Tag: job fair

1.662 Pencaker Difasilitasi Disnakertrans Sulut

Job fair (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pelaksanaan pameran kesempatan kerja (Job Fair) berakhir sudah dan sebanyak 1.662 pencaker berhasil difasilitasi Disnakertrans Sulut untuk bertemu langsung dengan pemberi kerja.

“Yang terdaftar dan terverifikasi secara online maupun offline sebanyak 1.662 pencari kerja (pencaker) di dua hari pelaksanaan job fair di IT Center,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut, Ir Erny B Tumundo MSi kepada media ini Kamis (06/09/2018) malam usai menutup rangkaian kegiatan tersebut.

Ditegaskan Tumundo, jumlah ini agak jauh dari jumlah lowongan pekerjaan yang di sediakan oleh 45 perusahaan sebagai pemberi kerja.

“Walaupun jumlah yang terdaftar dan datang ke Job Fair mencapai ribuan orang tapi masih banyak lagi lowongan pekerjaan yang disediakan,” kata Tumundo yang didampingi Kepala Bidang Binapenta dan Sekretaris Dinas, Grace Bukara.

Lebih lanjut Tumundo menegaskan bahwa pihaknya akan membuka kegiatan serupa di lokasi pameran pembangunan di Kayuwatu Manado dalam waktu dekat.

“Bagi yang belum sempat di job fair di IT Center jangan kecewa karena, kami sudah menyiapkan kegiatan serupa di pameran pembangunan dalam rangka HUT Sulawesi Utara ke-54 di Kayuwatu dalam waktu dekat ini,” tegasnya sembari berharap sejumlah perusahaan yang ikut job fair juga turut serta dalam kegiatan berikut.

Tumundo pun memberikan apresiasi kepada puluhan perusahaan yang telah mendukung program ODSK. Sementara itu, beberapa pencaker yang sempat diwawancarai pernah mengikuti kegiatan yang sama di awal tahun. Mereka mengaku mengikuti kegiatan tersebut karena saat kegiatan yang lalu belum menemukan posisi yang pas.

“Belum pas, jadi ikut lagi,” ujar mereka.

Ada juga yang sudah dipanggil pada kesempatan pertama namun terganjal masalah upah. “Sudah pernah dipanggil, namun tidak sesuai dengan UMP jadi terpaksa saya tolak, dan mudah-mudahan kali ini sesuai dengan harapan saya,” ungkap pencari kerja asal Provinsi Gorontalo yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Lebih lanjut, kegiatan dalam mendukung program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut, Edison Humiang. Mantan Sekot Bitung ini meminta masyarakat yang belum memiliki pekerjaan untuk memanfaatkan kesempatan berharga bagi peningkatan kesejahteraan.

Humiang pun mengatasnamakan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey mengapresiasikan kinerja hebat dari Erny Tumundo beserta jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam mengentaskan kemiskinan melalui pengurangan jumlah pengangguran terbuka.(Cat)

‘Belum Pas, Jadi Ikut Lagi’

Pencari kerja padati pelaksanaan Job Fair (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Hari pertama pelaksanaan Job Fair di IT Center Rabu (05/09/2018) dipadati ratusan pencari kerja. Dan beberapa diantaranya pernah mengikuti kegiatan yang sama di awal tahun. Mereka mengaku mengikuti kegiatan tersebut karena saat kegiatan yang lalu belum menemukan posisi yang pas.

“Belum pas, jadi ikut lagi,” ujar mereka.

Ada juga yang sudah dipanggil pada kesempatan pertama namun terganjal masalah upah. “Sudah pernah dipanggil, namun tidak sesuai dengan UMP jadi terpaksa saya tolak, dan mudah-mudahan kali ini sesuai dengan harapan saya,” ungkap pencari kerja asal Provinsi Gorontalo yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Lebih lanjut, kegiatan dalam mendukung program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulut, Edison Humiang. Mantan Sekot Bitung ini meminta masyarakat yang belum memiliki pekerjaan untuk memanfaatkan kesempatan berharga bagi peningkatan kesejahteraan.

