Tag: KNPI

KNPI Gelar NGOVI Milenial, Hadirkan Kepala BP2MI

Nobrol virtual KNPI (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Kepedulian terhadap rakyat melalui upaya mencegah menularnya Corona Virus (Covid-19) kian ditunjukkan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Setelah kontribusi konkrit di lapangan, kini KNPI menggelar Ngobrol Virtual (NGOVI) Milenial. Kegiatan tersebut dilaksanakan, Rabu (6/5/2020), sebagaimana disampaikan Sekretaris Jenderal DPP KNPI, Jackson Kumaat pada Suluttoday.com.

“DPP KNPI kembali lagi bersama rakyat, kita menggalang kekuatan semesta secara optimal melawan penyebaran Covid-19. Hari ini kita melaksanakan NGOVI Milenial dengan melibatkan sejumlah tokoh mudah tingkat nasional. NGOVI membahas terkait Milenial Bantu Apa Menghadapi Covid-19,” kata Jackson yang juga putra Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara ini.

Sejumlah pembicara berkompeten yang diundang, tambah Jackson, diantaranya Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, Ketua Umum DPP GEMABUDHI, juga Anggota DPR RI, Bambang Patijaya, Ketua Umum ASPEKINDO, Bupati Pemajaman Paser Utara, Hi. Abdul Gafur Mas’ud, SE, dan Ketua Umum DPP GMKI, Korneles Jacob Galanjinjinay. Sementara yang memandu acara (host) adalah Jackson Kumaat dan co host Andi Jafar Asti.

Jackson bersama Ketum dan Bendum KNPI (Foto Istimewa)

“Diskusi media daring ini melibatkan para Ketua Umum beberapa organisasi skala nasional, juga sangat penting Kepala BP2MI Bang Benny Rhamdani juga kita undang sebagai narasumber. Dan meski di tengah kesibukannya yang padat, beliau menyempatkan waktu untuk hadir. Silahkan bergabung, kita petik dan ambil buah pikiran mereka yang notabenenya para pemimpin muda hari ini,” ujar Jackson.

Jackson dalam kesempatan ini mengajak seluruh kaum Milenial Indonesia untuk ikut bergabung dalam dialog melalui aplikasi Zoom tersebut. Menurut Jackson KNPI terus hadir didepan mamfasilitasi elemen rakyat, utamanya pemuda dalam melawan pandemik Covid-19.

“Silahkan rekan-rekan pemuda, kamu Milenial di suluruh Indonesia ikut NGOVI Milenial. Join dalam diskusi virtual, dengan menggunakan aplikasi Zoom. Silahkan bergabung di Meeting ID 843-0900-6599 dan Metting Password 913359. KNPI akan hadir menjadi pelopor dalam perjuangan bersama kita melawan wabah Covid-19. Tentu dialog ini melahirkan solusi terkait cara dan apa saja yang telah pemuda kaum Milenial kontribusikan untuk Indonesia dalam perang melawan Covid-19,” tutur Jackson.

(*/Bung Amas)

Jackson Kumaat: Buka Mata Hati, KNPI Terus Berbakti

Ketum, Sekjend dan Bendahara Umum DPP KNPI (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Sejumlah gerakan kemanusiaan dilakukan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dibawah kepemimpinan Haris Pertama, SH, selaku Ketua Umum dan Jackson Kumaat, SE.,SH, sebagai Sekretaris Jenderal. Diantara ragam kegiatan khusus dalam pencegahan penyebaran Corona Virus (Covid-19), yang dilakukan KNPI adalah gerakan pembagian sejuta masker, hand sanitizer, nasi kotak juga pembagian beras.

Menurut Jackson saat diwawancarai wartawan, Senin (27/4/2020), KNPI menolak untuk menyerah di era Covid-19. Jackson menyebut wadah berhimpun pemuda ini konsisten bergerak di garda terdepan melawan wabah Covid-19.

