Tag: kabupaten minahasa utara

Disuruh Tanda Tangan di Kertas Kosong, Tunjangan Lansia Disunat

Tikus Korupsi

Foto: Ilustrasi

MINUT – Tentunya harus menjadi perhatian serius pihak Kejaksaan Negeri Airmadidi dan Polres Minut. Di mana, menjelang tutup tahun 2014 lalu, dana tunjangan buat para Lanjut Usia (Lansia) yang tidak berpenghasilan tetap, diduga telah mengalami pemotongan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Hal ini diungkapkan langsung oleh tiga orang Lansia saat bersua dengan Suluttoday.com pekan lalu. Di mana, menurut ketiga Lansia tersebut, yang meminta nama mereka tidak usah dikorankan ini, di saat akan diserahkan dana tunjangan tersebut, untuk semua Lansia di Minut yang tidak berpenghasilan, terlebih dahulu disuruh tanda tangan di kertas kosong.Nantinya setelah menandatangani kertas kosong tadi, barulah dana dicairkan.

“Dorang suruh torang tanda tangan di kertas kosong. Katanya ini untuk pencairan dana tunjangan lansia tidak berpenghasilan tetap di Minut,” ujar ketiganya serempak.

Lebih memiriskan lagi, semua Lansia mengetahui kalau dana yang akan mereka terima adalah sebesar Rp 3 juta per Lansia. Namun, setelah menandatangani kerta skosong tadi, mereka hanya menerima dana sebesar Rp 1 juta saja.

“Kami sebenarnya ingin mempertanyakan besaran uang tersebut. Namun kami takut jangan-jangan nanti nama kami dicoret. Kan ini dana dari pemerintah saja. Namun, tidak salah jika kami mempertanyakannya. Jangan-jangan pemerintah sendiri tidak tahu kalau dana tadi sampai di tangan kami hanya Rp 1 juta saja. Mereka tahu kan Rp 3 juta,” papar para Lansia ini secara gamblang.

Akan informasi ini, Suluttoday.com mencoba melakukan konfirmasi dengan menghubungi Kepala BPMPK Minut, melalui Kaban Max Silinaung. Namun belum berhasil meski ponsel sang Kaban sedang aktif, tapi tak diangkat jua. Begitupun ketika upaya konfirmasi dilakukan melalui SMS singkat, tetap saja tak dibalas.

Ketua LSM Lembaga Anti Korupsi Pemerhati Pembangunan (LAKP2N) Minut, Rinto Rachman, mengecam keras jika benar terjadi penyelewengan dana tunjangan Lansia tidak berpenghasilan tetap tersebut. Dikatakannya, jika penyaluran tersebut terindikasi ada permainan, maka ini harus diusut tuntas oleh pihak berwajib baik Kepolisian maupun Kejaksaan Negeri Airmadidi.

“Jika benar akan dugaan tersebut, ini sudah sangat keterlaluan. Dana untuk Lansia pun di mark-up. Coba saja jika hal ini dialami oleh orang tua dari mereka yang bekerja di SKPD tempat penyaluran dana tersebut. Pasti mereka yang lebih dahulu komplain. Dugaan kasus ini harus diseriusi oleh pihak Polres dan Kejari Airmadidi. Jangan biarkan oknum-oknum yang terlibat di dalamnya menikmati dana ini,” kecamnya.(Janni Kasenda/Rn)

Selang Natal 2014 Hingga Tahun Baru 2015 Wilayah Hukum Polsek Airmadidi Kondusif

Kapolsek Airmadidi

Kapolsek Airmadidi AKP Richard Mangundap (Jakas/Suluttoday.com)

MINUT – Berselang perayaan hari besar umat kristiani, Natal 25 Desember 2014 hingga memasuki pergantian tahun pada Januari 2015, wilayah hukum kepolisian Sektor Airmadidi tetap dalam keadaan kondusif, aman dan terkendali.

Sebagaimana disampaikan Kapolsek Airmadidi AKP Richard Mangundap kepada wartawan, Senin (05/01/2015) di ruang kerjanya.

Menurut Mangundap, pihaknya bersama personil Polsek Airmadidi dibawah komando Kanit Intelkam Brigadir Steven Layuk dan Kanit Reskrim Bripka Dedy Donsu serta Kanit Buser Djofran selalu siap siaga dan telah melakukan koordinasi bersama pemerintah Kelurahan-Desa di wilayah hukum Polsek kecamatan Airmadidi dan kecamatan Kalawat untuk supaya saling menjaga keamanan di wilayah masing-masing.

“Selama perayaan Natal dan menjelang Tahun baru, tidak ada kasus yang menonjol. Apalagi sampai pada masalah tarkam,” ucap Mangundap. Lebih lanjut ditambahkan Kapolsek yang ramah dan akrab dengan kuli tinta ini, untuk Polsek Airmadidi pihaknya bisa menjamin pada penyelesaian kasus di tahun 2014 lalu cukup memuaskan. Dari sejumlah kasus laporan yang masuk telah diselesaikan dengan baik.

“Kami tentunya meminta dukungan masyarakat untuk lebih lagi mengawal tugas pelayanan kepada masyarakat sebagaimana semboyan kepolisian, yakni melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat,” tuturnya. (Janni Kasenda/Rn)

Penentuan Tapal Batas Minut-Manado Dimulai Selasa

Dr. Harley Mangindaan (Foto Ist)1

Dr. Harley Mangindaan (Foto Ist)1

MANADO – Upaya mendorong percepatan penyelesaian tabal batas Manado-Minut terus didorong pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Senin (20/10/2014), dilakukan pertemuan yang berlangsung alot di ruang Sekretaris Daerah Provinsi Sulut kantor Gubernur Sulut. Pasalnya, pembahasan meliputi batas wilayah seluruh Kabupaten dan Kota seluruh Sulut termasuk Kota Manado dan Minut.

Hal tersebut dibenarkan Wawali Manado, Dr Harley Mangindaan yang menjadi perwakilan kota Manado dalam rapat tersebut yang turut didampingi Sekkot Manado Ir Haefrey Sendoh. Dijelaskan Wawali, intinya rapat tersebut membahas pemantapan tapal batas Manado dan Minut, dan Pemkot Manado akan berupaya menjadi pilot projeck dalam penyelesaian persoalan batas wilayah.

”Buktinya besok, akan turun bersama dengan Pemprov Sulut, Pemkot Manado dan Kabupaten Minut untuk memastikan mana wilayah Manado dan Minut. Hal ini tentunya sangat positif agar Gubernur bisa follow up hal yang baik untuk batas wilayah. Kami Pemkot Manado akan upayakan Manado menjadi pilot projeck contoh bagi kebupaten dan kota di Sulut jika ada pertanyaan soal batas wilayah,” ujar Mangindaan.

Manado dan Minut telah disepakati untuk turun bersama pada Selasa (21/10/2014), dalam hal memastikan mana wilayah masing-masing. Disatu sisi Wawali mengatakan, Pemkot Manado menunjang upaya Pemprov Sulut apalagi Gubernur Sulut SH Sarundajang mendapat penghargaan terkait dengan penyelesaian tapal batas wilayah.

”Untuk itu kami Pemkot Manado akan mensuport agar jangan sampai ada hal lain terkait dengan batas wilayah di Sulut dan Manado khususnya yang belum diselesaikan. Kami Pemkot Manado akan siap support akan upaya Pemprov Sulut dalam menyelesaikan tapal batas di kota Manado dan Minut,” kata Mangindaan. (Amas Mahmud)

iklan1