Tag: Jimmy Rimba Rogi

TOAR PALILINGAN: Mantan Terpidana Silahkan Mendaftar

Dr Toar Palilingan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Setelah keluarnya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 1 Tahun 2020 rupanya membawa angin segar bagi demokrasi kita. Disisi lain, menuai perbedaan interpretasi yang kian meramaikan diskusi-diskusi politik di Kota Manado. Menanggapi hal tersebut, Pakar Hukum Sulawesi Utara (Sulut) DR Toar Palilingan saat diminta tanggapannya memberikan komentar.

Rabu (4/3/2020), manurut Toar secara umum penjelasan dalam PKPU tentang terpidana begitu sederhana. Poin penting terkait Mantan Terpidana apakah mendapatkan kesempatan untuk maju dalam Pilkada 2020 juga dijelaskannya agar tidak menjadi benang kusut dalam debat politik.

”Jadi bagi mantan terpidana yang akan mencalonkan diri pada pilkada 2020 ini PKPU nomor 1 tahun 2020 telah mengatur secara jelas dan tegas baik perubahan pada pasal satu yakni poin 21 yakni yang dimaksud Mantan Terpidana adalah orang yang sudah selesai menjalani pidana, dan tidak ada hubungan secara teknis (pidana) dan administratif dengan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang hukum dan HAM,” kata Toar yang juga Dosen di Fakultas Hukum Unsrat Manado itu.

Akademisi yang selalu dimintai tanggapan soal analisis hukum dan pendapatnya selalu menghiasi media massa di Sulut itu menilai pada pasal 4 f dikatakan tidak pernah sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang ancaman hukumannya 5 tahun atau lebih. Namun pada ayat-ayat selanjutnya mengecualikan bagi Mantan Terpidana sebagaimana pada pasal 4 poin f tersebut sepanjang telah melewati jangka waktu 5 (lima) tahun.

”Setelah selesai menjalani pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, bisa mengikuti pencalonan dalam pilkada serentak 2020. Adapun persyaratan bagi mantan terpidana tersebut harus mengumumkan dalam bentuk iklan ke publik yang isinya antara lain mencantumkan Nomor dan Tanggal Surat Keterangan dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan yang isinya menerangkan bahwa yang bersangkutan telah selesai menjalani pidana penjara, pembebasan bersyarat kalau yang bersangkutan melewati proses itu juga cuti bersyarat jelang bebas menjalani hukuman penjara,” kata Toar.

Ketika ditanya berkaitan dengan peluang Jimmy Rimba Rogi alias Imba untuk masuk dalam bursa Calon Wali Kota Manado juga dijawab Toar. Pria yang dikenal vokal itu mengingatkan bahwa selanjutnya menjadi wewenang KPU untuk memverifikasi dokumen dimaksud kepada instansi terkait apakah calon-calon tersebut memenuhi syarat administrasi atau tidak, masyarakat ngak usah berandai- andai atau berspekulasi tapi percayakan saja pada penyelenggara pilkada untuk melaksanakan PKPU pencalonan tersebut.

”Untuk Imba dan yang lainnya, mantan terpidana silahkan mendaftar nanti KPU yang akan memverifikasi dokumen Kepala Lembaga Pemasyarakatan yang terkait dengan 5 tahun telah selesainya menjalanipidana penjara yang bersangkutan/calon,” ucap Toar. (*/Amas)

Wali Kota Vicky Lumentut: Selamat Kepada Sjarifuddin Taha, Anggota DPRD Manado

Sjarifuddin Taha saat mengikuti prosesi pelantikan (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado, Senin (7/8/2017) siang tadi ‘ramai’ dengan pelaksanaan pelantikan Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kota Manado, dari Boby Daud kepada Sjarifuddin Taha. Pelantikan disaksikan langsung Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan, SE.

Taha menduduki kursi milik Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Manado berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) bernomor 243 Tahun 2017 tentang pemberhentian Boby Daud dan pengresmian/pengangkatan PAW Sjarifuddin Taha ditandatangani Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE.

