Tag: kampus unima

LMND Sulut Gelar Demo di Kampus UNIMA

Orasi yang dilakukan di kampus UNIMA (FOTO Suluttoday.com)

TONDANO, Suluttoday.com – Selasa (20/3/2018) tepatnya pukul 11:30 WIB, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar aksi demonstrasi guna mengaspirasikan tentang melonjaknya harga kebutuhan pokok serta menurunnya harga kopra khusunya di Sulawesi Utara.

Unjuk rasa dilakukan di Gerbang masuk kampus Universitas Negeri Manado (Unima) samping Fakultas Ilmu Keolahragaan menjadi titik aksi pemuda-pemudi seraya melontarkan beberapa tuntutan sembari membagikan selebaran-selebaran.

Menurut LMND, saat ini petani kelapa sedang mengeluhkan penderitaan yang tengah dirasakan saat ini.di tengah terpaan harga kebutuhan pokok yang tinggi, Kopra yang menjadi sumber pendapatan petani kelapa, justru mengalami penurunan harga.

”Posisi yang dilematis bagi petani sangatlah menyengsarakan dan membuat petani semakin susah: menjual kopra tetapi harganya murah, bila tidak menjual kopranya maka tidak mendapat penghasilan. Sunggu sebuah ironi yang terjadi, dimana Kopra menjadi kebanggaan ekspor Sulawesi Utara, sementara kesejahteraan petani kopra diambang kemiskinan,” ungkap David Sumampouw, Humas aksi sekaligus ketua departemen pengembangan organisasi EK LMND Sulut.

Lanjutnya, bahwa Perusahaan dan terutama pemerintah tidak mampu melindungi petani kopra dari ancaman pasar dunia yang menyengsarakan. Sementara UUD 1945 khususnya Pasal 33, mengatur bahwa Bumi, air, udara dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya, dikelolah oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Para massa aksi membentangkan spanduk dan berorasi di seputaran kampus (FOTO Suluttoday.com)

Kegiatan perekonomian Bangsa sedang tidak dalam jalur falsafah negara, yaitu Pancasila dan amanah UUD 1945. Posisi perusahaan tidak boleh lebih besar atau sama dengan Negara. Negara dalam hal ini pemerintah harus bertanggung jawab untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

”Oleh karenanya, kami dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi menuntut, Naikkan Harga Kopra untuk Kesejahteraan Petani,Turunkan Harga Kebutuhan Pokok,Menangkan Pancasila, dengan melaksanakan system perekonomian berdasarkan Pasal 33 UUD 1945,” tutur Maisel Banari, Ketua departemen pengembangan organisasi EK LMND Minahasa sekaligus koordinasi aksi tersebut. (*/Nath).

Berikan Kuliah Umum di Unima, Danrem 131 Santiago Paparkan Ancaman Proxy War

Suasana Kuliah Umum berlangsung (Foto Ist)

MANADO – Berbagai kegiatan positif terus digenjot Rektor Universitas Negeri Manado (Unima), seperti pada Rabu (24/5/2017), Unima kembali menggelar kuliah umum dengan menghadirkan Komandan Komando Daerah Militer (Korem) 131 Santiago Kolonel Inf Sabar Simanjuntak SIP MSc, di ruang rapat Senat Mahasiswa Unima di Tondano.

Simanjuntak dalam pemaparan terkait ancaman disintegrasi bangsa mengangkat judul tentang mewaspadai ancaman non militer (Proxy War) dengan membangun karakter bangsa guna memperkuat ketahanan wilayah Nasional, dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dihadapan civitas akademika UNIMA, Danrem mengatakan, ancaman non militer sangat berbahaya dan mengancam Negara dan bangsa Indonesia.

”ncaman non-militer pada hakikatnya ancaman yang menggunakan factor-faktor non-militer yang meliputi Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya (IPOLEKSOSBUD) dinilai memiliki kemampuan yang membahayakan kedaulatan Negara, kepribadian bangsa, keutuhan wilayah Negara dan keselamatan segenap bangsa,” ujar Kolonel Simanjuntak.

Dirinya mencontohkan perkelahian pelajar, tawuran mahasiswa antar fakultas dan antar universitas serta bentrok mahasiswa dengan masyarakat. Sehingga, dampak dari konflik tersebut rusaknya fasilitas umum dan obyek vital milik pemerintah.

”Itu baru sebagian yang terlihat di permukaan, agresif dan konfrontatif. Kita harus waspada terhadap gerakan yang masih terselubung, halus dan masuk ke semua lini kehidupan masyarakat,” kata Simanjuntak.

Peserta Kuliah Umum saat mendengarkan pemaparan Danrem (Foto Ist)

Selanjutnya, Rektor Unima Prof DR Julyeta PA Runtuwene MS DEA, dalam sambutannya menyatakan terima kasih atas pemaparan yang diberikan Danrem 131 Santiago. Apalagi, tema yang diangkat terkait peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman-ancaman disintegrasi bangsa.

