Tag: kek

KEK Pariwisata Likupang, Kado Gubernur OD untuk Masyarakat

Dino Gobel usai mengikuti kegiatan (Foto Ist)

Oleh : Dino Gobel

Salam Pesona Indonesia
Satu lagi hasil kerja penuh kekompakan duet kepemimpinan Sulut, ODSK, untuk masyarakat dan daerah tercinta ini. Yah, hasil tersebut adalah resmi disahkannya kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang.

Hal ini terungkap pada acara penyerahan Salinan Peraturan Pemerintah (PP) no 84 tentang KEK Pariwisata Likupang oleh Kemenko Bidang Perekonomian (KBP) di Jakarta pada Senin, 6 Januari 2020. Penyerahan dilakukan Sekretaris KBP Susiwijono bersama para deputi Kemenko BP. Selain Likupang, ikut diserahkan juga salinan PP 2 KEK lainnya yakni, KEK Kendal di Jawa Tengah dan KEK Singosari di Jawa Timur.

Secara pribadi saya yang mengikuti persis perjuangan ODSK menghadirkan kawasan ini dari awal, ikut haru. Sebab tak gampang perjuangan membangun KEK, apalagi Kawasan Khusus pariwisata.

Namun, kekuatan lobi Pak OD ditambah kekompakan tim Pemprov dan sinerjitas penuh yang terbangun dengan para pengusaha serta pemkab Minahasa Utara, walhasil KEK Likupang pun diresmikan kehadirannya. Meski sebenarnya SK PP 84 sudah terbit sejak 10 Desember 2019 lalu.

Banyak manfaat positif yang akan dirasakan masyarakat dengan hadirnya KEK ini. Pertama, di kawasan ini akan dibangun aneka macam fasilitas bisnis pariwisata seperti hotel, resort hingga water sport dan beragam jasa wisata lainnya. Pun serapan turis asing ke kawasan ini pun ditargetkan mencapai 400 ribu orang per tahun. Belum lagi tenaga kerja yang akan diserap mencapai ribuan orang. Masyarakat Likupang dan Kab Minahasa Utara sekitar nya diharapkan akan paling merasakan dampaknya.

Bahkan turis yang akan hadir di KEK ini juga akan meluber melakukan traveling ataupun eksplore ke destinasi lain di Sulut, mulai ke wilayah Bolmong Raya hingga ke Utara, Sitaro, Sangihe dan Talaud.

Ibu Paquita Wijaya selaku operator KEK Pariwisata Likupang dari PT Minahasa Tourism Resort Development menjelaskan kalau investor asing dan nasional siap mulai membangun di tahun 2020 dengan anggaran ratusan miliar. Dan targetnya, 2023 sudah bisa running, kata perempuan cantik ini dalam presentasi saat itu.

Kadis Pariwisata Prov Sulut Bapak Henry Kaitjily pun menambahkan, oleh Pak Gubernur Olly Dondokambey, KEK Likupang akan ditargetkan menjadi tuan rumah pelaksanaan pertemuan KTT G20. “Akan banyak manfaat yang mensejahterakan masyarakat dan memajukan daerah dari kehadiran KEK Pariwisata Likupang,” kata Wagub Steven Kandouw. “Pengesahan KEK Likupang sungguh merupakan kado istimewa taong baru Pak Gubernur Olly buat rakyat Sulut,” lanjut Wagub.

Sekretaris Kemenko Bidang Perekonomian, Susiwijo Moegiarso sendiri mengatakan optimisme kehadiran kek Likupang dan akan mendukung rencana Gubernur Olly akan menjadikan Likupang sebagai tuan rumah KTT G20 di tahun 2023 nanti.

