Tag: kantor polres manado

Tragis, Bukan Hanya Dua Kakek Tua Lakukan Pencabulan di Singkil

Korban saat melapor (Foto Suluttoday.com)

Korban saat melapor (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Korban pencabulan terhadap WR (13) yang sebelumnya dilakukan oleh dua kakek tua yaitu SM dan BS akhirnya sudah bertambah satu orang lagi yakni pria inisial AN (40) Warga Kecamatan Singkil Kelurahan Ternate Baru. Terungkapnya pelaku lain karena atas ungkapan korban kepada orangtuanya pasca melapor di Mapolresta Manado, Kamis (25/8/2016) kemarin.

“Saat keluarga kembali diinterogasi terhadap korban, ternyata pelaku yang mencabuli korban bukan hanya dua pria tapi sebenarnya ada tiga pria, korban katakan pria inisial AN juga pernah mencabulinya,” terang korban dihadapan keluarganya.

Berdasarkan ungkapan korban kepada orangtuanya, awalnya korban sedang bermain dengan teman-temannya di depan rumah pelaku, lalu korban dipanggil oleh pelaku ke rumahnya, sesampainya di rumah, pelaku membawa korban ke dalam kamar dan menyetubuhinya.

“Usai disetubuhi, anak saya diberi uang Rp.10 ribu,” ujar Ibu korban saat melapor ke SPKT Polresta Manado, Jumat (26/08/2016).

Atas kejadian tersebut, orangtua korban merasa keberatan dan melaporkan kembali kasus cabul tersebut di Mapolresta Manado. Saat dikonfirmasi kepada Kasubag Humas Polresta Manado AKP Agus Marsidi membenarkan adanya penambahan pelaku terhadap kasus yang dialami gadis di bawah umur itu.

“Pelaku bertambah satu orang dari awalnya dua orang, kasus akan terus didalami, akan ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” pungkas Marsidi. (Ghopal)

Kasus KDRT, Tim Paniki Polresta Manado Amankan Pelaku

Hendra Uno (Foto Ist)

Hendra (Foto Ist)

MANADO – Tim Paniki (Rimbas 2) Polresta Manado yang dibawah Pimpinan Ipda Teddy Malamtiga menerima Laporan Bahwa di Kecamatan mapanget tepatnya Perumahan Griya Paniki Indah (GPI) telah Terjadi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) disertai Penganiayaan dan Pengancaman dengan menggunakan senjata tajam (sajam), Jumat (05/08/2016).

Kemudian Rimbas 2 lansung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP), tetapi waktu tiba di lokasi pelaku sudah melarikan diri dan Tim Paniki melakukan Pengejaran di rumah orangtuanya di Kelurahan Ternate Baru Lingkungan 1. Pelaku atas nama Hendra U (33) warga Ternate Baru Lingkungan 1, kemudian diamankan oleh Tim Paniki dan kembali ke TKP untuk mengambil barang bukti Sajam jenis Samurai.

Tim Paniki melakukan pengembangan sesuai dengan Informasi dari Istrinya, bahwa pelaku tersebut pernah memakai Narkoba jenis sabu-sabu di rumahnya bersama dengan temanya.

Hasil Penggeledahan dari Anggota Sat Narkoba Polresta Manado di rumah pelaku, ditemukan adanya barang diduga alat penghisap atau perangkat sabu (BONG) serta butiran-butiran kristal yang tersimpan dalam kantong plastik berwarna putih.

Selajutnya pelaku dibawa ke Polresta Manado dan diserahkan ke unit PPA, dan ementara barang bukti yang diduga Narkoba serta Alat penghisapnya itu diserahkan Ke Sat Narkoba Polresta Manado Untuk dilakukan Pengembangan lebih lanjut. (Ghopal)

Pengamanan Hari Raya, Polresta Manado Turunkan 205 Personil

Kantor Polresta Manado (Foto Suluttoday.com)

Kantor Polresta Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Kepolisian Resort Kota Manado akan menurunkan 205 personil untuk pengamanan Hari Raya Idul Fitri di Kota Manado. “Akan disebarkan di enam pos keamanan dan sembilan pos pelayanani,” ujar Kabag Ops Polresta Manado Kompol Adi Septia.

