Tag: KNPI Sulut

Bersama Senior-Senior KNPI, Jackson Akan Bertemu Gubernur Sulut

Berlangsungnya pertemuan senior-senior KNPI Sulut bersama Jackson (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Hubungan baik dan penghormatan sosok Ketua DPD KNPI Sulawesi Utara (Sulut) Jackson Kumaat, SE terhadap senior-senior KNPI Sulut, teristimewa bagi para mantan-mantan Ketua DPD KNPI Sulut terus memperkuat hubungan emosional lintas generasi. Bahkan ditengah isu gonjang-ganjing KNPI Sulut yang berpotensi ‘terbelah’ langsung mendapat tanggapan para senior.

Setelah melakukan rapat dengan Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Sulut, Jackson bertubi-tubi mendapat dukungan senior. Bukan tanpa alasan, karena para senior KNPI mengakui figur muda yang satu ini peduli bertul terhadap eksistensi pemuda. Selepas Pleno KNPI Sulut, Sabtu (9/11/2019) Jacko sapaan akrab Kumaat juga intens menjalin pertemuan dengan para senior dan hasilnya akan dilakukan pertemuan bersama Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, SE.

Seperti disampaikan Karel Nayoan, salah satu senior KNPI bahwa tak akan tinggal diam bila Pemuda Sulut dipecah-belah. Senior aktivis yang kini menjadi dosen itu menilai perlu pembicaraan serius dengan Gubernur Sulut guna mencari solusi demi keutuhan pemuda di daerah Nyiur Melambai ini.

”Kami segera bertemu Pak Gubernur Sulawesi Utara memberika masukan soal KNPI Sulut. Kita tentu tidak mau membiarkan KNPI di daerah ini terpecah,” kata Nayoan.

Senior-Senior KNPI Sulut sepakat bertemu Gubernur Sulut (FOTO Ist)

Senada dengan itu, Max Siso juga menyambut positif ajakan pertemuan para senior KNPI dengan Gubernur Sulut. Menurutnya itu langkah positif agar ada pembicaraan solutif terhadap dinamika ditubuh KNPI yang akhir-akhir ini meresahkan pemuda Sulut.

”Tentu kami akan memberitahukan dan menyarankan ke Gubernur terkait KNPI Sulut. Bagi kami KNPI Sulut hanya satu, yaitu Bung Jackson Kumaat,” tutur senior KNPI Max Siso.

Komentar dukungan juga disampaikan senior Sam Makaluase yang memandang positif terkait insiatif yang dilakukan Jackson guna melibatkan senior-senior KNPI untuk sama-sama turun tangan. ”Karena kami sangat paham soal KNPI, untuk kami tidak mau KNPI Sulut terbelah,” tukas Sam.

Para senor yang hadir diantaranya juga Elisa Regar Wempie Frederick, dan Rio Sumual juga sepakat agar senior-senior KNPI segrea bertemu Gubernur dan Wakil Gubernur terkait masalah KNPI Sulut. (*/Redaksi)

Kunjungi Rumah Duka di Sumompo, Hilman Turut Berbelasungkawa

Hilman ketika berada di rumah duka (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tidak hanya fokus melakukan konsolidasi politik, Kamis (21/2/2019) Hilman Firmansyah Idrus politisi PDI Perjuangan Kota Manado juga menyisipkan waktu untuk hadir dirumah duka atas meninggalnya Saiful Sadu (Pulu). Almarhum Saiful semasa hidupnya merupakan sosok yang baik dan pekerja keras, kata Hilman.

”Saya turut berduka atas meninggalnya Pak Saiful, beliau sosok orang tua yang pekerja keras. Potret inspirasi bagi anak-anak tentunya, mari kita mendoakan bersama agar Almarhum dilapangkan jalannya di alam kubur. Saya tentunya merasa berduka yang dalam atas kepergian beliau,” ujar Hilman.

Politisi muda berwawasan luas yang juga Caleg Nomor Urut 5 dari Dapil Kota Manado untuk anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara ini memberikan semangat kepada keluarga yang ditinggalkan agar ikhlas melepaskan kepergian Almarhum. Menurut Himlam, Allah SWT punya rencana yang istimewa ditengah ketidaktahuan manusia.

