Tag: kapolresta manado

Polresta dan PMI Manado Gelar Pelatihan Bersama

Berlangsungnya pelatihan Polresta Manado dan PMI Manado (Foto Suluttoday.com)

Berlangsungnya pelatihan Polresta Manado dan PMI Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Kapolresta Manado Kombes Pol. Hisar Siallagan, resmi membuka Pelatihan Pertolongan Pertama (First Aid) dan TPTKP Laka Lantas, balai Kota Manado di dampingi langsung oleh Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Manado Prof. Dr. Paula Runtuwene, MS., DEA.

Yang bertugas membawakan materi adalah Kasat Lantas Polresta Manado Kompol Roy Tambayong, dengan materi tentang Tindakan pertama pada Tempat Kejadian Perkara Kecelakaan Lalu Lintas (TPTKP Laka Lantas), Dr Ishak Lahunduitan, SpB KBA dengan materi penanganan darurat korban di TKP dan materi tentang Teknik penanganan Korban.

Pelatihan tersebut kerjasama dengan PMI untuk gelombang pertama ini dilaksanakan selama 2 hari mulai dari tanggal 9 s/d 10 November 2016 dan diikuti oleh 28 anggota Satuan lalu lintas Polresta Manado. Kombes Pol Hisar Siallagan dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pelatihan Pertolongan Pertama dan TPTKP Laka lantas bertujuan untuk membekali personil Polri Khusunya di bidang Lalu lintas.

“Agar lebih profesional dalam menangani suatu kejadian kecelakaan lalu lintas, dimana kehadiran anggota dalam melakukan pertolongan pertama benar benar dapat membantu masyarakat bukan malah menyusahkan,” ujar Hisar. (Ghopal)

Kapolresta Manado Terima Cinderamata dari Konsulat Jenderal AS

Kapolresta Manado saat menerima Cinderamata (Foto Ist)

Kapolresta Manado saat menerima Cinderamata (Foto Ist)

MANADO – Kapolresta Manado Kombes Pol. Hisar Siallagan, SIK, saat menerima Cinderamata dari Viktor Karabin, Regional Security Officer US Consul General di ruang kerja Kapolresta Manado, Rabu (09/11/2016).

Cinderamata tersebut merupakan wujud Apresiasi dari Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) terhadap Polresta Manado atas kontribusi dalam mendukung kegiatan latihan bersama TNI AU serta pengamanan selama kegiatan Konsulat Kenderal USA di Manado. (Ghopal)

KNPI Manado, GMKI dan BEM Unsrat Temui Kapolresta Hisar

Kapolresta Kombes Pol Hisar Siallagan saat menerima KNPI Manado, GMKI dan BEM Unsrat (Foto Suluttoday.com)

Kapolresta Kombes Pol Hisar Siallagan saat menerima KNPI Manado, GMKI dan BEM Unsrat (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Melakukan silaturahmi sekaligus koordinasi terkait keamanan di Kota Manado Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Manado, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Manado, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dan BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat Manado langsung diterima Kapolresta Manado, Kombes Pol. Hisar Siallagan, Selasa (27/9/2016) di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan semi formal tersebut, Hisar mengapresiasi DPD KNPI Manado, GMKI dan Ormawa Unsrat dalam agenda kedatangan kali ini. Menurut Siallagan yang juga mantan Kapolresta Bolmong ini hubungan baik, komunikasi dan sinergitas antara kepolisian dan organisasi kepemudaan begitu penting dijaga.

”Terima kasih atas kehadiran teman-teman KNPI Kota Manado, BPC GMKI cabang Manado, BEM Unsrat dan Ketua BEN Fakultas Ekonomi Unsrat bersama sejumlah jajaran hari ini. Sangat banyak yang telah kita bicarakan, kiranya ini menjadi perhatian bersama untuk kita menjaga keamanan di Manado. Bagi saya, kita dalam silaturahmi ini mendapatkan titik temu terkait sangat pentingnya menjalin kerja sama, saya berharap hubungan yang harmonis antara Polresta Manado dan organisasi seperti KNPI, GMKI, BEM dan organisasi mahasiswa lainnya dapat dipertahankan, karena dengan komunikasi hal-hal yang ‘mungkin dianggap masalah dapat ditemui solusinya,” ujar Hisar.

