Tag: kalalo

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, Dekan Fakultas Hukum Unsrat Liburkan Mahasiswa

Dr Flora Kalalo, SH.,MH (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Penyebaran virus Corona yang terbilang cepat dan begitu menggegerkan membuat semua pihak mulai meningkatkan kewaspadaan. Lembaga pendidikan pun melakukan antisipasi, Minggu (15/3/2020), Dekan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Dr Flora Kalalo, SH.,MH saat diwawancarai Suluttoday.com menyampaikan sikap tegasnya dalam mengantisipasi penyebaran Corona.

”Saya telah menyampaikan pengumuman selaku Dekan Fakultas Hukum Unsrat ditujukan kepada Civitas Akademika Fakultas Hukum Unsrat. Yang isinya, seluruh Dosen tenaga kependidikan, staf hunorer, dan mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat dalam upaya mengantisipasi meluasnya penyebaran virus Corona agar hidup sehat,” ujar Flora.

Akademisi yang dikenal vokal dan akrab dengan para jurnalis itu menambahkan bahwa telah beredar rilis resmi pemerintah terkait Kota Manado yang sudah masuk daerah positif penyebaran virus Corona, maka pihaknya akan meliburkan proses perkuliahan di ‘kampus merah’ tersebut. Dekan juga meminta mahasiswa dan semua pihak tidak panik dalam mengatasi virus Corona.

”Saya menyampaikan juga agar kita hidup sehat, dan jangan panik. Kemudian, kegiatan akademik dan kegiatan kemahasiswaan di Fakultas Hukum Unsrat diliburkan mulai Senin, 16 Maret s/d Rabu, 18 Maret 2020. Tidak termasuk pimpinan Fakultas dan pimpinan Tenaga Kependidikan, wajib masuk kerja. Surat resmi menyusul sambil menunggu petunjuk dari pihak Rektorat dan Mendikbud,” kata Flora tegas. (*/Amas)

Fakultas Hukum Unsrat Gelar Seminar Nasional Terkait UU Perlindungan Anak

Berlangsungnya pembukaan Seminar Nasional (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kamis (4/10/2018), untuk kesekian kalinya civitas akademika Fakultas Hukum (FH) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar Seminar Nasional yang bertempat di Aula Fakultas Hukum Unsrat. Kali ini, panitia mengangkat tema: ”Dinamika Penegakan Hukum Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak”.

Yang hadir sebagai narasumber utama ialah Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, mewakili Kepala Kejaksanaan Tinggi Sulawesi Utara (Sulut), Ledrik Takaendengan dipandu Ketua KPA Sulut Jull Takaliwang. Dalam sambutannya DR Flora Kalalo, SH.,MH menegaskan pentingnya warga kampus dan halayak umum mengerti terkait peran UU Perlindungan Anak, karena ditengah masyarakat masih ditemui praktek diskriminasi atas hak-hak anak.

”Terima kasih kepada Pak Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dan Pak Ledrik Takaendengan dari Kejati Sulut yang berkenan hadir dalam Seminar Nasional ini, seluruh panitia yang memberi diri hingga kegiatan ini berjalan dengan baik. Sebetulnya pemahaman tentang Undang-Undang Perlindungan Anak perlu terus disosialisasikan, tidak sekedar membuat publik mengerti tapi bagaimana sadar dan menjalankannya,” kata Kalalo yang juga mengakui masih terdapat kasus-kasus diskriminasi terhadap hak anak yang perlu dicarikan solusinya.

Arist Merdeka Sirait ketika memberikan materi (FOTO Suluttoday.com)

Selain itu, adaptasi dan pengenalan yang berkaitan dengan ‘lingkungan’ atau alam yang dikenalkan kepada anak perlu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya tindakan kekerasan pada anak-anak. Disampaikannya pula sejumlah insiden kekerasan sexual yang terjadi terhadap anak-anak, tindakan kekerasan fisik dan praktek amoral lainnya yang korbannya adalah anak-anak dikarenakan minimnya pengetahuan publik terhadap aturan-aturan terkait perlindungan akan.

