Tag: joko widodo

Bersama Sesmenko Perekonomian, Wali Kota Manado Rakor Terkait Omnibus Law

Wali Kota Manado saat hadir dalam pembahasan RUU Omnibus Law (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pemerintah Kota Manado dibawah kepemimpinan DR GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado dan Mor Dominus Bastiaan, SE, selaku Wakil Wali Kota terus proaktif menggenjot pembangunan. Tidak hanya itu, pada level memberi support terhadap implementasi regulasi yang tepat juga dilakukan pemerintah Kota Manado. Jumat (6/12/2019), Wali Kota Manado, Vicky Lumentut menghadiri rapat koordinasi (Rakor).

Rakor terkait pembahasan dan sosialisasi Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, dihadiri sejumlah stakeholder. Diantara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Kementerian Lembaga, Asosiasi Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, Wali Kota Manado berharap diskusi tersebut menjadi suplemen yang dapat memacu kinerja pemerintah Kota Manado.

”Saya barusan mengikuti diskusi bersama Sesmenko Perekonomian guna membahas terkait Omnibus Law. Tentu kita berharap materi ini menambah pengetahuan bagi kami para Kepala Daerah untuk bagaimana mewujudkan efektifitas pelayanan publik,” ujar Vicky Lumentut.

Untuk diketahui, rapat ini dipimpin Sekretaris Kemenko (Sesmenko) Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, S.E, M.E di Graha Sawala, Gedung Ali Wardhana, Jakarta dalam rangka memdiskusikan awal materi tentang Omnibus Law tentang perizinan atau Rancangan UU Cipta Lapangan Kerja. Kata Wali Kota Manado dua periode ini, kepada Suluttoday.com, Jumat (6/12/2019) bahwa pembahasan akan dilanjutkan Minggu depan dengan membahas hal-hal substansial lainnya.

Berlangsungnya pembahasan RUU Omnibus Law (FOTO Ist)

”Tentu juannya kita memberikan kontribusi pembangunan untuk yang lebih maju dan bermartabat. Omnibus Law ini termasuk bagian penting dari penyampaian Pak Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bersama seluruh Kepala-Kepala daerah se-Indonesia belum lama ini,” ucap Vicky Lumentut menutup.

Selain itu, secara umum pakar Hukum Tata Negara Bivitri Savitri menjelaskan, Omnibus Law merupakan sebuah UU yang dibuat untuk menyasar isu besar yang ada di suatu negara. Undang-undang ini dimaksudkan untuk merampingkan regulasi dari segi jumlah. Selain itu, menyederhanakan peraturan agar lebih tepat sasaran. Selanjutnya, dalam rapat tersebut, pemerintah akan menyerahkan draf Omnibus Law perpajakan dan lapangan kerja ke DPR sebelum 12 Desember 2019.(*/Redaksi)

Pemprov Sulut Pacu Peningkatan Kapasitas Pelaku Pariwisata

Pemberian kartu tanda kepesertaan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kekayaan alam serta kearifan lokal yang menjadi pilar industri pariwisata Sulawesi Utara haruslah didukung penuh oleh pelaku-pelaku industri pariwisata. Untuk itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut melalui Dinas Periwisata memacu pengembangan kepariwisataan dengan peningkatan kapasitas pelaku pariwisata.

Hal tersebut terangkum dalam kegiatan yang dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Sulut, Muhammad Mokoginta, Kamis (24/10/2019) disalah satu hotel di Kota Manado. Dalam sambutannya Mokoginta menegaskan bahwa dengan meningkatnya kunjungan wisatawan membuat kita sadar pengembangan kepariwisataan di Sulut sehingga pemerintah terus memacu kapasitas yang ada, terlebih saat ini daerah nyiur melambai sebagai salah satu destinasi unggulan kunjungan wisatawan di Indonesia.

Mokoginta yang didampingi Sekretaris Dispar, Joudy Senduk mengharapkan peningkatan kapasitas pelaku industdi pariwisata dan budaya dapat semakin meningkatkan standar pelayanan prima fan ketrampilan para pelaku pariwisata yang implementasinya akan semakin banyak lagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara berkunjung ke Sulut.

Pembekalan pelaku industri pariwisata (FOTO Suluttoday.com)

Sementara itu, Fanny Matheuws selaku ketua panitia menyatakan kegiatan ini dapat meningkatkan sumber daya manusia dibidang pariwisata serta makin mengembangkan wawasan dan ketrampilan para pelaku industri pariwisata.

Ditambahkan Fanny, bahwa kegiatan ini juga sebagai upaya agar terwujudnya sumber daya manusia di bidang pariwisata yang handal dan unggul seperti ditandaskan Presiden RI, Joko Widodo pada pidato perdana usai dilantik.

