Tag: Jimmy Rimba Rogi

Wah, Ada Skenario Pilkada Manado Ditunda? Ini Tanggapan Aktivis

Tommy Turangan SH, Ketua AMTI

Tommy Turangan SH, Ketua AMTI

MANADO – Setelah diloloskan pasangan calon Wali Kota Manado, Jimmy Rimba Rogi-Boby Daud, kemudian tidak diloloskan Bawaslu, dan diloloskan kembali KPU Manado belum lama ini, kini beredar informasi Imba sapaan akrab Rimba Rogi-Boby Daud akan dicoret kembali. Menanggapi hal tersebut, aktivis LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) angkat bicara.

Menurut Tommy Turangan SH, selaku Ketua Umum AMTI sikap penyelenggara Pemilu untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Manado mencoreng wajah demokrasi di Indonesia. Dirinya meminta agar penyelenggara pemilu di Sulut bersikap objektif, tidak mengambil keputusan berdasarkan ”pesanan”.

”Jika kita mengikuti kasus Imba-Boby yang merupakan Paslon Wali Kota Manado Nomor Urut 2 ini, maka sangat jelas bisa disimpulkan penyelenggara Pemilu telah ”masuk angin”. Kok, keputusan KPU meloloskan mereka, lalu kemudian dianulir, diloloskan lagi, dan terakhir sebagaimana pemberitaan media online Nasional, malam ini Imba-Boby akan dicoret berdasarkan permintaan KPU Pusat kepada KPU Sulut. Sunggu ini mencoreng wajah demokrasi kita, sepertinya penyelenggara Pemilu di daerah ini tidak lagi memiliki integrias,” tutur Tommy, Senin (23/11/2015).

Tak hanya itu, Turangan yang juga jebolan Fakultas Hukum Unsrat Manado itu menduga ada semacam grand skenario untuk melakukan penundaan terhadap Pilkada Manado. Pria yang dikenal selalu berusara lantang terkait kebijakan pemerintah yang tidak pro kepada kepentingan rakyat ini meminta penyelnggara Pemilu memberikan contoh berdemokrasi yang baik pada masyarakat.

”Kami menduga ada beberapa obsi yang sengaja dimainkan partai penguasa untuk memenangkan calonnya di Pilwako Manado. Langkah pertama, Imba dijegal, dan langkah selanjutnya akan ada kandidat lain yang notabene sebagai rival politik ”dibabat”, kemudian bisa jadi upaya ini dilakukan sembari menarik konsentrasi masyarakat (massa pendukung) agar bereaksi, inilah yang menjadi alasan agar Pilkada di Manado dapat ditunda dengan alasan belum siap. Ini bahaya yang harus kita hindari, jangan karena birahi ingin menguasai orang lain, kita lantas melakukan hal-hal yang tidak etis dalam berpolitik, kalau misalkan Pilkada Manado ditunda yang pasti partai penguasa berpeluang menang. Boleh jadi, ada yang tidak menginginkan Imba menjadi Wali Kota Manado sehingga tidak sportif dalam bertarung sebagai politisi,” ucap Turangan. (Amas)

Akhirnya, Imba Bale For Manado

Imba saat dijemput pendukungnya (Foto Suluttoday.com)

Imba saat dijemput pendukungnya (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com- Rasa syukur kembali diteriakan ribuan massa paslon nomor urut 2 ketika mendengar bahwa ke 5 komisioner menandatangani pembatalan surat pengguguran Imba dan Boby. Bertempat di kantor Bawaslu Sulut, akhirnya 3 komisioner KPU Manado yang sebelumnya enggan menandatangani akhirnya bersedia untuk bertandatangan, Kamis (19/11/2015).

“Tadi 2 komisioner KPU sudah menandatangani surat ini di kantor. Dan karena permintaan 3 komisioner lainnya untuk datang di kantor Bawaslu Sulut telah terpenuhi, ketiganya telah menandatanganinya,” ungkap ketua KPU Manado, Eugenius Paransi.

Menurut Paransi diakomodirnya kembali Imba dan Boby sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado didasari sejumlah alasan.

“Kami bertandatangan, untuk menjamin keamanan dan hukum. Buat apa ada Pilkada kali ini, jika pelaksanaannya terjadi kericuhan,” tutur Paransi.

Para pendukung Imba dan Boby langsung menggelar doa dan melakukan konvoi bersama sebagai bentuk rasa syukur yang tak terhingga.(Jimmy)

Imba-Boby Dianulir, LSI: Mayoritas Masyarakat Kota Manado tidak Setuju

Jimmy Rimba Rogi saat kampanye (Foto Ist)

Jimmy Rimba Rogi dan Boby Daud saat kampanye (Foto Ist)

MANADO – Pengaruh Jimmy Rimba Rogi-Boby Daud dihati warga Kota Manado diakui sangat kuat, lihat saja pasangan calon Wali Kota Manado yang dianulir dari kepesertaan Pilwako Manado terus berpolemik. Ada yang tidak setuju, ada pula yang setuju dengan keputusan yang diambil KPU Manado.

