Tag: kandouw

Tunjang ODSK, Sorongan Tekan Penguatan Kelembagaan Koperasi

Sorongan saat pimpin rapat perdana di Diskop dan UKM (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tak perlu menunggu lama untuk bekerja di instansi baru, Ronald Sorongan pun langsung beraksi demi program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan melalui koperasi dan usaha kecil menengah. Hal tersebut terungkap saat Sorongan tatap muka Kamis (25/07/2019) di aula dinas dengan jajaran Dinas Koperasi dan UKM usai dilantik dan dipercayakan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur, Steven Kandouw menjabat sebagai pimpinan dilembaga perekonomian.

Bahkan saat pelantikan Wagub Kandouw menitipkan program koperasi yang sangat penting di dalam mendukung pembangunan perekonomian masyarakat Sulawesi Utara. Sorongan pun meminta kerja sama dari pejabat eselon III dan IV bersama seluruh staf dan tenaga harian lepas dalam penjabaran tugas yang ada.

Tak lupa data-data resmi terkait koperasi di Sulawesi Utara menjadi target Sorongan dalam program kerjanya, termasuk keabsahan usaha mikro kecil dan menengah. Diuraikan mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut ini penguatan kelembagaan koperasi menjadi hal penting di dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan seiring dengan program ODSK.

Pembentukan Jamkrida yang masih tertahan sejak tahun 2017, turut menjadi perhatian Sorongan supaya segera terwujud. Sorongan pun menekankan pada sistem pelaporan secara internal, sehingga kualitas kerja di instansi pemerintah yang baru dipimpinnya semakin hebat.(cat)

Dispar Dorong Peningkatan Standarisasi Pelayanan Pelaku Usaha Pariwisata

Mewengkang saat memberikan sambutan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tindak lanjut dari kunjungan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mendukung pengembangan dunia pariwisata di daerah Nyiur Melambai, instansi pemerintah terkait langsung mendorong peningkatan standarisasi pelayanan pelaku usaha pariwisata. Hal tersebut terangkum dalam kegiatan yang dihelat Dinas Pariwisata (Dispar) Sulawesi Utara di salah satu hotel di Kota Manado Kamis (11/07/2019).

Kadis Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang, saat membuka kegiatan menekankan bahwa ditangan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw, daerah ini  semakin dikenal luas di dunia internasional, dimana kepariwisataan mempunyai peranan penting untuk itu diperlukan penetapan standardisasi pelayanan.

“Sektor pariwisata Sulut saat ini telah nyata memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional melalui penyerapan tenaga kerja, pemerataan kesempatan berusaha, meningkatkan penerimaan devisa negara serta berperan dalam mengentaskan kemiskinan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat seperti yang diharapkan program ODSK, untuk itu pembangunan kepariwisataan perlu didukung sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki standart sesuai dengan undang undang nomor 19 tahun 2009 tentang kepariwisataan,” jelasnya.

Sementara itu panitia pelaksana kegiatan Ferdy Tamarindang mengungkapkan standariasi pelayanan pelaku usaha pariwisata yang diharapkan dapat meningkatkan pemahaman akan penting standarisasi pelayanan pelaku usaha pariwisata serta makin mengembangkan wawasan dan ketrampilan para pelaku pariwisata.(cat)

Toemanduk: Pemberdayaan Kaki Lima, Kemiskinan Turun

Kepala Bappeda Sulut menikmati hidangan kaki lima (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulawesi Utara, DR Ricky Toemanduk mengatakan bahwa usaha mikro seperti pedagang kaki lima harus dioptimalkan perannya guna menurunkan angka kemiskinan.

“Pemberdayaan kaki lima, turunkan kemiskinan,” ujarnya kepada media ini Selasa (05/02/2019).

Hal ini menurut Toemanduk harus digenjot oleh instansi pemerintah terkait untuk peningkatan kualitas dari pedagang kaki lima. “Peran dari sejumlah perangkat daerah yang menangani usaha mikro, kecil dan menengah sehingga kualitas pedagang kaki lima bisa standar hotel bintang lima namun harga tetap kaki lima,” jelas sosok yang semakin hangat dibicarakan di wilayah Minahasa Selatan ini.

Toemanduk menegaskan bahwa pemberdayaan pedagang kaki lima bisa mendukung program ODSK yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Patut diketahui bahwa di akhir bulan lalu, Pemerintah Republik Indonesia menyatakan bahwa di bidang Pengentasan Kemiskinan Provinsi.

