Tag: joko widodo

Dua Remaja GSK Ikuti HUT RI di Istana Merdeka

Rombongan tim Remaja Teladan MBD bertolak ke Jakarta (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Empat remaja teladan GMIM wilayah pelayanan Manado Barat Daya mendapat keuntungan untuk mengikuti rangkaian HUT RI ke-74 di Istana Merdeka. Dan ternyata dua remaja teladan tersebut merupakan wakil dari jemaat yang belum 1 tahun ditahbiskan menjadi salah satu anggota Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM).

Clarissa Rupang dan Paolo Tombeg merupakan Remaja Teladan Favorit Manado Barat Daya 2019 yang mewakili jemaat GMIM Sobat Kristus (GSK) Malalayang Satu Timur Kota Manado. Keduanya berkesempatan untuk menghadiri pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di gedung MPR RI Jumat (16/08/2019) dan Upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan di Istana Merdeka Sabtu (17/8/2019).

Dan Rabu (14/08/2019) bersama tim bertolak menuju Ibukota Republik Indonesia, Jakarta. Baik Rupang dan Tombeg menyatakan sukacitanya diberikan kepercayaan dan siap menjunjung tinggi nama baik daerah terutama jemaat GSK. Ketua BPMJ GMIM Sobat Kristus, Pdt D Pelealu Wowiling beberapa waktu lalu menyatakan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada kedua generasi muda GSK merupakan suatu kebanggaan jemaat dan senantiasa mendukung.(cat)

PRABOWO-PUAN DI 2024

Tulisan, DR Ferry Daud Liando dimuat Koran Harian Manado (FOTO Suluttoday.com)

DR Ferry Daud Liando

(Dosen FISPOL Unsrat)

Beragam spekulasi banyak pengamat terkait pertemuan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri dan Parabowo Subianto pekan lalu. Ada yang menyambut positif karena berkaitan dengan rekonsiliasi lanjutan pasca pertemuan Prabowo dengan Joko Widodo yang belum berdampak pada keikhlasan menerima hasil Pilpres oleh sebagian kelompok. Sehingga polarisasi belum sepenuhnya teratasi. Ada juga yang berpandangan bahwa pertemuan dua sosok yang pernah berpasangan sebagai capres dan cawapres pada pemilu 2004 itu sebagai upaya penjajakan Gerindra untuk bergabung dengan gerbong pemerintahan.

Spekulasi itu dikait-kaitkan dengan deklarasi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh terhadap Gubernur DKI Jakarta Anis Bawedan sebagai calon Presiden tahun 2024 nanti. Deklarasi itu dinilai sebagai bentuk reaksi atas kekecewaan karena jika Gerindra bergabung maka jatah menteri akan berkurang. Ada juga spekulasi pertemuan itu sebagai upaya PDIP mencari sekutu baru akibat memburuknya hubungan PDIP dengan tim koalisinya seperti PKB, Golkar, PPP dan Nasdem.

Selama ini elit-elit 4 parpol ini sering bertemu tanpa dihadiri perwakilan dari PDIP. Bisa saja semua anggapan itu benar, namun saya memiliki pandangan lain. Partai politik itu selalu dicirikan dengan kekuasaan. Mulai dari cita-cita kekuasan bagi para pendirinya, cara untuk mendapatkan, bagaimana kekuasaan itu dijalankan dan kemudian akhirnya ingin merebut kekuasaan itu kembali.

PDIP memang pernah berkuasa, ketika Megawati sebagai Wakil Presiden menggantikan Presiden Abdurahman Wahid alias Gus Dur yang diberhentikan MPR. Tentu target Megawati bersama PDIP tidak sekedar merebut kembali kekuasaan itu namun ada potensi Megawati ingin mengukir sejarah baru. Jika seorang presiden kemudian anaknya juga menjadi Presiden, tentu bukan peristiwa yang langka. Karena kondisi demikian sudah terjadi di sejumlah negara.