So, masyarakat Sulut. Mari dukung penuh kehadiran sekaligus akan dimulainya pembangunan KEK Pariwisata Likupang yg akan menyerap ribuan tenaga kerja dan hadirkan banyak manfaat positif. Dukung terus gebrakan dan inovasi tiada henti ODSK untuk rakyat Sulut tercinta.
Salam #SulutHebat

#ODSKlanjutkan
#SulutProvinsiGerbangPasifik
#ODSKkerjabuatSulut

 

Penulis adalah Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara

Selesaikan Studi S2 Wabup LENGKONG Raih Predikat Cumlaude

Joppie Lengkong (FOTO Ist)

MINUT, Suluttoday.com – Di tengah kesibukan Ir Joppie Lengkong sebagai Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan rutinitas organisasi gereja serta kemasyarakatan, Ir Joppi Lengkong MSi membuktikan semangatnya untuk menyelesaikan studi strata dua (S2) di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

Senin (3/7/2018) kemarin, suami tercinta dari Jeivi Lengkong Wijaya STh ini berhasil meraih predikat cumlaude dalam ujian tesis pascasarjana Unsrat Manado dengan judul tesis ‘Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Likupang Kabupaten Minahasa Utara’.

“Puji Tuhan atas kemurahan-Nya memberikan hikmat, bijaksana, kemampuan dan ketekunan selama dua tahun ini berusaha menambah ilmu pengetahuan di tengah tugas, pekerjaan, tekanan, tantangan dan pergumulan,” ujar Wabup Lengkong.

Lanjut Wabup Lengkong, dipilihnya penelitian tersebut adalah untuk mengembangkan Likupang sebagai Khawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang juga masuk dalam pengembangan pariwisata nasional, sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) baik provinsi mauoun kabupaten.

Hal itu dikarenakan potensi wisata Likupang yang cukup besar, dengan 20 objek wisata alam, 12 objek wisata yang dibuat yang akan terus berkembang, juga ada 29 spot penyelaman yang indah. Sesuai analisa SWOT yaitu metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau bisnis, Wabup Lengkong merekomendasikan sejumlah strategi yang harus dilakukan dalam mengembangkan wisata di Likupang.

Diantaranya, membuat rencana detail tata ruang kawasan wisata Likupang, melakukan kerjasama dengan trevel baik lokal maupun internasional, untuk mendatangkan wisatawan ke likupang serta melakukan diskusi tentang hal-hal apa yang harus dibenahi.

Selanjutnya membuat program yang terpadu, antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten melalui kegiatan Festival Pesona Gunung Klabat yang disusun dengan skala nasional, mempercepat pembangunan jalan raya dari Bandara Sam Ratulangi menuju Likupang.

“Pembenahan terhadap sarana dan prasarana di objek-objek wisata, seperti masalah air bersih, listrik, jaringan telepon dan internet, akses jalan ke lokasi wisata, serta pelabuhan untuk menghubungkan Likupang ke pulau-pulau lainnya seperti Lihaga, Nain, Mantehage, Gangga dan sebagainya,” kata ayah dari Sheren Putri Lengkong itu.

Strategi lainnya yaitu memperbanyak atraksi kesenian dan budaya, bekerjasama dengan sanggar untuk menampilkan pertunjukan secara rutin, melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat untuk meningkatkan sadar wisata, menambah polisi sektor di Likupang, membenahi penanganan sampah secara terpadu serta mempercepat KEK Pariwisata.

Dalam penyelesaian ujian tesis ini, Wabup Lengkong secara khusus berterima kasih kepada istri dan anak yang sangat memotivasi.

“Kadang dari tempat kerja harus ke tempat kuliah, pulang tengah malam karena harus menyelesaikan tugas, tapi istri dan anak selalu memahami dan mendorong juga keluarga dan orang-orang terdekat saya selalu memberikan motivasi,” kunci Lengkong (Eman)

Pemerintah China Incar Proyek di Sulawesi Utara

Gubernur Olly bertemu delegasi pemerintah China (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Bertempat di Kolongan Minahasa Utara, Minggu (28/1/2018), Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE bertemu dengan Delegasi Pemerintah China yang dipimpin oleh Wakil Duta Besar (Minister counselor, Deputy Chief of the Embassy) Mr. Sun Weide.

Pada pertemuan tersebut, delegasi China menyampaikan beberapa topik, di antaranya proyek pengembangan industri pariwista Likupang Tourism District.

Sun Weide di awal pernyataannya menyebutkan kedatangan Presiden Joko Widodo pada Mei 2017 menjadi pintu masuk kerjasama sejumlah proyek yang bakal dikerjakan China di tiga provinsi di Indonesia yakni Sulawesi Utara, Kalimantan Utara dan Sumatera Utara.

