Tag: KAMMI

Bersama Aliansi Pemuda, PB HMI MPO Instruksikan Kader Turun Jalan

Ketum PB HMI MPO, Affandi Ismail (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Aliansi Pemuda Begerak Jakarta, 7 Oktober 2020 menyatakan sikap satu Komando untuk turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa. Menyikapi pengesahan RUU Cipta Kerja Omnibus Law oleh DPR RI pada sidang paripurna DPR RI, 5 Oktober 2020, sangat mengecewakan dan sangat memanipulatif suara rakyat. Kepuusan dilakukan scara terburu-buru tanpa mendengarkan suara rakyat, dan dilakukan saat kondisi prihatin masyarakat akibat dampak Covid-19 dan krisis ekonomi.

Pemuda Islam Bergerak mencium aroma persekongkolan, tidak terbuka dan mengkhianati kehendak buruh dan rakyat dan kepentingan pengusaha asing dalam UU yang disahkan ini. Untuk itu itu Aliansi Pemuda Bergerak yang berangotakan Organisasi Pemuda dan Mahasiswa Islam, dengan tegas menolak UU Omnibus Law cluster Cipta Kerja tersebut.

Berikut Pernyataan Sikap Aliansi Pemuda Bergerak :

1. Menuntut kepada seluruh Anggota DPR yang menyetujui UU Omnibuslaw Ciptakerja untuk mundur karena sudah mengkhianati amanah rakyat. 2. Mendesak kepada partai politik untuk bertaubat nasional dan meminta maaf atas pengkhianatan kepada kehendak berbagai elemen masyarakat yang menolak UU Omnibus Law cluster Cipta Kerja. 3. Menuntut kepada Presiden Ir. Joko Widodo mengeluarkan PERPPU untuk pencabutan UU Omnibus Law Cipta Kerja dan meminta maaf kepada semua rakyat Indonesia.

4. Menuntut transparansi dari Pemerintah Pusat terhadap kejanggalan dan persekongkolan dalam pembahasan RUU Omnibus Law cluster Cipta Kerja menjadi Undang-Undang yang terkesan terburu-buru. Untuk melanjutkan perlawanan parlemen jalanan, Aliansi Pemuda Bergerak saat ini sedang membentuk Satgas Omnibus Law dalam upaya advokasi pengajuan Judicial Review di Mahkamah Konstitusi. Selanjutnya, siaran pers ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Jakarta, 7 Oktober 2020

PB HMI MPO, DPP SEMMI, PP KAMMI, PB PII, PP HIMA PERSIS, PB Pemuda Muslim, GP Al-Washliyah, PP JPRMI, dan PP Pemuda Hidayatullah. (*/Red)

Aktivis Lintas Generasi Ramai-Ramai Kecam Sekwan Sulut

Antusiasnya mahasiswa Sulut saat menggelar aksi (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Kecaman publik terhadap oknum Sekretaris DPRD Sulut kian kencang. Tindakan represif yang dilakukan oleh salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor DPRD Sulut memantik reaksi publik. Sejumlah kalangan menilai bahwa perbuatan oknum ASN tersebut harus segera diproses secara hukum. Bahkan didesak untuk dicopot dari jabatannya.

Dalam video yang sempat viral itu terpantau jelas bahwa salah satu mahasiswa mendapatkan pukulan keras dari Sekretaris Dewan (Sekwan) Sulut, Bartolomeus Mononutu. Beruntung insiden tersebut tak berlangsung lama. Meski begitu, hal itu memantik reaksi publik. Ketua Umum (Ketum) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Manado, Iman Karim ikut angkat bicara.

Menurutnya, sikap HMI Manado masih dalam proses pengkajian sekaligus memperkuat data yang dimiliki. Iman menambahkan, setelah tahapan itu rampung, barulah ditempuh dengan jalur hukum, karena negara ini mengajarkan kita untuk taat pada koridor hukum.

“Dari HMI akan meminta pertanggung jawaban dari pihak Sekwan. Segera mundur dari jabatan yang dia miliki sekarang, karena tidak melambangkan demokrasi yang baik,” kata Iman, kemarin.

