Tag: kahmi sulut

Tiga Cabang di Sulut Segel Kursi, Manifesto Politik KAHMI Minahasa

Ucapan Muswil dari Majelis Daerah KAHMI Minahasa (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Konstalasi dukungan terhadap Ketua Presidium dan system paket yang akan ditempuh dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Korps Alumni HMI (KAHMI) Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (23/11/2019) sampai Minggu (24/11/2019) terus mengalir. Terungkap para kandidat mulai mendekati Majelis Daerah (MD) Kahmi yang ada di wilayah Sulut.

Seluruh Majelis Daerah mempunya jagoan untuk dimajukan bertarung dalam Muswil IX kali ini. Tentu masing-masing MD meras layak terhadap calon Ketua yang diusung. Jumat (22/11/2019), Presidium MD Kahmi Minahasa, Sarini Tombokan menyampaikan bahwa sejumlah stok pimpinan Presidum Kahmi Silayah telah disiapkan MD Kahmi Minahasa.

“Kalau banyak calon. Itu artinya kaderisasi jalan. Namun kalau calon hanya itu-itu saja, maka itu menunjukan HMI krisis kader calon pemimpin. Kahmi Minahasa juga menyiapkan calon Ketua Presidium Kahmi Sulut,” ujar Yunda Rini sapaan akrabnya.

Rini pun menegaskan bahwa Muswil KAHMI kali ini harus menjadi bahan evaluasi internal untuk memaksimalkan peran-peran organisasi ke depannya.

“KAHMI harus menjadi wadah berhimpun para alumni HMI. Untuk itu, KAHMI juga harus menjadi salah satu jembatan distribusi kader pasca berHMI,” kata alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Manado (Unima) ini berharap.

Pihaknya, urai Rini mengusulkan beberapa skema untuk tujuh presidium wilayah ke depan. Dimana, untuk Sulut ada tiga cabang penuh yaitu HMI Cabang Manado, Cabang Tondano dan Bolaang Mongondow (Bolmong).

“Ketiga cabang yang ada harus ada perwakilan alumni murninya dalam kursi presidium. Ini kunci utama,” tegasnya.

Lanjut Rini mengingatkan bahwa bonus demografi berbasis cabang tersebut tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab, menurutnya, itu juga efeknya akan kembali ke masing-masing cabang.

“Iya, berarti masih ada empat kursi sisah. Kemudian tambah kursi sekum dan bendum. Kursi sisah inilah sistemnya akan lelang terbuka terbatas. Karena semua mengharapkan kaderisasi berjalan lancar. Nah, kepentingan cabang akan lebih mudah dikomunikasikan kalau ada perwakilan alumninya,” kunci Tombokan.

Ditambahkannya lagi, pihaknya juga sudah mengantongi beberapa nama baik dari alumni HMI Cabang Tondano maupun di luar. Sekedar diketahui, Muswil akan dibuka pada Sabtu hingga Minggu, (23-24/11/2019) bertempat di Molibagu, Bolmong Selatan (Bolsel).

Sejumlah nama mencuat yakni, Iskandar Kamaru, Taufik Pasiak, Ibrahim Gani, Suhendro Boroma, Abdurrahman Konoras, Idham Malewa, Suardi Hamzah, Gunawan Pontoh, Asripan Nani, Lucky Makalalag, Muhammad Burhanudin, Robbi Mamonto, Baso Affandi, Robianto S, Fadillah Polontalo dan beberapa nama lainnya. (*/Redaksi)

Jelang Muswil KAHMI Sulut, Sejumlah Nama Calon Ketua Presidium Mengkristal

Panitia Muswil sedang menyiapkan atribut (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) IX Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Utara (Sulut) dipastikan memanas. Pasalnya, agenda akbar pemilihan Ketua dan Presiden Kahmi secara keseluruhan akan digelar dalam forum Muswil. Muswil sesuai jadwal dilaksanakan di Molibagu, Kabupaten Bolaang Mangondouw Selatan (Bolsel) Provinsi Sulut.