”Termasuk di Sulawesi Utara masih saja kita temukan praktek yang disriminatif terhadap anak-anak, contohnya kasus kekerasan sexual, kekerasan fisik yang berdampak merusak atau mengganggu mentalitas dan psikologi anak. Beragam kasus-kasus kriminal juga yang dialami anak-akan tak lain merupakan wujud dari pengetahuan kita terhadap aturan yang berlaku. Ingat, hak-hak anak itu diatur dalam undang-undang, itu artinya bila ada kasus serupa yang melibatkan anak-anak wajib kita advokasi, mari kita bangkitkan kesadaran kolektif agar tidak lagi kita langgengkan kekerasan terhadap anak,” ujar Sirait dihadapan ratusan mahasiswa dan dosen. (*/Redaksi)

Sambutan Dekan Fakultas Hukum Unsrat, DR Flora Kalalo (FOTO Suluttoday.com)

Dihadapan Wisudawan, FLORA KALALO: Jaga Nama Baik Fakultas Hukum dan Jangan Berpuas Diri

Dekan Fakultas Hukum, Dr Flora Kalalo saat menyampaikan sambutan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dihadapan 167 Wisudawan Fakultas Hukum (FH) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Dr Flora P Kalalo, selaku Dekan melalui sambutannya memberikan apresiasi kepada orang tua mahasiswa yang telah mempercayakan Fakultas Hukum Unsrat sebagai kampus yang dipilih anak-anak mereka. Kalalo juga menyampaikan terima kasih kepada para mahasiswa yang sungguh-sungguh mengikuti proses perkuliahan hingga meraih gelar Sarjana.

”Tentunya kami civitas akademika Fakultas Hukum Unsrat mengapresiasi, dan bangga kepada orang tua mahasiswa yang memilih Fakultas Hukum sebagai tempat kuliah bagi anak-anaknya. Begitu pula kepada para mahasiswa yang hari ini diwisudah ditingkat Fakultas, sungguh atas konsistensinya kalian bisa melalui semua perkuliahan dengan baik, sampai meraih gelar Sarjana Hukum,” tutur Flora di Gedung Audotorium Unsrat Manado, Senin (13/8/2018).

Flora yang juga mantan Wakil Rektor III Unsrat ini menambahkan pentingnya Yudisium atau Wisudah tingkat Fakultas ini dilaksanakan demi memperkuat kebersamaan antara mahasiswa akan akan diwisudah dengan para dosen serta orang tua mereka. Bagi Flora menginjak usia 60 tahun, Fakultas Hukum Unsrat makin mengalami peningkatan baik dari sisi mutu perkuliahan dan pembangunan infrastruktur.

Ratusan wisudawan bersama orang tua serius mendengarkan sambutan Dekan FH (FOTO Suluttoday.com)

”Banyak kesan yang akan kalian ingat nantinya setelah menjadi Sarjana, hal baik dan pengetahuan yang diberikan dosen silahkan ditransformasikan kepada masyarakat sebagai wujud pengabdian terhadap keluarga, bangsa dan Negara Indonesia tercinta,” tutur Flora.

Tidak hanya itu, Flora juga menegaskan bahwa dipundak para wisudawan salah satunya ialah kewajiban menjaga nama baik Fakultas Hukum Unsrat. Selain itu, Flora berpesan agar para Sarjana jebolan Fakultas Hukum Unsrat tidak berpuas diri dengan apa yang telah mereka capai selama dibangku perkuliahan.

Untuk diketahui, acara ini dirangkaikan dengan penyampaian ucapan terima kasih dari perwakilan orang tua dari para wisudawan yang diwakili Amir Liputo yang juga anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara. Kemudian, perkenalan sekaligus penyamapaian pesan dan kesan dari para dosen serta wisudawan. Acara pelepasan lulusan  Sarjana Fakultas Hukum Unsrat ini juga berakhir dengan foto dan makan bersama, penuh dengan nuansa kekeluargaan. (*/Redaksi)

Gerak Cepat, Pemerintah Kecamatan Tikala Telah Siapkan Kendaraan Hias Meriahkan Karnaval ‘Manado Fiesta’

Kendaraan hias Kecamatan Tikala (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Rupanya rangkaian ivent ‘Manado Fiesta 2017’, baik dimulai dengan agenda Karnaval dan program lanjutannya mendapat dukungan penuh pemerintah Kecamatan se-Kota Manado, sebut salah satunya seperti yang tengah dipersiapkan pemerintah Kecamatan Tikala Kota Manado. Jumat (25/8/2017), Camat Tikala, Deysie Kalalo SE.,MAP saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan pihaknya sedang menyelesaikan kenderaan hias yang akan ditampilkan pada Karnaval tanggal 2 September 2017.

”Tim telah menyelesaikan pembuatan kendaraa hias ‘Damselfish’, dan pemerintah Kecamatan Tikala telah siap ikut dan sukseskan Karnaval festival FisCo (Fish N Coral) Manado Fiesta 2017, yang akan digelar pada tanggal 2 September 2017 nanti,” ujar Camat Tikala Deysie saat diwawancarai wartawan.

Dikatakan Kalalo, dari design hingga pembuatan kendaraan hias ‘Damselfish’ membutuhkan waktu, tapi Kalalo bersyukur bisa rampung dikerjakan sampai selesai.