“Kami DPP KNPI yang sejak awal mengusung jargon energi of harmoni akan selalu menyelaraskan visi (progtam) dengan implementasi kerja nyata. Di tengah pemeringah sedang giat-giatnya menyelesaikan probel Covid-19, KNPI hadir bersama. Kami turun mempelopori gerakan-gerakan kemanusiaan, melawan penyebaran Covid-19,” ujar Jackson yang juga putra kebanggan Sulawesi Utara ini.

Tidak hanya itu, aktivis muda vokal itu mengatakan bahwa KNPI tengah merajut kebersamaan bersama masyarakat. Entitasi gerakan kepemudaan hadir guna melengkapi kerja-kerja konstruktif untuk kemajuan bersama rakyat Indonesia. Menurut Jacko, sapaan akrab Kumaat, KNPI mulai dari DKI Jakarta telah menggelar sejumlah gerakan sosial melawan Covid-19 secara massif.

“Buka mata hati, KNPI terus berbakti tentu untuk Indonesia tercinta. Bencana Covid-19, menjadi penanda kalau kita rakyat Indonesia masih tetap solid. Utamanya bagi elemen pemuda, mari kita bergerak dengan kompak melawan pandemi Covid-19. KNPI sendiri telah turun langsung mempelopori gerakan sejuta masker. Kita membagikan masker, hand sanitizer, membagikan makanan kepada masyarakat, makanan siap saji dan juga beras. Kami pemuda, menolak untuk menyerah,” tutur Jacko, yang pernah menjadi calon Wali Kota Manado ini tegas.

(*/Bung Amas)

KNPI Sosialisasi Edukasi Cegah COVID-19 Sampai di Kabupaten Terluar Indonesia

Ketua Jackson Kumaat (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Ajuran pemerintah untuk melakukan Social Distancing ikut dikampanyekan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Presiden Ir. Joko Widodo juga telah menegaskan akan diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), guna memerangi menyebarnya wabah Corona Virus Disease (COVID-19), mendapat dukungan KNPI.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP KNPI Jackson A.W. Kumaat mengatakan, kepada sejumlah wartawan, Jumat (3/4/2020) menyebutkan peran penting KNPI sebagai wadah berhimpun pemuda dalam bahu-membahu dengan pemerintah dalam mengatasi serta menanggulagi pandemi COVID. Menurut Jackson, KNPI secara nasional sedang melakukan sosialisasi ke masyarakat agar berperan aktif melawan COVID-19.

“Secara serentak KNPI secara nasional melakukan edukasi kepada masyarakat. Dengan instrumen sosialisasi, memberi pemahaman kepada masyarakat agar menaati apa instruksi dan himbauan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19. Pengurus KNPI di tingkat Provinsi sampai Kabupaten/Kota sedang melakukan edukasi tersebut. Mari kita support pemerintah melawan COVID-19,” kata Jacko sapaan akrab Kumaat.

Spanduk KNPI, ajakan melawan COVID-19 (Foto Istimewa)

Tambah Jacko menuturkan beberapa metode penyampaian pesan edukatif ke publik dilakukan dengan prinsip mengajak masyarakat untuk menjauh dari kerumunan dan berada di rumah saja. Aktivis muda vokal ini menilai usaha serius pemerintah dalam soal patut didukung sepenuhnya elemen pemuda Indonesia.

“Sudah masuk laporan dari seluruh Provinsi bahwa pengurus KNPI di daerah tengah giat melakukan sosialisasi tentang pembatasan sosial. Salah satu cara yaitu melalui memasang spanduk, ajakan dan himbauan agar masyarakat tetap di rumah saja. Masyarakat diminta menjaga jarak, menghindari kerumunan. Upaya ini dilakukan KNPI untuk menyukseskan apa yang menjadi prioritas pemerintah Pak Jokowi dan KH. Ma’ruf, sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia,” ujar Jacko yang juga menambahkan bahwa di wilayah perbatasan Indonesia juga sosialisasi tengah dilakukan.

Ditempat terpisah, Ketua KNPI Talaud Suyanto Matoneng saat diwawancarai Suluttoday.com, Jumat (2/4/2020), bahwa KNPI giat melakukan sosialisasi memerangi COVID-19, dan konsisten melakukan edukasi pencegahan COVID-19 kepada masyarakat agar menjaga jarak sosial.

