Tag: kabupaten minsel

Hunian Bantuan Pemerintah Akan Jalan Maret di Amurang

Bupati Minsel saat ikut dalam pembangunan (Foto Suluttoday.com)

Bupati Minsel saat ikut dalam pembangunan (Foto Suluttoday.com)

AMURANG – Kegiatan Pemerintah guna mensejahtrakan rakyat dalam hal ini untuk bantuan kredit rumah. Diperkirakan bakal jalan Maret ini, hal tersebut seperti ungkapan Andi Efendi selaku Korlap kepada sejumlah media di ruang kerjanya Kamis (17/03/15) hari ini.

“Untuk menghindari berbagai isu miring terkait belum jalannya proses pembuatan rumah tersebut, maka kesempatan ini, kami akan menjelaskan semua kendala dan proses serta alur yang ada, sehingga proses pembuatan belum jalan maximal, ” ujar Efendi.

Lanjut dijelaskan Efendi jika material besi merupakan salah satu kendala, sehingga proses tersebut belum jalan. Diharapkan dalam waktu dekat semuia akan rampung, dan rumah minimalis untuk para masyarakat dalam hal ini ‘user’ terkait dapat segera menikmatinya.

“Pasti akan segera jalan, kalau semua sudah rampung,” ujar Efendi. (Angel)

Vivian: Diharapkan Angka Penderita Polio Berkurang

Vivian (Foto Suluttoday.com)

Vivian Lumantow (Foto Suluttoday.com)

AMURANG – Tepatnya Jumat (11/3/2016) hari ini Program imunisasi polio, kali ini bermangkal di kelurahan lewet. Dengan dua titik yang dilangsungkan secara bersama, di titik pertama di wilayah lingkungan 1 tepatnya di kantor kelurahan, dan kedua di wilayah lingkungan VI tepatnya pada keluarga Hamel Gahansa dengan dilangsungkan mulai dari pukul 8 pagi ini hingga selesai. Program ini diharapkan dapat menekan angka penderita Polio, pada anak anak.

“Saya berharap, dengan adanya program imunisasi polio, yang di programkan pemerintah ini, dapat menekan angka penderita penyakit polio, khususnya pada anak anak,” tutur Vivian Lumantow S.STP selaku lurah kelurahan lewet.

Lanjut dikatakan Lumantow,  sudah ada ratusan anak dalam hal ini bayi dan balita yang di bawa untuk mendapatkan imunisasi polio, hal itu menambah kegembiraan dari sang lurah cantik yang di kenal cerdas namun tegas. Dikarenakan bertepatan dengan jadwal imunisasi polio di kelurahan lewet beliau berhari ulan tahun yang ke 30 tahun.

“Penunjang Kesehatan anak anak ini, khususnya di kelurahan lewet, merupakan kado terindah bagi saya, di hut yang ke 30 tahun ini, saya berharap semua anak terhindar dari penyakit polio, ucapnya. Program ini, mendapatkan antusias yang luar biasa, dari warga kelurahan lewet. Hal ini dapat di buktikan dengan datangnya anak anak dari usia 0-59 bulan yang di bawa oleh orang tua masing masing, di dua lokasi pemberian imunisasi polio tersebut.

“Kami senang, adanya program pemerintah ini, dikarenakan dapat menghindarkan anak kami, dari penyakit polio,” ujar Ester sampelan warga kelurahan lewet lingkungan V.

Hal senada di ungkapkan Marice kilapong ketika membawa cucu mendapatkan imunisasi polio. ”Bagus katu ni program pemerintah ini, agar torang pe anak, ndak moo kana penyakit polio, selain itu pemberian polio ini tidak dipunggut biaya(gratis),” ungkap Ibu yang akrab di sapa cici. (Angel)

Proyek Jalan Miliaran Rupiah di Minsel ‘Bermasalah’, AMTI Desak Kejari Amurang Tuntaskan

Tommy Turangan SH (Foto Suluttoday.com)

Tommy Turangan SH (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Tidak berjalannya dengan baik pembangunan proyek pengaspalan jalan desa Torout menuju desa Liandok, Kecamatan Tompaso Baru, mendapat sorotan publik. Lihat saja dilapangan, dari hasil kerja, proyek jalan yang menelan Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015 sebesar Rp 10,2 milyar dengan panjang 8 Kilometer (km) itu sangat kurang layak.

”Rp 10,2 Milyar itu bukan uang yang kecil, masa hasilnya hanya seperti itu. Dana yang dikucurkan dengan realisasi yang ada, jelas sekali terlalu jauh selisihnya dengan kondisi pengerjaan jalan yang ada,” ujar Tommy Turangan, SH Ketua Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) saat diwawancarai Suluttoday.com, Kamis (3/3/2016).

Aktivis vokal ini secara tegas mengatakan bahwa terdapat dugaan penyelewengan anggaran negara dan konspirasi antara instansi terkait dan beberapa pihak.

”PPK, PPHP selaku penentu PHO, Kadis PU, dan anggota DPRD saya curiga sudah main mata dengan pihak kontraktor pelaksana proyek itu,” katanya.

Lanjut Tommy menjelaskan soal kenyataan di lapangan, dimana Kontraktor memakai batu pecah yan tidak berlandaskan uji lab, dan pekerjaanya tidak mengacu pada dokumen kontrak dan syarat – syaratk khusus kontrak serta tidak mengikuti petunjuk -petunjuk teknis dan gambar/ bestek.

”Kalau ada yang bilang BPK sudah turun memeriksa proyek itu, berarti BPK juga ada main mata. BPK belum lakukan pemeriksaan, proyek ini sudah dicairkan 90%. Makanya, jujur saja, kami tidak percaya dengan BPK, sebab sudah pernah terjadi BPK dipenjarakan karena terlibat pelanggaran hukum,” ucap Turangan.

