Tag: Kota Manado

Manado Tanggap Darurat Bencana, Ini Keputusan Wali Kota GSVL

DR GS Vicky Lumentut (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dalam rangka pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pemerintah Kota Manado mengeluarkan keputusan Wali Kota Nomor 46/KEP/03/Setdako/2020 Manado tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Non Alam Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kota Manado.

Wali Kota Manado, DR. GS Vicky Lumentut, tanggal 3 April 2020 dalam Surat Keputusan tersebut menyebutkan wabah Corona yang merupakan peristiwa bencana non alam yang telah mengancam dan mengganggu semua sendi kehidupan masyarakat dunia termasuk Indonesia.

Atas berbagai pertimbangan, instruksi dan anjuran pemerintah pusat serta Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), maka Wali yang akrab didapa GSVL itu mengeluarkan keputusan status Manado sebagai Tanggap Darurat Bencana dengan keputusan seperti yang disampaikan.

Surat Keputusan Wali Kota Manado (Foto Suluttoday.com)

“Status Tanggap Darurat Bencana Non Alam COVID-19 di Kota Manado, selama 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal 3 April 2020 sampai dengan tanggal 2 Mei 2020,” kata GSVL seperti dikutip dari Surat Keputusan tersebut.

Selain itu, untuk diketahui Status Tanggap Darurat Bencana Non Alam COVID-19, sebagaimana dimaksud, bisa diperpanjang sesuai kondisi dan kebutuhan pelaksanaan penanganan keadaan darurat bencana di wilayah Kota Manado. Wali Kota juga menyentil soal penganggaran yang akan diatur sesuai ketentuan perundang-undangan.

Wali Kota Manado saat menandatangani Surat Keputusan (Foto Suluttoday.com)

“Biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya Keputusan ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Manadplo Tahun Anggaran 2020,” tutur Wali Kota Manado 2 periode ini tegas.

(*/Bung Amas)

Begini Cara VONNIE PANAMBUNAN Salurkan Bantuan Kepada Ojek Online

Indra Saragih saat membagikan bantuan (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Sosok politisi yang dikenal peduli pada masyarakat, dialah Vonnie Anneke Panambunan. Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut) 2 periode ini kini digadang menjadi calon Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Melalui relawan dan tim kerjanya, VAP begitu sapaan akrab Vonnie, Sabtu (4/4/2020), menyalurkan bantuan kepada ojek online di area Kota Manado.

Bantuan diberikan diantaranya beras, alat pelindung diri seperti masker, hand sanitizer. Hal itu seperti disampaikan Syupriady Indra Saragih, saat mengubungi Suluttoday.com. Menurut Indra, kegiatan bakti sosial ini diberikan dialamatkan untuk pengemudi ojek online yang dinilai terdampak covid-19.

“Kali ini kita utamakan teman-tekan Ojek Online. Pengemudi ojek online sangat merasakan dampaknya dengan adanya penyebaran Virus Corona. Akibat Corona, pendapatan mereka menurun,” ujar Indra, Minggu (5/4/2020).

Lanjut Indra, menyampaikan kepedulian VAP kepada masyarakat tak akan putus. VAP disebutnya selalu merindukan dan peduli pada masyarakat Sulut. Atas alasan kemanusiaan itu, VAP melalu milenial Sulut VAP memberikan bantuan ini kepada ojol.

Hal senada juga ditambahkab Christian Bagensa, milenial Sulut VAP mengatakan bahwa mereka turun langsung door to door guna membagikan bantuan ke Ojek Online secara langsung.

Masyarakat antusias menerima bantuan dari VAP (Foto Suluttoday.com)

“Kita konsentrasikan di Kota Manado dulu, menyalurkan bantuan ini. Akan bergiliran ke daerah lain juga. Inilah cara yang kami pilih untuk menyalurkan bantuan. Semoga bermanfaat dan membantu teman-teman kami sebagai pekerja Ojek Online,” kata Christian.

Apresiasi datang dari pekerja Ojek Online, sebut saja Roland Maruf, menyebutkan bantuan yang diberikan VAP sangatlah membantu mereka. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada VAP.

“Bantuan yang diberikan Ibu VAP ini sangat membantu kami. Terima kasih Ibu Vonnie Anneke Panambunan yang sudah berbagi kasih bersama kami para pengemudi ojek onlineo” tukasnya Maruf.

(*/Adm)

Doakan Warganya, Wawali MOR BASTIAAN Buat Video Live Streaming

Mor Bastiaan saat menggelar doa (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com -Wakil Wali Kota (Wawali) Manado Mor Bastiaan berdoa secara live streaming di Channel : https://www.youtube.com/c/damailahindonesiaku dihadapan 19.000 viewer pada hari Jumat, 3 April 2020 dalam acara :

“Wake Up call “(End) “THE LAST CALL“

Bersama Pdt Rubin Adi A (ketum GBI), Pdt Niko Njotorahardjo (GBI Gatsoe), Pdt Petrus Nawawi (GKPB), Pdt Budi Setiawan (Abbalove ), Pdt Victor Faraknimela (Nederland ), serta Tim Damailah Indonesiaku.

