Tag: kabupaten minsel

Bupati Jantje Wowiling Sajow Pimpin Apel Perdana 2015

Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi saat berjabat tangan dengan PNS Minahasa

Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi saat berjabat tangan dengan PNS Minahasa

MANADO – Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi memimpin Apel Kerja Perdana tahun 2015, Senin (5/1/2015) di halaman Kantor Bupati, Tondano. Apel yang diikuti oleh Wakil Bupati Ivan Sarundajang, Sekdakab dan jajaran Pejabat Pemkab serta para PNS di semua SKPD ini, ditandai dengan penyerahan Kendaraan Ambulance kepada para Kepala Puskesmas di Minahasa.

Dalam sambutannya Bupati JWS bersyukur dan mengucapkan Selamat Tahun Baru 2015 bagi semua PNS yang hadir. Bupati mengatakan bahwa keberhasilan di tahun 2014 jangan membuat kita lupa diri, tetapi harus menjadi pendorong bagi peningkatan kinerja selanjutnya.

“Karena itu momentum apel kerja perdana ini harus dimaknai dengan tekad dan semangat yang tinggi untuk mengabdi dan menjadikan tahun kerja sebagaimana komitmen Presiden RI Bapak Joko Widodo yang mengedepankan pentingnya kerja,kerja dan kerja” ungkap Bupati.

Ditambahkannnya, dalam UU No.5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara sudah sangat jelas dinyatakan bahwa ASN akan dievaluasi terus menerus, terutama untuk mengukur sejauhmana kapabilitas ASN dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik dan perekat serta pemersatu bangsa.

“Kita akan mulai tahun 2015 dengan komitmen terhadap kerja, sehingga siapa yang tidak mampu menyesuaikan dengan komitmen kerja ini akan tersingkir dengan sendirinya. Waktunya kita mengejar kemajuan dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan bekerja sampai tuntas” urainya.

Diharapkan Bupati agar PNS berperan sebagai Problem Solver dan bukan Problem Making, terus membangun kekompakan kerja, perjuangkan amanat dan kepercayaan rakyat, walau dengan alokasi dana yang sangat terbatas melalui APBD, namun kita tetap berkomitmen untuk melakukan berbagai terobosan strategis dan visioner guna memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat. (Amas Mahmud)

Demi Masyarakat, Tetty Paruntu Pangkas Biaya Perjalanan Dinas

Cristiany Eugenia Paruntu (Foto Ist)

Cristiany Eugenia Paruntu (Foto Ist)

AMURANG – Untuk meningkatkan pelayanan publik yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), tahun anggaran 2015 perjalanan Dinas pejabat di jajaran pemkab Minsel mulai eselon II, III, dan IV untuk ke luar daerah dikurangi.

Menurut Bupati Minsel Christiany E Paruntu, SE didampingi Kabag Tusrianto Rumengan SSTP, MSi. Bupati yang juga istri tercinta Kristovorus Deky Palinggi, SE (KDP) menjelaskan, perjalanan dinas pejabat Minsel tidak boleh melebihi 5 kali perjalanan dalam setahun.

”2015 nanti perjalanan dinas pejabat sudah dibatasi dan tidak boleh melebihi kebijakan yang sudah diatur,” ujar Paruntu.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa perjalanan dinas pejabat Minsel, sudah diatur dan ditata dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2015. Selain itu pembatasan pejabat keluar daerah merujuk pada imbauan atau petunjuk Presiden RI dan Gubernur Sulut SH Sarundajang yang pada pokoknya membatasi perjalanan pejabat untuk keluar daerah.

”Ini harus ditaati oleh pejabat jajaran Minsel, dan fokus pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ucap Tetty sapaan akrab Bupati cantik ini. (Vanly/Amas Mahmud)

Penyaluran TPD Bermasalah, AMTI Desak Polres Minsel Lakukan Penyelidikan

Cristiany Eugenia Paruntu (Foto Ist)

Cristiany Eugenia Paruntu, Bupati Minsel (Foto Ist)

AMURANG – Sejumlah perangkat Desa di kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mengeluhkan Tunjangan Perangkat Desa (TPD) untuk triwulan III dan IV sebesar Rp 5,8 miliar belum disalurkan sampai saat ini.

“Kami berharap agar tunjangan perangkat segera disalurkan karena sudah hampir enam bulan belum kami terima. Biaya hidup yang semakin tinggi membuat situasi semakin sulit apalagi dengan harga bbm skarang sudah naik,” ujar salah satu meweteng di Motoling.

Menanggapi akan hal tersebut, Tommy Turangan SH, Ketua Alinasi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) kepada Jurnal Sulut  mempertanyakan keberadaan dana tersebut.

“Yang menJadi pertanyaan kami mengapa dana tunjangan itu belum disalurkan padahal dana tersebut sudah tertata dan seharusnya sudah disalurkan. Kami menduga dana sebesar itu sengaja diendapkan oleh pejabat BPMD untuk tujuan tertentu,” ujar Turangan, Rabu (3/12/2014) hari ini.

Turangan meminta  agar pihak kepolisian Polres Minsel melakukan penyelidikan terkait dengan dana tersebut yang belum disalurkan.

“Kami harap agar pihak kepolisian Polres Minsel segera menyelidiki adanya dugaan pengendapan dana perangkat desa,” jelas Turangan.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Minsel Ollivia Lumi, melalui melalui Sekertaris BPMD Drs. Daif Ondang mengatakan, keterlambatan penyaluran dana tersebut dikarenakan banyak perangkat desa yang belum melengkapi berkas.

“Selain masih banyak yang belum melengkapi berkas, masih banyak berkas yang harus kami input untuk kelengkapan proses pencairan,” jelas Ondang

Selain itu, penyaluran dana tersebut bergantung pada pelunasan pajak dimasing-masing desa,

“Kami memprioritaskan desa-desa yang sudah lunas pajak. Soal waktu penyaluran rencananya pertengahan bulan Desember ini,” tukas Ondang. (M. Isnain Umasangaji/Amas)

iklan1