Tag: kota bunga

Lolowang Wakili Pemkot Tomohon Hadiri Ibadah Pemakaman Istri Mantan Bupati Minahasa

Suasana yang terlihat di rumah duka (Foto Suluttoday.com)

TOMOHON – Sekretaris Daerah Kota Tomohon Ir Harold Lolowang MSc MTh menghadiri misa pemakaman Dra Hetty Rima Lapian – Lasut, istri dari Bupati Minahasa periode 1978-1981 di Kediaman Keluarga Besar Lapian-Lasut Kelurahan Walian 2 Tomohon Selatan, (28/5-2017).

Dalam sambutannya, Lolowang mengatakan kehadirannya atas nama Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak dan Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan, sekaligus menyampaikan ungkapan duka sedalamnya kepada keluarga besar Lapian-Lasut yaitu Sarayar-Lapian, Goni-Lapian, Tanama-Lapian, Lapian-Tania, Lapian-Oley, Lapian-Kaligis.

Lapian-Rapar, Lapian-Sondakh, Arbie-Lapian, Lapian-Asai dan Sdri Joshinta Lapian sepeninggalnya Almarhumah Dra Hetty Rima Lasut yang tutup usia pada Rabu 24 Mei 2017 pukul 13.05 WITA di RS Siloam Manado, umur 82 tahun 3 bulan 12 hari. Semasa hidup, diketahui Almarhumah selalu setia menemani Bupati Minahasa Kolonel Gustaf A Lapian BA selama memerintah Minahasa Raya dan Kota Tomohon merupakan bagian administrasi pemerintah kala itu.

“Andil besar dalam membangun daerah kita tercinta yang ditinggalkan tidak akan dilupakan oleh masyarakat, dimana juga daerah pemerintahan yang bagitu besar yang sekarang telah dimekarkan beberapa kabupaten dan kota, itu semua akan dikenang oleh masyarakat dan akan menjadi sejarah. Tuhan yang memberi dan Tuhan yang mengambil, kiranya keluarga yang masih dirundung duka akan selalu berada dalam genggaman kasih Tuhan Allah,” ujar Lolowang.

Hadir pada ibadah tersebut, Pastor Steven Langitan Pr yang memimpin misa arwah, Asisten Perekonomian Ronni Lumowa SSos MSi, Staff Ahli Wali Kota Tomohon Albert J Tulus SH, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Drs Ventje Karundeng, Kepala Bagian Kesra Drs Laurensius Kawuwung, Camat Tomohon Selatan Roni Kalesaran SE, jajaran pemerintah Kota Tomohon dan para pelayat. (Stevy)

Baliho PNS Berlogo Parpol Dibiarkan, Panwas Dituding Pilih Kasih

Logo Bawaslu RI (Foto Ist)

Logo Bawaslu RI (Foto Ist)

TOMOHON – Menjelang pertarungan Pemilihan Walikota (Pilwako) Tomohon pada desember 2015 mendatang, sejumlah sudut dikawasan pemukinan dipenuhi berbagai baliho para figure yang berkeinginan untuk bertarung. Namun, diantaranya sangat nyata baliho dari kandidat tertentu yang hingga kini masih berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggunakan logo partai politik penguasa, sehingga muncul tudingan bahwa Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada bersikap pilih kasih karena tidak ditertibkan.

Hal tersebut diungkapkan pemerhati Kota Tomohon Daniel Tular. Disampaikannya, seharusnya pihak panwas dapat melakukan tindakan tegas dengan berkoordinasi bersama instansi terkait, apalagi hal tersebut melanggar undang-undang. “Jika perlu diambil dokumentasi dan diteruskan pada Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birikrasi, karena yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran,” ujar Tular.

Pada prinsipnya, Tular berpendapat dengan didiamkannya kondisi seperti ini, sangat jelas keperpihakan pihak Panwas Pemilukada. “Sebab itu, hal seperti ini perlu dikritisi karena sangat diharapkan perjalanan pilwako di Tomohon dapat berjalan sesuai aturan dan berlaku jujur maupun bersih,” jelas Tular.

Dikatakannya, penyesalan ketika seorang personil Panwas Pemilukada Kota Tomohon mengkritisi kendaraan pribadi milik PNS yang menggunakan stiker nama bakal calon Walikota Tomohon, sebab yang bersangkutan seorang incumbent. “Padahal, justru yang wajib ditertibkan adalah baliho PNS yang menggunakan logo parpol. Ini jelas pelanggaran yang harus ditindaklanjuti, bukan didiamkan,” papar Tular.

