Tag: joko widodo

AMTI Ajak Masyarakat Kawal Penggunaan APBN dan APBD untuk Covid-19

Tommy Turangan, SH (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kepedulian Aliansi Masyarakat Trasparansi Indonesia (AMTI) terhadap kucurangan dana dan alokasi bantuan untuk memerangi penyebaran Virus Corona (Covid-19) konsisten dilakukan. Kali ini, Ketua Umum (Ketum) AMTI, Tommy Turangan, SH langsung mengingatkan pemerintah sekaligus mengajak segenap masyarakat mengawal Anggaran Pendapata Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang diperuntukkan bagi penanganan Covid-19.

“Mari kita kawal alokasi APBN dan APBD diseluruh Indonesia terkait pembiayaan antisipasi dan penanganan bahaya menularnya Covid-19. Dana yang digeser untuk Covid-19 tidaklah sedikit,” ujar Turangan, jebolan Fakultas Hukum Unsrat Manado ini, Selasa (7/4/2020) di Kota Manado.

Tidak hanya itu, aktivis yang selalu memberikan kritik pedas dalam pengawasan kebijakan itu memint masyatakat harus berperan serta, dalam melihat berapa persen Kabupaten, Provinsi dan Kota yang telah melakukan kegiatan realokasi anggaran dan refocusing APBD.

“Karena ini penting sekali, jangan sampai ini kita juga terlambat terutama yang berkaitan dengan jaring pengaman sosial agar bisa segera dinikmati oleh masyarakat,” ucap Turangan tegas.

Turangan juga berharap agar pemerintah daerah sesuai tingkatannya dapat memaksimalkan anggaran APBD untuk pencegahan dan penanganan Covid-19. Dana miliaran bahkan triliunan rupiah yang dialokasikan di tiap daerah menurut Turangan harus tepat sasaran.

“Semoga Pemrov dan Pemkab/Pemkot se-Indonesia tetap pada sasaran sesuai arahan serta instruksi Pak Presiden Ir. Hi. Joko Widodo. APBD benar-benar disalurkan pada masyarakat, penanganan atau pencegahannya harus jelas. Kemudian dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Turangan.

Jangan sampai salah menggunakan anggaran, tambah Turangah. Menghindari disalahgunakannya anggaran tersebut Turangan mengingatkab adanya penegak hukum yang segera aktivis mengawasi agar anggaran rakyat tetap tidak dicuri.

“Anggaran ini biasa ada audit BPK. Anggaran Negara Jljangan sampai disalahgunakan. Jangan sampai Pejabat Derah ada yang akan dipanggil Polisi, KPK , dan Kejaksaan. Saya mengajak kita semua saling mengingatkan demi kepentingan bersama tentunya,” tutur Turangan menutup.

Untuk diketahui, sebagaimana dikutip melalui Tempo.co, Selasa, 31 Maret 2020, melansir bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan sudah ada alokasi tambahan anggaran sebesar Rp 405,1 triliun untuk mengendalikan penyebaran virus Corona di Indonesia. Anggaran tersebut juga akan digunakan untuk meredam dampak ekonomi dari pandemi virus tersebut.

Jokowi menjelaskan, sebanyak Rp 75 triliun dari anggaran itu akan dialokasikan untuk belanja bidang kesehatan. Lalu sebanyak Rp 110 triliun untuk perlindungan sosial atau bantuan sosial dan Rp 70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus kredit usaha rakyat.

(*/Bung Amas)

Surat Terbuka Guru Honorer di Manado untuk Presiden Jokowi

Masri Hamzah (Foto Istimewa)

SURAT TERBUKA

Kepada Yang Terhormat,
Presiden Republik Indonesia,
Bapak Joko Widodo

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Semoga Bapak berada dalam kondisi yang prima, sehingga tugas-tugas kenegaraan menyangkut hajat hidup seluruh rakyat Indonesia dapat ditunaikan dengan baik. Amin.