Ketua DPD KNPI Manado Erick G. Kawatu, SE,MM yang didampingi Sekretaris KNPI Manado, Amas Mahmud, S.IP menyampaikan informasi, memberikan tawaran terkait format menjaga stabilitas keamanan di Manado serta beberapa buah pikiran konstruktif untuk kebaikan bersama warga Manado.

Foto bersama usai pertemuan bersama Kapolresta Manado

Foto bersama usai pertemuan bersama Kapolresta Manado

”Maksud kedatangan kami adalah bersilaturahmi, bagaimana kita bersinergi mewujudkan hubungan baik untuk program menjaga Kota Manado agar tetap aman. Karena bagi KNPI, tugas menjaga keamanan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pihak Kepolisian, kami bersyukur atas penerimaan Kapolres Bapak Kombes Pol. Hisar Siallagan yang baik dan ramah, sejumlah hasil diskusi ini kiranya dapat menjadi perhatian kita bersama untuk dijalankan demi Manado aman dan nyaman, pemuda perlu terlibat aktif dalam program mewujudkan Manado yang kondusif,” tutur jebolan Unsrat Manado ini.

Sementara itu, Ketua GMKI cabang Manado, dr. Hiskia Sembel menambahkan beberapa hal penting soal penanganan masalah dan tugas-tugas polisi yang perlu didukung masyarakat. Bagi Hiskia peran Kepolisian yang maksimal dalam menjalankan tugasnya perlu diberikan apresiasi, disisi lain masyarakat juga tetap memberikan masukan bila dalam pelayanan Kepolisian ada hal-hal yang belum sesuai yang diharapkan.

”Kita membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan keamanan, baik itu cara pengamanan pihak Polisi terhadap masalah dilapangan, prosedurnya dan pentingnya keterlibatan publik dalam membantu Kepolisian. Kiranya pertemuan-pertemuan semacam ini menjadi penting, untuk kita meningkatkan terus komunikasi dan saling mendukung,” kata Hiskia. (*/Ikhy)

Minum Miras, 11 Pemuda Diamankan Tim Paniki Polresta Manado

11 pemuda saat diamankan Polresta Manado (Foto Ist)

11 pemuda saat diamankan Polresta Manado (Foto Ist)

MANADO – 11 orang pemuda diantaranya adalah Imanuel (14), Ridel (18), Vicky (25), Andre (22), Notniel (18), Brian (19), Giovany (27), Maikel (26), Hanny (18), dan Wandy (26).

Diamankan oleh Tim Paniki (Rimbas Dua) yang di pimpinan langsung oleh Ipda Teddy Malamtiga, para pemuda ini diamankan di Jalan Kartini tepatnya di samping Bank BCA Kecamatan Wenang, Kamis (25/08/2016).

Mereka diamankan bersama 4 botol cap tikus, 21 botol kesegaran sari, dan 30 gelas minuman prokasa, para anak muda ini tinggal di berbagai tempat seperti Wanea, Teling, dan Sario. Menurut Giovany salah satu pemuda yang diamankan, mengatakan bahwa mereka hanya merayakan ulang tahun dari salah satu temannya.

“Saya datang ke tempat tersebut hanya untuk meramaikan ulang tahun teman saya yang di rayakan dengan minum bersama,” ujar supir mikro tersebut.

Ketika di Konfirmasi, Kapolresta Manado Kombes Hisar Siallagan melalui Kasubag Humas AKP Agus Marsidi mengatakan bahwa para anak-anak muda ini sudah diamankan di Mapolresta Manado.