Sangat diharapkan sumber daya manusia di bidang pariwisata Sulawesi Utara memiliki kompetensi di bidangnya serta peningkatan pengetahuan dan kemampuan sumber daya dalam pengelolaan usaha dibidang pariwisata.  (cat)

Tokoh Pers Urun Rembug Masalah Bangsa di Sulut

Redpel Suluttoday.com, Bung Amas bersama Prof Bagir Manan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Peran pelaku pers di dalam mengidentifikasi masalah sekaligus jalan keluar terutama masalah bangsa sangatlah penting. Bahkan pemimpin bangsa, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan apresiasi peran pers di dalam membangun bangsa melalui penyajian informasi yang terverifikasi.

Untuk itu dalam rangkaian kegiatan Piala Presiden Kompetisi Nasional Media menggelar urun rembug tokoh-tokoh pers di Sulawesi Utara (Sulut), Kamis (5/9/2019).

Berlangsungnya sosialisasi di hotel Aryaduta Manado (FOTO Suluttoday.com)

Urun rembug ini diharapkan bisa menampung pemikiran kalangan pers tentang persoalan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam 5 tahun ke depan. Dalam kegiatan yang dihelat di salah satu hotel di kota Manado menyajikan sejumlah topik penting dan pemateri yang berkualitas seperti Tenaga Ahli Utama Kedeputian V kantor Staf Presiden RI, Ifdhal Kasim dan Prof DR Bagir Manan SH MCL.(cat)

Urgensi Pembangunan Berbasis Kependudukan

Boy Paparang (FOTO Suluttoday.com)

PADA medio, Senin 26 Agustus 2019 media-media di Indonesia baik media mainstream maupun media daring (online) di Penuhi pemberitaan pengumuman pindah Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur oleh presiden republik Indonesia Bapak Ir. H. Joko Widodo, sedangkan alasan yang paling mendasar pemindahan Ibu Kota negara Adalah Pertama beban Jakarta saat ini sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat pedagangan, dan pusat jasa.

Kedua, beban Pulau Jawa semakin berat dengan penduduk 150 juta atau 54% dari total penduduk Indonesia. Kemudian, 58% PDB ekonomi Indonesia ada di Pulau Jawa. Dari ketiga alasan ini dapat di simpulkan bahwa pada saat ini Indonesia Tengah megalami persoalan pengendalian dan pengelolaan masalah kependudukan yang cukup serius.

Sulawesi utara Sendiri merupakan salah satu daerah yang paling terdampak dari berpindahnya ibu kota negara ke wilayah Kalimantan Timur, hal ini dapat di lihat ketika Kota manado di tetapkan sebagi salah satu kota metropolitan baru, sebagaimana di ketahui sebuah kota metropolitan memiliki standard penduduk berjumlah satu juta Orang. Hal ini tentunya tidak terlepas dari upaya yang di lakukan ODSK dalam membawa Sulawesi utara melakukan lompatan-lompatan Kemajuan baik dalam sector pembangunan Infrastruktur,Pariwisata, industry maupun ekonomi serta sector-sektor.

Namun kita ketahui bersama, kedepan tentunya juga Sulawesi utara terlebih khususnya kota manado akan menghadapi permasalahan yang lazim di hadapi oleh kota-kota metropolitan, utamanya masalah demografi/kependudukan yang di dalamnya adalah Laju Pertumbuhan penduduk yang begitu cepat yang di sebabkan Oleh Angka Fertilitas (kelahiran) yang tidak sebanding dengan angka mortalitas dimana penduduk Sulawesi Utara Memiliki Angka Harapan Hidup yang terus bertambah dari tahun ke Tahun.

Selanjutnya dengan kemajuan teknologi komunikasi, informasi dan transportasi angka Urbanisasi di Kota Manado dan sekitarnya akan meningkat tajam hal ini di sebabkan mindset masyarakat yang berharap akan ada perbaikan nasib dari pesatnya tumbuh perekonomian kota, hal ini tentunya harus segera di antisipasi dengan menerbitkan regulasi pada tingkatan daerah secara tegas dalam mengatur urbanisasi.

Yang kemungkinan akan terjadi secara besar-besaran dan bukan tidak mungkin tidak akan terkontrol lagi, selanjutnya hal ini akan memungkinkan timbulnya potensi konflik sosial perkotaan (Perebutan Lahan/hunian, perusakan lingkungan,Kesenjangan Sosial, Tenaga Kerja, pendidikan, prostitusi hingga penyalahgunaan Obat-obatan terlarang) potensi konflik ini jika tidak di lakukan langkah-langkah prefentiv akan menjadi konflik nyata di Sulawesi utara terlebih khusus kota manado yang akan menjadi kota metropolitan nanti.