Mohon maaf jika sudah mengganggu konsentrasi Bapak di sela-sela tugas penanganan musibah pandemi global covid-19 ini, Pak.

Sejak akhir tahun lalu, ketika pandemi global virus corona merebak dan sejumlah negara di dunia terpapar dengan angka kematian yang tinggi, negara kita masih tenang-tenang saja. Belum kelihatan ada ikthtiar untuk mengantisipasinya. Kita terlalu menganggap remeh situasi. Dan dengan begitu jumawanya, ada pejabat negara ini yang membuat pernyataan kontroversial bahwa Indonesia tidak akan terkena virus corona. Sampai akhirnya Bapak Presiden sendiri lah yang mengumumkan ditemukannya kasus positif covid-19 pertama pada 2 Maret 2020 lalu.

Hingga saat surat ini saya tulis, jumlah penderita yang terpapar sudah 1.414, dengan jumlah kematian 122 orang, dan yang sembuh baru 75 orang. Bahkan tenaga medis yang menangani pasien sudah 81 orang dinyatakan positif, dan 2 orang telah meninggal dunia. Bahkan pejabat teras di lingkaran presiden sekelas menteri positif terpapar covid-19. Hingga pejabat pemerintah daerah dan anggota dewan perwakilan rakyat pun tak luput dari serangannya. Semua orang terkena, tanpa memandang lapisan dan strata sosial. Keadaan yang sungguh menyedihkan.

Menyikapi kondisi yang terus berlangsung cenderung ke arah yang mengkhawatirkan ini, maka beberapa pihak yang berkompeten terutama ahli kesehatan dan tenaga medis telah menyarankan bahkan merekomendasikan agar pemerintah mengambil kebijakan me-lockdown negeri ini sementara waktu. Agar mata rantai penularan virus ini bisa diputuskan secara total.

Dengan berbagai pertimbangan, di antaranya dari aspek ekonomi, pemerintah menolak mengambil langkah strategis untuk melakukan lockdown.

Di sini saya ingin bertanya, adakah pilihan lain yg lebih efektif dan efisien tanpa membuang waktu yang terlalu lama selain me-lockdown, Pak?
Indonesia adalah negara kepulauan dengan titik pintu masuk lewat laut yang begitu banyak begitu juga dengan jumlah bandara yang terdapat di semua wilayah negara yang luas ini. Maka bisa dipastikan potensi penyebaran dari berbagai titik masuk itu sangat terbuka lebar. Dan sekarang jumlah korban yang terpapar positif dan meninggal semakin bertambah dari waktu ke waktu. Apakah keadaan ini harus dibiarkan sampai ada keputusan yang cerdas untuk mengakhiri krisis ini, Pak?

Jika disuruh memilih antara menyelamatkan ekonomi atau nyawa, manakah yang akan dipilih? Kalau ekonomi yang lebih diutamakan daripada nyawa, maka perlu juga dipikirkan, jika nyawa manusia semuanya melayang, siapa yang akan menggerakkan roda perekonomian? Manusia juga kan, Pak? Maka, bagi kami, menyelamatkan nyawa adalah prioritas yang harus lebih diutamakan.

Mungkin ketika Bapak dan para anggota kabinet Bapak sedang rapat memperdebatkan masalah ekonomi, rakyat Indonesia yang terkena virus ini sudah mulai berjatuhan satu demi satu karena masih menunggu hasil keputusan di forum rapat.

Mohon, hindarilah kalkulasi-kalkulasi dan negosiasi-negosiasi politik yang tidak produktif untuk menangani masalah wabah corona ini. Ini adalah masalah kemanusiaan, Pak. Jangan dipermainkan oleh perang opini di wilayah politis. Bukan saatnya lagi berkampanye politik. Virus corona ini sekarang menjadi musuh kita bersama. Harusnya kita saling berempati. Berkolaborasi menangani bersama-sama.