”Meski telah rampung, tetapi masih juga dilakukan pengecekan hiasan-hiasan mungkin ada yang harus ditambahkan, agar kendaraan hias ‘Damselfish’ bisa terlihat lebih indah,” ujar Deysie Kalalo.

Tidak hanya itu, Camat Deysie juga mengatakan bahwa kendaraan hias milik Kecamatan Tikala tersebut bisa rampung, itu merupakan upaya kerja keras dari semua staf dan jajaran yang ada di Kecamatan Tikala.

”Tentunya saya menyampaikan terimakasih atas keseriusan dan kekompakan semua staf dan jajaran yang ada di Kecamatan Tikala, sehingga kendaraan hias ‘Damsefish’ bisa rampung,” tutur Kalalo.

Selain itu, Kalalo juga mengajak kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah kecamatan tikala, untuk bersama-sama mendukung dan mensukseskan event Pariwisata Manado Fiesta 2017.

”Untuk masyarakat di Kecamatan Tikala, mari sukseskan Manado Fiesta 2017 dan jaga keamanan serta kebersihan di lingkungan kita masing-masing. Manado Rumah Kita Bersama,” kata Kalalo mengajak.

Untuk diketahui, kendaraan hias bermotif ikan karang yang hidup di permukaan laut ‘Damselfish’, yang ditampilkan Pemerintah Kecamatan Tikala Kota Manado nantinya ini telah rampung pembuatanya. Itu artinya kecamatan Tikala sudah siap untuk mengikuti Karnaval Manado Fiesta pada tanggal 02 September 2017 nanti di Jalan Sudirman Boulevard Manado. Camat Tikala Deysie Kalalo SE.MAP ketika di wawancarai Wartawan Media ini manyampaikan, pembuatan kendaraan hias Kecamatan Tikala untuk diikutkan dalam Karnaval Festival FisCo Manado Fiesta 2017 telah selesai. (Amas)

Terkait Dugaan Pungli di PD Pasar Manado, Keintjem Dilapor ke KPK

Pengurus GTI Manado saat memasukkan laporan ke KPK (Foto Ist)

MANADO – Data soal dugaan pungutan liar (Pungli) di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Manado akhirnya tembus ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (12/6/2017). Laporan tersebut resmi disampaikan Garda Tipikor Indonesia (GTI) Kota Manado yang juga mendapat kuasa dari pedagang tradisional di Kota Manado, hal ini sebagaimana disampaikan Rivan Kalalo, usai menyerahkan laporan dugaan Pungli ke KPK.

Menurut Rivan yang juga aktivis jebolan IAIN Manado ini yang menjadi perhatian GTI Kota Manado dugaan kerugian yang dilakukan PD Pasar Manado. Selain itu, Rivan memberi komentarnya pada Peraturan Direksi (Perdis) 01 tahun 2016 yang masih lemah kekuatan hukumnya, lanjut Rivan harusnya PD Pasar Manado menggunakan Perwako.

”Pembenahan harus segera dilakukan owner PD pasar karena akan berdampak negatif terhadap PD Pasar itu sendiri jika menggunakan Perdis 01 tahun 2016. Sebab landasan hukum yang digunakan PD Pasar Manado saat ini bagi kamis masih lemah jika mengadakan pungutan retribusi di pasar Kota Manado. Menindaklanjuti keluhan pedagang pasar, maka sebagai aktivis yang dipercayakan pedagang pasar untuk mengawal dugaan korupsi dan dugaan pungli maka hal ini tentunya harus di laporkan ke KPK agar tidak mengakibat kerugian yang lebih besar terhadap Negara yang berdampak pada masyarakat kecil terutama Pedagang Pasar kota Manado,” tutur Kalalo melalui WhatsApp kepada Suluttoday.com, Senin (12/6/2017).

Untuk diketahui, PD Pasar Manado saat ini dipimpin Direktur Utama Fery Keintjem, yang kemudian akhir-akhir ini mendapat desakan dan protes dari para pedagang terkait kebijakannya. Baik dalam hal kenaikan penarikan iuran (retribusi), dan sewa kontrak yang disandarkan pada Perdis, implementasi Perdis nomor 01 tahun 2016 yang diduga tidak sesuai, hingga adanya laporan dugaan Pungli yang dilayangkan pedagang ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. Pedagang juga sempat melakukan penolakan melalui demonstrasi ke kantor Walikota dan kantor DPRD Manado belum lama ini, tak hanya itu Keintjem pun dilapor ke LBH Manado dan pedagang pun berkonsultasi menyangkut hal yang mereka temui ke Ombudsman Republik Indonesia Wilayah Sulawesi Utara. (Amas)

iklan1