Lanjut mahasiswa Alumni Fakultas Hukum Unsrat itu, pihaknya akan terus menggalang massa untuk turun aksi menuntut keadilan sembari menyiapkan bukti sebagaimana agenda yang akan diproses secara hukum.

“Sangat menyayangkan terjadinya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum Sekwan. Dia tidak mencotohkan perbuatan yang baik dan tidak mencontohkan sebagai panutan atau orang tua dari mahasiswa yang ingin memberikan aspirasi, sedangkan sangat jelas negara melindungi rakyatnya dalam memberikan aspirasi di muka umum,” tuturnya.

Terpisah, Allan Sinyo Parinusa melalui akun facebooknya mendesak agar oknum Sekwan yang telah melakukan tindakan anarkis segera bertanggung jawab.

“Pak Sekwan yang terhormat silahkan anda mempertanggung jawabkan apa yang anda lakukan pada saat mengamankan pendemo (terekam kamera wartawan). Kalau tidak anda akan menerima kunjungan lagi, dan kami ingin menyaksikan kembali tangan besi anda,” kuncinya.

Ribuan mahasiswa saat berunjung rasa di kantor DPRD Sulut (FOTO Ist)

Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (PRD) Sulut, Jim R Tindi mengecam keras tindakan aparat dan oknum ASN dalam menyikapi aksi mahasiswa. Menurut Tindi, sejak kran demokrasi terbuka luas oleh gerakan mahasiswa 98, maka hak kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum adalah milik setiap warga negara.

“Aksi Mahasiswa Sulawesi Utara pada tanggal 25 September 2019 kemarin adalah murni gerakan moral dalam menolak RUU KPK, RUU KUHP, dan beberapa Rancangan Undang-undang yang tak selaras dengan napas reformasi. Mohon ditindak tegas diberi sanksi yang sepadan,” ujar Tindi.

Dia pun mengecam tindakan anarkis yang dilakukan aparat terhadap para mahasiswa. “Mendesak agar aparat mengusut tuntas oknum Sekwan Sulut yang melakukan pemukulan terhadap mahasiswa, karena ini merupakan tindakan barbar yang tak layak di lakukan oleh seorang pegawai eselon 2,” bebernya.

Anggota DPRD Sulut, Nick Lomban menyesalkan bahwa aksi tersebut terjadi tindakan represif. Menurutnya, dalam kesempatan yang lain peristiwa semacam ini tidak terulang.

“Saya pribadi tidak menyetujui tindakan represif, tapi saya maklumi karena saat itu sudah jadi chaos,” tuturnya.

Dia pun berharap kedepan harus kita hindari tindakan – tindakan represif. “Yang bisa kita lakukan ini pelajaran bahwa kedepan menjaga kondusifitas, biar kedepan baik pemdemo maupun aparat itu terluka,” kuncinya.

Sementara itu, koran ini melakukan upaya konfirmasi kepada Sekwan Deprov Sulut, Bartolomeus Mononutu, dirinya enggang memberikan komentar. Untuk diketahui, ribuan mahasiswa menduduki gedung DPRD Sulut, Rabu (25/9), kemarin, mendesak membatalkan Rancangan Undang – Undang (RUU) KPK dan RUU KHUP.

Awalnya, massa aksi yang tergabung dari keluarga besar IAIN Manado lebih dulu menduduki gedung cengkih, tak berselang lama, ribuan massa aksi yang tergabung dalam organisasi Cipayung plus, yakni GMKI, PMII, LMND, Pembebasan, KMHDI, KAMMI, dan PMKRI, serta organisasi mahasiswa (Ormawa) Unsrat dan Politeknik Manado, tiba di gedung DPRD. (*/Redaksi)

‘Torang Nyanda Tako’, NKRI Harga Mati ORMAS se-Sulut Gelar DOA LINTAS AGAMA

Undangan untuk Doa bersama Lintas Agama (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Torang nyanda tako!! NKRI HARGA MATI, dan Pancasila adalah Kami. Atas nama kemanusiaan kami mengajak seluruh Anak Bangsa yang ada di kota manado untuk bersama-sama hadir dalam “DOA LINTAS AGAMA” sebagai bentuk solidaritas terhadap korban meledaknya bom di 3 gereja di Surabaya.