Biarlah urusan penanganan virusnya menjadi bagian tugas paramedis dan para ilmuwan. Tanggungjawab pemerintah adalah memastikan bahwa ketika status lockdown diberlakukan, maka kebutuhan pokok masyarakat terutama menengah ke bawah terpenuhi. Buatlah realokasi pembiayaan APBN khusus penanganan wabah covid-19 ini. Alihkan pos anggaran infrastruktur sementara waktu buat anggaran percepatan penanganan selama masa darurat ini. Suruhlah para taipan dan konglomerat yang sudah banyak meraup keuntungan dari bisnis mereka di negeri ini untuk ikut membantu meringankan beban ekonomi rakyat kecil yang merupakan konsumen terbesarnya. Para pejabat dan anggota DPR agar menyisihkan sebagian gajinya untuk donasi kebutuhan rakyat miskin. Hentikan dulu semua interaksi sosial juga aktivitas ekonomi secara langsung. Kecuali sentra ekonomi khusus untuk pelayanan belanja kebutuhan pokok dan pusat pelayanan medis untuk penanganan pasien selama masa darurat covid-19 ini. Selain itu, semuanya harus diawasi secara ketat.

Saya tidak bisa membayangkan, bila kondisi ini terus dibiarkan, akan terjadi suasana sebagaimana yang diungkapkan oleh penyair almarhum W.S. Rendra dalam sajaknya, Doa Orang Lapar:

Kelaparan adalah burung gagak
yang licik dan hitam
jutaan burung-burung gagak
bagai awan yang hitam

O, Allah !
burung gagak menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak
selalu menakutkan
kelaparan adalah pemberontakan
adalah penggerak gaib
dari pisau-pisau pembunuhan
yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin

Kelaparan adalah batu-batu karang
di bawah wajah laut yang tidur
adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan

Seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah
karena kelaparan
kelaparan adalah iblis
kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran

O, Allah !
kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin

Kutipan Surat Terbuka (Foto Suluttoday.com)

O, Allah !
kami berlutut
mata kami adalah mata Mu
ini juga mulut Mu
ini juga hati Mu
dan ini juga perut Mu
perut Mu lapar, ya Allah
perut Mu menggenggam tawas
dan pecahan-pecahan gelas kaca

O, Allah !
betapa indahnya sepiring nasi panas
semangkuk sop dan segelas kopi hitam

O, Allah !
kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga Mu

Saat menulis surat ini hati saya menangis, karena telinga saya masih mendengarkan rekaman pernyataan juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 yang meminta “yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya”. Luar biasa! Di tengah krisis wabah yang mencekam ini, ternyata penularan penyakit masih dihubungkan dengan status sosial. Kami yang miskin pun dianggap sebagai sumber penularan penyakit bagi yang kaya. Miris sekali. Pernyataan seperti ini tidak elok disampaikan oleh pejabat negara.

Saya tidak bisa menyuarakan keprihatinan ini lewat demo atau aksi unjuk rasa. Karena hal itu pasti tidak dapat dilakukan di mana pengumpulan massa saat ini dilarang. Justru hanya akan menambah peluang penyebaran virus. Selain tentu saja mengurus aksi demo itu banyak ribetnya – mengurus surat izin, mendistribusikan logistik peserta demo, harus berhadapan dengan aparat — dan lebih banyak aksinya berakhir dengan rusuh. Sementara diam tanpa aksi di tengah situasi seperti ini adalah sikap yang tidak humanistik. Maka yang bisa saya lakukan hanyalah dengan menulis surat ini, Pak.

