Tag: KAHMI

Demokrasi dan Narsisme Kita

Jusuf Sunya (Foto Istimewa)

Penulis : Jusuf Sunya

Menjelang hari-hari pesta demokrasi (pemilihan kepala daerah) tanggal 9 Desember mendatang, dinamika politik lokal nampak disekitar kita. Nuansa riuhan diwarung kopi, pojok jalan atau sudut ruang kota serta ruang publik seakan menjadi arena debat. Tema besar isu-isu global, mulai dari pendemi virus corona hingga kekalahan Donald Trump dalam mempertahankan kursi Presiden USA versus Jhoseph Biden, yang rencana aksi pemulihan ekonomi negara ASEAN plus lima negara pasifik dalam RCEP (regional comprehenship economic partner – kemitraan ekonomi komprehensip regional), terkait perdangan bebas serta isu Laut China Selatan.

Dilevel nasional masih berdelik dengan masalah Habib Rizieq Shihab, hingga ancaman pencopotan kepala daerah pasca Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 6 tentang penegakan protokol kesehatan untuk pengendalian penyebaran corona virus, dengan sejuta berita ikutan lainnya seperti soal pemanggilan Anies Baswedan serta mutasi rotasi di tubuh kepolisian. Ditingkat lokal justru lebih menarik, kelompok muda terjebak tema “bakumalawang”, dimulai soal politik (furikisasi) dan demokratisasi (demohasi), yang bahkan jika kita mengintip diranah virtual, khusus pada griup-grup media sosial mulai umbaran fitnah dan maraknya ujaran kebencian (hate speech).

Ini seperti representasi komunal masyarakat kita yang lebih doyan mendiskusikan sesuatu yang banyak menghabiskan energi bakumalawang dengan kepiawaian jari pada gawai, ketimbang membangun derajat rasionalitas dan edukasi politik yang sehat dan santun. Tidaklah berlebihan jika pemaknaan simbolik politik dewasa ini oleh sebagian kalangan dimaknai sempit dan provokatif. Demokrasi dan politik, dua kata yang seharusnya liner, sejalan dan seirama. Teori klasik Aristoteles menyatakan politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.

Politika adalah media menuju kuasa secara konstitusi maupun non-konstitusional. Makanya, politik itu diibaratkan seperti belati. Tajam dan menusuk jika dilakukan orang tidak memahami posisinya. Tetpai bagi yang memahami, poilitik adalah jalan pengabdian. Seperti halnya demokrasi, diksi yang digunakan lebih pada tataran utopis, diadopsi sebagai sistem sosial dan politik pemerintahan pada kekuasaan pemerintah yang dibatasi hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak publik.

Demorasi seharusnya menjadi sarana menuju masyarakat yang lebih sejahtera. Banyak pandangan menyatakan demokrasi kita saat ini belum baik. Demokrasi mengalami deviasi. Selalu bersebrangan dengan etika politik. Kita mengharapkan kebebasan sipil (civil liberty) yang lebih, seperti dalam jargon-jargon retorika semata. Istilah Rocky Gerung, kita surplus demokrasi, tetapi juga mengalami defisit etika. Kondisi inilah yang oleh Guillermo O’Donell – sebagai the absence of anything more – tidak ada apa-apanya lagi. Demokrasi tak bermakna, hanya mengikuti perkembangan sejarah.

Demagogi Elit Beberapa waktu lalu saya dikirimi beberapa buku oleh Bang Syaiful Bahri Ruray. Dari sekian buku tersebut, ada 4 buku menarik yang cocok dengan kondisi saat ini. Buku pertama How Democracies Die (bagaimana demokrasi mati, karya Steven Levitsky dan Daniel Ziblait, yang ramai diperbincangkan saat Anies Baswedan memposting dijagad media sosial. Buku kedua Politik Lokal di Indonesia (editor Henk Schulte Nordholt dan Gerry van Klinken, Buku setebal 700 halaman dengan kata pengantar Anies Baswedan. Buku ketiga, Demokrasi dan Kekecewaan, yang merupakan orasi ilmiah Goenawan Muhamad (GM) yang kemudian ditanggapi bersama oleh R. William Liddle, Rocky Gerung, dkk.