Dimulai Sabtu sampai Minggu, 13-24 November 2019, kini dinamikanya mulai terasa. Dimana sejumlah nama telah mencuat, dinilai sangat berpeluang menjadi Ketua Presidum.

Menurut Ketua Sterring Committee, Suardi Hamzah bahwa agenda Muswil di Kabupaten Bolsel kali ini cukup berbeda. Walau digelar di ujung selatan Sulut, namun kompetisi dan pertarungan begitu terasa antara sesama Alumni HMI.

”Amanat ini tidak mudah, dimana kita berusaha keras mewujudkan tuntutan ribuan alumni HMI Manado, Minahasa dan Bolmong raya supaya pengurus Presidium melahirkan kepengurusan yang lebih kuat integritasnya. Ini tergolong tantangan yang perlu kita seriusi menjawabnya satu per satu,” ujar Suardi.

Kanda Idun, sapaan akrab Suardi yang juga Sekretaris Presidium Kahmi Sulut juga membocorkan nama-nama calon Ketua Presidium Kahmi Sulut. Dari group media sosial alumni HMI, beberapa nama dinilai layak bertarung dalam Muswil kali ini. Ada yang telah menyampaikan kesiapan memberi diri membangun Kahmi.

Diantara nama-nama yang santer adalah Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, pakar otak Dr Taufiq Pasiaak, cendekiawan dan jurnalis ternama Suhendro Boroma, incumbent ketua presidium dan akademisi Fakultas Hukum Unsrat Dr Abdurrahman Konoras, Sekretaris Kahmi Sulut Suardi Hamzah.
Ada pula politisi dan pengusaha kapal ekspedisi antar pulau Gunawan Pontoh, Sekda Bolmong Utara Asripan Nani, Ketua Presidum Kahmi Kotamobagu Lucky Makalalag, Ketua Kahmi Boltim Robbi Mamonto dan tiga presidium Kahmi Manado Baso Affandi, Fadillah Polontalo dan Idam Malewa.
Berdasarkan AD/ART, kata Suardi Hamzah jumlah presidium Kahmi wilayah yang dipilih hanya tujuh orang. Mereka akan dipilih oleh masing-masing majelis daerah (MD). Satu MD mengutus tiga delegasi. Namun, hak suara hanya satu orang.
”Mekanisme sesuai ketentuan yakni satu voters akan memilih tujuh nama dalam satu paket. Dari forum Muswil ini akan menentukan tujuh Presidium berdasarkan rangking suara tertinggi pertama sampai ketuju. Seperti inilah ketentuan pemilihannya,” ujar Kanda menutup.

Ucapan selamat dan sukses Muswil Kahmi Sulut (FOTO Ist)

Di tepat terpisah, Sekretaris Majelis Daerah (MD) Kahmi Manado, Mazhabullah Ali saat diwawancarai Suluttoday.com terkait siapa yang dijagokan MD Kahmi Manado, kata Ichal sapaan akrab Mazhabullah pihaknya tengah melakukan konsolidasi. Bagi Ichal kemajuan Kahmi Sulut akan ditentukan oleh sosok Ketua Presidium yang komit melakukan perubahan.

”Sampai saat ini kami sudah beberapa kali berkomunikasi dengan majelis daerah Kahmi lain. Tentunya, kita mau menyamakan visi. Ada beberapa figur yang kita nilai layak diperjuangkan di Muswil Kahmi Sulut tentunya. Kriteria mengusung Presidium Kahmi Sulut bersifat pajet, sehingga perlu kolaborasi dan koalisi kekuatan dengan MD lainnya,” tutur Ichal tegas.(*/Redaksi)

Senior GMKI dan GMNI Juga Usulkan Prof Lafran Pahlawan Nasional

Logo GMNI dan GMKI, perkawanan organisasi Cipayung (Foto Ist)

Logo GMNI dan GMKI, perkawanan organisasi Cipayung (Foto Ist)

MANADO – Mantan aktivis mahasiswa yang pernah berkiprah di organisasi Cipayung, seperti organisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ikut memberikan dukungan terhadap upaya yang dilakukan Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk mendorong agar Prof Lafran Pane, pendiri HMI dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional.