Sekali lagi, para pakar sudah menyampaikan pendapat dan pikiran mereka kepada pemerintah. Jika semua suara dari para pakar seluruh bidang terkait penanganan virus corona ini tidak didengar lagi oleh pemerintah agar melakukan lockdown untuk sementara waktu, lalu suara siapa lagi yang bisa didengarkan? Apakah harus menunggu Nabi Isa turun dari langit? Para petugas medis sudah banyak menjadi korban saat berjuang menyelamatkan nyawa mereka yang terkena virus corona. Jangan sampai kami juga para guru akan menjadi korban berikutnya. Jika para guru juga telah menjadi korban, siapa lagi yang akan menyiapkan generasi bangsa ini di masa depan? Kami akan merasa gagal, karena tidak bisa ikut memenuhi amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Kalau istilah Lockdown terlalu seram, maka gantilah dengan padanan kata “Karantina Wilayah“. Tapi pada intinya lakukanlah upaya pemutusan mata rantai penyebaran covid-19 ini secara tuntas dan total. Dan ini hanya untuk sementara waktu, hanya sementara saja, Pak. Demi kemaslahatan yang lebih besar, yakni keselamatan rakyat. Kami berharap Bapak dapat mengikuti saran para pakar tersebut dan mengeluarkan maklumat yang tegas agar bisa menyelamatkan jutaan nyawa rakyat Indonesia yang Bapak pimpin.

Semoga surat ini bisa menggugah nurani Bapak yang berada nun di Istana negara sana.
Terima kasih jika Bapak sudi membaca surat ini. Mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan.
Semoga Allah Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi dan memberkati Bapak.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Manado, 31 Maret 2020
Masri Hamzah,
(Guru honorer mewakili perasaan rakyat miskin)

#SaveIndonesia
#SaveParamedis
#LawanCovid-19
#CegahVirusCorona
#StayHome
#StaySafe
#SocialDistancing
#KarantinaWilayah
#LockdownSegera

Referensi:

https://nasional.kompas.com/read/2020/03/02/11265921/breaking-news-jokowi-umumkan-dua-orang-di-indonesia-positif-corona

https://www.suara.com/news/2020/03/02/125104/baru-sehari-terawan-bantah-corona-di-indonesia-2-warga-dinyatakan-positif

https://www.kompas.com/tren/read/2020/02/18/195246965/indonesia-negatif-virus-corona-menkes-terawan-kami-berutang-pada-tuhan

https://www.cnbcindonesia.com/news/20200315070648-4-144929/menhub-budi-karya-positif-corona-sempat-ratas-dengan-istana

https://www.suara.com/health/2020/03/20/165644/wali-kota-bogor-bima-arya-positif-corona-5-pejabat-ini-yang-juga-positif?page=all

https://www.riauonline.co.id/nasional/read/2020/03/25/bupati-cantik-positif-corona-ini-daftar-kepala-daerah-yang-terinfeksi-covid-19

https://bangka.tribunnews.com/2020/03/28/anggota-dpr-ri-imam-suroso-meninggal-dunia-3-hari-dirawat-berstatus-pdp-virus-corona

https://www.tribunnews.com/nasional/2020/03/29/presiden-harus-evaluasi-kinerja-jubir-achmad-yurianto-atas-pernyataan-si-kaya-si-miskin

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-52082427

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-52074437

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-52022140

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200327124707-20-487457/viral-guru-besar-fk-ui-minta-jokowi-terapkan-local-lockdown

https://news.detik.com/berita/d-4946827/darurat-corona-ri-perlu-terapkan-kondisi-seperti-lockdown/1

https://news.detik.com/berita/d-4946827/darurat-corona-ri-perlu-terapkan-kondisi-seperti-lockdown/2

https://www.merdeka.com/peristiwa/komnas-ham-desak-pemerintah-berlakukan-karantina-wilayah-untuk-cegah-corona.html

https://news.detik.com/internasional/d-4946313/lockdown-diterapkan-di-wuhan-who-akui-keberhasilan-china-atasi-corona

https://news.detik.com/internasional/d-4946688/2-pekan-lockdown-italia-klaim-berhasil-turunkan-penularan-corona

Senator Djafar Desak Pemerintah Relokasi Anggaran Pindah Ibu Kota, Tangani Covid-19