Jika aparat betul-betul mau menuntaskan kasus ini, saya yakin banyak pihak yang terlibat dalam pekerjaan itu.

”Saya berharap Kajari Minsel, turun kesana saksi ahli dan usut tuntas dan harus ada penetapan tersangka dalam skandal proyek jalan itu, demi keadilan,” papar mantan aktivis 98 ini.

Menyikapi hal ini, Kepala Kejari Amurang Umaryadi saat ditemui mengatakan sudah melihat pemberitaan tersebut di Media terkait proyek tersebut. Untuk itu dia mengungkapkan akan melakukan investigasi dilapangan.

”Terkait pemberitaan tentu kita akan tindaklanjuti dengan melakukan investigasi. Yang pasti jika terjadi penyimpangan dan berpotensi merugikan keuangan negara akan kami proses,” papar Umaryadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Proyek peningkatan jalan Torout Liandok di Kecamatan Tompaso Baru ini tidak dikerjakan dengan baik. Pengerjaan proyek tersebut terlihat asal jadi dimana meski baru dua bulan diperbaiki kondisi jalan sudah sangat memprihatinkan karena terdapat lubang dimana mana.

AMTI juga mengaku pesimis kalau kasus dugaan penyelewengan uang negara pada proyek tersebut akan ditangani aparat hukum di Minsel. Lanjut Turangan, pekerjaan lapis pondasi bawah telford dipasang batu dasar (ukuran 15 – 20 cm) yang dipasang secara rapih kemudian penghamparan pasir urug untuk menutupi rongga–rongga lalu digilas dengan mesin gilas secara berulang-ulang kemudian dihampar dengan batu pecah l ukuran 5 – 7 cm secara merata kemudian dipadatkan dengan mesin gilas berulang-ulang hingga mencapai hasil pemadatan maksimum.(Amas)

Pelayanan Dinas Capil Minsel Tuai Sorotan

Ilustrasi pelayanan publik yang baik (Foto Ist)

Ilustrasi pelayanan publik yang baik (Foto Ist)

AMURANG – Memiriskan yang terjadi dalam pelayanan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dalam hal ini dinas kependudukan dan catatan sipil. Pasalnya, nyaris seorang ibu hamil (bumil) pingsan, menunggu seharian proses pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) tanpa dibuahi hasil.

Chindy Lintang, warga amurang kelurahan bitung kepada sulut today.com mengaku, dirinya tidak dilayani bahkan hingga proses permohonan pembuatan KTP, hingga di tangan Kepala bidang terkait. Disayangkan, pelayanan di salah satu kabupaten terbaik di sulut itu, atas kepemimpinan bupati Christiany Eugenia Paruntu, harus di rusak oknum dinas terkait yang lalai dalam pelayanan kepada masyarakat. Seperti bunyi rasa kecewa chindy di akun Facebooknya.

“Untuk membuat Kartu Tanda Penduduk pun sulit, tidak ada solusi yang diberikan. Sehari di #catatansipil tapi tidak ada hasil”. Apa saya harus resign dari pekerjaan hanya untuk mengurus KTP yang tidak pasti penyelesaiannya!”. Lanjut di bagian akhir kalimat kekecewaan di lontarkan untuk oknum pegawai Capil “@petugas #capil mohon pelayanan yang baik bagi masyarakat karena yang bekerja bukan hanya kalian sebagai PNS tapi masyarakat pun bekerja untuk menyambung hidup”.

Diharapkan, adanya perbaikan dalam pelayanan guna membangun kabupaten minsel yang makin baik lagi kedepannya, harap Ibu hamil yang masih menunggu di kantor capil minsel hingga dua hari, tanpa hasil ini kepada Suluttoday.com. (Angel)

Pilkada Minsel, AMTI Desak KPUD Tegakkan Aturan

Tommy Turangan SH, Ketua AMTI

Tommy Turangan SH, Ketua AMTI

MANADO – Demi mewujudkan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang berkualitas, warga Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menaruh hapan yang begitu besar kepada penyelenggara pemilu, terutama Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Menurut Tommy Turangan SH, Ketua Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) yang juga putra Minsel meminta KPUD Minsel agar bertindak tegas dalam menerapkan aturan.

”KPU merupakan satu-satunya lembaga independen yang menentukan kemajuan daerah Minahasa Selatan (Minsel), sehingga dengan demikian kinerja KPU perlu secara tegas diawasi juga oleh masyarakat. AMTI mendesak dan mengingatkan KPU Minsel untuk tetap menegakkan aturan, artinya jika ada calon Bupati maupun calon Wakil Bupati yang menyalahi aturan, maka perlu ditindak tegas. Jangan ada toleransi untuk sesuatu hal yang melanggar ketentuan,” ujar Turangan.

Aktivis LSM yang dikenal vokal ini menegaskan bahwa keberpihakan pihaknya terhadap kepentingan umum masyarakat terus dijalankannya. AMTI, lanjut Tommy akan mengambil sikap ‘melawan’ jika KPU kedepannya terindikasi berkonspirasi dengan calon kepala daerah ‘bersmasalah’.

”Kita lebih mengutamakan kepentingan publik, dan mengabaikan, bahkan melawan jika saja penyelenggara pemilu akhirnya mencederai kepentingan masyarakat. Bila nantinya kami temukan ada calon kepala daerah bermasalah lalu diloloskan KPU Minsel, hal ini pastinya akan berhadapan dengan kami, jangan berani penyelenggara pemilu berkonspirasi dengan para calon kepala daerah, jika mau Minsel kedepan lebih maju karena ini merupakan awal yang buruk,” tegas Tommy pada Suluttoday.com, Senin (6/7/2015). (Amas Mahmud)

iklan1