Situasi di rumah duka, Hilman berbincang dengan sejumlah tokoh masyarakat (FOTO Suluttoday.com)

”Mari kita ikhlaskan beliau menghadap panggilan Allah SWT, kita panjatkan doa untuk Almarhum. Kira segala aman ibadah beliau diterima Allah SWT, bagi keluarga yang ditinggalkan mohon diberikan kesabaran. Pastinya Allah SWT memiliki rencana lain yang tidak diketahui manusia, terutama soal kematian merupakan rahasia Allah SWT,” tutur Hilman yang juga Sekretaris DPD KNPI Provinsi Sulawesi Utara ini.

Mewakili keluarga Noho Poiyo, salah satu Tim Sahabat Hilman yang juga memiliki hubungan keluarga dengan Almarhum, menghibur kelurga yang ditinggalkan. Noho juga menyampaikan pentingnya kelurag yang ditinggalkan menabur kebaikan di dunia untuk memberi jalan kebaikan di akhirat.

Noho Poiyo saat sambutan (FOTO Suluttoday.com)

”Kami keluarga sangat terpukul dengan kepergian Almarhum Pulu, namun begitu inilah takdir Allah SWT. Tak ada satu pun manusia yang tau perihal kematian ini, saya selaku bagian dari kelurga menyampaikan terima kasih bagi para perkabungan yang hadir. Doa tulus dan ikhlas dari kalian samua sangat kami harapkan untuk melapangkan jalan bagi Almarhum tersayang,” ucap Noho dalam sambutan. (*/Redaksi)

Berprestasi, Hakim JIFLY Adam Diminta Pulang Kampung

Jifly Adam SH.,MH (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.comWakil Ketua PN Marisa, Provinsi Gorontalo Jifly Adam SH MH dikenal tegas dan cukup dikenal akrab warga Sulawesi Utara (Sulut). Jebolan Fakultas Hukum (FH) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) ini punya keilmuan dibidang hukum yang mengalir dari ayahnya berdarah Manado-Borgo dan ibunya Pangalila asli Minahasa. Oleh koleganya Jifly diminta pulang kampung.

”Pak Jifly kami kenal matang karir sebagai hakim. Sepantasnya beliau membangun daerahnya sendiri. Berkarir di PN di Sulut,” ujar salah satu kabid di Pemkot Manado Fadly Kasim SH.

Sekedar diketahui, Senin (22/10/2018), diantara ratusan hakim yang datang ke Manado ada Kabupaten Talaud, ada sosok Jifly yang turut menarik perhatian para hakim, se-Sulutgomalut, Jifly menyedot perhatian pada peresmian dilakukan langsung Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Hatta Ali.

Sementara itu, pendapat yang sama dilontarkan Mazhabullah Ali, kalau Jifly yang juga mantan Sekretaris BPH Fakultas Hukum Unsrat ini berkarir kembali di Sulut.

”Kita butuh putra daerah yang paham kultur, dan kompleksitas hukum di Sulut. Kalau saya sih bagus ditugaskan di Sulut,” ujar Ali.

Saat berpapasan di Peninsula Hotel Manado, mantan wartawan Manado Post (Jawa Pos) 1999-2001 ini tidak jumawa. Pria kelahiran Manado 1976 mengaku menjadi hakim terinspirasi dedikasi para hakim di PN Manado. Kebetulan, bekas Ketum Kom FH HMI Manado sering meliput aktivitas di PN Manado tahun 2000-2001. Di tahun itu Ketua MA RI, M Hatta menjadi ketua PN Manado.

”Bagi saya bertugas di mana saja adalah tanggung jawab dan sumpah sebagai abdi negara. Kalau pun diminta pulang kampung, puji syukur Alhamdulillah,” tutur mantan Sekum HMI Manado ini.

Magister Hukum Universitas Djuanda Bogor 2017 menceritakan perjalanan karirnya. Setamat FH Unsrat, ketua OSIS SMA YPKM berkarir sebagai wartawan 1999 – 2001. 2002 ikut tes hakim. Puji Tuhan, mantan wakil ketua DPD KNPI Sulut ini lolos tes. Ia ditempatkan sebagai calon Hakim di PN Tondano tahun 2002- 2004.

Pada tahun 2005, anggota Ikatan Hakim Indonesia ini ditugaskan sebagai hakim di PN Soa Sio (Tidore, Malut) 2005-2007. Pria berkaca mata ini ditarik ke PN PN Kotamobagu dari 2007-2010. Setelah itu dipromosi PN Gorontalo 2010- 2015. Setelah berumah tangga, Jifly dipromosi ke wilayah Jawa. Dia mematangkan karirnya sebagai hakim di PN Bogor dari 2015-2017.

