Tag: jhon rahasia

Michael Satu-Satunya Orang Indonesia Masuk Final di Raja Ampat

Foto hasil jepretan Michael

Foto keindahan alam bawah laut Raja Ampat

MANADO – Menjadi kebanggan rakyat Indonesia, dan warga Sulawesi Utara (Sulut), khusus dimana masih ada putra daerah ini yang menorehkan prestasi luar biasa. Sulut yang dikenal memiliki taman pariwisata Internasional yakni Taman Nasional Bunaken mampu mengorbitkan generasi yang pandai menjadi fotografer dibawah laut (underwater photography), ternyata.

Dimana satu-satunya orang Indonesia yang masuk final di Raja Ampat untuk loma foto bawah laut, hal tersebut seperti disampaikan John Rahasia warga Bunaken yang saat ini sedang berada di Raja Ampat Papua.

Menurut John masih sangat minim prestasi penyelam Indonesia yang ikut menyelam di Raja Ampat sehingga perlu diberikan dukungan jika ada putra Indonesia yang bisa bersaing dengan penyelam Asing.

Situasi keindahan laut Raja Ampat

Situasi keindahan laut Raja Ampat

”Ayo bantu like agar satu-satunya orang Indonesia yang juga putra Manado yaitu Michael Waleleng, dapat menyabet juara di Raja Ampat Photo Contest 2015, dengan membuka dan like link berikut ini,” kata John Rahasia, alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISPOL) Unsrat Manado ini pada Suluttoday.com. (Amas)

John Rahasia Figur Muda, Dipastikan Dapat Memajukan Manado

Johon Rahasia

Johon Rahasia

MANADO – Berbagai nama yang disebutkan dan dijagokan masyaakat untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado terus mengemuka. Diantaranya, John Rahasia Junior yang oleh beberapa warga Kota Manado disebutkan sebagai calon alternatif yang berpeluang besar dipilih masyarakat.

”Dari semua kandidat atau bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado sudah kami pelajari track record mereka, jika dibandingkan dengan tantangan Kota Manado saat ini yakni terjadinya kesenjangan pembangunan serta munculnya Tarkam. Makanya, kami mengusung John Rahasia yang dikenal sebagai mantan aktivis mahasiswa, dan perwakilan masyarakat Manado Utara,” ujar Refindo Tawaris Tokoh Pemuda Manado Utara.

Tidak hanya itu, menurut Refindo kehadiran John Rahasia selaku keterwakilan kaum muda juga dinilai akan membawa perubahan bagi warga Manado Utara. ”Sepak terjang John yang saat ini sebagai pengusaha muda juga menjadikan pengalaman beliau untuk bagaimana memajukan Kota Manado dari sektor ekonomi dengan pendekatan mewujudkan stabilitas keamanan di Manado. Beliau juga merupakan cucu dari Pahlawan Mayor Rahasia, yang tentu punya sejarah baik bagi Sulawesi Utara dan Bangsa Indonesia ini, kami akan mendukung John, kehadiran figur muda yang memiliki visi membangun Manado sangat dirindukan warga Manado,” tegas Tawaris. (Amas Mahmud)

Peringati Peristiwa Merah Putih, Sarundajang Kupas Tuntas Sejarah

Sinyo Harry Sarundajang (Foto Ist)

Sinyo Harry Sarundajang (Foto Ist)

MANADO – Mengenang momentum 14 Februari 1946 yang dikenal sebagai peristiwa heroik Merah Putuh di Provinsi Sulawesi Utara melawan penjajah Belanda saat itu. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (13/2/2015) menggelar temu Wicara/Resepsi Kejuangan di Gedung Graha Bumi Beringin Manado.

Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang menjelaskan, peristiwa merah putih 14 Pebruari 1946, sebagai salah satu wujud dari sikap patriotisme dan nasionalisme putra/putri terbaik sulut, sekaligus merupakan bagian tak terpisahkan dari aksi patriotik dalam mempertahankan kemerdekaan pasca proklamasi 17 Agustus 1945 dan keutuhan NKRI.

”Perlu dipahami bahwa setelah kemerdekaan Indonesia di proklamirkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta, sebagian wilayah Indonesia Timur (Intim) masih dikuasai penjajah. Namun pada Tanggal 14 Pebruari 1946 tepatnya jam 1 tengah malam para pejuang yang dipimpin oleh Komandan Taulu dan Wuisan memulaikan aksi penyergapan dan menangkap semua tentara penjajah di Manado, mulai dari Komandan Garnisun Kapten Blom, Dan Korps-VII Carlier, CPM dan seluruhnya sehingga berhasil menguasai wilayah Manado. Kaum Nasionalis yang ditawan seperti Nani Wartabone, OH Pantouw, Geda Dauhan termasuk Pimpinan Pemuda BPNI Jhon Rahasia dan Chris Ponto semuanya di bebaskan,” ujar Sarundajang.

Suasana Temu Wicara yang dilaksanakan Pemprov Sulut (Foto Ist)

Suasana Temu Wicara yang dilaksanakan Pemprov Sulut (Foto Ist)

Lanjut dipaparkan SHS sapaan akrab Sarundajang, pada pagi harinya Komandan Frans Bisman dan Freddy Lumanu berangkat dengan dua peleton ke markas besar Kniel di Tomohon dan menangkap komandan Kniel De Vries dan Residen NICA Koomans De Ruyter bersamaan dengan penangkapan Letnan Van Emdem, komandan kompi di girian tonsea oleh Kumaunang.

”Keesokan harinya di hadapan komandan Kniel De Vries, Komandan Taulu dan Wuisan bahwa Kami bersama pemuda sedang memperjuangan kemerdekaan Indonesia, dan ini kami pertahankan. Sejak saat itulah Bendera Merah Putih Berkibar di provinsi Sulut. Radio-radio Australia dan San Fransisco dan BBC London serta harian Merdeka Jakarta menyiarkan tentang “Pemberontakan besar di Sulawesi Utara”, bahkan Presiden pertama pilihan rakyat “Bung Karno” memaklumkan, bahwa 14 Pebruari adalah hari Sulawesi Utara, dan sejarah perjuangan Indoneai mensyukurinya,” ucap Sarundajang. (**/Amas Mahmud)

iklan1