Tag: klb

Sutiyoso Kepala BIN, PKPI Lakukan KLB Dengan Tertib,

Isran Noor (Foto Ist)

Isran Noor, Plt Ketua Umum PKPI (Foto Ist)

JAKARTA – Tak disangka, pengurus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) akhirnya menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih ketua umum baru pengganti Sutiyoso. Dalam pembukaan, Plt ketua umum PKPI Isran Noor sempat salah menyebut singkatan PKPI.

Pembukaan Kongres digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (20/8/2015) malam. Hadir beberapa tokoh, yaitu Kepala BIN Sutiyoso, Mantan Wakil Presiden Tri Sutrisno, anak Bung Hatta Meutia Hatta, anggota Wantimpres Yusuf Kartanegara, TB Silalahi dan lainnya.

Dalam sambutan sebagai Plt ketua umum yang baru menjabat Juni 2015 lalu menggantikan Sutiyoso, Isran Noor sempat salah menyebut singkatan PKPI sebagai ‘Partai Persatuan dan Keadilan Indonesia’, seharusnya ‘Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia’.

“Partai Persatuan dan Keadilan, dengan ini saya buka (KLB) dengan resmi,” ucap Isran Noor disusul ketokan palu, setelah sempat mendapat sahutan karena salah menyebut singkatan PKPI.

Untuk diketahui, Isran Noor adalah bupati Kutai Timur, Kalimantan Timur. Isran mengajukan pengunduran diri karena diminta menjabat plt ketua umum PKPI mengganti Sutiyoso yang diangkat menjadi Kepala BIN. Dalam KLB, Isran Noor adalah calon tunggal.

“Saya tidak perlu sebut nama Indonesia karena itu sudah pasti Indonesia,” imbuhnya merujuk kepanjangan PKPI pada huruf terakhir.

Di bagian akhir sambutannya, Isran Noor menuturkan bahwa kesalahan penyebutannya karena merasa bahagia dengan KLB yang dihadiri sekitar 600 pengurus PKPI se-Indonesia termasuk tokoh-tokoh yang hadir.

“Maaf kalau ada yang tak berkenan seperti tadi terbalik-balik. Asal tahu saja karena saya terlalu gembira dan bahagia,” ujarnya disusul tepukan tangan.

“Saya itu kalau pidato di rakyat biasa lancar, kalau saya mengajak di kelas mahasiswa pasti encer, di sini saya nervous. Kenapa? Bisa dibayangkan di depan saya tokoh-tokoh nasional. Orang-orang yang sangat memiliki jiwa besar kepada bangsa dan negara,” imbuhnya.

Usai pembukaan, agenda KLB PKPI dilanjutkan besok untuk memilih dan menetapkan ketum baru, menyempurnakan AD ART dan ketiga menyempurnakan program kerja yang sudah disusun di Kongres sebelumnya di Medan, serta pernyataan politik PKPI.

PKPI meski tak lolos parliamentary treshold di DPR RI, namun ratusan kadernya menduduki kursi DPRD di beberapa wilayah. Sementara tokoh-tokoh PKPI duduk sebagai Kepala BIN dan Wantimpres. (Detik.com/Adi)

Ponongoa: Ada yang Permainkan Organisasi PSSI Manado

Richard Kainage, Ketua terpilih PSSI Manado

Richard Kainage, Ketua terpilih PSSI Manado

MANADO – Anggota Komite Eksekutif Asosiasi PSSI Sulut, Drs Tony Ponongoa tetap mengakui Richard Kainage sebagai Ketua Asosiasi PSSI Manado. Dia menegaskan KLB Askot di Tateli Beach Hotel adalah Inprosedural, karena tidak melewati pembahasan di tingkat Komite Executif Asprov dalam menyerap maksud dari keinginan rekan-rekan perkumpulan sepak bola Manado.