Sulawesi Utara dengan ikon Terus Melejit di Level Satu Digit berhak mendapatkan penghargaan (award). Dan Toemanduk sendiri yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey menerima award di kategori Adhi Purna Prima atas keberhasilan dalam program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).(Cat)

Wagub Ajak Masyarakat Lawan Sikap Permisif Terhadap Pekerjaan Wanita Malam

Wagub mengajak budayakan budaya malu (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Human trafficking khususnya perdagangan wanita menjadi isu penting yang diangkat dalam agenda Rapat Koordinasi Perlindungan Wanita yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Ruang F.J Tumbelaka, Selasa (14/08/2018).

Wakil Gubernur Steven Kandouw dalam sambutannya saat membuka rapat mengungkapkan fakta bahwa 60% pekerja seks komersial di daerah Papua adalah perempuan asal Sulut. Selain sebagai korban trafficking, namun banyak pula diantaranya yang dengan sadar dan atas kemauan sendiri melakoni pekerjaan itu. Ironisnya keluarga dan orang tua ‘tutup mata’ dengan alasan ekonomi.

“Lantaran anak penghasilan besar, bisa beli mobil, bisa belikan kebun, orang tua mensupport ‘biar jo jadi penari striptease tapi banya doi’ Ini memalukan, mari lawan sikap permisif terhadap pekerjaan wanita malam,” kata dia.

Untuk itu dirinya berharap agar rapat ini mampu menghasilkan koordinasi antar instansi terkait guna mencari solusi masalah perdagangan wanita dan menekan populasi PSK Sulut. Dimulai dari pengusutan sindikat, pencarian dan penjemputan korban, serta pencegahan berupa edukasi kepada masyarakat.

“Mari segenap pemangku kepentingan, dari instansi terkait hingga LSM kita bekerja sama memberi perhatian terhadap isu human trafficking ini. Tak kalah penting menyampaikan edukasi kepada masyarakat agar memiliki ‘budaya malu’ terhadap pekerjaan wanita malam tersebut,” ajak Wagub Kandouw.

Turut hadir dalam rakor Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat selaku penyelenggara sekaligus narasumber Dr Kartika Devi Tanos MARS, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ir Mieke Pangkong MSi, Ketua Studi Gender Universitas Sam Ratulangi DR Grace Jenny Soputan, MSi, Pejabat SKPD terkait Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Utara, LSM dan para undangan.(Cat)

Sulut Ciptakan Generasi Yang Sehat, Kuat Serta Cerdas

Wagub Sulut meninjau langsung proses Imunisasi MR (FOTO Suluttoday.com)

TONDANO, Suluttoday.com – Penyakit Campak dan Rubella mempunyai potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) atau mewabah kepada anak – anak. Untuk itu perlu ada perhatian yang serius dari semua pemangku kepentingan. 

Hal tersebut dikatakan langsung Wakil Gubernur Sulut Steven O E Kandouw yang didampingi Wakil Ketua TP PKK, dr Kartika Devi Kandouw -Tanos MARS saat membuka kegiatan Pencanangan Imunisasi Campak dan Rubella (MR), di SMP Negeri I Tondano, Minahasa, Rabu (01/08/2018). Menurutnya, sekarang ini harus diciptakan generasi yang sehat, kuat, cerdas dengan prasyarat antara lain kebal terhadap segala macam penyakit.

“Target nasional bebas 8 penyakit kita baru bebas 3 penyakit, seiring berjalan waktu pak presiden jokowi tambah lagi program yaitu imunisasi untuk campak dan rubella secara masif dan terstruktur, dari sabang sampai merauke karena penyakit ini berbahaya mengakibatkan kematian dan paling parah bisa menghasilkan generasi yang cacat,” kata Wagub.

Untuk itu Wagub berharap dengan adanya program imunisasi maka anak – anak sulut sebagai generasi penerus harus sehat dan menjadi tanggungjawab jawab bersama.

“Artinya, permasalahan ini tidak boleh terjadi dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mencegahnya,” katanya.

Sembari mengingatkan kembali kepada seluruh orang tua bahwa imunisasi tidak ada efek samping. Kandouw juga mengatakan sebagaimana program bapak gubernur bahwa Sulawesi Utara harus sehat.

“Seluruh warga sulut harus sehat. Jaminan kesehatan harus dicover seluruh warga sulut. Saat ini BPJS baru mengcover 70 persen, dan daerah yang sudah 100 persen baru empat daerah. Jika Tuhan berkenan 2020 semua sudah tercover,” tutupnya.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jefry Korengkeng,, Pejabat Eselon 2 Pemprov Sulut dan Pejabat Eselon II Lingkup Kabupaten Minahasa serta unsur Forkopimda.(Cat)

iklan1