Buku ini mengulas mengenai demokrasi dan disilusi (kekecewaan) – bagaimana mendudukan demokrasi versus politik dalam menjaga keseimbangan sebagai alat perjuangan atau sebagai tujuan mencapai kekuasaan. Dan ke-empat, Democracy For Sale, Election, Clientelism and The State in Indonesia (2019), karya Edward Aspinall dan Ward Berenschot. Ada korelasi penting ke-empat buku tersebut dengan konstelasi politik nasional dan lokal saat ini.

Menariknya bahwa kondisi kita seperti terjebak pada pertarungan semu – bukan pada tataran pertarungan visi dan program para calon kepala daerah, tetapi mainstreamnya pada gesekan akar rumput yang berimbas pada potensi konflik dilevel masyarakat. Dalam pergolakan politik daerah – selalu saja ada distribusi dan desentralisasi kepentingan pusat yang dimainkan oleh elit serta partai politik dengan kecenderungan berperan sebagai oligargi dalam menuju mencapai kuasa.

Gejala yang mengkhawatirkan adanya demogogi politik. Sebagai aktor politik, mereka menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan dan kepentingan. Demagog adalah tokoh atau elit yang suka mempengaruhi masyarakat untuk mencapai tujuan kuasa dengan cara menghasut, mengumbar serta membuat citra baik dengan bahasa – bahasanya hebat dan menyentuh, kadang bombastis namun hakikatnya mereka sedang berbohong. Mereka juga menjadi sangat narsis padahal sebetulnya mereka melakukan kamuflase. Profesor Mahfud MD menyatakan bahwa demagog adalah agitator – penipu ulung yang seakan-akan memperjuangkan rakyat padahal semua itu dilakukan demi kepentingan dirinya.

Demagog biasa menipu, dengan janji-janji manis untuk mengeruk keuntungan, (baca Dominasi Politik Kaum Demagog). Narsisme Politik Saat ini, dunia politik tidak bisa dipisahkan dengan narsisme. Lintasan globalisasi serta kemajuan teknologi semakin mempermudah elit politik melakukan kamusflase dengan pencitraan. Masyarakat kita mudah diperdaya dengan mantra narsistik, dimana pencitraan diri lebih utama dari pada realitas yang sebenarnya.

Secara faktual ada kandidat yang bermasalah, tetapi dipoles oleh media sehingga merubah citra dirinya. Kesenangan pada citra dirinya yang menggiring kearah narsisme politik. Oleh Christopher Lach dalam The Culture of Narcissism, bahwa narsisme ini sangat berbahaya karena masyarakat diperdaya dengan rasionalitas semu dan kepalsuan, seperti polesan wajah, ketenaran semu, dan tampilan sesaat, yang menyebabkan esensi demokrasi yang sebenarya subtansial berupa kesejahteraan, serta keadilan sulit dijangkau. Tidak berlebihan di sudut kota terpajang foto, baliho serta jargon narsisme.

Kesetiaan publik kadang terjerembab dalam kubangan kepalsuan, dimana terjadi distorsi yang nyata. Dalam konteks political marketing, bisa dipahami sebagai upaya menjual diri kepada khalayak kolektif (konstituen). Kebanyakan elit dan politisi kita memilih konstruksi ini menjadi pilihan. Kita berharap bahwa dalam setiap momen politik apalagi penjelang pemilihan kepala daerah ini, harus lebih mengutamakan keterbukaan dan kejujuran. Jangan sampai polesan narsistik tersebut dijadikan bualan retorika semata. Publik tentu tidak mengharapkan pemimpin yang doyan menjual kepalsuan diri.

Masyarakat merindukan pemimpin yang jujur, yang tidak bersembunyi dibalik jargon-jargon kepalsuan. Seorang pemimpin ketika berbicara tata kelola pemerintahan yang bersih harus mulai dari diri sendiri – sehingga citra diri benar-benar nyata bukan sekedar retorika, kebohongan dan polesan narsistik belaka. Kita tidak mengharapkan pemimpin yang merasa paling benar dan paling bersih, tetapi sesungguhnya dia sangat bermasalah. Semoga harapan masyarakat atas pemimpin yang baik daerah ini benar-benar terwujud. Wallahu A’lam bisawab.

