Tag: KAMMI

Aliansi SULUT Peduli Rohingya, Ajak Masyarakat Turun ke Jalan

Aksi untuk Rohingya (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Merupakan wujud kepedulian antar sesama manusia, Aliansi Sulut Peduli Rohingya, mengajak masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) untuk turun ke jalan pada, Sabtu (16/9/2017). Hal itu sebagaimana disampaikan Imran selaku koordinator lapangan (Korlap) dengan menyampaikan bahwa sejumlah Ormas dan para Relawan telah bersedia untuk ikut bersama dalam kegiatan yang direncanakan tersebut.

”Aliansi Sulut Peduli Rohingya telah bersepakat untuk turun ke jalan melakukan aksi sosial, sebagai wujud kepedulian kami antar sesama manusia. Kami juga memgajak seluruh elemen masyarakat untuk aksi turun ke jalan bersama kami, untuk sementara sejumlah Ormas dan Relawan telah bersedia turun ke jalan, Sabtu (16/9/2017),” kata Imran, Kamis (14/9/2017).

Untuk diketahui, dalam aksi bersama menggalang dana kemanusiaan untuk Rohingya, para peserta aksi akan berkumpul di halaman Masjid Nurul Yaqin Sario, pukul 14.00 – Selesai, dengan titik aksi Long march dimulai dari halaman Masjid menuju TKB melalui Jalan raya Mantos – Mega Mall – IT center – Bundaran depan Jumbo – TKB.

Dengan menggunakan dresscode MERAH dan PUTIH, Membawa bendera organisasi, poster dan bendera Merah Putih. Setelah Aksi Long March maka di harapkan kita bisa bersama bergabung menghadiri DZIKIR AKBAR Peduli Rohingya di Lapangan Tikala jam 19.00. (*/Mas)

Selain itu, Aliansi Bersama tersebut akan diikuti sejumlah Ormas dan Relawan, diantaranya:
1. RELINDO (Relawan Indonesia)
2. KAMMI
3. SALIMAH (Persaudaraan Muslimah)
4. YAKESMA
5. Yayasan Al-Bina (SMPIT dan SDIT Harapan Bunda)
6. MRI -ACT
7. KRN – RZ
8. KA KAMMI
9. GEMA MATHLA’UL ANWAR
10. ODOJ
11. FORMASI

KAMMI Komsariat IAIN Manado Berbuka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan Ar Rahma

Rahmandani Lasamadi, S.Pt (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Menjalankan berbagai program kerja organisasi, kali ini pengurus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat IAIN Manado menggelar Buka Puasa Berama (Bekber) dengan Anak-anak panti Asuhan Ar Rahma, Senin (19/6/2017). KAMMI Komisariat Biharul Ulum IAIN Manado yang melalui agenda anjangsana sekaligus Buka Puasa Bersama dengan anak-anak panti asuhan di kampung Islam Cereme itu mendapat sambutan yang luar biasa.

Kegiatan tersebut juga dihadiri pengurus KAMMI Wilayah Sulawesi Utara, KAMMI Daerah Manado, dan hadir pula Relawan Rumah Zakat. Menurut Maryam Bakari, SE, Ketua KAMMI Komisariat Biharul Ulum IAIN Manado menuturkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan itu bertjuan memelihara kebersamaan, mengasah kepedulian antar sesama dan meningkatkan silaturahmi antar sesama manusia.

”Ini merupakan program kerja dari Departemen Humas KAMMI Biharul ulum IAIN Manado. Terima kasih kepada yayasan karena telah bersedia untuk dikunjungi oleh KAMMI, Ia juga berharap agar momen ini dapat merekatkan kembali ukhuwah sesama kader, dapat menambah kecintaan terhadap anak yatim, dan menjadi pembelajaran pada bulan Ramadhan untuk saling berbagi,” kata Maryam saat sambutan membuka acara tersebut.