”Saya menyampaikan terima kasih kepada Danrem 131 Santiago yang telah memberikan materi yang sangat baik ini dalam rangka menjaga keutuhan NKRI,” tutur Runtuwene yang adalah istri tercinta Wali Kota Manado DR GS Vicky Lumentut ini.(*/R1)

UNIMA Gelar Kuliah Umum Bersama Ketua BPK RI

Ketua BPK-RI, Dr. Harry Azhar Azis ketika menyampaikan Kuliah Umum (Foto Ist)

Ketua BPK-RI, Dr. Harry Azhar Azis ketika menyampaikan Kuliah Umum (Foto Ist)

MINAHASA – Fokus meningkatkan kualitas pendidikan dari para civitas akademika di Universitas Negeri Manado (UNIMA) Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan juga untuk mewujudkan pelayanan yang transparan dan profesional, Rektor UNIMA Prof. Dr. Julyeta Paula Lumentut-Runtuwene mengundang Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI), Dr. H. Harry Azhar Azis untuk mengisi Kuliah Umum dengan melibatkan para Guru Besar, Dekan, Pembantu Dekan, Direktur Pasca Sarjana, Ketua Jurusan, dan sejumlah dosen.

Kuliah umum dilaksanakan, Jumat (20/1/2017) bertempat di Auditorium UNIMA, Ketua BPK-RI didampingi langsung Rektor UNIMA yang juga merupakan istri tercinta dari Wali Kota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut ini terlihat akrab. Dalam pemaparannya, Harry yang dikenal sebagai mantan Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu mengulas tentang pengelolaan keuangan yang profesional, dan ikut mendorong UNIMA agar terus meningkatkan potensi menjadi kampus yang benar-benar dapat bersaing secara akademik.

“Pengelolaan Keuangan Perguruan tinggi harus mengarah menjadi BLU, silahkan mendirikan lembaga research yang hanya konsen untuk memikirkan kemajuan UNIMA, seperti adanya lembaga research di Oklahoma AS dan lembaga research di Korea Selatan dan Iran. Lembaga research terdiri dari dalam perguruan tinggi UNIMA, para pakar management PT yang handal. Saya mendorong semua stakeholder civitas akademika UNIMA untuk memacu pengembangan SDM yang bisa bersaing dengan kampus-kampus yang ada Surabaya, UGM dan UI,” ujar Harry.

Rektor UNIMA saat menyerahkan cinderamata kepada Ketua BPK-RI (Foto Suluttoday.com)

Rektor UNIMA saat menyerahkan cinderamata kepada Ketua BPK-RI (Foto Suluttoday.com)

Menurutnya bahwa untuk mewujudkan impian agar UNIMA menjadi Perguruan Tinggi (PT) yang mampu menjadi Pusat Produksi Mahasiswa yang berkualitas dunia dan Dosen yang berkualitas S3 handal serta Profesor, maka Rektor UNIMA harus terus menungjang dan mempelopori lahirnya inovasi, penelitian dan pengembangan karya-karya pengetahuan ilmiah.

Sementara itu, Rektor UNIMA yang akrab disapa Prof. Paula ketika menyampaikan sambutan berterima kasih atas kunjungan Ketua BPK-RI sesuai undangan yang dilayangkan pihak Rektorat, Rektor berharap pengetahuan yang dibagikan Ketua PBK-RI dapat dimanfaatkan para civitas akademika UNIMA untuk tujuan membangun kampus UNIMA tercinta.

Ketua BPK-RI ketika menyerahkan cinderamata pada Rektor UNIMA (Foto Suluttoday.com)

Ketua BPK-RI ketika menyerahkan cinderamata pada Rektor UNIMA (Foto Suluttoday.com)

”Terima kasih Pak Doktor haji Harry Azhar Azis, MA, yang berkenan hadir memenuhi undangan kami, tentunya Kuliah Umum yang digelar UNIMA kali ini akan memacu semangat kita semua, dan selaku Rektor saya berharap para civitas akademika yang terlibat dan turut serta mengikuti Kuliah Umum dapat mengaktualisasikan ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang dibagikan Ketua BPK-RI kepada kita semua. Kiranya kedepan kerja sama seperti terus kita bina dengan baik,” ucap Prof. Paula.

Sekedar diketahui Kuliah Umum ini juga dihadiri Wali Kota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut, dalam pemaparan materi Ketua BPK-RI menyajikan materi soalAktualisasi BPK dalam membangun tata kelola keuangan PTN menuju Good University Governance”. Kuliah Umum berlangsung sukses dan diakhiri dengan foto bersama.(Amas)

Rektor Unima Berpeluang Dikocok Ulang, Sejumlah Nama Mencuat

Repi – Masengi menguat (Foto Ist)

Rudy Alexander Repi dan Evi Elvira Masengi menguat (Foto Ist)

TOMOHON – Senin (20/6/2016), Pemilihan Rektor UNIMA saat ini akan dilangsungkan kembali pasca Surat Keputusan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Muhamad Nasir. Pemilihan Rektor Unima yang berlangsung bulan januari lalu hasilnya dianggap cacat, karena Rektor terpilih Harold Lumapow dianggap memiliki beberapa pelanggaran akademik pada kategori berat. Secara aturan Lumapow tidak bisa dilantik sebagai Rektor Unima.