Kata Wawali Mor, hari-hari terakhir ini banyak orang mengalami kekuatiran dan ketakutan, sejak Indonesia dinyatakan telah terpapar dengan Virus Corona.

“Bagaimanakah sikap kita terhadap wabah ini?. Alkitab menggambarkan melalui pengajaran Yesus, kisah tentang membangun rumah di atas dua macam dasar yang berbeda, serta angin dan banjir yang melandanya. (Matius 7:24-27). Prinsip penting dalam nats ini adalah melakukan Firman Allah, Bukan seberapa banyak mengetahui atau mempelajari Firman Allah. Mengetahui dan mempelajari banyak Firman Allah belum tentu berarti pasti melakukannya. Kata ‘hujan’, ‘banjir’, dalam nats ini melukiskan tentang masalah, persoalan, kesulitan yang sedang terjadi. Virus Corona yang melanda dunia dan Indonesia saat ini, merupakan masalah global yang sedang terjadi, sehingga telah menjadi pandemi. Setiap orang yang mendengar Firman Allah dan melakukannya, mereka jugalah yang disebut membangun rumah di atas batu;” kata Mor Bastiaan.

Bagaimana hal ini diterapkan dalam keluarga?. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, tambah Wawali Manado itu, telah menghimbau masyarakat untuk sekolah, bekerja dan beribadah di rumah demi untuk menghindari penularan COVID-19.
Selama ini kesibukan sering menyita waktu dalam keluarga, sehingga waktu bersama keluarga sangat minim. Tetapi saat ini, merupakan waktu yang penting, ada banyak waktu di rumah.

Apa artinya menjadi pelaku Firman?

• Seorang suami/bapa sebagai kepala keluarga hari-hari ini dituntut untuk melakukan perannya sebagai imam, nabi dan kepala bagi keluarganya, memimpin ibadah bersama istri dan anak. Mengasihi istri, seperti Kristus mengasihi jemaat, menjadi figur teladan, mentor bagi anak. Saat seorang ayah memimpin mezbah keluarga, saat itu ia sedang menegakkan otoritasnya sebagai seorang imam untuk keluarganya. (Efesus 5:25)
• Bagi seorang istri/ibu, hari-hari seperti ini merupakan waktu untuk merenungkan perannya selama ini, apakah telah dijalankan secara maksimal sebagai penolong, pendamping, penghibur/penopang bagi suami dan anak?
• Bagi seorang seorang anak, ini adalah waktu untuk melakukan introspeksi; seberapa alkitabiahnya hubungan kita selama ini dengan kedua orangtua.

Adanya banyak waktu untuk berada di rumah akan merupakan saat yang indah bila hubungan dalam keluarga selama ini baik. Tetapi justru merupakan siksaan, pergumulan berat, apabila hubungan satu dengan yang lain sedang bermasalah.

Melakukan Firman merupakan cara untuk menyelesaikan masalah, merendahkan diri satu dengan yang lain dan meminta maaf dan saling mengampuni. (Matius 6:14-15).
Melalui kebersamaan saat ini, merupakan waktu yang indah untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah dalam kelurga.

Saat ini merupakan ‘Wake Up Call’ bagi keluarga untuk membangun kembali dan menjalankan fungsi sebagai institusi rencana Allah dinyatakan. Melalui mezbah keluarga, beribadah bersama dengan keluarga, mengundang hadirat Allah hadir dalam keluarga. Kita tidak tahu untuk berapa lama kita tidak dapat beribadah bersama, karena itu ibadah keluarga merupakan hal yang sangat penting. Tuhan mau pakai keluarga sebagai pembawa kabar baik, pembawa api Pentakosta Ketiga dalam goncangan ini.

“Mari kita sama-sama berdoa agar wabah ini cepat berakhir, namun terus bangun benteng pertahanan rohani dengan memperkuat ibadah bersama dalam keluarga,” ujar Wawali Mor, Sabtu (4/4/2020).

Wawali Manado yang murah senyum itu juga mengatakan agar Tuhan mengasihi kita semua. Tuhan mengasihi Kota Manado, Tuhan memberkati, Haleluya.

(*/Redaksi)

Hadapi Komplain, Sonya Selviana Kembuan Berikan Respon Bijak

Sonya Selviana Kembuan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Sosok politisi yang santun, Sonya Selviana Kembuan (SSK) bijak menanggapi komplain yang disampaikan Wakil Ketua DPC PPP Manado Abdul Malik Suma, Jumat (3/4/2020). Tudingan terkait penggunaan logo partai berlambang ka’bah yang ilegal, pada beberapa alat peraga kampanye (baliho dan stiker), yang terpasang di sejumlah titik di Kota Manado. Disampaikan dengan rasional.