 

*Penulis merupakan Pengurus KAHMI Wilayah Maluku Utara

Gerakan KAHMI Sulut Peduli Bolmut, Iskandar Cs Salurkan Bantuan

KAHMI Sulut peduli (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Majelis Wilayah Korps Alumni HMI (KAHMI) Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (8/3/2020) menggelar gerakan simpatik. Kali ini MW KAHMI Sulut yang dipimpin langsung Koordinator Presidium KAHMI Sulut, Iskandar Kamaru, S.Pt menyalurkan bantuan kepada warga korban bencaana banjir bandang di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).

Saat diwawancarai Suluttoday.com, Sekretaris MW KAHMI Sulut, Madzhabullah Ali, SH menuturkan bahwa penyaluran bantuan dari KAHMI diterima langsung Bupati Bolmut, Depri Pontoh yang juga didampingi Wakil Bupati, Amin Lasena. Pihaknya mengharapkan agar bantuan tersebut dapat meringankan penderitaan dan beban yang dirasakan warga korban banjir di Bolmut.

Bantuan yang diserahkan kepada warga korban banjir Bolmut (Foto Istimewa)

”Alhamdulillah Kanda Iskandar Kamaru selaku Koordinator Presidium KAHMI Sulut yang juga Bupati Bolsel, memimpin langsung proses penyerahan bantuan dari KAHMI Sulut kepada warga Bolmut yang terkena banjir bandang. KAHMI Sulut turun bersama tim, dan diterima Pemda Bolmut. Langsung dilapangan Pak Bupati Bolmut yang juga didampingi Wakil Bupati menyambut kedatangan kami. Semoga bantuan yang disalurkan dapat membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah banjir di Bolmut,” ujar Ichal, sapaan akrab Ali yang juga mantan Sekretaris DPD KNPI Manado ini, Minggu (8/3/2020).

Sambutan Koordinator Presidium KAHMI Sulut (Foto Istimewa)

Diantara bahan-bahan yang dibawa KAHMI Sulut adalah beras, aqua, mie instan, popok bay, pakaian layak pakai, telur, gula pasir, roti, susu bayi, biskuit, minyak goreng, ikan kaleng, selimut, sabun, dan minyak telon. Untuk diketahui, KAHMI yang tak lain sebagai organisasi berhimpunnya para alumni aktivis Himpunan Mahasiswa Islam itu belum lama ini dilantik di Graha Subernuran, dan telah action dalam gerakan kemanusiaan. (*/Amas)

Koordinator Presidium KAHMI Sulut saat menyerahkan bantuan diterima Bupati Bolmut (Foto Istimewa)

Seminar Nasional dan Jalan Sehat KAHMI Sulut Bakal Ramai

Madzhabullah Ali, sekretaris panitia pelaksana (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Seminar dan Jalan dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Utara periode 2020-2025 bakal meriah. Kegiatan yang dilaksanakan usai pelantikan Majelis Pengurus Wilayah (MPW) KAHMI Sulut itu diramaikan sejumlah tokoh politik nasional dan para Menteri. Menurut Madzhabullah Ali, SH selaku Sekretaris KAHMI Sulut menyebut bahwa Seminar Nasional dan Jalan Sehat telah ditetapkan dalam rangkaian rundown acara pelantikan.

”Seminar dan Jalan Sehat berada dalam satu rangkaian kegiatan KAHMI Sulut. Bakal seruh, karena Seminar Nasional dan Jalan Sehat ini akan melibatkan seluruh keluarga besar KAHMI. Begitu pun kader-kader HMI se-Sulawesi Utara akan ikut bersama. Majelis Daerah KAHMI Kabupaten/Kota akan meramaikan dua rangkaian kegiatan ini. Seminar Nasional dilaksanakan, Sabtu 15 Februari 2020, bertempat di hotel Aston Manado, dan Jalan Sehat, Minggu pagi (16/2/2020), mulai dari Lapangan Tikala dan Finish di Lapangan Ketang Baru. Kegiatan ini akan diikuti full oleh Bang DR Akbar Tanjung,” ujar jebolan Fakultas Hukum Unsrat Manado ini, Kamis (13/2/2020).