Penyerahan bantuan Ketua KAMMI Manado kepada anak panti Asuhan (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Tausiyah Ramadhan langsung diisi Ketua KAMMI Wilayah, Rahmandani Lasamadi, S.Pt yang menyampaikan tentang pentingnya momentum bulan Ramadhan dijadikan bagian penting bagi umat Islam dalam meningkatkan Iman dan Ketaqwaan kepada Allah SWT.

”Ramadhan adalah bulan yang didalam mengajak kita tuk lebih mendekatkan diri kepada Allah (Habluminallah) dalam meraih ketakwaan. Bulan Ramadhan juga adalah bulan yg didalamnya kita diperintahkan tuk Membayar zakat dan ini mengajarkan kita untuk berbagi dengan sesama (Habluminannas),” ujar Lasamadi.

Saat selesai tausiyah, Dani begitu Rahmandani akrab disapa membagikan hadiah juga kepada beberapa anak yatim yang ibadah puasanya masi terjaga dengan baik. Untuk diketahui, setelah buka puasa bersama, rangkaian agenda lainnya yaitu penyerahan sembako secara simbolis oleh Ketua KAMMI Daerah Manado, Maslan Rikun kepada pengurus yayasan.

Foto bersama kader KAMMI Sulut dan anak-anak Panti Asuhan (Foto Suluttoday.com)

Ketika diwawancarai, Abubakar selaku pengasuh anak-anak panti menyampaikan bahwa pihaknya berterima kasih karena para aktivis KAMMI dapat melaksanakan anjangsana di panti asuhan mereka. Pihak panti Asuhan juga menyampaikan terimakasih kepada para donatur yang telah meberikan bantuan sumbangan sembako.

”Semoga Allah memberikan balasan kebaikan yg lebih baik dan semoga limpahan keberkahan ramadhan akan sampai kepada kita semua,” tutur Abubakar.

Kemudian, sekedar diketahui, aara berakhir dengan Doa bersama yang di pimpin langsung oleh Abu Bakar bersama anak-anak panti Asuhan Ar rahma. (*/Ikhy)

Ini Pesan Fahri Hamzah untuk Warga Sulut yang ke Jakarta

Fahri Hamzah, akrab bersama warga Sulut pada suasana selesai Dialog Publik (Foto Ist)

MANADO – Jiwa kenegarawan yang luar biasa, ditunjukkan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah yang juga merupakan mantan aktivis mahasiswa. Fahri yang pada era Reformasi dikenal vokal dan terbiasa dengan aksi-aksi demonstrasi massa itu saat tiba di Manado dan disambut demo penolakan, ditanggapinya dengan bijak. Walaupun sempat mendapatkan penolakan dari sekelompok masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), Fahri tetap menyelesaikan tugasnya di Manado Sulut dengan lancar.

Dimana Fahri saat berkunjung untuk menghadiri Dialog Kebangsaan di Kantor Gubernur Sulut dijemput Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw. Dalam Dialog Kebangsaan yang digagas oleh Alumni KAMMI, Fahri Hamzah dan Gubernur menjadi pembicara. Sekitar seratus tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh agama menjadi pesertanya.

Dengan membicarakan tema Dialog ”Kepemimpinan Muda Yang Bersih dan Antikorupsi”, kegiatan ini berjalan aman hingga selesai. Suasananya hangat dan penuh kekeluargaan. Gubernur Olly dan Fahri Hamzah adalah kawan akrab selama di DPR. Masing-masing merupakan mediator pertemuan KMP dan KIH pada awal periode ini.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Olly Dodokambey mengucapkan terimakasih kepada KA KAMMI karena menghadirkan Fahri Hamzah. Gubernur yang juga Bendara Umum DPP PDIP ini berharap semoga Fahri mau berbagi gagasannya tentang Pancasila dan pemberantasan korupsi yang lebih baik.

”Terima kasih kepada KA KAMMI yang telah menghadirkan Pak Fahri Hamzah di Sulawesi Utara, kita berharap beliau dapat membangikan pengalaman dan ilmunya kepada kita semua, terutama terkait Pancasila, NKRI dan anti korupsi,” ujar Olly dalam sambutannya.