”Alhamdulillah sekarang saya dipercayakan sebagai Wakil Ketua PN Marisa,” ucap Jifly. (*/Redaksi)

DPD KNPI SULUT: NKRI dan Pancasila Sudah Harga Mati

Jackson A.W Kumaat (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Memperingati momentum Hari Lahir Pancasila, bagi Jackson AW Kumaat, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Utara (Sulut) tidak sekedar kegiatan musiman yang sifatnya ceremonial semata. Tapi, lebih dari itu nilai-nilai Pancasila harus dipatrikan dalam tiap diri manusia Indonesia. Jacko begitu Kumaat akrab disapa menegaskan bahwa mengamalkan Pancasila sudah menjadi kewajiban anak bangsa Indonesia.

“DPD KNPI Sulawesi Utara terus menempatkan Pancasila sebagai dasar Negara yang tidak dapat ditawar-tawar lagi eksistensinya. Jangan coba-coba mengganti dasar negara Indonesia, KNPI akan menjadi garda terdepan untuk melawan setiap organisasi maupun oknum-oknum yang ingin mengganti Pancasila. Bagi kami, NKRI dan Pancasila sudah harga mati, konsep Negara model apapun saat ini tidak bisa mengganggu Pancasila,” ujar Kumaat saat diwawancarai media ini, Jumat (1/6/2018).

Ditambahkan Jacko, dalam aspek historisnya Pancasila dirumuskan oleh para pendiri bangsa ini dengan pemikiran yang tak dapat dinilai dengan apapun. Jadi kita yang ada di generasi saat ini harus menghargai dan menghormati setiap gagasan yang lahir dari ‘founding fathers’ Indonesia.

“Sejak awal para pendiri bangsa ini telah memperjuangkan Indonesia ini menjadi merdeka, dan kita bertugas mempertahankan serta menjalankan kemerdekaan itu. Nah, KNPI Sulut juga sudah beberapa kali melaksanakan seminar maupun pertemuan di forum-forum untuk mensosialisasikan Pancasila sebagai dasar negara yang sudah final. Tahun ini juga kami akan terus melaksanakan kegiatan tersebut,” kata Ketua DPD KNPI Sulut dua periode ini tegas. (*/Redaksi)

Peringati Harkitnas 2018, Ketua KNPI Sulut Bacakan UUD 1945

Jackson Kumaat ketika membacakan teks UUD 1945 (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Senin (21/5/2018) bertempat di lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) pelaksanaan Hari Kebangkitan Nasional (Hartiknas) tahun 2018 dilaksanakan. Pada kesempatan yang istimewa tersebut, Ketua DPD I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulut, Jackson Kumaat, SE.,SH diberi kesempatan dan mendapat kehormatan untuk membacakan teks Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Tampil memukau, Jacko begitu Ketua DPD KNPI Sulut dua periode ini akrab disapa mengenakan jas KNPI warna biru, disaat membacakan UUD 1945, Jacko bersuara lantang dari tiap aliea ke alinea selanjutnya, hingga pembacaan UUD 1945 ini berakhir.

Usai upacara, saat diwawancarai media ini, Jacko tak lupa menyampaikan berterima kasih kepada Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw atas kesempatan emas yang diberikan kepadanya tersebut. Menurut Jacko momentum itu merupakan wujud apresiasi pemerintah kepada pemuda Sulut dalam rangka peringatan Harkitnas.

“Terima kasih tentu saya sampaikan kepada Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur Sulut atas kesempatan yang diberikan sehingga pemuda Sulut bisa berpartisipasi melalui moment istimewa ini. Sebagaimana 110 tahun lalu, pada tahun 1908, Harkitnas juga lahir dari pergerakan pemuda Indonesia. Sekali lagi saya sampaikan terima kasih kepada Pemprov Sulut,” kata Jacko.

Untuk diketahui, Kumaat juga mengajak jajaran pengurus KNPI Sulut sama-sama mengikuti upacara Harkitnas di tahun 2018 ini. Terpantau Jacko usai mengikuti upacara langsung ‘dikepung’ awak media untuk ditanyakan berbagai perkembangan terkini, bahkan yang berkaitan dengan tanggapan Jacko yang mengecam keras tindakan terorisme. (*/Redaksi)

iklan1