Wakil Ketua Komite 1 DPD RI, Hi. Djafar Alkatiri (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tindakan pencegahan dan penanganan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia, terus digenjot pemerintah. Mendukung hal tersebut, Wakil Ketua Komite 1 Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Hi. Djafar Alkatiri mengusulkan agar Presiden Ir. Joko Widodo mengambil langkah menahan sejenak rencana pemindahan Ibu Kota Negara. Kemudian, anggarannya dialokasikan untuk perang melawan Covid-19. Djafar menyebut, dana Triluan rupiah itu akan membantu masyarakat dan bermanfaat demi kemanusiaan.

“Saya mengusulkan rencana pindah Ibu Kota Negara kita pending dulu. Lalu anggarannya dialokasikan untuk misi kemanusiaan, memerangi Covid-19. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 4 tahun 2020, tentang refocussing kegiatan, realokasi anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Mari kita jadikan pencegahan dan penanganan Covid-19 sebagai program prioritas,” ujar Djafar kepada sejumlah wartawan di Manado, Selasa (31/3/2020).

Djafar menyebut, dalam APBN 2020, anggran perencanaan dan infrastruktur pindah ibu kota sebesar Rp. 466 Triliun. Angka tersebut akan membantu penanganan Covid-19 bila diarahkan untuk itu. Dikatakannya, soal karantina wilayah terbatas perlu dipertimbangkan pemerintah untuk dilakukan dengan kalkulasi yang utuh.

Senator Djafar dan Pangdan XIII Merdeka Mayjen Santos Gunawan Matondang (Foto Istimewa)

“Bahwa dalam implementasi aturan kita merujuk dari proses hulu hingga hilir. Agar masyarakat merasa ada kepastian hukum. Saya kira soal karantina wilayah terbatas penting diperhatikan. Semua potensi dikerahkan dan dilakukan demi keselamatan masyarakat. Kita sejukkan masyarakat, jangan ada kesan kebijakan melahirkan kegaduhan dibawah. Tak boleh kita pungkiri, di tengah masyarakat masih ada kecemasan, soal kebijakan negara tentang pembatasan sosial. Jangan sampai keliru mengartikannya, kita tentu tak mau adanya keresahan dan kepanikan masaal. Itu sebabnya, diperlukan kebijakan yang tepat, jelas dan efektif,” kata Djafar yang juga mantan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini.

Senator dari Dapil Sulawesi Utara itu tak lupa menyoal terkait Kepres 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang disampaikannya perlu diberikan penguatan dalam tahap aktualisasi di lapangan. Perlu koordinasi dan penerapan yang benar serta konsisten.

“Kita mendorong Gusus Tugas cegah dan penanganan Covid-19 bekerja cepat. Tentu didukung sumber daya yang memadai, pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga terus tingkatkan koordinasi. Jangan dianggap remeh, kita butuh stok pangan untuk pertahanan ekonomi masyarakat. Anggaran untuk Ibu Kota baru segera digeset guna membantu perang terhadap Covid-19 ini,” tutur Senator yang dikenal warga Sulut sebagai singa podium itu tegas.

(*/Bung Amas)

SUALANG: Siapa yang Menanam, Dia Akan Menuai

Richard Sualang giat bersama kader PDI Perjuangan Kota Manado (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Gerakan Mencintai Bumi yang dicanangkan DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kota Manado yang dilaksanakan beberapa Minggu lalu sebelum pemerintah Kota Manado melakukan lauching Gerakan Manado Bakobong, rupanya terus disuarakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado, dr. Richard Sualang.

Bung Richard begitu sapaan akrab politisi muda energik ini menyebutkan bahwa ajakan menanam bermakna universal. Legislator yang kini namanya masuk dalam bursa calon Wali Kota Manado itu menyebut untuk konteks memelihara mencintai bumi merupakan jalan yang mulia dilakukan, diantaranya ialah dengan cara melestarikan alam dan menanam demi kepentingan masa depan. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berharap kesedaran masyarakat tergerak dengan ketukan Gerakan Mencintai Bumi.