Selanjutnya, panitia telah meregistrasi rombongan yang akan hadir di Kota Manado pada cara pelantikan pengurus MPW KAHMI Sulut, Seminar Nasional, Jalan Sehat sekaligus temu alumni akbar. Ical sapaan akrab mantan Sekretaris DPD KNPI Manado itu mengatakan pihaknya sedang menyebarkan undangan, dan kegiatan ini juga bersifat umum sehingga bagi masyarakat yang berkeinginan gabung dipersilahkan.

”Mulai malam ini sudah banyak MD KAHMI mulai melaporkan berapa banyak utusan yang dikirimkan. Panitia sedang mendata semuanya, kita terus mengkoordinasikan demi mantapnya pelaksanaan kegiatan. Hal-hal teknis lain sudah diantisipasi dan dilakukan panitia, sejak kemarin spanduk ucapan, atribut seperti bendera dan undangan juga telah disebarkan. Karena ini kegiatan terbuka untuk umum, silahkan masyarakat yang mau bergabung bisa ikut bersama,” ujar Ichal yang juga diaminkan Dr. dr. Taufiq Pasiak, selaku Ketua panitia pelaksana yang juga Presidium KAHMI Sulut ini. (*/Am)

Pelantikan MW KAHMI Sulut Akan Dihadiri Sejumlah Menteri

Pelantikan dan seminar KAHMI Sulut (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pelaksanaan pelantikan pengurus Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Utara (Sulut) masa bakti 2020-2025, Sabtu (15/2/2020) bertempat di Graha Gubernuran Sulut, kawasan Bumi Beringin, Insya Allah akan berlangsung sukses.

Selasa (11/2/2020), Ketua Panitia pelaksana pelantikan KAHMI dan Forum Alumni HMI Wati (FORHATI) Sulut, dr Taufiq Pasiak menyampaikan kesiapan pelaksanaan pelantikan. Taufiq yang juga dosen Unsrat Manado itu mengatakan pelantikan dirangkaikan dengan Seminar Nasional.

“Doakan semoga semua proses pelantikan KAHMI dan FORHATI Sulut berjalan sukses. Alhamdulillah panitia telah menyiapkan segala kebutuhan dan kelengkapan kegiatan. Saya mengajak seluruh keluarga besar KAHMI Sulut hadir dalam kegiatan ini,” ujar Taufiq.

Setelah pelantikan, hari itu juga dilakukan Seminar Nasional di Hotel Aston Manado. Lalu besoknya, Minggu (16/2/2020), pukul 05.30 – 12.00 dilakukan jalan sehat. Start dari Lapangan Sparta Tikala dan finish di Lapangan Ketang Baru. Kegiatan ini juga dilangsungkan dengan Temu Alumni Akbar HMI se-Sulut.

Lanjut Taufiq, Presidium KAMI Sulut terpilih ini menyebut bahwa pelantikan akan dihadiri sejumlah Menteri yang adalah para Alumni HMI. Selain itu, para narasumber yang akan hadir dalam Seminar yaitu mereka yang dinilai berkompeten, dengan mengusung tema: “SDM Unggul di Era Revolusi Industri 4.0 dan Industri 5.0 untuk Mewujudkan Sulut Hebat Menuju Indonesia Emas”.

“Tema Seminar akan dibahas para narasumber yakni, Dr Agung Firman Sampurna, SE.,M.Si (Ketua BPK RI), Dr. H. Zainudin Amali, (Menpora), Olly Dondokambey, SE (Gubernur Sulawesi Utara), Dr. Ahmad Doli Kurnia, (Ketua Komisi 2 DPR RI) dan Dr. H. Akbar Tanjung. Hasil diskusi tentu akan kita buatkan karya dan disampaikan ke pemerintah daerah Sulawesi Utara,” kata Taufiq menutup.

Sementara itu, Koordinator Presidium KAHMI Sulut terpilih Iskandar Kamaru saat diwawancarai menuturkan pelantikan pengurus KAHMI Sulut kali ini harus berbeda dan lebih semarak dari yang sebelum-sebelumnya.

“Panitia pelantikan sedang bekerja keras untuk berhasilnya kegiatan pelantikan MW KAHMI Sulut dan FORHATI. Pelantikan harus lebih semarak dan sukses. Do’akan semoga semua berjalan lancar, sampai hari H pelaksanaan kegiatan. Ayo kita bersatu-padu besarkan KAHMI Sulut,” kata Iskandar yang juga Bupati Bolaang Mangondouw Selatan ini.

