserta yang mendapat keberuntungan itu. Diharapkan JWS agar kegiatan ini bisa berlangsung sukses seperti kegiatan nasional, internasional dan kegiatan lain yang barusan sukses terselenggara di Kabupaten Minahasa ini.

Foto bersama Bupati JWS, Kadis Pariwisata dan peserta WWM 2017 (Foto Ist)

Sementara Kadis Budpar Agustivo Tumundo mengatakan bahwa selama PWWM 2017 berlangsung akan digelar pula Talent Show, Penyerahan dari para Kepala SKPD dan Camat, Pembekalan materi, Psikotest, Wawancara, Kunjungan Lapangan Table Maner dan Sesi Pemotretan.

”Untuk Grand Final PWWM 2017 ini akan dilaksanakan pada Kamis, 2 November 2017 pukul 19.00 Wita bertempat di Gedung Wale Ne Tou Sasaran Tondano,” kata Tumundo.

Diharapkan Tumundo kiranya semua pihak dapat memberikan dukungan dan doa supaya semua rangkaian PWWM 2017 ini akan berlangsung dengan baik dan terselenggara dengan sukses. Turut hadir dalam pembukaan tersebut Staf Khusus Bupati Bidang Pariwisata Meksi Sahensolar, Kabid Kebudayaan Mellisa Rondonuwu SP, Kabid Kesenian Dra Letty Purukan, Sekretaris Panitia Apriliane Tiauw SS, Waraney Minahasa 2016 Sendy Lumanauw, Wulan Minahasa 2016 Ribka Mandagi SP dan undangan lainnya. (*/TimST)

Hebat, Festival Danau Tondano 2017 Siap di Gelar

Kadis Agustivo Tumundo saat meninjau lokasi Benteng Moraya (Foto Ist)

TOMOHON, Suluttoday.com – Festival Danau Tondano (Fesdaton) dalam rangka merayakan Hari Jadi Minahasa ke-589 dan mensukseskan Pesona Minahasa 2017 bakal digelar oleh Pemkab Minahasa melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pada tanggal 27 Oktober s/d 7 November 2017 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa Agustivo Tumundo, SE.,M.Si di sela-sela persiapan Technical Meeting Pemilihan Waraney Wulan Minahasa (PWWM) 2017 pada Senin 23/10 siang di Ruang Sidang Kantor Bupati Minahasa, Tondano.

Dikatakan Tumundo bahwa kegiatan Fesdaton akan diawali dengan Fun Walk pada Jumat 27/10 pagi dengan lokasi Start di Taman God Bless Minahasa Lapangan Sam Ratulangi Tondano dengan rute keliling kota Tondano dan Finish di Benteng Moraya Tondano. Di lokasi Benteng Moraya, urai Tumundo, akan dilanjutkan dengan Senam Zumba, Poco-poco, Maumere dan Lomba Memasak Ikan Mujair Woku Belanga untuk meraih Rekor MURI sebagai kegiatan yang terbanyak dan terpanjang, yang bekerja sama dengan Kakigatal Production.

”Bersama Kakigatal Production, kami juga akan menggelar Lomba Memasak Mujair Woku Belanga untuk merebut Rekor MURI, dengan kategori Lomba Masak Mujair Woku Belanga Antar Perangkat Desa dan Kelurahan, Lomba Masak Mujair Goreng antar Pegawai Instansi Pemkab, instansi Vertikal, BUMN, BUMD dan Kecamatn, dan Lomba Memasak Ikan Nike Olahan antar Guru-guru SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Minahasa,” ujar Tumundo.

Selama Lomba Masak Mujair Woku Belanga berlangsung, lanjut Tumundo, semua peserta akan dihibur oleh artis komedi nasional Mongol Stres, Isti Julistry dan Gio Idol. Sementara Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Minahasa Ir Diane Najoan selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa dalam Lomba Memasak Mujair Woku Belanga akan memperebutkan Trophy Bergilir Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow M.Si, Trophy Tetap dan sejumlah hadiah lainnya. Sedangkan mengenai ketentuan lomba, setiap instansi mengutus peserta sebanyak 5 (lima) orang sebagai satu Tim Lomba Memasak.

”Kami mohon dukungan doa dan keikutsertaan semua instansi Pemkab, instansi vertikal, BUMN, BUMD, Kecamatan, Desa, Kelurahan dan Sekolah-sekolah di Minahasa dalam mensukseskan kegiatan ini,” kata Najoan. (*/Amas)

iklan1