Sementara itu, Fahri diakhir acara menitipkan pesan kepada masyarakat Sulut yang ke Jakarta, jangan sungkan mampir ke DPR untuk diskusi lebih lama terutama tentang masalah-masalah kenegaraan. Karena bagi politisi senior ini menjalin silaturahmi dan membangun kekeluargaan merupakan suatu hal penting dalam memajukan NKRI tercinta.

”Saya berharap kita terus membangun dialog, pesan saya untuk warga Sulawesi Utara yang ke Jakarta bisa luangkan waktu, jangan sungkan-sungkan temui saya di DPR RI. Kemudian, untuk Pak Olly selaku Gubernur dan Pak Steven yang adalah Wakil Gubernur, terima kasih atas penerimaan yang luar biasa. Mereka merupakan teman-teman akrab saya. Kita bersilaturahmi, karena saya tau warga Sulut ramah-ramah, toleran dan menghargai pluralisme, kita harus terus merajuk kebersamaan melalui diskusi-diskusi kebangsaan seperti ini,” kata Fahri.

Untuk diketahui, Pemprov Sulut menghadiahi Fahri gambar dirinya. Sementara perwakilan masyarakat ikut selfie bersama Fahri Hamzah. Fahri juga menyatakan bahwa bangsa ini harus berjuang bersama untuk melawan seluruh provokasi dan kebencian. Kita semua cinta Indonesia. Kita bisa berjalan bersama sebagai bangsa, karena hidup dengan semangat toleransi, kebhinnekaan dan kebersamaan. (*/Mas)

Politik Indonesia tidak lepas dari Ilmu Gaib

Yanuardi Syukur saat membawakan materi (Foto Suluttoday.com)

JAKARTA – Politik Indonesia kontemporer tidak terlepas hal-hal gaib yang mengalami berbagai modifikasi, demikian kata Antropolog Yanuardi Syukur setelah diskusi ”Masyarakat Rempah dan Ilmu Gaib” yang digelar oleh Masyarakat Negeri Rempah di Gallery Kantor Pos Kota Tua, Jakarta, Sabtu (15/4/2017).

Dalam paparannya, Yanuardi Syukur yang juga pengajar Antropologi di Universitas Khairun, Ternate, menyebut bahwa sejak lebih dari dua ribu tahun manusia telah mengenal kegaiban dalam berbagai bentuk.

“Kegaiban-kegaiban tersebut tercermin dari pemikiran manusia bahwa di atas kuasa manusia ada kekuatan lain yang lebih besar dan olehnya itu manusia bersandarkan diri pada kekuatan besar tersebut,” lanjutnya lagi.

Dalam bidang politik Indonesia kontemporer misalnya, kepercayaan dan aplikasi ilmu gaib terlihat dalam figur Kyai Muzakkin, pengasuh Pondok Pesantren Jin Dzikrussyifa’ Asma’ Brojomusti Sendang Agung Paciran Lamongan yang pernah mengirimkan seribu jin untuk mengamankan demonstrasi anti-korupsi di Jakarta.

“Pada titik ini, Kyai Muzakkin sesungguhnya telah berkontribusi dalam dunia politik dan anti-korupsi di tanah air lewat pengamanan aksi oleh seribu jin yang dipimpin oleh jin asal Negeri Mesir,” kata Yanuardi lagi yang juga aktif di Pengurus Nasional Keluarga Alumni KAMMI.

Dalam kasus persidangan Basuki Thajaja Purnama, lanjutnya lagi, pernah beredar issue bahwa dalam salah satu persidangan tersebut dihadiri oleh kakek dan nenek yang mempraktikkan sihir untuk membuat jaksa terlihat mengantuk di ruangan. Untuk itu, maka persidangan selanjutnya, dihadirkan ahli rukyah untuk menangkal sihir tersebut.

Bahkan, kontestasi “politik gaib” ini juga terlihat dalam contoh lain, yang diwakili oleh Mbah Mijan yang kabarnya menyiapkan seribu jin untuk mendukung Ahok dalam Pilkada Jakarta.

Kepercayaan dan praktik ilmu gaib dalam politik ini seperti ini memang umum terjadi di Indonesia yang majemuk dengan berbagai agama, suku, kepercayaan, dan latar belakang.