“Presiden Joko Widodo ke China pada bulan Mei 2017. Khusus di Sulawesi Utara, ada tiga proyek utama yaitu Pembangunan Lembeh Airport dan Lembeh Bridge, KEK Bitung dan industri pariwista Likupang Tourism District,” ujar Sun Weide.

Lanjut Sun Weide, kedatangannya ke Sulut juga sekaligus mengunjungi lokasi proyek-proyek itu. Dirinya juga menyebutkan rencana Dubes China yang baru Xiao Qian untuk mengunjungi Sulut.

Selain itu, Wadubes Weide juga mengundang Gubernur Olly beserta jajaran Pemprov Sulut untuk mengikuti pameran di China pada November 2018 mendatang.

Menanggapi pernyataan Wadubes China, Gubernur Olly menjelaskan perkembangan positif termasuk pembangunan infrastruktur pendukung demi lancarnya pembangunan mega proyek tersebut di Sulut.

“Saat ini KEK sudah masuk tahap MOU (nota kesepahaman). Adapun untuk kawasan pariwisata Likupang jalan sudah mulus,” ungkap Olly.

Gubernur Olly juga menerangkan perkembangan positif terkait aktivitas ekspor-impor di Pelabuhan kini sudah terbuka untuk semua jenis produk tanpa dibatasi seperti sebelumnya.

Disamping itu, Olly juga menjelaskan kerjasama pendidikan Sulut dengan China telah ditindaklanjuti dengan mengutus pelajar dari Sulut untuk belajar ke China.

Selain bidang pendidikan, di bidang properti, Gubernur Olly juga optimis kehadiran PT. Conch dapat mendukung industri properti di Sulut termasuk mempekerjakan tenaga kerja lokal di pabrik semen itu.

Menariknya, setelah pertemuan Gubernur Olly dan Wadubes Mr. Sun Weide saling bertukar cindera mata.

Adapun pertemuan itu turut dihadiri Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, Kepala Biro Umum Clay June Dondokambey, S.STP, MAP, Deputy Head of Political Section of the Embassy Mr. Zang Liang, Second Secretary of the Embassy Mr. Gao Tianyu, Third Secretary of the Embassy Mr. Pan Ronghai, CSCEC Road and Bridge Group project director Mr. Song Jingfei, China Road and Bridge Corporation Indonesia office general manager. Mr. Wei Wen, PT. North Sulawesi Conch Cement general manager Mr. Zheng Guohua, PT. North Sulawesi Conch Cement Mr. Sujono Hadikusumo. (*/TimST)

Hadiri Ibadah di Tompaso Bersama Istri, Gubernur OD Ajak Berdoa untuk Topang Pembangunan

Kebersamaan Gubernur OD dan istri bersama para pimpinan Jemaat (Foto Ist)

MANADO – Minggu (9/7/2017), Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE bersama Ketua TP PKK Sulut Ir. Rita Dondokambey Tamuntuan menghadiri Ibadah Syukur HUT ke-182 tahun Jemaat GMIM Efata Tompaso Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa. Ibadah dipimpin oleh Pdt DR. A.O. Supit, S.Th dengan mengutip ulangan 10:12-22  Israel diperingatkan supaya taat dan bersyukur.

Gubernur Sulawesi Utara  Olly Dondokambey dalam  sambutan mengatakan, rasa syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas kasih dan anugerah-Nya sehingga di hari Tuhan ini, kita dapat di pertemukan bersama dalam ibadah syukur HUT jemaat GMIM Efata  tompaso ke-182 tahun.

”Saya ucapkan selamat kepada segenap kompenen jemaat atas pertumbuhan usia pelayanan ini,  disertai harapan dengan terselenggaranya momentum syukur iman saat ini, akan mampu membawa jemaat pada pertumbuhan iman yang semakin dewasa serta pelayanan yang semakin berkenan di mata Tuhan,” kata Gubernur yang akrab disapa OD ini.

Gubernur Olly Dondokambey saat menyalakan Lilin HUT (Foto Ist)

Lanjut dikatakan Gubernur OD bahwa hampir dua abad berdiri dan melayani ditengah – tengah dunia, tidak pernah sedetik pun Tuhan meninggalkan jemaat GMIM Efata tompaso dan berjuang sendiri merealisasikan misi pangilan-Nya untuk bersaksi, bersekutu dan melayani di dunia dan masyarakat.