Humiang pun mengatasnamakan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey mengapresiasikan kinerja hebat dari Erny Tumundo beserta jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam mengentaskan kemiskinan melalui pengurangan jumlah pengangguran terbuka.(Cat)

April, Sulut Banjir Lowker

Ilustrasi, warga saat mencari pekerjaan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com -Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Daerah senantiasa menjawab tantangan guna mengurangi angka pengangguran. Bahkan bulan depan, Dinas Tenaga dan Transmigrasi Daerah Sulawesi Utara sudah mempersiapkan iven khusus yang menjadi ajang pertemuan langsung pencari kerja dengan pemberi kerja seperti ditegaskan Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Lucky Taju kepada Suluttoday.com Kamis (22/03/2018).

Taju pun optimis jumlah lowongan kerja (lowker) dapat menyamai bahkan melebihi jumlah pada kegiatan yang sama tahun lalu. Saat ini tim Disnakertrans Sulawesi Utara tengah turun lapangan mendata perusahaan yang akan ambil bagian dalam job fair akhir April nanti.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri seperti dikutip dari situs resmi kementriab meminta pemerintah daerah (Pemda) memperbanyak penyelenggaraan bursa kerja (job fair) untuk mengurangi pengangguran di daerah.

Selain sebagai ajang pertemuan langsung pencari kerja dengan pemberi kerja tanpa diskriminasi, bursa kerja juga upaya mendukung program pemerintah menurunkan angka pengangguran. Selama ini angka pengangguran di Indonesia disebabkan beberapa hal.

Antara lain, pertumbuhan angkatan kerja tinggi, pertumbuhan kesempatan kerja masih rendah, pendayagunaan tenaga kerja yang masih sangat rendah, tingkat pendidikan dan produktifitas tenaga kerja yang masih relatif rendah dan penyebaran penduduk yang tidak merata.(Cat)

Job Fair BP3TKI Manado Sedot Minat Masyarakat

Job Fair BP3TKI Manado menyedot animo masyarakat sekaligus memberikan edukasi menyangkut pekerjaan ke luar negeri secara legal (Foto Ist)

MANADO – Masyarakat Manado dan sekitarnya menghadiri Job Fair yang dibuka BP3TKI Manado, 7-8 Juli 2017 di Mantos II. Ada beberapa perusahan mitra kerja turut mempromosikan menyangkut pekerjaan ke luar negeri yang prosedural. Job fair yang dibuka selama dua hari menyedot minat masyarakat yang ingin mengetahui proses bekerja ke luar negeri.

BP3TKI Manado mengharapkan kebutuhan masyarakat akan pasar kerja luar negeri dapat terfasilitasi. “Peluncuran Job Fair ini dilakukan empat kali setiap bulan. Yang ditawarkan antara lain, berbagai peluang kerja formal sektor kesehatan dan hospitality di negara-negara seperti Jepang, Singapura, Hong Kong,” ujar Dorlintje.

Menurut Dorlintje, Job Fair merupakan salah satu solusi yang ditawarkan BP3TKI Manado untuk meningkatkan penempatan TKI formal serta mendukung program zero TKI informal.

“BP3TKI Manado berkomitmen lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara menyeluruh. Mulai dari pencari kerja luar negeri, calon TKI yang sedang dalam proses pemberangkatan, hingga kepada TKI yang telah pulang ke tanah air dan TKI yang memutuskan membuka usaha mandiri,” katanya. (don)

Sukses, Job Fair STP Bali 2016

Balijob Fair (Foto Ist)

Balijob Fair (Foto Ist)

BALI – Untuk kesembilan kalinya Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali sukses menggelar Job Fair. Acaranya digelar di di Aula Jove Ave Kampus STP Nusa Dua Bali, 22-23 April 2016 itu tergolong heboh. Pameran lowongan kerja itu diikuti 28 perusahaan bidang pariwisata dalam dan luar negeri itu. Sasarannya, mencari 2.000 tenaga kerja baru yang akan ditempatkan di perusahaan jasa, hospitaliti dan biro perjalanan wisata. Menurut Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali, Dewa Gde Ngurah Byomantara, lowongan kerja yang dicari bervariasi.