Menurut Kompol Adi Septia, pos keamanan untuk tempat-tempat kegiatan masyarakat tidak berhenti selama 1X24 jam.

“Contohnya pos pengamanan di Malalayang di taru seputaran Bahu Mall dimana disitu kegiatan masyarakat 1X24 jam, untuk pos pelayanan di seputaran terminal Malalayang,” terang dia.

Septia menambahkan, ada juga platon siaga yang setiap hari membackup Polsek-polsek dan pos pengamanan, juga ada patroli rayon dan Tim Paniki disediakan jika ada yang emergency, Call Center di masih-masing pos pam sudah ada, Jumat (1/07/2016).

“Kami juga melibatkan instansi seperti Basarnas, Damkar dan Satuan komunikasi yang di bentuk masyarakat,” jelas Septia. (Ghopal)

Nasabah Star Up Datangi Polresta Manado Tuntut Herman Wenas

Sejumlah nasabah Star Up saat berada di kantor Polresta Manado (Foto Suluttoday.com)

Sejumlah nasabah Star Up saat berada di kantor Polresta Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Ratusan nasabah Star Up kembali mendatangi Polresta Manado dalam tujuan yang sama, para nasabah menuntut kepada Ketua Star Up Herman Wenas, agar mengembalikan seluruh uang yang diduga digelapkannya, Senin (13/06/2016).

Satu nasabah Novita Politon (38) warga Kelurahan Karombasan Selatan Lingkungan II Kecamatan Wanea kembali membuat laporan di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado, laporan tersebut ditujukan kepada Tiara Ahmad Direktur Star Up.

Politon menjelaskan pada bulan april lalu pelaku mengajak korban untuk mengikuti kegiatan ini, korban pun akhirnya mengikuti kemauan dengan membayar kepada pelaku sebesar Rp.6.000.000, (enam juta rupiah) dan berjanji akan membayar bunga yang lebih besar pada bulan Juni 2016.

“Pada bulan yang disepakati pelaku tidak menepati janjinya, bahkan sampai pada hari ini uang yang dijanjikan tidak kunjung dicairkan,” tutur Novita.

Saat dikonfirmasi oleh Kapolresta Manado melalui Kasubag Humas AKP Agus Marsidi, membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporan sudah diterima dan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Marsidi. (Ghopal)

Warga Poli Teknik, Gunakan Sajam Aniaya Tulung

Korban saat memberikan laporan kepada petugas SPKT Polresta Manado (Foto Ist)

Korban saat memberikan laporan kepada petugas SPKT Polresta Manado (Foto Ist)

MANADO – Penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam (sajam) yang dilakukan oleh Ica (20an) kepada Star K Tulung (24) warga Poli tekhnik tiga blok E No 3, tempat kejadiannya di depan gapura perum poli tekhnik indah, Selasa (19/04/2016). Korban (Star K Tulung) sangat keberatan dengan perbuatan pelaku yang telah menganiayanya dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis besih putih dengan ukuran panjang 60 (enam puluh) cm, lebar 3 (tiga) cm, ujung lancip dan salah satu sisi tajam, sehingga korban melaporkan kejadian tersebut di Mapolresta Manado.

Di hadapan petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) menjelaskan awal kejadian tersebut terjadi ketika korban sedang mengendarai motor yang berlawanan arah dengan pelaku hampir bertabrakan, kemudian pelaku memaki korban dan menyuruh korban turun dari motor, setelah itu pelaku menyerang korban dengan cara membabi buta menggunakan pisau tersebut, dan korban sempat melawan sehingga pisau tersebut dapat dirampas oleh korban dari tangan pelaku.

Dan setelah itu pelaku langsung melarikan diri, akibat kejadian tersebut korban mengalami luka gores di tangan kiri dan kanan serta di kepala dan belakang. Saat dikonfirmasi kepada Kapolresta Manado Kombes Rio Permana melalui Kasubag Humas AKP Agus Marsidi, membenarkan adanya penganiayaan yang menggunakan senjata tajam (sajam) tersebut.

“Pelakunya sementara dalam pencarian oleh anggota Kepolisian karena pelaku sudah melakukan keonaran dimana-mana,” ujar Marsidi. (Ghopal Umasangaji)

iklan1