‘’Siapa yang menanam dia akan menulainya. Kemudian, dalam arti yang komprehensif gerakan menanam atau mencintai bumi akan memberi dampak positif pada kita sebagai manusia yang turut melestarikan bumi. Jangan diabaikan kebiasaan mencintai alam, dari cara menanam kemudian kedepan untuk jangka waktu yang panjang akan dirasakan manfaatnya oleh anak cucu kita,’’ ujar Bung Richard, saat diwawancarai Suluttoday.com, Minggu (1/3/2020).

Dalam konteks pembangunan pun begitu, tambah Richard, jika manusia membiasakan diri menanam kebaikan, maka yang dituainya lagi adalah kebaikan. Semangat menanam perlu ditularkan, perlu dibiasakan, sehingga menjadi tradisi agung bagi manusia. Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Manado itu mengajak agar kader PDI Perjuangan Kota Manado menjadi pioneer dalam gerakan menanam tersebut. Apalagi semangat pencanangan ini diprakarsasi Presiden Indonesia, Ir. Joko Widodo.

Gerakan mencaintai bumi yang diprakarsai DPC PDI Perjuangan Manado belum lama ini (Foto Suluttoday.com)

‘’Ketika kebiasaan positif seperti menanam ini menjadi gaya hidup, dan tradisi yang kita lakukan terus. Hal ini otomatis memberi dampak positif pada lingkungan pergaulan kita sehari-hari. Prinsipnya manakala kita menanam kebaikan, yang kita petik juga adalah kebaikan. Begitu pula sebaliknya. Bayangkan saja dampaknya akan begitu luar biasa, jika kita menanam kebaikan. Itu sebabnya, selaku politisi dan Ketua Partai Politik di Kota Manado saya mengajak kita semua memulai menanam, terutama bagi kader-kader PDI Perjuangan, ayo bergerak bersama, sukseskan apa yang menjadi kampanye dan program Pak Presiden Jokowi,’’ tutur Bung Richard menutup. (*/Amas)

Sepak Bola Cabor Satu-satunya Diperhatikan Presiden Jokowi

Menpora Zainudin Amali bersama Ketum PSSI Mochamad Iriawan (Foto Suluttoday.com)

DENPASAR, Suluttoday.com – Jelang perhelatan Piala Dunia tahun 2021, Presiden Joko Widodo menaruh perhatian yang lebih serius. Bahkan, digelar Rapat Terbatas (Ratas) bersama Kemenpora RI dan petinggi PSSI di Istana.

“Ini satu bentuk perhatian Pak Presiden Jokowi soal sepak bola tanah air, ” kata Menpora Zainudin Amali dalam sambutannya di pelaksanaan Kongres Tahunan PSSI di Hotel Kartika Plaza Denpasar, Sabtu (25/1/2020).

Menurut Menpora, perhatian besar Presiden Jokowi pada penyelenggaran Piala Dunia U-20 2021. Kendati berstatus turnamen kelompok usia, Presiden Jokowi tidak ingin Indonesia menanggung malu lantaran gagal menjadi tuan rumah yang baik.

Diketahui, ada 10 stadion sebagai venue Piala Dunia U-20 2021. Perinciannya, enam stadion utama dan empat stadion pendamping.

Kegiatan PSSI (Foto Suttoday.com)

Presiden Jokowi mewanti-wanti agar pihak terkait mempersiapkan 10 stadion tersebut supaya representatif sebagai venue kelas dunia. Presiden asal Solo itu menginginkan seluruh fasilitas di stadion itu diperhatikan secara langsung, mulai lingkungan, lapangan, tempat duduk, ruang ganti, toilet, hingga ruang media pers.

“Kalau ada kekurangan dan perlu direnovasi, ya disempurnakan,” ujar Presiden Jokowi. (*/Don)

iklan1