Menurut Yanuardi yang juga penulis buku-buku tentang Islam, kajian tentang politik dan ilmu gaib ini saat ini menunjukkan relevansinya. Salah satu kajian yang menurutnya menarik adalah karya terbaru Nils Bubandt, Antropolog asal Denmark dalam bukunya yang membahas tentang demokrasi, korupsi, dan makhluk halus dalam politik Indonesia. (*/Amas)

Mencintai KAMMI dengan Sederhana

Alwan Rikun (Foto Ist)

Refleksi Milad 19 KAMMI

Alhamdulillah genap 13 tahun Pertemuan saya dengan keluarga besar dari KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) yang terlahir dan besar di tengah badai menghantam krisis kepemimpinan nasional dan melewati sejarah besarnya ditengah masyarakat karena didasari sebuah keprihatinan mendalam yang melanda Indonesia.

Berhelatan gerakan di sulawesi utara yang begitu heroik jiwa dan sifat mahasiswa muslim yang begitu hedonisme dan prakmatis ditengah menyenyang dunia kampus Dan Alhamdulillah saya mampu melewati suka dan duka itu di KAMMI

Bersyukurlah karena hari ini di usia ke 19 KAMMI mampu mencetak puluhan ribu kader-kadernya yang tersebar dari aceh hingga papua yang siap memimpin Indonesia dengan ide dan gagasan besarnya untuk masa depan indonesia.

Tulisan sederhana ini sejatinya merupakan bentuk rasa syukur dimana kita bisa menjadi salah satu bagian dari keluarga besar KAMMI.

Bentuk rasa syukur karena kita bisa berada dalam sebuah wadah pergerakan islam yang syumul ini semoga sampai diahir perjuangan mawadha dan berqah bersma KAMMI. Maka rasa syukur itu begitu besar yang ingin saya sampaikan kepada semua kader bahwa rintangan atau cobaan apapun yang kita rasakan bersama KAMMI adalah sebuah ujian yang allah berikan lepada kita karena yakin lah dijalan dakwah pasti ada rintangan dan berduŕi hanya orang2 yg berjiwa besar yg mampu melewatinya dengan sederhana penuh ketulsun dan kesabaran dalam berjuang pasti indah pada waktunya

Mecintai KAMMI dengan sederhana, menjadikan kita akan lebih tekun dan tenang untuk mau meng-explore lebih jauh dan lebih dalam lagi tentang keKaKAMMIan dan keindonesian. Karena memang sadar atau tidak sadar saat ini banyak yang entah apakah kita lupa bahwa kita berada di KAMMI, atau kita tidak sadar akan potensi diri yang besar yang kita dapatkan di KAMMI orang lain yang dapat menilainya pasti ada perubahan dan keanehan yang mereka rasakan dalam diri kita maupun keluarga terdekat ayah dan ibu kita. Bahwa kita yang dulunya biasa bermaksiat dan meningalkan perintah dan kewajiban sebagai umat islam hari ini kita mampu menunaikannya untuk mendaptkan sepengal firdaus.

Mencintai KAMMI dengan sederhana akan muncul proses pergerakan yg kuat dan dinami. Genap 19 tahun sejak berdirinya pada Deklarasi Malang (29 Maret 1998), KAMMI beserta kader kadernya telah mencetak berbagai macam karya dan prestasi dan senantiasa memberikan pengabdian terbaiknya bagi NKRI

Milad KAMMI ke-19 bisa dijadikan sebagai momentum perubahan untuk bisa mengefalwasi diri. Dari segala realitas KAMMI, kekurangan dan kelebihan yang selama ini belum disadari atau mungkin sudah disadari tapi belum sempat terwujud, Mari kita wujudkan secara bersama-sama menggapai cita2 yang luhur itu karena sesunggunya setiap kesulitan pasti ada kemudahan dan setiap zaman pasti ada orangnya dan setiap orang pasti ada zamannya..Ukhrizat linnas faamfusakum

Alwan Rikun, Sekum KA KAMMI Sulut

iklan1