Seperti keluarga Bush di Amerika Serikat dan keluarga Gandhi di India. Namun jika Presiden turun ke anaknya lalu Kemudian sampai ke cucunya, tentu merupakan sebuah pristiwa langka di dunia. Jika asumsi ini benar, tentu di 2024 belum waktunya PDIP dan Megawati memaksakan anakannya Puan Maharani tampil sebagai calon Presiden. Hingga kini, Puan belum melekat nama besar sehebat ibunya yang pernah disimbolkan sebagai sosok pro demokrasi di penghujung kekuasaan orde baru.

Sehingga kekuatan elektoralnya masih perlu diasah dan masih membutuhkan waktu yang panjang. Tentu Megawati dan PDIP perlu mempersiapkan strategi sebelum pertandingan itu benar-benar dimulai. Peluang yang paling memungkinkan bagi Puan adalah menjajaki posisi wakil Presiden pada Pilpres mendatang. Tahun 2024, PDIP masih akan menjadi partai yang paling diincar para elit yang hendak berkompetisi. Syarat pencalonan kala itu akan menggunakan hasil pemilu tahun 2019 jika pemilu masih menggunakan UU pemilu yang digunakan tahun ini.

Pemilu tahun ini menempatkan PDIP sebagai pemenang dan tinggal butuh sejumlah kursi sebagai syarat parpol untuk bisa mengusung capres dan cawapres yakni 20 persen kursi jumlah anggota DPR hasil pemilu. Nama-nama elit parpol lain yang tergabung dalam koalisi pendukung Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, belum ada satupun yang dianggap menonjol dalam percakapan publik.

Maka tak ada pilihan lain bagi Megawati untuk kemungkinan akan melirik Prabowo Subianto sebagai capres PDIP pada 2024 nanti. Benar kata orang bijak bahwa dalam politik tidak kawan dan juga tidak ada lawan. Sekalipun pihak lain adalah musuh, namun sepanjang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan sendiri maka kelak musuh itu bisa dipandang sebagai kawan sejati. Dalam teori perang, Musuh dari musuh adalah kawan. Jika berkalkulasi, pasca Joko Widodo, belum ada satu elitpun yang bisa disetarakan dengannya selain Prabowo Subianto.

Pada pemilu 2019, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat 44,50 persen total suara sah nasional, atau 68.650.239 suara, sebuah pencapaian yang sangat bagus. Satu-satunya yang bisa menghambat Prabowo pada kompetisi Pilpres 2024 adalah soal usia. Saat itu Prabowo sudah memasuki usia 72 tahun, tentu bukan muda lagi. Namun di sejumlah negara, menjadi pemimipin negara, usia tidak menjadi hambatan.

Di negeri tetangga Malaysia, Mahathir Muhamad terpilih sebagai perdana menteri lewat pemilu pada usia 92 tahun. Pemilu 2020 di Amerika Serikat, Donald Trump sepertinya akan berhadapan dengan lawan berat. Trump akan ditantang Joe Biden, mantan Wapresnya Barack Obama. Jika terpilih Joe akan berusia 77 tahun. Selain itu ada juga Robert Gabriel Mugabe Presiden Zimbabwe yang berusia 94 tahun.

Belajar pengalaman dari negara lain, tentu bisa mendukung pencalonan Prabowo. Jika paket Prabowo dan Puan ternyata benar akan terjadi, maka pada Pilpres tahun 2029, merupakan puncak kematangan Puan. Jika PDIP berhasil mengantarkan Puan sebagai Presiden, maka trah 3 generasi kekuasaan keluarga Soekarno, akan tercatat dalam sejarah, bukan hanya di Indonesia tetapi sejara di seantero dunia. [***]

Presiden JOKOWI Puji Kehebatan OLLY DONDOKAMBEY

Jokowi dan Olly (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo kembali berkunjung ke Sulawesi Utara dan disela-sela kunjungannya, sosok Olly Dondokambey terus dipujinya. Salah satu pujian yang diungkapkan Jokowi sapaan akrabnya adalah kejelian Dondokambey sebagai Gubernur Sulawesi Utara dalam membangun sektor pariwisata Sulut.

”Ekonomi disini mengarah ke pariwisata. Feeling Pak Gubernur (Olly Dondokambey) bagus sekali,” kata Jokowi di Manado, Kamis (04/07/2019).