Belum lama ini, 11-15 November, Citra Publik Adv-Lingkaran Survei Indonesia (CPA-LSI) mengadakan survei guna mengetahui respon publik di Manado, ternyata sebanyak 64,63 persen menyatakan tidak setuju. Mayoritas publik merespon negatif. Hanya sebesar 31,71 persen publik yang menyatakan setuju dengan adanya keputusan KPU Manado tersebut.

”Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 440 responden dan margin of error sebesar +/- 4,8 persen. Kami juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview. Survei ini didanai sendiri CPA – LSI,” kata Rully Akbar, Manager CPA-LSI.

Disebutkan, penolakan terhadap keputusan KPU Manado merata di semua segmen masyarakat. Mulai yang berpendidikan rendah hingga berpendidikan tinggi. Mereka yang ‘wong cilik’ maupun yang berekonomi mapan juga menolak keputusan KPU Manado tersebut.

”Namun, mereka yang pria, berpendidikan tinggi, ekonomi menengah atas, lebih tinggi tingkat penolakannya terhadap keputusan KPU tersebut. Ini merupakan kondisi wajar karena segmen-segmen ini biasasanya lebih concern dengan isu politik dan pemerintahan. Bahkan, segmentasi pemilih kandidat lain (selain pemilih Imba-Boby) juga menyatakan tidak setuju terhadap isu tersebut,” sebutnya.

Rully menyebut, ada sejumlah alasan yang mendasari penolakan publik terhadap keputusan KPU Manado tersebut. Dari data gabungan riset kuantitatif (survei) dan kualitatif (in depth interview), publik menilai keputusan untuk menggugurkan Imba-Boby adalah suatu bentuk intervensi politik. Sebanyak 57,3 persen publik menilai keputusan ini bentuk intervensi politik, bukan murni sebagai mekanisme penegakan hukum.

”Mereka menilai ada campur tangan lawan politik dari pasangan Imba–Boby yang sengaja ingin ‘menjegal’ pasangan ini agar tidak bisa melanjutkan proses dan tahapan Pilkada sampai dengan tanggal 9 Desember 2015 nanti,” ujarnya.

Alasan penolakan lain, keputusan KPU dinilai terlambat. Sebanyak 54,3% publik Manado menilai jika memang tidak memenuhi syarat, seharusnya Panwaslu dan KPU setempat tidak meloloskan pasangan yang ‘masih bermasalah’ untuk menjadi peserta sejak awal penetapan. Karena menimbulkan kerugian materiil maupun immateril.

Selanjutnya, KPU Manado dianggap tidak konsisten terhadap keputusan. Sebanyak 35,1 persen publik Manado menyalahkan KPU Manado. Dan sebanyak 31,2 persen menyalahkan Bawaslu Provinsi Sulut terhadap keputusan ini. ”Ketiga alasan itulah yang mendasari pertimbangan publik menolak keputusan penganuliran Imba-Boby,” urainya.

Ditambahkan Koordinator LSI wilayah Sulut Saleh Nggiu, dari hasil riset kualitatif (in depth interview), ada 3 (tiga) wacana terhadap keputusan pengguguran ini. Pertama, tetap meloloskan seluruh calon wali kota dan wakil wali kota Manado untuk tetap bertarung sampai dengan pemilihan 9 Desember mendatang.

Kedua, penyelenggara Pilkada (Panwaslu, Bawaslu dan KPU Manado) memberikan penjelasan kepada masyarakat, bahwa seluruh pasangan calon kepala daerah Manado tetap menjadi peserta Pilkada. Ketiga, menunda waktu Pilkada Manado pada 2017. Apalagi ada gugatan, maka seluruh proses hukum harus diselesaikan terlebih dahulu. ”Jika keputusan final proses hukum melewati hari H (9 Desember), maka sebaiknya Pilkada Manado diundur pelaksanaannya hingga 2017,” sebutnya.

Diakui, ketiga wacana terhadap keputusan pengguguran Imba-Boby memang akan menjadi perdebatan. Namun survei menunjukan publik menyetujui jika akhirnya proses Pilkada di Manado tetap dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang berlandaskan penegakan hukum, tanpa intervensi politik dari pihak manapun. (Amas)

Jelang Putusan Bawaslu Dibacakan, Imba-GSVL Akrab

Wali Kota GSVL ketika mengantar Imba dimobil (Foto Ist)

Wali Kota GSVL ketika mengantar Imba dimobil (Foto Ist)

MANADO – Jimmy Rimba Rogi yang akrab disapa Panglima atau Imba ini merupakan tokoh politik yang memiliki kharisma luar biasa. Politisi senior Golkar ini, selain memiliki pengalaman menjadi Wali Kota Manado, juga sukses memimpin Golkar Sulawesi Utara (Sulut) pada jamannya, bahkan hingga kini saat ditetapkan menjadi calon Wali Kota Manado dengan Nomor Urut 2, Imba masih memiliki begitu banyak dukungan masyarakat dan basis massa militan.