Dari mulai level staf biasa hingga level manajer, semua tersedia. Industri pariwisatanya? Sangat beragam. Dari mulai hotel, industri catering, airline, cruise, travel agent, event organizer, semua ada. Dan yang hunting mencari tenaga kerjanya, tak hanya perusahaan Indonesia. Industri pariwisata asal Dubai, Jepang, Thailand, Chili, Tiongkok dan Arab Saudi, tak mau ketinggalan memburu posisi staf (92%), supervisor (2%) dan tingkat manajer (6%).

Yang lolos kualifikasi, akan langsung ditempatkan di CTI Group Bali, PT. Sumber Bakat Insani, PT. Sentina Artha Sumber Daya, Movenpick Resort & Spa Jimbaran Bali, Archipelago International Indonesia, IHG ( Holiday Inn Resorts Bali), Horison Hotels Group, Potato Head Family, Alila Hotels, Air Asia, Clubmed Resorts, Courtyad by Marriot, PT. Aerofood Indonesia, Mandapa, Ritz Calton Reserve, Anantara Uluwatu Resort Bali, Accor Hotel, Santa Bali Tour & Travel, Secret Garden Village, Grand Inna Kuta, Grand Nikko Hotel, The Seven Group, The Jimbaran View, Hard Rock Hotel Bali, Estepers, Bali Hotel Association, Bali Duta Mandiri, Sobek Rafting serta PT. Natura Pesona Mandiri.

“Job Fair kali ini membuka kesempatan bagi masyarakat umum. Selain mahasiswa STP, masyarakat luar juga banyak yang ikut ambil bagian,’ terang Byomantara, Minggu (24/4/2016).

Byomantara mengatakan, pihaknya selama ini telah mendapat tugas untuk mencetak dan menyalurkan tenaga kerja secara berkualitas. Karenanya, setiap tahun, STP Bali selalu konsisten menjaga kualitas lulusannya. Bramantyo mengaku selalu berupaya menjadi penyuplai lulusan berkualitas yang dibutuhkan industri pariwisata lokal dan mancanegara.

“Ini efektif menekan jumlah pengangguran. Pencari kerja akan langsung dipertemukan dengan perusahaan. Di sisi lain, perusahaan juga dapat memperoleh tenaga kerja sesuai klasifikasi yang dibutuhkan industri pariwisata,” jelasnya.

Hal itu ikut diamini Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata, HM Ahman Sya. Menurutnya, program ini sejalan dengan keinginan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dengan menekan angka pengangguran.

“Ini fakta. Ada datanya. Pada 2015 silam, pariwisata Indonesia tercatat menyerap 11,3 juta tenaga kerja. Untuk 2016, targetnya harus bisa meningkat hingga 11,7 juta,” terang Ahman Sya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan penyiapan SDM kepariwisataan itu bagian yang penting dalam sustainabilitas program. Apalagi ke depan, dengan pengembangan 10 top destinasi yang diprioritaskan tahun ini? Juga destinasi lain yang memang bertumbuh cepat?.

“Kalau kita tidak lakukan penyiapan SDM yang kompeten, nanti negara lain seperti Filipina yang akan menyerbu. Filipina itu orangnya mirip dengan kita, bahasa Inggrisnya lebih bagus, dan mau digaji dengan standart Indonesia,” ujar Menpar Arief Yahya.

Karena itu event Job Fair yang digelar oleh STP Bali ini cukup baik. Mempertemukan kebutuhan dua pihak yang sama-sama punya krpentingan yang sama. Industri ingin mendapatkan SDM terbaik, begitupun para lulusan dsn mahasiswa akhir kuliah, juga sudah siap-siap mencari pekerjaan yang cocok. “Kemenpar punya 4 kampus, yakni STP Bandung, STP Bali, Akpar Medan dan Akpar Makassar. Dalam waktu dekat bertambah dua lagi, Politeknik Pariwisata Palembang dan Mandalika Lombok'” jelasnya (**/Amas)

iklan1