Tag: jemaat gereja

Gubernur Olly Lakukan Peletakan Batu Pertama Rehabilitasi Gereja Sakobar

Gubernur Olly Dondokambey saat foto bersama Jemaat (Foto Ist)

Gubernur Olly Dondokambey saat foto bersama Jemaat (Foto Ist)

MANADO – Dalam rangka pengucapan syukur Jemaat GMIM Getsemani Sario Kota Baru (Sakobar) Manado, Minggu (14/8/2016), melaksanakan peletakan batu pertama rehabilitasi pembangunan gedung gereja. Peletakan batu pertama ini di lakukan oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE bersama Ketua BPMS GMIM Pdt DR HWB Sumakul, Anggota DPR-RI Jendry Keintjem SH, Ketua BPMJ GMIM Getsemani Sakobar Pdt Priskila Solang Tampemawa STh dan Ketua Panitia Prof DR Dody Sumajouw.

Gubernur tak lupa memberi semangat kepada warga Jemaat, karena dalam menghadapi pembangunan gereja seperti ini pasti ada banyak tantangan yang akan dihadapinya. Tapi saya percaya kalau kita bersatu pasti semua bisa berjalan dengan lancar, karena telah dilandasi adanya kinginan kuat dari jemaat, sembari mengungkapkan pengalamannya ketika menjadi Panitia Pembangunan Gereja di Jakarta sewaktu Indonesia  belum krisis moneter (krismon) sekitar Tahun 1997 lalu.

Secara khusus memiliki kesamaan kondisi dan karakteristiknya, karena panitia di sini menargetkan 70 persen dana berasal dari swadaya jemaat sedangkan 30 persen  berasal dari luar jemaat. Untuk itu Gubernur berjanji untuk dana 30 persen, nanti Pemprov yang akan membantunya.

Pdt Sumakul dalam khotbanya, mengajak jemaat untuk bersatu dalam menghadapi pembangunan gedung gereja ini. Tidak hanya itu, Pdt berpesan agar Jemaat menjauhkan diri dari pemikiran-pemikiran fanatik buta.

”Hindari dari pemikiran-pemikiran fanatisme sempit yang hanya menganggu kelancaran penyelesaian pembangunan gedung gereja ini, sembari menyebutkan Jemaat GMIM Getsemani Sakobar merupakan jemaat terbesar di kota Manado yang memiliki 40 kolom dengan jumlah anggota jemaat sekitar 3 ribu, ini merupakan aset jemaat yang harus di jaga dengan baik,” ujar Pendeta Sumakul.

Sementara, Ketua Panitia Prof DR Sumajouw mengungkapkan, pembangunan gedung gereja yang berkonstruksi asitektur Minimalis Modern, akan dibangun selama 4 tahun ini memiliki tiga lantai yang mampu menampung 1100 anggota Jemaat, dengan anggaran biaya sebesar Rp.7,9 M. Turut hadir para pejabat teras Eselon II lingkup Pemprov Sulut. (*/Ikhy)

GSVL Ajak Jemaat Gereja Waspadai Upaya Pecah Belah Kerukunan

DR. GS Vicky Lumentut saat memberikan sambutan (Foto Ist)

DR. GS Vicky Lumentut saat memberikan sambutan (Foto Ist)

MANADO – Kerja keras pemerintah Kota Manado untuk mewujudkan stabilitas keamanan patut menjadi perhatian masyarakat. Hal tersebut terlihat dari pernyataan serta sikap Wali Kota GS Vicky Lumentut, Minggu (31/5/2015) saat beribadan tak lupa mengingatkan warganya, Wali Kota yang akrab disapa GSVL itu bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado Prof Julyeta PA Lumentut Runtuwene beribadah di Jemaat GMIM Yerusalem Batu Kota Wilayah Manado Barat Daya, Kecamatan Malalayang.

Dalam khotbahnya, Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah Manado Barat Daya Pdt Djenny Lexi Bato STh yang diambil dari Alkitab Amsal 2 ayat 1 sampai 6 dan Kisah Para Rasul 8 ayat 4 sampai 8 mengatakan orang tua harus memiliki hikmat, pengertian, pengetahuan dan kebijaksanaan sehingga dapat menjadi contoh yang baik bagi anak-anak serta mengajarkan mereka tentang kebaikan.

“Mendidik anak-anak dan memberitakan Injil kepada mereka untuk menjadikan mereka takut akan Tuhan adalah tugas kita sebagai orang tua,” ujar Pdt Bato.

Sementara itu, Wali Kota GSVL dalam sambutannya menyatakan salut atas kegiatan lomba yang dilaksanakan P/KB Wilayah Manado Barat Daya jelang Hari Persatuan (Hapsa) P/KB GMIM. “Ini adalah bentuk kearifan lokal yang dilaksanakan Kaum Bapa wilayah Manado Barat Daya. Saya salut kearifan lokal yang dilakukan di wilayah ini,” tandas GSVL.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota mengingatkan jemaat untuk waspada terhadap berbagai gangguan keamanan yang dapat memecah belah masyarakat seperti gerakan ISIS termasuk narkoba yang merusak masa depan generasi muda. “Saya ajak jemaat untuk waspada dengan berbagai upaya-upaya memecah belah masyarakat dengan aksi-aksi yang sifatnya provokasi seperti ISIS termasuk bahaya narkoba,” ucap Lumentut. (Amas Mahmud)

iklan1