Langkah-langkah preventif yang perlu di ambil misalnya dalam mengantisipasi perebutan lahan/hunian dan perusakan lingkungan, perlu di rumuskannnya perda yang mengatur tentang standard pembuatan hunian maupun penataan ruang misalnya di haruskan adanya standard baku Persentasi lahan Hijau di setiap Lingkungan/Kelurahan untuk mendukung gerakan pencegahan Global warming serta pengelolaan sampah yang terintegrasi secara modern, demi juga menjaga kelestarian taman laut Bunaken yang menjadi Objek Wisata unggulan Sulawesi Utara.

Demikian juga potensi potensi Konflik Kesenjangan Sosial, pendidikan, Tenaga Kerja hingga penyalahgunaan Obat-obatan terlarang yang kemungkinan besar akan di Hadapi masyarakat Sulawesi Utara, Misalnya dalam mengantisipasi terjadinya Kesenjangan Sosial di Kota, perlu adanya Edukasi masyarakat dalam mengembangkan Potensi di Daerah masing masing agar masyarakat desa tidak berbondong-bondong melakukan Urbanisasi Ke kota, dalam bidang pedidikan perlu adanya Pemetaan Potensi pengembangan wilayah.

Misalnya pembangunan Universitas-universitas yang focus pengembangan Ilmunya Menitik beratkan pada Potensi yang ada di masing-masing Daerah, atau bahkan Potensi yang sudah di miliki Sulawesi utara seperti Universitas sam Ratulangi yang telah menempati ranking ke 27 dari seluruh Indonesia, semestinya ada Pembagian Lokasi Kampus(Fakultas) misalnya Fakultas Perikanan di Pindahkan ke wilayah Nusa Utara agar masyarakat boleh memiliki SDM yang mumpuni dalam mengelolah Perikanan, pun demikian dengan Fakultas Pertanian dan fakultas Peternakan dapat di Konsentrasikan di Wilayah Bolaang Mongondow agar SDM untuk mengelolah potensi di Wilayah Bolaang mongondow.

Pun demikian juga langka antisipatif perlu adanya pembangunan pusat-pusat pengembangan Kreatifitas kaum Milenial dan Pusat konseling di setiap kabupaten kota yang ada di wilayah Provinsi, agar pola pergaulan milenial yang merupakan bagian dari era Bonus demografi boleh memiliki asas manfaat yang maksimal. Mengingat Kebijakan untuk memanfaatan bonus demografi terletak di luar kebijakan kependudukan (Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi) maka Upaya-upaya peningkatan kualitas penduduk (baik fisik maupun non fisik/infrastruktur penunjang) perlu diperluaskan dan ditingkatkan.

Perlu perhatian khusus terhadap upaya-upaya perbaikan dan peningkatan terkait dengan variabel-variabel pembentuk Index Pembangunan Manusia (Kesehatasn, Pendidikan dan Ekonomi). Upaya-upaya konkrit ini sudah sangat urgent untuk di maksimalkan pelaksanaannya dengan cara menyatukan persepsi tentang Pembangunan Berbasis Kependudukan melaui Grand Design Kependudukan Kabupaten Kota yang berkesesuian dengan Grand Design Kependudukan yang ada di Pemerintah Provinsi. [***]

 

 

__________________

Penulis : Boy Paparang, S.IP, Ketua Koalisi Muda Kependudukan Sulawesi Utara

Dua Remaja GSK Ikuti HUT RI di Istana Merdeka

Rombongan tim Remaja Teladan MBD bertolak ke Jakarta (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Empat remaja teladan GMIM wilayah pelayanan Manado Barat Daya mendapat keuntungan untuk mengikuti rangkaian HUT RI ke-74 di Istana Merdeka. Dan ternyata dua remaja teladan tersebut merupakan wakil dari jemaat yang belum 1 tahun ditahbiskan menjadi salah satu anggota Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM).

Clarissa Rupang dan Paolo Tombeg merupakan Remaja Teladan Favorit Manado Barat Daya 2019 yang mewakili jemaat GMIM Sobat Kristus (GSK) Malalayang Satu Timur Kota Manado. Keduanya berkesempatan untuk menghadiri pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di gedung MPR RI Jumat (16/08/2019) dan Upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan di Istana Merdeka Sabtu (17/8/2019).

Dan Rabu (14/08/2019) bersama tim bertolak menuju Ibukota Republik Indonesia, Jakarta. Baik Rupang dan Tombeg menyatakan sukacitanya diberikan kepercayaan dan siap menjunjung tinggi nama baik daerah terutama jemaat GSK. Ketua BPMJ GMIM Sobat Kristus, Pdt D Pelealu Wowiling beberapa waktu lalu menyatakan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada kedua generasi muda GSK merupakan suatu kebanggaan jemaat dan senantiasa mendukung.(cat)

iklan1