Tag: ka tune

Dirut PD Pasar Vs Nurrasyid Memanas Saat Hearing

Komisi B DPRD Manado ketika pelaksanaan hearing di ruang paripurna (Foto Suluttoday.com)

MANADO – ‘Perang’ statemen antara Dirut PD Pasar Manado, Ferry Keintjem dan Nurrasyid Abdulrahman, anggota Komisi B DPRD Kota Manado, Selasa (7/3/2017) saat dengar pendapat (hearing) di ruang Paripurna DPRD Manado berlangsung serius. Dimana, setelah Keintjem memaparkan sejumlah kerja yang dilakukannya dan mendapat tanggapan dari Nurasyid atau yang akrab disapa Ka Tune.

Menurut Ka Tune, Dirut PD Pasar terkesan lebih banyak melakukan pencitraan karena pada dasarnya pengelolaan pasar tradisional di Manado masih amburadul dan jauh dari kesan positif seperti yang disampaikan. Tidak hanya itu, Ka Tune menyebutkan masih ada gejolak di PD Pasar Manado dan diterapkannya Peraturan Direksi (Perdis) yang prematur alias dipaksakan.

‘’Terlalu banyak dengan pencitraan, faktanya pengelolaan pasar yang sedang dikelola PD Pasar Manado saat ini masih menyisahkan persoalan, semisal biaya sewa yang melambung tinggi, dan setoran yang tidak terlalu jauh meningkat dari Dirut-Dirut PD Pasar sebelumnya. Apalagi, diterapkannya Perdis yang menuai gejolak dimasyarakat karena menetapkan (mengatur) terkait sewa-menyewa yang mahal harganya, apakah Perdis sudah melalui sepengetahuan Banwas, lembaga dewan maupun Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado?. Seharusnya, pertimbangan sosiologis, pendekatan persuasif juga diperhatikan Dirut PD Pasar,’’ tutur Ka Tune yang dikenal legislator dari PKS Kota Manado ini tegas.

Petinggi PD Pasar Manado saat mengikuti hearing (Foto Suluttoday.com)

Merespon hal itu, Dirut Keintjem selain memaparkan jawaban pada hearing komisi B DPRD Manado dan PD Pasar Manado, juga berhasil membuat ‘bungkam’ Ka Tune dengan membeberkan sejumlah kebijaksanaan Dirut PD Pasar yang dalam hal ini telah ‘meringankan’, mengiayakan, dan ‘berkompromi’ dengan beberapa usulan (rekomendasi) Ka Tune. Menurut Dirut, pada prinsipnya pihaknya terus melakukan penataan dan perbaikan pasar tradisional di Manado.

‘’Saya memaparkan apa yang direncanakan dan yang telah dilakukan. Terkait kebijakan, kami PD Pasar Manado tetap memperhatikan aspek sosiologis, menelaah kondisi objektif para pedagang dan situasi pasar sebelum mengeluarkan kebijakan. Artinya, yang dilakukan semata-mata untuk kebaikan pedagang, lihat saja seperti yang sempat saya lakukan seperti kebijakan dispensasi, waktu itu Ka Tune membawa 3 orang pedagang untuk diberikan keringanan terkait pembayaran sewa lahan, dan itu kita bijaksanai,’’ ucap Dirut Keintjem ‘mengunci’ berlangsungnya dinamika dalam hearing tersebut. (Amas)

Pasar Tradisional Amburadul, Ini Komentar Legislator Tikala

Abdu Rasyid (Foto Ist)

Nur Rasyid Abdu Rahman (Foto Ist)

MANADO – Keresahan anggota DPRD Kota Manado Nur Rasyid Abdul Rahman terkait kondisi PD Pasar di Kota Manado saat ini. Menurutnya DR GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado mesti mempertimbangkan untuk dilakukannya penyegaran pejabat dilingkungan PD Pasar Kota Manado.

Hal tersebut disampaikan Ka Tune saan akrab anggota Komisi B ini dalam resesnya yang dilakukan di Kelurahan Sindulang Satu, Kamis, (12/3/2015). ”Sebaiknya Wali Kota mengganti seluruh jajaran Direksi PD Pasar yang tidak bekerja dengan baik. Pasar tradisional di Manado seperti Pasar Bersehati contohnya, bukan hanya tidak terawat, tapi amburadul,” kata Ka Tune.

Lebih lanjut dirinya juga menyoroti proses manajemen yang tidak lagi dikendalikan oleh Dirut PD Pasar karena sedang ditahan terkait dugaan kasus korupsi. ”Bukan hanya Direksi. Dirutnya juga harus segara diganti oleh pejabat lain. Supaya menajemen dan kinerja dari bawahannya bisa maksimal. Sulit nama sebuah perusahan jika tidak ada pemimpinnya,” tegas politisi PKS ini. (Amas Mahmud)

Legislator Manado Ingatkan Kontraktor Utamakan Kualitas Pekerjaan

Nur Rasyid Abdul Rachman bersama Ketum DPW PKS Sulut (Foto Ist)

Nurrasyid Abdulrrahman bersama Ketum DPW PKS Sulut (Foto Ist)

MANADO – Akhir tahun 2014 begitu terlihat pengerjaan proyek pembangunan jalan, trotoar, drainase dan pembangunan infrasntruktur lainnya di Kota Manado mengalami peningkatan kuantitas. Kondisi tersebut tak luput dari amatan Nurrasyid Abdurrahman, anggota DPRD Kota Manado, menurutnya perlunya perhatian pekerja proyek agar tidak mengejar target penyelesaian pekerjaan dan mengabaikan hasil pembangunan proyek.

”Jangan lantas mau selesai cepat pekerjaan tersebut, kemudian kontraktor atau pelaksana proyek mengabaikan hasil dan kualitas pekerjaan. Menurut kami hasil kerja yang berkualitas itu yang harus diutamakan,” ujar Ka Tune sapaan akrab legislator dari PKS Manado ini.

Dirinya juga mengingatkan agar masyarakat Kota Manado sama-sama ikut memberikan pengawasan terhadap pengerjaan proyek di Kota Manado saat ini. Tak hanya itu, pekerja proyek juga menurut Ka Tune perlu menjaga ketertiban umum. ”Jangan ada lagi pengeluhan masyarakat bahwa suatu pekerjaan proyek memunculkan masalah, misalnya mempengaruhi pencemaran lingkungan atau hal-hal efek lain yang mengganggu kenyamanan masyarakt. Kami ingatkan agar ketertiban umum diperhatikan pekerja proyek,” terang Ka Tune. (Amas Mahmud)

iklan1