Spanduk disejumlah tempat di Talaud (Foto Istimewa)

“Secara nasional kita KNPI di instruksikan melakukan edukasi soal pencegahan COVID-19. Semoga pesan yang disampaikan dapat dilaksanakan bersama seluruh masyarakat, termasuk kami yang ada di Talaud,” kata Matoneng, Ketua KNPI yang berada di Kabupaten Kepulauan, berbatasan dengan Negara Filipina tersebut.

(*/Bung Amas)

Aliansi Masyarakat Ratatotok Sambangi Kantor Kemenko PMK

Logo organisasi Aliansi Masyarakat Ratatotok (Foto Suluttoday.com)

JAKARTA, Suluttoday.com – Menindaklanjuti aspirasi warga lingkar tambang PT Newmont Minahasa Raya, Rabu (5/2/2020) Aliansi Masyarakat Ratatotok menyambangi Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia (RI) di Jakarta. Melalui Ketua Umum Aliansi Masyarakat Ratatotok, Donal Pakuku, S.IP menyampaikan aspirasi masyarakat yang dituangkan melalui Surat Aspirasi.

Donal saat diwawancarai Suluttoday.com menuturkan bahwa pihaknya tengah menyerahkan aspirasi masyarakat Ratatotok kepada Menko PMK. Beberapa aspirasi yang disampaikan juga diutarakan Donal yang menurutnya mendesak agar problem yang dikeluhkan masyarakat dapat segera dicarikan solusinya. Apa yang disampaikan juga, kata Donal sebagai wujud dari apa yang diputuskan dalam rapat masyarakat Lingkar Tambang, pemerintah Kecamatan dan DPRD Minahasa Tenggara (Mitra).

”Kita harus menindaklanjuti ini. Alhamdulillah mendapat sambutan luar biasa. Oh iya, soal apa saja yang disampaikan lisan dan juga tertulis melalui Surat Aspirasi adalah bagian dari kita menindaklanjuti aspirasi masyarakat Lingkar Tambang Kecamatan Ratatotok PT. Newmont Minahasa Raya. Isi dari goodwil (perjanjian niat baik) antara PT. Newmont Minahasa Raya dengan pemerintah RI dalam menyelesaikan kasus minamata pencemaran lingkungan Teluk Buyat,” ujar Donal yang juga alumni aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado ini.

Beberapa hal yang disampaikan, tambah Donal yaitu berupa sikap menolak untuk dilakukannya pengalihan sisa aset dari dana CSR dari Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Sulawesi Utara. Mantan pengurus KNPI Sulut itu menyebutkan pihak Menko PMK akan menseriusi apa yang disampaikan tersebut.

”Sejumlah tuntutan yang kami sampaikan, diantaranya menolak dengan keras pengalihan (likuidasi) sisa aset Yayasan Pembangunan Berkelanjutan Sulawesi Utara (YPBSU) kepada Yayasan Sulut Hebat senilai Rp. 68.700.000. Kami dari Aliansi Masyarakat Ratatotok meminta kepada Bapak Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (dulu Menko Kesra) sebagai Ketua Dewan Pembina YPBSU agar membatalkan keputusan pengalihan aset YPBSU kepada Yayasan Sulut Hebat senilai Rp. 68.700.000,” kata Donal tegas.

Selanjutnya Aliansi Ratatotok meminta kepada pihak PT Newmont Minahasa Raya sebagai salah satu Dewan Pembina dan sumber anggaran hibah YPBSU agar membatalkan keputusan pengalihan kepada Yayasan Sulut Hebat. Kemudian beberapa aspirasi lainnya juga tak lupa disampaikan dalam surat yang ditandatangani resmi pimpinan Aliansi Masyarakat Ratatotok. (*/Am)

Politisi Avonturir dan Meningkatnya Oportunisme

Bung Amas Mahmud (Foto Suluttoday.com)

Oleh : Bung Amas, Sekretaris DPD KNPI Manado

Ahirnya para politis seperti lama sampainya pada tujuan politik mereka. Kondisi itu terbaca, dari jenjang karir atau kiprah para politisi dari mudahnya sampai tumbuh uban masih haus kekuasaan. Mereka terus bertenggar dalam praktek politik rebutan kekuasaan, tidak berniat lagi naik kelas, dan tidak mau turun kelas tentunya. Nafsu berkuasa dari mereka terus membuncah, belum juga klimaks.