Jokowi juga memuji kebijakan Gubernur Olly yang membebaskan seluruh biaya administrasi pengurusan sertifikat tanah bagi masyarakat Sulut. Dan dengan lantang Jokowi menyebutkan bahwa masyarakat Sulawesi Utara beruntung punya sosok sehebat Olly Dondokambey.

Dalam kunjungan kali ini, Jokowi selain membagikan sertifikat tanah untuk ribuan masyarakat di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Kota Manado bersama istri tercinta, Iriana Joko Widodo, melihat perkembangan pembangunan infrastruktur pariwisata yang dikerjakan di Sulut diantaranya perluasan terminal Bandara Sam Ratulangi Manado.

Sebagai dukungan pada perkembangan pembangunan di Sulawesi Utara, Jokowi tak lupa membawa sejumlah pejabat teras negara diantaranya, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Sementara itu, Gubernur Olly Dondokambey mengapresiasi Jokowi yang sudah berkali-kali mengunjungi Sulut, terlebih atas perhatiannya pada  pembangunan sektor pariwisata Sulut. Olly pun berjanji akan selalu mendukung kepemimpinan Jokowi demi Sulut dan Indonesia yang lebih hebat ke depan.(cat)

Sulut Tuan Rumah Konferensi Nasional FKUB Se-Indonesia

Presiden bahas Kerukunan Antarumat Beragama dan Pemilu Damai dengan FKUB (FOTO Ist)

BOGOR, Suluttoday.com – Sulawesi Utara dinyatakan akan menjadi tuan rumah Konferensi Nasional VI Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sulawesi Utara, Evans Steven Liow kepada media ini disela-sela pertemuan FKUB se Indonesia dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat awal pekan ini.

“Tahun 2020, Sulawesi Utara ditetapkan sebagai tuan rumah pelaksanaan Konferensi Nasional VI Forum Kerukunan Umat Beragama,” ujar Liow.

Dalam pertemuan tersebut selain menetapkan tuan rumah Konferensi Nasional VI di Sulawesi Utara, seperti dijabarkan Liow, turut dibahas soal kerukunan antarumat beragama serta menjalankan pemilu yang damai. Sementara itu, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin menjelaskan bahwa FKUB juga menyatakan siap untuk menangkal sekaligus meluruskan berita-berita hoaks dan fitnah yang banyak bertebaran di daerah-daerah. Melalui perwakilan berbagai majelis agama yang ada dalam FKUB, pihaknya akan selalu memasyarakatkan soal toleransi dan mencegah berita-berita bohong.

“Selalu kita kumandangkan agar seluruh bangsa kita ini menjadi pemeluk-pemeluk agama yang baik sekaligus menjadi warga negara yang baik. Kalau sudah menjadi pemeluk agama yang baik, menjadi warga negara yang baik, maka tidak ada lagi hoaks, fitnah, kebohongan, dan sebagainya,” tandasnya.

Seperti dirangkum media ini Rombongan FKUB yang diketuai oleh Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet selaku Ketua Umum FKUB hadir bersama dengan sejumlah perwakilan lain dari majelis-majelis agama dan pengurus provinsi dengan jumlah mencapai 75 orang.(cat)

Putra Siau Jabat Rektor IPDN Sulsel

Serah terima jabatan Rektor IPDN Sulawesi Selatan (FOTO Ist)

GOWA, Suluttoday.com – Sebuah kepercayaan dan kebanggaan dari putra asli Siau Sulawesi Utara untuk memimpin institusi pendidikan tinggi yang berada di luar daerah. Hal ini begitu nampak bagi sosok mantan Wakil Gubernur, DR Djouhari Kansil yang kini dipercayakan menjabat Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Provinsi Sulawesi Selatan.

Kansil pun saat diwawancarai menyatakan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Presiden Joko Widodo, dimana sebagai ASN tentunya siap bekerja kerja dan kerja terutama dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Selain dilantik, telah dilakukan serah terima jabatan, termasuk Ketua Dharma Wanita yang diterima langsung Meike Tatengkeng dari ketua yang lama, pekan lalu di Kampus IPDN di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.(Cat)

iklan1