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Sjarifuddin Taha sebagai PAW anggota DPRD Kota Manado dilakukan Ketua DPRD Manado Nortje Henny Van Bone, dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Manado dalam pengambilan sumpah/janji PAW anggota DPRD Manado. Rapat yang dihadiri para Wakil Ketua DPRD Manado masing-masing Drs Danny RWF Sondakh dan dr Richard Sualang serta sejumlah anggota DPRD Manado itu, berlangsung khidmat.

Wali Kota Manado yang akrab disapa GSVL menyampaikan dalam sambutannya bahwa Sjarifuddin Taha sebagai anggota DPRD Manado yang baru. GSVL berharap, Taha mampu memperat kemitraan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado serta ikut bersama membangun Kota Manado.

”Atas nama pribadi dan pemerintah Kota Manado, saya menyampaikan selamat kepada anggota dewan yang terhormat Bapak Sjarifuddin Taha, yang telah resmi menjadi bagian dari DPRD Manado. Selamat melaksanakan tugas sebagai anggota legislatif dengan harapan bisa menjalin kemitraan yang baik dengan pemerintah Kota Manado dalam melaksanakan Undang-Undang dan mengemban amanat rakyat,” ujar Wali Kota GSVL.

Berlangsungnya pelantikan Sjarifuddin Taha (Foto Ist)

Tak lupa, Wali Kota Manado menyampaikan terima kasih kepada Boby Daud, atas pengabdian, kerjasama dalam membangun kemitraan dengan Pemkot Manado selama menjadi anggota DPRD Manado.

”Terima kasih kepada Bapak Boby Daud yang selama menjadi anggota DPRD Manado, telah ikut membangun sinergitas dengan pemerintah Kota Manado,” kata Wali Kota GSVL.

Seperti diketahui, PAW terhadap Boby Daud dan digantikan Sjarifuddin Taha dilaksanakan, setelah secara resmi Boby Daud, mengundurkan diri dari anggota DPRD Manado untuk ikut mencalonkan diri sebagai Wakil Wali Kota Manado.(*/Amas)

Terkait Putusan MA, Boby Daud Mengaku Belum Menerima Putusan

Boby Daud, anggota DPRD Manado (Foto Ist)

Boby Daud, anggota DPRD Manado (Foto Ist)

MANADO – Beredarnya pemberitaan di media massa menyangkut putusan Mahkamah Agung (MA) yang menerima kasasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado atas Jimmy Rimba Rogi-Boby Daud, mendapat tanggapan Boby Daud selaku calon Wakil Wali Kota Manado. Kamis (14/1/2016), Boby saat diwawancarai mengatakan kalau pihaknya belum mendapatkan informasi tersebut.

”Sampai saat ini saya belum menerima laporan, dari Imba-Boby kami secara tertulis kami belum menerima putusan dari MA tersebut,” ujar Boby Daud yang juga Ketua DPD PAN Kota Manado.

Sekedar diketahui, pemberitaan media massa yang bersumber dari jpnn.com, Rabu (13/1/2016) memberikan judul ‘Sah! Pencoretan Jimmy-Bobby Berkekuatan Hukum Tetap’, menuai tanggapan beragam. Pasalnya, dalam berita tersebut, jurus bicara MA, Suhadi menyebutkan untuk kasus Pilkada Manado sudah diputus, isinya kabul kasasi total gugatan dari KPU Manado. (Amas)

Menangkan Gugatan, Imba Panjatkan Syukur

Jimmy Rimba Rogi (Foto Suluttoday.com)

Jimmy Rimba Rogi (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com-   Jimmy Rimba Rogi dan Bobby Daud akhirnya bernafas lega. Pertimbangan Majelis Hakim PTTUN Makassar menyebutkan KPU Manado telah melakukan perbuatan melawan hukum, dengan demikian pasangan calon atau penggugat yang telah ditetapkan berdasarkan PKPU No. 2/2015, dapat melakukan gugatan perdata maupun pidana karena telah dirugikan.

Mengetahui ini, Calon Walikota Manado Jimmy Rimba Rogi usungan Partai Golkar, kalimat pertama yang dikeluarkan Imba adalah Puji Tuhan saya lolos.