“Mereka sudah diamankan, selanjutnya akan diberikan pembinaan lalu di data kembali serta menandatangani surat pernyataan, bila kedapatan lagi maka Hukumannya akan lebih berat,” tegas Marsidi. (Ghopal)

Gadis Perawan dari Singkil Dicabuli Dua Kakek Bejat

Pelaku dan korban saat berada di ruangan PPA Polresta Manado (Foto Suluttoday.com)

Pelaku dan korban saat berada di ruangan PPA Polresta Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Gadis Manado inisial WR (13) Warga Kecamatan Singkil kehilangan keperawanannya setelah dicabuli dua Kakek Bejat inisial SM alias Sah (44) dan BS alias Bas (60). Kejadian tersebut dilakukan kedua kakek bejat itu melakukan aksinya di beberapa tempat yang berbeda-beda, yang awal kejadiannya pada bulan Mei 2016 hingga terakhir Agustus 2016.

Namun, keluarga korban baru melaporkan perbuatan cabul ini ke Mapolresta Manado, Kamis (25/08/2016). Berdasarkan keterangan dari orangtua korban MM (66) mengatakan, korban adalah ponakannya namun sudah dari kecil tinggal bersama, jadi sudah seperti anak sendiri, korban juga sedikit mengalami IQ rendah jadi saat ini korban putus sekolah.

“Kami terkejut dan menangis saat korban mengaku telah dicabuli dua kakek bejat itu, makanya kami keluarga melaporkan hal ini ke Mapolresta Manado,” terang dia.

MM di hadapan awak media menceritakan kronologis kejadian hingga terungkap perbuatan cabul tersebut. Awalnya, pada Rabu (25/8/2016) malam bersama korban pergi mencari pendonor darah karena ada anak yang sakit sehingga memerlukan transfusi darah.

“Saat di perjalanan tiba-tiba Handphone (HP) milik korban berbunyi dan diberikan kepada saya. Saat saya angkat dan terdengar suara perempuan yang langsung mengeluarkan kata kotor dan mengatakan jangan ganggu suaminya,” ujar MM.

Lanjut dia, karena mulai curiga dengan telepon tersebut kami keluarga langsung mengintrogasi korban, karena pada beberapa hari lalu korban pun sering memiliki banyak uang entah dari mana dapatnya, saat diintrogasi korban akhirnya mengaku dicabuli oleh dua pria berbeda.

“Korban katakan dirinya dicabuli oleh SM dan BS, juga sering mendapatkan uang dari ke dua pelaku, dan kami keluarga langsung memanggil BS dan SM, kedua pelaku awalnya tidak mengakuinya,” terang dia.

Menurut MM, saat didepan kedua pelaku korban tiba-tiba membeberkan perbuatan pelaku, dirinya menceritakan pertama Om BS yang mencabulinya, dimana BS memperintahkan untuk membuka celana dan memasukan kemaluannya tapi karena korban merasa sakit, akhirnya BS memasukan jarinya hingga kemaluan korban mengeluarkan darah.

“Kemudian korban juga mengungkap, selain BS ada juga Om SM dimana dirinya saat itu sedang bermain dengan anak SM, saat anaknya tidur pelaku memanggil korban ke dalam kamar dan memerintahkan untuk membuka celana, kemudian memasukan jarinya kedalam kemaluan korban,” jelas dia.

Sementara itu, Korban saat diwawancarai mengaku, perbuatan pertama kali dilakukannya pada Mei 2016. Kedua pelaku juga sering melakukan hal tersebut jika ada kesempatan.

“Terakhir saya diperlakukan seperti itu oleh Om SM dirumahnya, saya di suruh masuk kamar dan membuka celana,” terang korban.

Lanjut anak dibawah umur itu, sempat kemaluan kedua pelaku ingin dimasukan ke bagian vegina tapi ditolak. “Saya tolak karena terasa sakit, hanya bagian jari pelaku yang dimasukan ke kemaluan saya,” terang anak itu.

Kasubag Humas Polresta Manado AKP Agus Marsidi mengatakan, benar adanya laporan pencabulan yang dilakukan oleh kedua kakek tua tersebut.

“Kedua pelaku sudah kami amankan dan akan di proses sesuai hukum yang berlaku, karena ini korban masih dibawah umur, kasus tersebut akan diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” pungkas Marsidi. (Ghopal)

iklan1