Seperti mereka belum punya kamus soal pensiun dihari tua. Tak ada masa pensiuannya, tak ada istilah moratorium untuk mereka politisi tulen dan senior. Lemahnya, mereka hanya mau menyasar kekuasaan. Takut kehilangan strata sosialnya, takut kehilangan harta dan kelaparan, mungkin ya?. Konsekuensinya, makin banyaklah antrian politisi dibelakang mereka. Macet, bahkan matilah regenerasi politik. Kesempatan berprestasi bagi politisi yang baru seperti terkunci.

Tak hanya itu, ada pula fenomena politisi avonturir (petualang) atau umumnya kita kenal sebagai politisi ”kutu loncat”. Di Provinsi Sulawesi Utara, sudah banyak kita saksikan. Dari partai politik tertentu, mungkin merasa kepentingannya tidak terakomodasi, mereka pindah. Bermutasi dari satu partai politik ke partai politik lainnya, bagi mereka biasa. Dari sisi konsistensi ideologisasi partai, ini bermasalah sebetulnya. Sebagai politisi, harus punya identitas dan komitmen, istiqomah.

Berpindah-pindah partai politik menandakan bahwa politisi tersebut hanya memburu jabatan kekuasaan. Tidak mendidik publik politik memang. Fenomena politisi avonturir ini membahayakan demokrasi, mereka tak mau ambil pusing dengan konsensus kolektif. Yang penting mereka aman terlebih dahulu, yang lainnya nanti diatur kemudian. Begitu individualistic cara berfikir dan tindakan mereka.

Walau begitu, dalam perspektif demokrasi kita semua harus menghormati pilihan itu. Tapi berharap lebih soal komitmen kepada mereka, berhentilah, jangan berharap. Mereka cenderung bersekutu, dikelilingi atau berkawan dengan kaum oportunis. Mereka yang oportunis bisa muncul dari mana saja, dari latar belakang profesi apapun. Jangan heran, makala politisi avonturir ini bermalasah hukum, dan tiba-tiba jatuh miskin, kebanyakan kaum oportunis ini menjauh.

Tipikal para penyembah berhala kepentingan pribadi itu tidak menghargai pertemanan dan kekeluargaan. Bagi mereka yang utama adalah kepentingan individu. Spirit antara politisi avonturir dan kalangan oportunisme sangat cocok. Mereka pasti memiliki tujuan yang sama, yakni masing-masing mau cari aman sendiri. Bulsit dengan kepentingan publik. Bagi mereka kepentingan rakyat, menjadi hal kesekian.

Kekuasaan yang diberikan rakyat, dimanfaatkan seperlunya untuk rakyat. Selebihnya, manfaat untuk diri dan keluarga yang diprioritaskan. Menjadi perlu waspadalah kita semua, saling ingat-mengingatkan agar tidak terjerumus. Ketika rakyat lalai, lalu mereka politisi avonturir dan oportunis berkuasa, maka siap-siaplah kita menjadi budak. Rakyat yang dekat dilingkar kekuasaan saja yang menjadi perhatiannya.

Bagi-bagi proyek dan pesta pora memanfaatkan jabatan mereka lakukan dengan bangganya. Seolah-olah mereka mengabaikan dan tidak peduli dengan mata telinga publik. Kekuasaan baik di Nasional maupun Daerah hanya menjadi alat mengumpulkan harta. Karakter seperti itu, disekitaran kita banyak kita saksikan, pemimpin berwatak avontirur dan oportunis. Ketika tiba mereka tamat dalam berkuasa, pasti gelisah dan galau melanda, baru mereka menyadari bahwa rakyat adalah segalanya. Mulai lagi, mereka mendekat, ambil hati rakyat untuk berharap dipilih kembali ketika punya kepentingan publik.