Jumat (13/11/2015), atas berbagai upaya Imba yang telah menjadi calon Wali Kota resmi ditetapkan KPU Manado, diduga kuat dijegal. Lihat saja, setelah ditetapkan, kemudian dianulir berdasarkan putusan rekomendasi Bawaslu Sulut yang mempertimbangkan bahwa Imba masih berstatus sebagai Narapidana. Kondisi yang begitu ”terjepit” bagi seorang politisi ditengah tekanan yang bertubi-tubi ini disikapi bijak Imba, meski ribuan massa pendukungnya masih tetap setia serta berharap Imba tetap menjadi calon Wali Kota andalan mereka.

Imba dan GSVL saat foto bersama keluarga yang berduka (Foto Ist)

Imba dan GSVL saat foto bersama keluarga yang berduka (Foto Ist)

Ada hal yang menjadi pendidikan politik bagi warga Manado, jelang putusan Bawaslu Sulut yang dibacakan KPU Manado di kantor KPU, Jumat (13/11/2015) siang tadi Imba terlihat menghadiri Ibadah pemakaman Almarhum Ny Margaretha Merry Sirapandji di Kawasan Mega Mas Manado, dan bertemu dengan Wali Kota DR G.S Vicky Lumentut, mantan Sekretaris Daerah Kota Manado disaat Imba menjadi Wali Kota Manado saat ini.

Kedua tokoh inipun terlibat komunikasi akrab, saling menyapa dan sesekali tertawa yang menggambarkan bahwa kedua tokoh hebat ini meski berbeda saat menjadi calon Wali Kota (sebelum putusan dianulir), namun tak membuat mereka bermusuhan. Wali Kota GSVL sapaan akrab Lumentut dalam kesempatan tersebut menyampaikan sambutan dan menghibur keluarga yang berduka.

Imba, GSVL dan istri tercinta Imba (Foto Ist)

Imba, GSVL dan istri tercinta Imba (Foto Ist)

“Selaku pemerintah dan masyarakat di Kota Manado, kami menyampaikan turut berduka cita sedalam-sedalamnya atas berpulangnya Almarhum. Apa yang telah ditinggalkan Almarhum Ibu Merry, seperti jasa-jasa telah membuka kawasan bisnis Mega Mas ini, kiranya boleh diteruskan kita semua. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Terpujilah nama Tuhan,” ucap GSVL dihadapan keluarga yang berkabung. (Amas)

Wah, Asyik DKPP Putuskan Imba Tidak Bermasalah

Jimmy Rimba Rogi (Foto Suluttoday.com)

Jimmy Rimba Rogi (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com- Sidang gugatan yang dilaporkan Arif Darea terhadap putusan KPU dan Panwaslu Manado yang menetapkan Jimmy Rimba Rogi akhirnya terbantahkan sudah. Informasi yang didapat wartawan menyebutkan DKPP telah menghasilkan sebuah keputusan yang menyatakan Panwaslu dan KPU Kota Manado tidak melakukan kesalahan dalam menjalankan kewenangannya, terkait penetapan Jimmy Rimba Rogi yang akrab disapa Imba sebagai calon Wali Kota Manado yang diusung Partai Golkar, PAN, PPP ini.

”Hasil pleno DKPP tadi, Panwaslu dan KPU Manado dinyatakan telah menjalankan seluruh ketentuan yang berlaku dalam penetapan Jimmy Rimba Rogi sebagai calon Wali Kota Manado,” kata politisi Golkar, Sultan Udin Musa yang mengikuti sidang Pleno DKPP di Jakarta, ketika dihubungi via telepon, Rabu (11/11/15).

Sementara itu ditempat terpisah, ketua KPU Manado, Eugenius Paransi ketika dimintai tanggapannya mengatakan bahwa, memang benar DKPP memutuskan penetapan Imba telah memenuhi ketentuan, maka surat rekomendasi Bawaslu tidaklah mendasar. ”Sampai sekarang kami belum menerima pemberitahuan. Tapi kalau keputusannya seperti itu, berarti rekomendasi Bawaslu gugur,” ujar Paransi, sembari mengatakan jika dirinya sedang dalam perjalanan ke Bandara Sam Ratulangi untuk berangkat ke Jakarta.(Jimmy)

iklan1