Tag: KK

Layanan Kesehatan Gratis, GSVL: Cukup Bawa KTP dan KK

Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado (Foto Ist)

Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado (Foto Ist)

MANADO – Pelayanan pemerintah Kota Manado dibawa kepemimpinan DR GS Vicky Lumentut dan DR Harley AB Mangindaan selaku Wali Kota serta Wakil Wali Kota Manado dinilai tepat sasaran. Kali ini program pelayanan kesehatan gratis Universal Coverage (UC) bagi masyarakat Kota Manado begitu membantu.

Hingga memasuki tiga tahun, program pro rakyat tersebut berjalan lancar dan sukses, tanpa menggunakan Kartu Jaminan Kesehatan masyarakat Kota (Jamkesta), warga Manado yang berobat memakai layanan UC dapat dilayani di rumah sakit cukup dengan persayaratan KTP dan Kartu Keluarga (KK).

Menurut Vicky Lumentut, pemerintah Kota Manado terus menjalankan program UC dengan menarik kembali kartu Jamkesda untuk mempermudah masyarakat memakai program UC dalam untuk berobat di beberapa rumah sakit yang bekerjasama dengan pemkot.

”Sejak 1 April 2015, Kartu Jamkesta sudah tidak diberlakukan lagi. Jadi warga Manado yang akan menggunakan Program UC cukup menunjkan KK dan KTP tercatat sebagai warga Kota Manado,” jelas GSVL. (Amas Mahmud)

BNPB Pusat: Sinabung Meletus Warga Diminta Tenang

Sutopo Purwo Nugroho (Foto Ist)

Sutopo Purwo Nugroho (Foto Ist)

MANADO – Pada Sabtu (3/1/2015) pukul 08:33-09:19 Wib, sebagaimana rilis yang dikirim Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Suluttoday.com. Menjelaskan tentang kronologis gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara (Sumut) kembali meletus dengan tinggi kolom mencapai 3 km yang disertai awan panas 4 km ke selatan. Letusan pagi ini lebih besar dari biasanya yang hampir setiap hari meletus.

Warga sekitar Sinabung diminta tetap tenang. Tidak ada penambahan pengungsi. Warga sudah terbiasa dengan letusan sejak September 2013 yang berlangsung hingga saat ini. Berdasarkan laporan PVMBG, pada siang tadi tercatat 24 kali awan panas guguran dari puncak ke arah selatan sejauh 2-4 km dan tinggi abu 500-3.000 m. Terjadi 56 kali guguran dan tremor menerus. Status tetap Siaga. Hujan abu terjadi di desa Payung, Tiganderket, Selandi, Juhar, dan Laubaleng yang cukup jauh jaraknya karena terbawa angin.

Jumlah pengungsi 2.443 jiwa (795 KK) di 7 titik pengungsian. Semua kebutuhan pengungsi tercukupi. Petugas dari BPBD dan TNI melakukan patroli sepanjang jalur sungai Lau Borus untuk antisipasi ancaman banjir lahar dingin.

Pembangunan 50 unit rumah di kawasan Siosar untuk relokasi bagi warga Desa Sukameriah, Bekerah dan Simacem telah ber hasil diselesaikan. Begitu pula pembangunan jalan menuju lokasi hunian tetap telah selesai. Semua instruksi Presiden Jokowi terkait pembangunan jalan dan rumah tahap pertama, saat kunjungan ke Sinabung pada Oktober 2014 lalu telah diselesaikan semua. Selanjutnya pada 2015, akan dilanjutkan 320 unit rumah lagi dan fasilitas umum lainnya.

Bupati Karo, selalu penanggung jawab pelaksanaan relokasi warga Sinabung perlu melakukan perencanaan dan implementasi relokasi warga dengan baik. Semua kebutuhan perumahan, matapencaharian, pendidikan, dan lainnya harus disiapkan dengan baik. Prinsipnya build back better and safer. Jangan sampai nantinya warga kembali lagi ke tempat asal setelah G. Sinabung normal sehingga perlu ada jaminan bahwa warga akan memperoleh kehidupan yang lebih baik di tempat baru.  (***/Amas Mahmud)

Lakukan Pengawasan, Wawali Cek Penerima Bantuan di Kelurahan

Dr. Harley AB Mangindaan, Wakil Walikota Manado

Dr. Harley AB Mangindaan, Wakil Walikota Manado

MANADO – Wakil Walikota (Wawali) Manado, Dr Harley Mangindaan kembali turun menjalankan tugasnya, pengawasan. Kali ini berhubungan bantuan bencana 2014 yang akan diluncurkan Desember ini bagi warga Manado korban banjir sebesar Rp3.600.000/rumah.