Menurut SSK melalui Penasehat Tim SSK Troy Pomalingo mengatakan, komplain tersebut tidak penting karena dinilai sebagai error in persona.

“Koalisi Keumatan ini sudah ada dan dibentuk oleh empat partai di Manado yakni PAN, PKS, PPP dan PBB, sebelum SSK bergabung. Jadi lucu kalau SSK yang dikomplain Malik,” ungkapnya, Jumat (3/4/2020).

SSK, kata Troy, diajak bersama sehingga menjadi ‘Koalisi Keumatan bersama SSK’.

“Artinya sudah jadi lima peserta koalisi ini. Makanya balihonya Koalisi Keumatan Bersama SSK. Jadi wajar SSK pun dicantumkan di baliho,” jelasnya.

Menurut politisi yang memiliki dukungan luas itu, Malik sebagai pengurus PPP Manado seharusnya komplain ke Koalisi Keumatan dan SSK.

“Namun pertanyaannya, apakah dia punya legal standing untuk komplain Koalisi Keumatan, sementara koalisi ini digagas ketua-ketua partai yang punya legal standing partai di Manado?”, tanyanya.

“Dan apa alasannya dia komplain dengan SSK. Apa dia bagian juga dari SSK atau PAN atau PKS atau PBB? Intinya Koalisi Keumatan bersama SSK ini adalah satu kesatuan karena semua punya legal standing,” tegasnya.

SSK dirindukan warga (Foto Istimewa)

Di tempat lain, Wakil Ketua DPC PPP Kota Manado Iwan Ba’u mengungkapkan bahwa Koalisi Keumatan lahir atas kesepakatan pimpinan parpol di Kota Manado. “Namanya koalisi, logo partai ikut melekat,” tegasnya.

Sampai saat ini juga, lanjut dia, Koalisi Keumatan belum memberikan dukungan kepada siapapun bakal calon wali kota.

“Soal bersama SSK, itu soal aksi sosial,” terangnya.

Senada dikatakan Ketua DPC PPP Manado Madzhabullah Ichal Ali. “Kami sengaja tidak melibatkan saudara Malik terkait koalisi ini karena dia saat ini memegang posisi sebagai Kepala Rumah Aspirasi anggota DPR RI dari PDIP,” ujarnya tegas.

(*/Bung Amas)

Dinilai Ilegal, Langkah Politik SSK Dipermasalahkan Kader PPP

Abdul Malik Suma (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tensi politik di Kota Manado memang selalu mengalami peningkatan. Bahkan di tengah warga kota yang mengkhawatirkan tentang penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19). Masih ada politisi yang melakukan kegiatan kemanusiaan dengan melibat-libatkan Partai Politik. Sebut saja salah satu politisi, Ir. Sonya Selviana Kembuan, bakal calon Wali Kota Manado yang kini mendapat sorotan dari kader parpol.

Akibat manuver politik SSK, sapaan akrab Kembuan yang memasang baliho dengan menggunakan logo sejumlah parpol. Jumat (3/4/2020), Abdul Malik Suma, kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menyampaikan keberatannya. AMS, begitu nama Malik disingkat menilai pelibatan logo PPP adalah ilegal.

“Selaku kader PPP, saya protes dan menilai dicantumkannya logo PPP yang bersamaan dalam satu baliho dengan SSK yang notabenenya balon Wali Kota Manado sebagai tindakan yang tidak bijak. Kami kader PPP tidak tahu soal ini, secara kelembagaan PPP belum memutuskan siapa kandidat yang kita usung di Pilwako Manado,” ujar AMS yang juga mantan pengurus BKPRMI Sulut ini tegas.

Jebolan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) dan juga alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado itu menyesalkan tidakan tersebut. AMS menyampaikan dirinya telah mengajukan laporan resmi ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP. Tidak hanya disitu, rencana AMS menempuh jalur hukum dengan melaporkan praktek yang tidak etis itu ke Polda Sulawesi Utara (Sulut).

Baliho SSK bersama logo PPP (Foto Suluttoday.com)

“AD/ART PPP jelas menganjurkan dan memerintahkan bahwa keputusan lembaga bersifat resmi. Terstruktur dengan prinsip kita menghormati hierarki struktural, sejauh ini DPP PPP belum memutuskan mendukung siapa. Begitu pula DPC PPP Kota Manado belum mengadakan rapat kepada siapa haluan kebijakan dukungan parpol diberikan, saya pertanyakan dan keberatan karena logo PPP dilibatkan dalan baliho-baliho dari SSK. Saya telah menyampaikan laporan keberatan selaku kader ke DPP PPP. Setelahnya saya akan melaporkan ke Polda Sulut,” kata AMS menutup.

Sementara itu, upaya untuk mengkonfirmasi ke SKK masih mengalami kendala. SSK juga diduga melakukan manuver politik yang terlampau berani. Ia tampil dengan gaya yang sedikit berbeda dengan politisi lainnya.

(*/Bung Amas)

iklan1