Pasca Keputusan Menteri bahwa Unima harus melangsungkan Pemilihan Ulang calon Rektor Unima, beberapa nama bermunculan. Dari istri Wali Kota Manado, Dekan Fakultas Teknik Unima, Prof. Paula Runtuwene, saat ini sampai pada beberapa nama yang memiliki nilai Integritas dan dianggap bersih. Rudy Alexander Repi dan Evi Elvira Masengi kedua nama ini secara tiba-tiba mencul sebagai kandidat kuat Rektor Unima.

Repi yang pernah menjabat sebagai Dekan MIPA dan Ketua Lemlit Unima dan Masengi saat ini memimpin Prodi Administrasi Negara Pasca Sarjana Unima. Keduanya memiliki gelar Profesor Doktor yang sudah sangat diakui kredibilitasnya.

Septian Paath yang juga Ketua LMND Minahasa berpendapat sama. ”Pasca SK Menteri Ristekdikti, Prof DR. Rudi A. Repi dan Prof DR. Evie E. Masengi menguat namanya sebagai calon kuat Rektor Unima dilihat dari perjalanan akdemik kedua guru besar Unima saat ini,” ungkap Paat, pada saat diskusi dirumah aspirasi Unima.

Steven Mokat yang juga aktivis Unima mengutarakan hal yang senada dengan Paath. Prof Repi dan Prof Evie, keduanya Guru Besar Unima, mereka memiliki kemampuan dan pengalaman dalam mengelolah akademik di Unima, sudah sepantasnya dicalonkan,” ucap Steven.

Ditambahkannya lagi, Repi dan Masengi adalah calon Rektor terbaik dari yang terburuk yang ada saat ini. Henry Dadeng menambahkan ”Kerinduan Mahasiswa dan Civitas Akademika Unima saat ini adalah Pemimpin yang Berintegritas dan memiliki kemampuan dalam mengelolah Unima dalam hal Akademik yang saat ini sangat hancur, dihancurkan oleh para Mafia Akademik Unima, yang sudah 2 orang Profesor dipecat,” kata Dadeng.

Saat ini Unima memilki Rektor yang statusnya Pejabat harian dan melalui pemilihan kembali Rektor UNIMA akan didapat Rektor defenitif UNIMA. (Jona)

Rumengan: Calon Dekan, Kerja Keras, Jujur dan Berpengalaman

Kampus Unima (Foto Suluttoday.com)

Kampus Unima (Foto Suluttoday.com)

MINAHASA – Dalam waktu dekat, Universitas Negeri Manado (UNIMA) akan menyelenggarakan Pemilihan Dekan, Pembantu Dekan, Pembantu Rektor sampai pada pemilihan Rektor Unima. Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) yang merupakan bagian dari Unima akan melangsungkan pemilihan pimpinan fakultas (Dekan) dan Pembantu-Pembantu Dekan.

Inilah salah satu sosok calon Pimpinan Fakultas Bahasa dan Seni.DR. Norslady Rumengan, M.Hum namanya, dosen yang akrab dipanggil Lady Sensei merupakan dosen Program Studi Bahasa Jepang, Jurusan Bahasa Asing. Wanita kelahiran Suluun Tareran 2 Juni 1960, telah mengabdikan dirinya hamper 30 tahun menjadi tenaga pendidik (Dosen) di Unima. Istri dari Drs. Akeman Assad serta ibu dari Christian dan Gloria Haruka Assa, mempunyai visinya.

”Visi saya adalah menjadikan FBS-Unima mampu bersaing dengan fakultas lain, lewat perubahan kurikulum yang mampu menciptakan tenaga non kependidikan yang mampu bersaing dengan intitusi lainnya di Indonesia,” ungkap Mantan Kepala Prodi Bahasa Jepang yang saat ini menjabat Pembantu Dekan I (PD 1) FBS.

Mendukung program kreatifitas mahasiswa lewat pembuatan panggung Teater, Laboratorium Bahasa dan Komputer untuk menunjang program Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FBS yang terbanyak di Unima. Untuk mengatasi melonjaknya mahasiswa yang setiap tahunnya bertamba di Fakultas, maka perlu adanya bangunan/kelas baru yang dibangun agar mahasiswa merasa nyaman dalam menerima materi dari dosen.

Inilah Profil Calon Dekan FBS-UNIMA yang 2 tahun menimbah ilmu di Osaka Jepang lewat beasiswa dari Tokyo, Japan Fonduction dan mendapatkan gelar Magister di Universitas Indonesia. (Nathan Worotitjan)

iklan1