Politisi picik seperti itu namanya. Tak tanggung-tangguh, mimbar di rumah ibadah menjadi lahan dan panggung strategis bagi mereka berkampanye. Unjuk kesolehan dipertontonkan, targetnya apa, agar meraih simpati publik, dan dipilih menjadi pemimpin lagi, meski rakus. Mereka tidak menggunakan perasannya saat mengelola kekuasaan, memposisikan diri seperti tuan-tuan besar. Rakyat harus diberi pengetahuan agar tak lagi tertipu.

Edukasi politik harus dilakukan politisi yang populis dan progresif. Mita yang berada distruktur luar partai politik juga punya tanggung jawab moral mengingatkan rakyat agar tidak salah memilih. Pameran kebohongan perlu segera diakhiri, jangan rakyat dijadikan alas kaki. Kemudian, memuliakan rakyat yaitu dengan program-program yang pro rakyat. Berikan kemudahan kepada rakyat, bukan nanti tiba tahun politik baru rakyat pura-pura diperhatikan.

Proses pembodohan dalam praktek politik yang berjalan sistematis harus disudahi. Dipangkas habis. Jangan ada kompromi bagi politisi avonturir, dan kaum oportunis yang kerjanya seperti lindah. Menghisap darah rakyat lalu disisi lain, merekayasa diri menjadi pembela rakyat. Politik bukan arena menampilkan kepalsuan. Kenali para penganut avonturir dan kaum oportunis, gunanya apa? Tentu untuk menghindari mereka.

Nah, untuk diketahui, ciri khas oportunisme adalah suatu aliran pemikiran yang menghendaki pemakaian kesempatan menguntungkan dengan sebaik-baiknya demi kepentingan diri sendiri dan kelompoknya. Tersebarlah para politisi penjilat. Dapat dikroscek kecenderungan orang-orang oportunis ini, mereka hanya menuhankan dan takut kepada penguasa, pengusaha atau siapa saja yang memberi mereka manfaat.

Memang begitu, salah satu trik menghalau demokrasi adalah dengan memberi ruang kepada politisi avonturir dan kaum penjilat oportunis ini tumbuh subur. Dalam pikiran kaum avonturir yang penting kepentingan mereka terpenuhi. Tak mengenal siapa tuannya. Bagi yang memberi manfaat, disitulah mereka akan bersama-sama.

Hal yang mirip dengan watak oportunisme. Semua berdasarkan atas asas manfaat, tidak lebih. Kalau misalkan ditemukan ada lebih untuk mereka berikan kepada rakyat, anggaplah itu bonus. Namun secara umum dalam jejak mereka dikenal anti demokrasi. Mereka tidak terbiasa dengan perundingan, musyawarah mufakat, hanya mau dengan hal-hal praktis pragmatis. Rakyat segera menganali dan tinggalkan mereka, jangan menjadi korban untuk kesekian kalinya.

Mereka saat ini bisa berada sebagai penguasa, politisi, antek-antek penguasa dan dalam posisi peran sosial lainnya. Ketika politisi avontirur dan kelompok oportunis bersatu dalam kompromi kepentingan, maka berhati-hatilah bagi mereka yang menjadi oposisi. Memang begitu tidak elok, akomodasi kepentingannya tersumbat, tidak terdistribusi lancar dan adil kepada rakyat.

Kaum oportunisme ini terus mengalami eskalasi. Dari tiap periode proses politik mereka berkembang, penyebabnya karena kaderisasi melalui praktek-praktek mafia atau broker politik juga berjalan efektif. Belum lagi efeknya ke bawa, melalui perilaku yang menular ke rakyat. Pemilih (konstituen) diperbiasakan dengan politik pragmatis, cara ”menjilat” demi mendapatkan sesuatu diajarkan politisi kepada rakyat. Bahkans ecara transparan, begitu menyedihkan memang.

iklan1