Acara dilaksanakan pada : Senin, 14 Mei 2018. Tempat, Depan Polrestabes Manado Jam. 19.00 -21.00 WITA. Dresscode : Putih. Diharapkan peserta membawa lilin.

CP. Jeverson Petonengan (081311009617) Pricilya Tangel (081340433636) Steven Lintong (085229240999) Marcho Rampengan (085256645641) Noke (085397108498) Anshar (085399661898).

Acara: Seruan Perdamaian dan doa bersama. Kegiatan ini sudah berkoordinasi dgn pihak kepolisian. Daftar Partisipan : 1. Pemuda GMIM 2. Pemuda KGPM 3. Pemuda Katolik SULUT 4. GAMKI Sulut 5. GP Ansor Sulut 6. KMHDI Sulut 7. AFP Sulut 8. GMKI Manado 9. PMKRI Manado 10. PMII Manado 11. KAMMI Manado 12. Banser Manado 13. Pemuda Bantik Manado 14. Makatana Minahasa 15. Komisi Mahasiswa GMIM.

16. GAMKI manado. 17. BKPRMI Sulut. 18. PAFI Sulut. 19. GADA BMI 20. Brigade Masjid Sulut. 21. Korda GMNI Sulut. 22. Mahasiswa NTT Sulut 23. LSM KIBAR 24. HMI MPO MANADO 25. LMND 26. KNPI SULUT 27. Pemuda Remaja Bamag LKKI Sulut. 28. Forum Pemuda Lintas Gereja. 29. El Perisai Sulut. 30. WAO (Wadah Asosiasi Online) Sulut. 31. GP Nasdem Sulut. 32. Himakom Utsu. 33. Grab Rider Community Manado.

34. Family Bikers Online Sulut (FiBOS) 35. DPA GBI Sulut-Go. 36. KPMIBU Manado 37. KARDA NKRI SULUT 38. KOHATI HMI MPO Manado 39. DPM FAPET UNSRAT 40. BT FAPET UNSRAT 41.HIPMA HAlSEL Manado 42. Riders Online Community 43.DPC GMNI Manado 44. Majelis permusyawaratan mahasiswa unsrat 45. IKAMI SULSEL 46. JDPK Manado. 47. HBC Sulut 48. G45 (Gerakan Anak Sorgawi) Manado 49. Keluarga Mahasiswa Katolik Fakultas Hukum Unsrat 50. Laskar Manguni Indonesia Manado. 51. Karang taruna Sulut. 52. Pemuda Pantekosta.

53. Pemuda Remaja Toraja Sulut. 54. Pemuda Germita wilayah khusus. 55. Remaja GMIM rayon Manado. 56. Asosiasi Driver Online SULUT 57. Pemuda Remaja Bamag LKKI manado. 58. Motive Family Community. 59. Badan Eksekutif Mahasiswa FH UNSRAT 60. KPPK SULUT.

61. DPC KMN Manado 62.Pemuda KGMPU 63. Forum Komunikasi Generasi Muda Nusa Utara 64. KAMMI WILAYAH SULUT 65.Pemuda Advent Kota Manado dan sekitarnya (PAKMS). (*/Redaksi)

ALWAN Kritisi Kejanggalan Muswil KAMMI Sulut

Alwan Rikun saat menyampaikan laporan panitia (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Sulawesi Utara (Sulut) memang tak pernah kita dengar adanya polemik dan saling protes yang meruncing ke publik.

Kali ini berbeda, Alwan Rikun mantan Ketua MPW KAMMI Sulut memberikan kritik terhadap Muswil III PW KAMMI Sulut, diantara kritik disampaikan Alwan pada redaksi Suluttoday.com, diantaranya; menilai Pengurus PW KAMMI Sulut dimisoener tidak mengakui status AB3 dari Maslan Rikun.

Selain itu, kata Alwan beberapa agenda Muswil diduga kuat melahirkan kejanggalan. Problem tersebut, kata Alwan sangat mendasar bila tidak diperhatikan maka akan mempengaruhi pada status PW KAMMI Sulut kedepannya.