“Puji Tuhan Saya Lolos, saya mendapat telepon dari pengacara saya, dan keputusan PTTUN saya lolos,” tutur Imba dihadapan para wartawan di kediamannya Kelurahan Teling Atas, Jumat (18/12/2015) sore tadi.

Lanjut Imba mengatakan, langkah berikut yang akan dilakukan adalah ketegasan KPU waktu pelaksanaan Pilwako Manado.

Sementara itu dengan diloloskannya Imba sebagai Calon Walikota Manado lewat sidang PTTUN Makassar, membuat peluang Imba kembali terbuka. Imba mengatakan akan meminta ijin kepada KPU agar dapat diberikan kesempatan melakukan Kampanye Umum terbuka.

“Akibat keputusan yang dibuat oleh penyelenggara pemilu terhadap saya beberapa waktu lalu membuat tahapan kampanye banyak yang tak dapat dilakukan, karena itu kami akan memberikan permohonan ijin untuk kampanye terbuka,” ucap Imba.

Tak sampai disitu, Imba juga meminta pertanggung jawaban KPU untuk menginformasikan kepada masyarakat Manado selama 7 hari perihal kelolosan dirinya.

“Sampai saat ini banyak warga Manado tidak mengetahui kelolosan saya dipilwako Manado, 7 hari waktu yang akan saya minta ke KPU,” tandas Panglima yang turut didampingi istri tercinta Irawati Rogi -Saleh.

Ditempat terpisah para pendukung Paslon nomor urut 2 ini merasa senang dengan informasi yang menyebutkan Imba -Bobi menang di sidang PTTUN Makassar. Seperti halnya Tuty Marcus warga Sario yang juga memanjatkan syukur kepada Tuhan karena calon walikota dan Wakil Walikota menang.

“Makaseh Tuhan torang pe panglima Imba menang,” tuturnya.(Jimmy Lumingkewas)

GSVL-MOR Meminta KPU Manado Loloskan Imba-Boby

GS Vicky Lumentut dan Mor D Bastiaan (Foto Suluttoday.com)

GS Vicky Lumentut dan Mor D Bastiaan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Penundaan Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado yang rencananya dilaksanakan Rabu (9/12/2015) kemarin mendapat tanggapan berbagai kalangan, termasuk diantaranya dari pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado Nomor Urut 3, GS Vicky Lumentut-Mor D Bastiaan. Kamis (10/12/2015) dihadapan sejumlah wartawan, GSVL sapaan akrab Lumentut menyampaikan bahwa dirinya bersama Mor meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) meloloskan pasangan calon Nomor Urut 2, Jimmy Rimba Rogi alias Imba-Boby Daud.

“Sejak awal saya mengatakan bahwa Pak Imba dan saudara Boby Daud sebaiknya mereka diikutkan dalam Pilwako, hak demokrasi seseorang jangan dibatasi oleh penyelenggara Pemilu apalagi dengan alasan politis. Ingat, calon Nomor Urut 2, sudah mendapatkan Nomor Urut kemudian telah juga mengikuti prosedur yang ditetapkan, seperti melakukan kampanye, dan lain-lain,” tutur GSVL.

Wali Kota Manado periode 2010-2015 yang baru saja meninggalkan jabatannya secara terhormat itu menegaskan jika Imba-Boby Daud menjadi kompetitor dalam Pilwako Manado 2015, maka praktek demokrasi di daerah ini akan lebih terasa. GSVL meminta KPU Manado untuk tegas dalam mengambil keputusan-keputusan strategis yang didasarkan atas aturan main.

”Jangan kemudian keputusan KPU lebih bersikap sepihak, ingat penyelenggara Pemilu sebagai bagian dari perwakilan rakyat sehingga wajib mendahulukan kepentingan rakyat. Bukan sebaliknya, jangan sampai muncul kesimpulan ditengah masyarakat bahwa KPU mendahulukan kepentingan segelintir orang, mari kita sama-sama wujudkan Pilwako Manado yang aman dan tertib,” ujar GSVL yang juga Ketua Umum APEKSI ini tegas. (Amas)

iklan1