“Pengurus Asprov yang hadir di KLB Tateli juga bukan pada bidangnya, ini terlalu memaksakan kehendak beberapa orang untuk memuluskan KLB, dan ini jauh dari semangat fair play sebagai organisasi olahraga sepakbola,” katanya kepada wartawan belum lama ini.

Ponongoa yang juga menduduki jabatan Wakil Ketua bidang organisasi Asprov menilai Ketua Asprov Sulut Jackson Kumaat keliru mengeluarkan SK baru kepada askot yang dipimpin Ronny Rompas. “Ada yang mempermainkan organisasi PSSI di Manado. Apalagi ketua Asprov itu terlalu banyak mendengar masukan yang salah dari segelintir pengurus untuk meraup keuntungan,” cetusnya melalui telepon genggamnya.

Ia mengharapkan sebagai organisasi olahraga sepak bola yang memiliki unsur seni sebaiknya dimainkan dengan cara yang seni juga, tanpa melewati aturan dalam berorganisasi yang baik dan benar. (Faruk Umasangaji)

Disnaker Sulut Berencana Buka Pelatihan Bahasa Mandarin

DR. Drs. Sinyo Harry Sarundajang (Foto Ist)

DR. Drs. Sinyo Harry Sarundajang (Foto Ist)

 MANADO – Menindaklanjuti penandatanganan kerja sama terkait pembangunan infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, antara Gubernur Sulut, Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dengan CCCC (Perusahaan BUMN Tiongkhok), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulut, kini mulai mempersiapkan berbagai hal yang dibutuhkan, terutama terkait kemampuan berbahasa Mandarin para pekerja lokal.

Persiapan itu kata Kepala Dinas Nakertrans, Edwin Roring ditemui Suluttoday.com, Selasa (21/4/2015), antara lain dengan mengoptimalkan sarana milik pemerintah seperti Balai Latihan Kerja (BLK) untuk dijadikan pusat pelatihan bahasa Mandarin bagi pekerja Sulut. ”Mega proyek infrastruktur KEK yang akan dikerjakan oleh BUMN Tiongkhok, tentu butuh tenaga kerja yang mampu berbahasa Mandarin, maka dari itu penyiapan tenaga kerja sudah mendesak dilakukan,” ungkapnya.

Mengingat kedepan banyak tenaga kerja harus mengerti bahasa Mandarin pasca kerjasama Indoensia khususnya Sulut dengan China terkait KEK Bitung-Minut, maka dipastikan lapangan kerja itu membutuhkan tenaga-tenaga terampil juga mahir berbahasa Mandarin. ”Untuk itu BLK saat ini sementara mempersiapkan tenaga instruktur bahasa Mandarin, termasuk juga instruktur keterampilan yang saat ini sudah berjumlah 23 orang,” kata Roring.

Roring berharap sarana yang sudah disiapkan pemerintah lewat Instansi Tenaga Kerja dapat dimanfaatkan dengan baik oleh angkatan kerja di daerah ini. “Selain Mega Proyek berupa pembangunan infrastruktur KEK dan Jalan Tol serta Kereta Api, pada akhir tahun ini kita mulai memasuki Komunitas Masyarakat Asean dan untuk Bidang Ekonomi atau MEA, tentu dibutuhkan kesiapan sumberdaya manusia yang terampil.Maka dari itu kami berharap sarana pelatihan yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik,” imbaunya. (Fajri Syamsudin)

Laskar Badai Biru ‘Jenuh’ Terjadinya Kisruh di PSSI Manado

Tim pendukung Persma (Foto Ist)

Tim pendukung Persma (Foto Ist)

MANADO – Ketua Badai Biru, Freyke Pike Runtu mendukung penuh langkah Persmania dan The Man untuk melakukan demo terkait adanya kisruh di PSSI Manado. Freyke menilai adanya skenario yang dimainkan secara apik oleh oknum-oknum di tim 9, untuk mengganti Kainage dari kursi Askot PSSI Manado.