”Pada konteks tersebut, maka menjadi penting bagi jemaat di tempat ini untuk ikut memberikan perhatian lebih terhadap berbagai isu dan dinamika yang berkembang dan terjadi disekeliling kita saat ini, seperti semakin maraknya penyalahgunaan narkoba, miras, tindak kekerasan, tawuran antar warga dan kriminalitas, disamping itu, juga terus berkembang isu- isu dan ancaman terorisme, serta radikalisme yang kesemuanya itu perlu disolusikan bersama secara bijak dan cerdas,” ujar Gubernur Olly Dondokambey.

Pemerintah provinsi Sulawesi Utara juga terus mendorong pembangunan pada beberapa sektor strategis, seperti pertanian dan parawisata serta sektor infrastruktur, untuk sektor infrastruktur sendiri berkat kolaborasi dan sinergitas kerja dengan pemerintah pusat, dan akan dilaksanakan beberapa program prioritas dan proyek strategis nasional di provinsi Sulawesi Utara.

Antara lain; pembangunan gedung lolak di kabupaten bolmong, bendungan kuwil di kabupaten Minut, jalan Tol Manado – Bitung, Internasional Hub Port bitung, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bitung, jalan penghubung Gorontalo – Manado, pengembangan bandara samratulangi, pembangunan Trem dalam kota manado, jalur kereta api manado – Bitung, pengembang parawisata likupang, Manado outer ring road III (Winangun- malalayang), pembangunan TPA regional di kabupaten Minut dan pembangunan bendungan sawangan di kabupaten Minahasa.

”Syarat utama dapat bergulinya roda pembangunan bangsa di daerah ini adalah terciptanya kondusifitas keamanan di tengah- tengah masyarakat yang boleh bersama- sama menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat bumi nyiur melambai, sambil terus membudayakan dan melestarikan nilai- nilai Pancasila, UUD 1945 dan NKRI serta Bhinneka Tunggal Ika bagi kemajuan pembangunan bangsa di setiap dimensinya,” tutur Olly Dondokambey.

Selain itu, dalam suasana syukur itu Gubernur Olly Dondokambey memberikan sumbangan 50 juta rupiah  untuk pembangunan Gereja Efata Tompaso.

Hadir juga dalam acara ini Bupati Minahasa Drs Jantje.W Sajow M.Si ,  Kepala SKPD Provinsi Sulawesi utara dan kepala SKPD Kabupaten Minahasa Pdt DR. Hein Arina STh,  ketua BPMJ GMIM Efata Tompaso Pdt. Kathrina Tampinongkol S.Th. (*/Red)

Menpar Arief Yahya Ingatkan 3A di Labuan Bajo

Suasana pelabuhan di Labuan Bajo (Foto Ist)

Suasana pelabuhan di Labuan Bajo (Foto Ist)

LABUAN BAJO – Hingar bingar Tour de Flores sudah berakhir Senin malam, 23 Mei 2016, kemarin. Menpar Arief Yahya kembali mengingatkan delapan bupati di Flores yang dipimpin Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, di Kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo, untuk percepatan Badan Otoritas Pariwisata-nya (BOP).

“Tugas utamanya, memastikan dan mengawal konsep 3A sebagai prasyarat pengembangan destinasi utama,” ujar Arief Yahya.

Yang dimaksud 3A itu adalah Atraksi, Akses dan Amenitas. Soal Atraksi, tidak ada yang meragukan kualitas, keunikan, kehebatan NTT dengan ikon Komodo. Termasuk di dalamnya Labuan Bajo, Komodo, Rinca, Wae Rebo sampai ke Ende yang punya danau Kelimutu, Alor, Larantuka, dan semua potensi wisata yang ada di pulau eksotik itu.

“Semua bagus-bagus, semua layak disebut kelas dunia!” tutur Arief Yahya.

Soal Akses, Arief Yahya juga sudah mendapatkan komitmen dari Menhub Ignatius Jonan untuk menaikkan status Bandara Komodo. Landasan diperpanjang dan diperlebar sebagai syarat bisa didarati pesawat-pesawat langsung dari negara originasi. Diminta atau tidak diminta, kalau kebutuhan sektor pariwisata mensyaratkan infrastruktur perhubungan, sudah pasti akan dibangun negara.