Seperti disampaikan Dr Tommy Sumakul, SH,MH, senior GMKI cabang Manado yang saat ini menjadi pengurus Persatuan Alumni GMKI mengatakan kekagumannya terhadap karya dan konsistensi seorang Lafran Pane yang dikenal begitu sederhana, namun memiliki ide-ide brilian. Menurut Sumakul yang juga dosen Fakultas Hukum Unsrat Manado itu, pihaknya mendukung untuk diusulkannya Prof Lafran sebagai Pahlwan Nasional karena menjadi teladan bagi rakyat.

”Saya menyampaikan terima kasih dan ikut bangga atas undangan pengurus KAHMI Sulut kepada saya agar bisa menjadi narasumber dalam Seminar Nasional ini. Apalagi, bisa bertemu Bang Akbar Tanjung senior HMI dan juga tokoh Nasional, membaca beragam literatur dan mengikuti rekam jejak Prof Lafran, memang beliau figur yang sederhana, memiliki komitmen perjuangan tinggi untuk kepentingan masyarakat. Beliau ini berhasil mendeklarasikan HMI, yang hingga saat ini terus bekembang, bagi kami Prof Lafran layak menjadi Pahlawan Nasional,” ujar Sumakul saat menyampaikan materi, Jumat (29/1/2016) di kantor Rektorat Unsrat Manado.

Sementara itu, alumni GMNI Soni Sumarsono yang juga Pejabat Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) mengaku mendukung penuh upaya yang dilakukan para alumni HMI untuk mengusulkan Prof Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional. Dengan nada sedikit menyindir, Soni mengatakan harusnya tugas Negara memberikan gelar kepada rakyatnya yang telah berjasa pada bangsa Indonesia.

”Luar biasa gagasan dan konsistensi Prof Lafran, sebagai generasi yang pernah belajar di organisasi Cipayung kami juga mendukung Prof Lafran Pane menjadi Pahlawan Nasional. Pak Lafran ini semasa hidupnya penuh inspirasi dan selalu membela rakyata, seperti cukup banyak diceritakan Bang Akbar Tanjung, tentu kami juga banggsa berada dalam proses ini, mari kita dorong bersama. Disisi lain, saya juga merasa ada keanehan harusnya Negara memfasilitasi rakyatnya untuk hal pemberin gelar Pahlawan, bukan nanti diusulkan rakyat,” ucap Sumarsono, Jumat (29/1/2016). (Amas)

Pemprov Sulut Dukung Prof Lafran Pane jadi Pahlawan Nasional

Berlangsungnya Seminar Nasional (Foto Suluttoday.com)

Berlangsungnya Seminar Nasional (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Arus dukungan terhadap tokoh Nasional, (Alm) Prof Lafran Pane, pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk diusulkan sebagai Pahlawan Nasional terus mencuat. Hal ini juga bisa terlihat dalam Seminar Nasional yang dilaksanakan, Presidium KAHMI Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (29/1/2016) siang tadi, dimana pemerintah Provinsi Sulut juga memberikan dukungannya.

Melalui Pejabat Gubernur Sulut, Dr Soni Sumarsono melalui pemaparan materi menyampaikan dukungan terhadap sosok Lafran Pane yang disebutnya sebagai tokoh yang memiliki gagasan brilian, namun sederhana. Sumarsono yang juga mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu mengakui ikut bersentuhan langsung dengan ide dan pemikiran-pemikiran brilian dari Lafran Pane.

”Berbagai literatur serta terobosan riil dilakukan sosok Prof Lafran Pane seperti yang kita baca beliau begitu idealis, beliau ini kita kenal sebagai pendiri HMI. Dari rekam jejak, melalui konsep yang beliau wariskan membawa kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia ini, kami pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan dukungan atas hal ini karena sangat layak Prof Lafran Pane menjadi Pahlawan Nasional,” ucap Sumarsono.