”Kami menyambung apa yang disampaikan teman-teman di Persmania mengenai dukungan terhadap kepengurusan Askot PSSI Manado saat ini. Karena gerbong Kainage baru seumur jagung, dan berilah kesempatan untuk mereka melaksanakan berbagai agenda kerja yang sudah ada, karena prestasilah yang harus kita ukir, bukannya saling menjatuhkan,” ungkap Freyke Pike Runtu.

Dikatakannya, Laskar Badai Biru maupun Persmania dan The Man jenuh dengan permainan yang tak etis dimainkan oleh orang-orang yang tak mendukung sepakbola di Manado jadi baik. “Apa ada jaminan dari para oknum yang ada di tim 9 ini dengan KLB yang mereka rancang untuk menggantikan Kainage dan kepengurusannya jadi lebih baik ? Dan kami para suporter tak tidur dengan keadaan ini, kami sudah muak dengan cara-cara main sikat oleh oknum-oknum yang sebenarnya merusak sepakbola Manado,” tukasnya.

Yansen Baban, Ketua Suporter The Man menyambung bahwa mereka sudah saling berkordinasi antar suporter dan melihat ada yang tidak beres dengan skenario jegal menjegal yang sudah terencana. “Suporter tak main-main dan tak akan kompromi dengan melihat situasi yang ada saat ini. Jika kami tak diindahkan, maka kami akan turun kejalan. Berikan kesempatan pengurus yang ada. Mari budayakan segala sesuatu itu diselesaikan secara baik-baik, duduk bersama dan bukannya langsung main ganti saja. Masyarakat sudah muak dan jenuh dengan kisruh yang sudah lama di PSSI Manado maupun Sulut, ” jelasnya, sembari meminta Ketua Asprov Sulut, Jackson Kumaat untuk dapat memback-up atau mendukung kepengurusan Askot PSSI Manado saat ini. (*/don)

Wah Richard Kainage Ketua PSSI Manado ‘Digoyang’

Dante Soputan (Foto Suluttoday.com)

Dante Soputan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Kepengurusan Asosiasi Kota (Askot) PSSI Manado dianggap belum aman, kendati segera dilakukan pelantikan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Tim Sembilan, Dantje Soputan terkait menempatkan para jajaran Anggota Komite Eksekutif, yang dinilai belum memiliki keterwakilan dari orang-orang bola.

”Kami terus berjuang tiada henti. Dalam artian kami (tim sembilan) masih menunggu kebijakan Ketua Askot Richard Kainage, jadi kepengurusan Askot belumlah aman,” tegas Dantje, sesepuh sepakbola Manado itu.

Tim Sembilan yang merupakan representasi 2/3 perkumpulan naungan Askot masih bersikeras menuntut perombakan di jajaran Anggota Komite Eksekutif. Mereka bahkan menuntut adanya Kongres Luar Biasa (KLB) sebagai jalan terakhir, jika belum adanya komitmen Ketua Askot Richard Kainage yang sempat menyatakan setuju untuk melakukan perombakan jajaran Exco beberapa waktu lalu.

Kami masih menunggu komitmen ketua Askot dalam hal ini. Jika belum, maka jalan terakhir bakal terjadinya askot tandingan. Tim sembilan juga merencanakan menggelar kompetisi sebagai penyaluran pembinaan pemain dari perkumpulan,” ujar Meidy Tindi, Anggota Tim Sembilan dari PS Angkasa Lapangan, belum lama ini.

Sekretaris Askot PSSI Manado hasil penunjukkan ketua Richard Kainage, yakni Irwan Komel Pakaya ketika dikonfirmasi justru mengatakan hal tersebut tidak digubris oleh ketua. “Ketua tidak menggubris pemintaan tim sembilan soal perombakan exco, dan saat ini Askot sudah memasuki tahapan rencana pelantikan,” ujarnya beberapa waktu lalu. (Don/Amas)

iklan1