“Ini yang sering kami sebut Indonesia Incorporated,” jelas Arief Yahya.

Saat ini Bandara Komodo rata-rata mengangkut 600 orang setiap harinya. Tentu, kapasitas dan daya angkutnya harus dinaikkan, untuk memenuhi target 500 ribu wisman setahun di 2019. Akses itu mirip benwidth dalam transfer data dalam telekomunikasi yang dihitung dengan bit per second (bps).

Kalau benwidth nya rendah, jangan berharap bisa up load dan down load data dan gambar dengan cepat. Soal Amenitas, itu “pekerjaan rumah” yang harus segera dikebut. Jika target tahun 2019 kunjungan wisman ke Flores dengan ikon Komodo, Labuan Bajo, adalah 500 ribu, maka kapasitas kamar dan segala fasilitasnya pun harus sebanding. Tentu saat ini, daya tampung kamar hotel dan resort jauh dari cukup. Dan untuk membangunnya butuh waktu.

Belum lagi kelengkapan untuk convention, conference, meeting, dan expo, yang bisa menjadi harus ada untuk menjadi destinasi berkelas dunia. Amenitas ini mirip dengan server dalam teknologi komunikasi. Jika akses atau benwidth sudah besar, server atau memory cardnya tidak cukup, maka data pun tidak bisa terkirim dan tersimpan dengan baik. Mana yang harus didahulukan? Dua dari tiga A itu?.

“Dua-duanya harus dimulai secara paralel! Tiga A itu adalah syarat sebuah destinasi bisa dipromosikan besar-besaran sesuai dengan target originasi. Itulah mengapa Kemenpar di awal tahun mengutamakan tiga greaters, Bali, Jakarta dan Kepri (Batam-Bintan)? Karena di tiga tempat inilah yang paling siap dengan 3A-nya. Paling siap infrastruktur pariwisatanya,” papar Arief Yahya.

Karena itulah, Arief Yahya mencontohkan Tanjung Kelayang Belitung. Satu dari 10 “Bali Baru” yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata di era Presiden Joko Widodo, yang cepat di proses, hanya dalam tiga bulan. Agustus 2016 nanti sudah ada ground breaking beberapa hotel chain yang bertaraf internasional di sana.

“Bupati dan Gubernurnya semangat dan agresif. Saya sering bilang, CEO commitment itu paling penting. Keseriusan pimpinan daerah itu paling strategis untuk percepatan sebuah kawasan itu jadi,” kata Arief Yahya.

Lahan yang dikelola untuk KEK tahap I sudah diselesaikan 324,4 hektar. Ini sudah diserahkan lagi 757 hektar di Desa Juru Sebrang, untuk dibangun KEK lagi di Belitung.

“Dan sekarang gubernur menyiapkan lahan lagi 1000 hektar di Bangka untuk KEK. Ini bisa menjadi pusat amnitas yang berkelas dunia, dan siap menampung wisatawan lebih banyak lagi,” kata Arief Yahya.

Ketika 3A itu progres, maka segala rupa promosi dan sales bisa dilakukan lebih gencar dan terarah. Kegiatan-kegiatan sport tourism seperti Tour de Flores juga bisa digarap lebih profesional. Ini akan menambah atraksi di Flores, sekaligus meningkatkan promosi destinasinya. Akhirnya, Arief Yahya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung acara TDF 2016 itu.

Gubernur NTT, 8 Bupati, ISSI, para sponsor, media dan masyarakat luas yang welcome dengan sport tourism ini. Secara khusus dia juga berterima kasih pada PT Telkom yang secara khusus membantu menyediakan akses informasi di 6 media center di 6 kota dari start hingga finish.

Menpar juga mendapat laporan, di Larantuka, Telkom memfasilitasi para pelajar dengan wifi corner berkecepatan 100 Mbps sehingga memudahkan mereka mengakses internet dan mempublikasikan keindahan kotanya. Akses internet mobile dari Telkomsel berupa layanan 4G LTE di Larantuka dan Labuhan Bajo.

l”Makin banyak yang up load ke media sosial, makin membuat TDF 2016 nge-hits, makin memperkenalkan Flores dan promosi Komodo Labuan Bajo yang mendunia!” ungkap Arief Yahya mengapresiasi PT Telkom.(*)

iklan1