Senior GMNI inipun memastikan dukungannya tersebut dengan mengatakan akan siap memberikan tandatangan dukungan. Sumarsono yang juga Dirjen Otda itu menilai semua komponen rakyat Indonesia akan memberikan dukungan atas insiatif HMI serta KAHMI ini.

”Bila saat ini atau setelah  Seminar saya disuruh menandatangani dukungan, pasti saya tandatangani segera, patut beliau ini menjadi Pahlawan Nasional sebab beliau menjadi sumber inspirasi, menjadi teladan dan panutan bagi kita semua,” ujar Sumarsono tegas yang disambut tepukan tangan meriah ratusan peserta Seminar Nasional yang digelar di kantor Rektorat Unsrat Manado ini. (Amas)

Usung Lafran Pane Pahlawan Nasional, KAHMI Sulut Gelar Seminar

Undangan Seminar Nasional (Foto Ist)

Undangan Seminar Nasional (Foto Ist)

MANADO – Tokoh yang melahirkan banyak generasi tercerahkan dan tokoh Nasional, yang berhasil melahirkan gagasan besar perubahan dari satu generasi ke generasi selanjutnya, figur ini tak lain adalah Prof Lafran Pane, pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Sebagai pelopor organisasi kemahasiswa tertua di Indonesia, Lafran Pane layak dikenang jasa-jasanya.

Sebagai wujud kontribusi positif, Majelis Wilayah Korps Alumni HMI (KAHMI) Sulut akan mengusung Prof Lafran Pane sebagai pahlawan nasional. Lafran Pane adalah pendiri HMI, organisasi mahasiswa tertua di Indonesia. Lafran akan diusung melalui forum seminar nasional yang akan digelar di auditorium Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Jumat (29/1/2016) pukul 13.30 Wita.

”Alasan Prof Lafran Pane diusung calon pahalawan nasional lantaran Lafran pernah sama-sama dengan para Adam Malik, Wattimena yang dikenal dengan pejuang Menteng 31,” ujar Penasehat Majelis Nasional KAHMI Nasional Dr Akbar Tanjung di Manado, kemarin.

Pertimbangan lain, kata Akbar, Lafran terlahir dari keluarga pejuang, seperti sastrawan Sanusi Pane dan Armin Pane. Lafran yang dilahirkan di Sibolga Tapanuli Selatan layak diangkat sebagai pahlawan nasional jika melihat keterlibatan ketua PB HMI pertama di zaman pergolakan.

”Tujuan Lafran dirikan HMI salah satu adalah mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” kata Akbar yang pernah menjabat ketua umum PB HMI 1972.

Ketua Presidium KAHMI Sulut Dr Abdurrahman Konoras menambahkan seminar nasional bertema Prof Lafran Pane dalam Pusaran Sejarah Perjuangan Bangsa akan menghadirkan tiga pembahas. Yaitu, Dr Akbar Tanjung, Dr Ronny Maramis (akademisi/alumni GMKI) dan Pj Gubernur Sulut Dr Soni Sumarsono yang juga mantan aktivis GMNI. “Kota Manado adalah kota ke-21 di Indonesia.

Sebelum Manado, Akbar Tanjung hadir di seminar nasional yang sama di kampus Universitas Pattimura dan Unkhair Ternate. Puncaknya akan dilakukan diseminasi di Jogyakarta tanggal 5 Februari,” kata Konoras.

Koordinator tim kerja yang juga Ketua Harian KAHMI Sulut Ir Hamzah Latief menambahkan Kahmi Sulut berharap, tokoh dan organisasi masyarakat termasuk akademisi Sulut memberi dukungan kepada Lafran untuk menjadi pahlawan nasional.

“Kami berharap ada rekomendasi dan dukungan dari para tokoh masyarakat, akademisi dan pimpinan organisasi masyarakat dan mahasiswa,” ujarnya.(Tim Redaksi)

iklan1