Hal senada juga disampaikan kalangan masyarakat umum yang menilai kinerja Paswas Pemilukada Tomohon, perlu dipertegas dengan menindak para pelanggar. “Sangat disesalkan sudah terpampang sejak beberapa bulan terakhir baliho oknum PNS berlogo partai politik, namun pihak Panwas Pemilukada terus menutup mata,” ujar mereka. (davydt)

Sembel Berharap Arnold Poli Diganti

Kantor Walikota Tomohon (Foto Ist)

Kantor Walikota Tomohon (Foto Ist)

TOMOHON – Pemerhati politik Kota Tomohon Drs Paulus Sembel menyatakan indikasi kurangnya pengawasan administrasi, termasuk pemeriksaan terhadap Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Tomohon Dr Arnold Poli SH MAP oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon, terkait kasus dugaan korupsi tentang pemungutan dan penerimaan biaya pengurusan Izin Usaha Pertambangan (IUP) mineral bukan logam dan batuan, jelas menjadi bagian pengawasan yang tidak jeli.

Menurutnya, jika Sekdakot Tomohon dipanggil oleh lembaga penyidik karena suatu kasus indikasi korupsi seperti ini, jelas mencoreng wibawa pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon. ”Terbukti atau tidak namun dengan pengawasan yang longgar secara administrasi, sebaiknya yang bersangkutan diganti saja. Hal ini dimaksudkan demi sistim administrasi pemerintahan bisa berjalan baik,” ujar Sembel.

Dijelaskannya, jabatan Sekdakot yang merupakan birokrat atau pejabat eselon tertinggi di suatu pemerintahan daerah, harusnya konsentrasi terhadap tupoksinya, tapi kalau dipanggil oleh lembaga penyidik tentunya akan mengganggu jalannya pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan Kota Tomohon.

”Atas persoalan seperti ini, Walikota harus bersikap dan DPRD Kota Tomohon jangan hanya diam menyikapi masalah ini. Sebab, DPRD atau masyarakat bisa mengusulkan penggantian ini kepada Gubernur Sulut,””tukas Sembel.

Secara terpisah, aktivis Kota Tomohon Judie J Turambi SH menilai, apa yang dilakukan kejaksaan sudah benar. ”Kalau hanya mau memberikan kesaksian sebagai atasan, kenapa sampai diperiksa bukan dipanggil untuk memberikan klarifikasi saja,” kata Turambi. Malahan, Turambi juga setuju dengan Sembel soal usulan pergantian pejabat Sekdakot Tomohon, karena sudah terlalu banyak masalah, antara lain tidak jelasnya sejumlah tower yang berdiri megah di Kota Tomohon. (davydt)

Mantapkan Lauching TIFF 2015, Eman Bertemu Kementerian Pariwisata

Jimmy Eman (Foto Ist)

Jimmy F Eman (Foto Ist)

JAKARTA – Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak pada Selasa (5/5/2015) lalu, melakukan koordinasi ke Kementerian Pariwisata Republik Indonesia seputar pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2015 yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2015. Untuk itu, Walikota mengkonsultasikan beberapa rangkaian kegiatan menjelang pelaksanaan TIFF 2015 telah menjadi kalender pariwisata Indonesia.

Dalam konsultasi tersebut, salahsatu agenda yang disampaikan adalah pelaksanaan Launching TIFF 2015 dengan mengambil lokasi Bali. Langkah pemilihan lokasi launching, seperti yang disampaikan Walikota disebabkan kawasan Bali merupakan area kunjungan wisatawan mancanegara, sehingga dianggap layak dan cocok dalam mengkampenyekan iven TIFF sebagai kegiatan Internasional.

Seperti diketahui penyelenggaraan TIFF yang mulai tahun 2015 akan diselenggarakan setiap tahun sesuai dengan pertimbangan dan masukan dari berbagai kalangan terutama dari Kementerian Pariwisata RI untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan Nusantara, sehingga berimplikasi pada penerimaan devisa negara dan perputaran arus ekonomi.

Saat melaksanakan kegiatan konsultasi, Walikota didampingi jajaran Forkopinda Tomohon yang diterima oleh Sekretaris Ditjen Pemasaran Giri Adnyani bersama Kasubdit Promosi Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Trindiana Tikupasang, serta Direktur PPDN Hendri Karnoza. Kegiatan konsultasi ini dilaksanakan dalam rangka persiapan Launching TIFF 2015 pada bulan Juli nanti dengan lokasi kawasan Ubud Bali yang kegiatannya akan difasilitasi oleh Kementerian Pariwisata RI, serta persiapan pelaksanaan TIFF 2015 yang pada tahun ini mengambil tema “Let’s Join Flowers Extravaganza” (Mari bergabung dalam Pesta Bunga Yang meriah). Kegiatan konsultasi ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tomohon SR Arnold Poli SH MAP serta Kabag Humas Protokol Setdakot Tomohon Fransiskus F Lantang SSTP. (davydt)

iklan1