Tag: kohati hmi

Rayakan Milad KOHATI ke-52, HMI Cabang Manado Gelar Dakwah Wisata

KOHATI HMI Cabang Manado tampil kompak (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Peringati milad ke 52 Korp HMI Wati (KOHATI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado melaksanakan Dakwah wisata. Kegiatan ini dilaksanakan KOHATI Cabang Manado bertempat di pantai Tasik ria Minahasa Selatan (Minsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Dalam pembukaan kegiatan, Ketua KOHATI MPO Wahyuni Januarti Drakel menyampaikan dalam sambutannya, Lembaga Khusus HMI salah satunya adalah KOHATI yang berdiri pada: 17 September 1966 – 17 September 2018 yang kini akan berusia 52 tahun, maka kita patut memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara ini.

Suasana dakwah wisata KOHATI HMI Manado (FOTO Suluttoday.com)

”Perempuan juga merupakan salah satu tiang negara ini, maka kita sebagai wadah perempuan yang ada dalam tubuh KOHATI merupakan sosok yang tidak kalah dengan perempuan-perempuan cerdas yang ada di luar sana untuk sama-sama berdiri tegak demi kepentingan Ummat dan bangsa ini,” ujar Ayu sapaan akrab Ketua KOHATI MPO Cabang Manado ini.

Untuk diketahui, kegiatan yang dirangkaikan dengan diskusi interaktif antara pengurus KOHATI dan anggota Muda KOHATI ini mengambil tema: ‘KOHATI Sebagai Wadah Inspirastif Untuk Perempuan Di Era Milenial’ berjalan dengan saling tanya jawab yang hangat. (*/Fan)

Spanduk kegiatan (FOTO Suluttoday.com)

Sambut Milad KOHATI, HMI Cabang Manado Turun Jalan

Pengus HMI dan KOHATI saat berorasi didepan Mega Mall Manado (Foto Suluttoday.com)

Pengus HMI dan KOHATI saat berorasi didepan Mega Mall Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Dalam menyambut momentum Milad Korps Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Wati (KOHATI) ke-49 Tahun, membuat KOHATI Cabang Manado kembali lagi turun kejalan melakukan aksi damai dengan tuntutan utama “Menolak Kekerasan Terhadap Perempuan.

Kamis (17/9/2015) dalam orasinya, Tirta Shyafirah Modeong Selaku Ketua Umum KOHATI HMI Cabang Manado menyampaikan bahwa diskriminasi yang meliputi kekerasan seorang ayah terhadap anak perempuanya, eksploitasi seksual komersial perempuan,dan eksploitasi pekerja rumah tangga (PRT) terhadap perempuan harus dihentikan.

”Untuk itu kami KOHATI HMI Cabang Manado menyatakan diri menolak Undang-undang sensitive gender. Pemerintah seharusnya lebih aktif mensosialisasikan UU No. 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga (PKDRT).” ucap Tirta yang juga Mantan Ketua HMI Cabang Manado komisariat IAIN Manado.

Sementara itu, menurut Masril Karim, Ketua Umum HMI Cabang Manado menyebutkan bahwa refleksi ”49 Tahun KOHATI berkarya untuk Indonesia” menjadi sebuah perjalanan baru untuk perempuan agar hendaknya memiliki kesadaran gender dan perjuangan perempuan guna untuk meminimalisir persoalan diskriminasi terhadap perempuan itu sendiri.

Pengurus KOHATI Manado saat melakukan orasi (Foto Suluttoday.com)

Pengurus KOHATI Manado saat melakukan orasi (Foto Suluttoday.com)

Human Trafiking dan kekerasan terhadap perempuan merupakan sebuah maslah yang wajib diperhatikan secara serius oleh pemerintah sebab perempuan juga menjadi tiang dalam suatu Negara. Kemerdekaan terhadap perempuan harus diberikan secara utuh dalam berbagai aspek kehidupan,” teriak Masril.

Ia juga menyampaikan bahwa HMI Cabang manado melalui KOHATI akan selalu melakukan gerakan anti kekerasan sebab kami menentang kekerasan terhadap perempuan. Kegiatan turun jalan (refleksi) ini dilakukan di jalan Boulevard tepatnya didepan Mega Mall Manado. (Faruk)

iklan1