”Efeknya, ketika di Sulut tidak ada AB3 selama dua tahun kepengurusan, maka otomatis konstitusi mengajarkan kepada kita bahwa status PW terkait dikembalikan pada PW persiapan, atau bisa digabungkan dengan Provinsi terdekat untuk dijadikan PW penuh. Misalnya Gorontalo atau Sulteng atau Malut,” tegas Alwan.

Selain itu, Alwan menemui adanya diskriminasi kepada sala satu calon yang berstatus AB3. Padahal, Pimpinan Pusat KAMMI mengakui status keabsahan AB3, lucunya lagi, tambah Alwan Ketua wilayah demisioner dan pimpinan sidang pleno 4 tidak di akui di forum Muswil III adanya MPW sebagai peserta.

”Padahal peserta Muswil adalah MPW, PW dan PD. Ketika saya minta ijin bicara tidak diijinkan dan dipangkas hak bicaranya oleh Presidium sidang dan ketua PW dimisoner. Selanjutnya, Pengurus wilayah dimisoner tidak netral dalam Muswil ke-III ini, yang terindikasi mendukung sala satu calon,” tutur Alwan menutup. (*/Redaksi)

Gelar FMKI, Badan Tadzkir FISIP Unsrat Wujudkan Generasi Islam Pancasilais

Amas Mahmud, Sekretaris DPD KNPI Manado saat memberikan materi (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Mengusung tema: ”Membentuk moralitas dan cakrawala berfikir generasi melenials berdasarkan Islam dan Pancasila”, pengurus Badan Tadzkir (BT) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) melaksanakan Forum Motivasi Kesadaran Iman (FMKI) yang merupakan latihan atau perekrutan anggota baru bagi mahasiswa muslim FISIP Unsrat Manado yang bertempat di BPTPP Kalasey.

FOTO bersama peserta dan pemateri (Foto Suluttoday.com)

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 22-24 September 2017, menurut Fahrin Umarama selaku Ketua Streering Committee (panitia pengarah) menghadirkan sejumlah pemateri yang terdiri dari mantan Ketua BT FISIP Unsrat, para senior dan alumni serta pemateri berkompeten lainnya. Selain itu, Fahrin menyampaikan harapannya agar para peserta dapat memperoleh pengetahuan serta mengambil pengalaman dari kegiatan FMKI tersebut.

Pemateri saat memaparkan materi (Foto Suluttoday.com)

”Kegiatan ini bertujuan memina dan mengembangkan potensi mahasiswa muslim FISIP, terutama bagi adik-adik mahasiswa Semester Baru. Nah, Badan Tadzkir memiliki tugas secara organisator membimbing kader atau anggotanya dalam kegiatan seperti ini. Melalui kegiatan ini kita mengundang para mantan-mantan Ketua Badan Tadzkir untuk menyampaikan materi, para senior dan alumni agar dapat membagikan pengalamannya, kiranya melalui FMKI ini kita makin menguatkan Ukhuwah Islamiah, membuat organisasi BT FISIP makin solid, peserta diharapkan menambah pengetahuan, memperoleh pengalaman baru dan kemudian diaktualisasikannya,” ujar Fahrin yang juga mantan Ketua Badan Tadzkir FISIP Unsrat serta kader KAMMI Kota Manado ini, Sabtu (23/9/2017) yang didampingi Ketua Umum BT FISIP Unsrat, Suwardiman Pomalingo dan mantan Ketua Umum, Juniar Wibisana Suwignya.

Kompak peserta foto bersama pemateri (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui para pemateri yang diundang, diantaranya; Suhardin Tukuboya, Ustad Rizal Kasim, S.IP.,M.Si, Retno Istiqomah, S.AP, Amas Mahmud, S.IP, Agung Tamrin, S.AP, Rahmadani Lasamadi, S.PT, Zulfikar Elly, S.AP, dan Budiarto Usman, S.IP. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini diikuti kurang lebih ratusan peserta, bersama para senior serta pengurus BT FISIP Unsrat. (TimST)

iklan1