Selanjutnya, sejumlah Presidium KAHMI Sulut lainnya seperti Sudendro Boroma, Asripan, Abdurahman Konoras, juga mengajak seluruh keluarga besar KAHMI Sulut menyukseskan kegiatan tersebut.

Untuk diketahui, undangan yang akan hadir ialah para mantan-mantan pengurus organisasi Cipayung. Pengurus Muhammadiyah Sulut, NU Sulut, Syarikat Islam Sulut, DMI Sulut, BKPRMI Sulut, Alkhairat, LPTQ Sulut, PHBI Sulut, IPHI Sulut, BAZNAS Sulut. Kemudian, PA GMNI, senior GMKI, senior PMKRI, Ikatan Alumni PMII, Pemprov Sulut, pemerintah daerah Kabupaten/Kota, Majelis Daerah KAHMI Kabupaten/Kota, organisasi paguyuban, dan undangan lainnya juga akan hadir. (*/Am)

KAHMI Malut Refleksikan 73 Tahun HMI Melalui Ngopi Bareng

Desain spanduk kegiatan (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Merefleksikan Perjalanan 73 tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan Ngopi Bareng. Cara yang dipilih dalam mengisi Dies Natalis Himpunan Mahasiswa Islam yang ke 73 Tahun, Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW-KAHMI) Maluku Utara (Malut) akan melaksanakan Refleksi 73 Tahun Perjalanan HMI bertema Ngopi Bareng KAHMI Maluku Utara.

Menurut ketua Koordinator Majelis Wilayah KAHMI Maluku Utara, Ishak Naser, Refleksi 73 tahun HMI yang akan dilaksanakan pada Minggu malam, 9 Februari tanpa tema utama. Sehingga semua peserta menjadi pembicara sekaligus memberi solusi atas persoalan-persoalan ke-HMI-an. Termasuk juga soal-soal ke Indonesiaan dan kebangsaan hari ini.

Meski semua peserta menjadi nara sumber, namun penyelenggara menghadirkan 4 (empat) Alumni HMI sebagai pemantik refleksi. Ke empat alumni tersebut mewakili latar belakang profesi. Dari pejabat, politisi, akademisi dan aktivis social.

Mereka adalah, Abd Rahim Odeyani sebagai Wakil Bupati Halmahera Tengah, DR. Herman Oesman sebagai akademisi dan sosiolog Maluku Utara, M. Rahmi Husen, Politis yang juga salah satu Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara dan Hasby Yusuf, Sekretaris Majelis Wilayah KAHMI Maluku Utara yang juga aktivis sosial.

Kegiatan yang akan berlangsung di Brainstorming Cofe Lovers (BCL) di bilangan Hotel bukit Pelangi itu pesertanya selain kader HMI, pengurus komisariat hingga cabang, juga Alumni HMI. Diharapkan kegiatan ini selain menyambung tali silaturrahim, juga sebagai silaturrahmi gagasan dan ide antar sesama keluarga besar HMI – KAHMI. Tak ada kepentingan Politik apapun didalamnya.

“Jadi ini murni silaturrahmi tanpa ada tendensi politik apapun”, tegas Ishak yang juga Ketua DPW Partai Nasdem Maluku Utara.

Menurutnya, pandangan pihak lain yang melihat kegiatan ini ada kepentingan politik adalah hal yang wajar. Karena tahun ini adalah tahun politik. Apalagi ada beberapa alumni HMI yang maju sebagai calon kepala daerah /Wakil kepala daerah. Tapi silaturrahim adalah sesuatu yang wajib. Apalagi momentumnya hari lahir HMI pada 5 Februari.

“Silaturrahmi itu wajib bagi keluarga besar HMI. Soal politik, alumni HMI berada di mana-mana dan meski berbeda pilihan dan kepentingan, silaturrahim harus sambung terus,” ungkap Ishak menutup pembicaraan.

Menurut salah satu pengurus Majelis Wilayah KAHMI Maluku Utara, kegiatan yang akan berlangsung pada 9 Februari mendatang tanpa kepanitiaan dan Ditangani langsung oleh Majelis Wilayah KAHMI. (*/Am)

iklan1