“Saya harap daftar penerima bantuan bencana yang diumumkan di kelurahan, datanya benar valid hingga bantuan benar-benar tepat sasaran,” tegas Wawali ketika melakukan pengecekkan daftar penerima bantuan di Kelurahan Banjer, Rabu (10/12/2014) siang tadi.

Akan daftar pengumuman penerima bantuan tersebut dikatakan Wawali, jika ada keluhan atau komplen warga pihak terkait untuk segera tindaklanjuti. Sementara warga yang komplen ketika semua persyaratan terpenuhi tapi tidak ditanggapi diminta untuk laporkan. “Saya siap  mengawal dan tindaklanjuti warga korban banjir itu. Saya minta juga agar semua persyaratan proses penerima bantuan disosialisasikan ke masyarakat agar tidak timbul persoalan baru, yang ujungnya Walikota dan Wawali serta keseluruhan Pemkot Manado yang kena imbasnya,” tegas Wawali.

Lurah Banjer Zainal Naway melalui Kepala Seksi Pemerintahan Suparno melaporkan kepala Wawali, persyaratan bantuan tersebut meliputi KTP, KK, lunas PBB, kepemilikan tanah dan rumah. Jika ada warga tidak memiliki kepemilika tanah dan rumah pihak kelurahan akan menerbitka surat keterangan.

Kendati begitu, Suparno mengakui memang ketika ada pengumuman di kelurahan soal nama nama penerima bantuan ada komplen yang masuk. “Tapi kami telah memberikan pemahaman ke warga , untuk yang berhak menerima bantuan hanya pemilik rumah bukan semua warga korban bencana. Contohnya warga yang hanya kos kosan atau dalam satu rumah ada beberapa kepala keluarga, mereka pasti tidak akan menerima bantuan,” jelasnya kepada wartawan sembari mengatakan hal itu sesuai apa yang disampaikan Badan Bencana Manado.

Data jumlah penerima bantuan hasil validasi data korban bencana Januari lalu di kelurahan Banjer 511 rumah.

Penyaluran bantuan bencana lanjut Suparno, sesuai pengumuman  badan bencana manado akan berjalan Desember 2014 ini. “Tapi untuk tanggalnya belum disampaikan hanya untuk lokasi rencanannya di stadion Klabat,” kunci Suparno. (Amas Mahmud)

Walikota Manado: ”Masyarakat Harus Urus Sendiri”

Dr. GS Vicky Lumentut saat peresmian kantor Dinas Catatan Sipil Kota Manado

Dr. GS Vicky Lumentut saat peresmian kantor Dinas Catatan Sipil Kota Manado

MANADO – Terkait peningkatan pelayanan yang berkualitas, Walikota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut memang punya obsesi besar untuk mewujudkannya. Rabu (3/12/2014), usai melakukan peresmian kantor Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Kota Manado Lumentut menyampaikan espektasinya dihadapan wartawan.

“Mari membantu kami, masyarakat juga harusnya mengurus sendiri Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) atau urusan yang menyangkut dengan administrasi pelayanan publik. Upaya untuk mewujudkan pelayanan yang berkualitas yaitu dengan salah satunya kami tegaskan sanksi, jika ditemukan ada kejanggalan silahkan laporkan kepada kami akan kami tindak sesuai hukum, sanksi pasti diberikan,” ujar Lumentut.

Walikota Manado satu periode ini juga menegaskan bahwa sudah ada perubahan dalam hal pelayanan publik di Manado, namun begitu Lumentut mengaku akan terus melakukan perubahan dan peningkatan pelayanan pada masyarakat. ”Perubahan sudah ada, kita menuju pada tahapan yang lebih baik, dan kita akan melakukan perubahan, dari wktu ke waktu. Harus didukung oleh masyarakat dengan cara tadi, masyarakat perlu terlibat langsung dalam pengurusan, jangan menyuruh lagi orang lain,” ucap Walikota Manado menutup. (Amas Mahmud)

iklan1