Tag: Kotabunan

Gelar Razia Pengguna Lem Ehabon, Satu Pelajar SMP Diamankan Polisi

Anak masih terbilang di bawah umur pengguna lem ehabon saat di amankan Polsek Urban Kotabunan dan langsung mendapat pembinaan dari Kapolsek Urban Kotabunan (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Kepolisian Sektor Urban Kotabunam terus berupaya meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, terlebih khusus terhadap perilaku anak remaja yang sering mabuk dengan menghirup lem ehabon.

Kapolsek Urban Kotabunan Kompol. Meidy Wowiling mengungkapkan, tepat pada sabtu malam (Malam minggu, red) pekan lalu mengamankan seorang anak remaja yang baru berumur 12 tahun sedang menghirup lem ehabon.

“Kita lakukan operasi menindaki laporan masyarakat dimana banyak anak remaja yang melakukan tindakan mabuk dengan menghirup ehabon. Kita amankan satu anak laki yang masih bersatus pelajar SMP dari desa bulawan dua.” Ungkapnya.

Dirinya menambahkan, pelaku yang masih dibawah umur tersebut diamankan di kantor polisi dan diberikan pembinaan agar jangan sampai mengulang lagi perilaku bermasalah terebut.

“Kita bina, panggil orang tua yang bersangkutan dan diingatkan jangan sampai mengulang lagi. Karena jika ditemukan, maka pembinaan yang lebih tegas akan diberikan.” Ujarnya.

Dirinya menambahkan, operasi terhadap perilaku kenakalan remaja tersebut akan terus digiatkan oleh polsek Urban Kotabunan.

“Kita akan laksanakan rutin untuk memberikan pembinaan pada anak remaja, sekaligus mencegah tindakan kriminal yang bisa saja dilakukan para remaja jika dalam pengaruh lem maupun mabuk minuman keras.” Tegasnya.

Hal ini mendapat dukungan dari tokoh pemuda di Boltim. Salah satunya, Ketua KNPI Boltim Harris Sumanta. Dirinya mengapresiasi tindakan dari polsek Urban Kotabunan yang melakukan penindakan terhadap para anak muda yang masih menghirup ehabon.

“Tindakan ini perlu agar para remaja terhindar perilaku yang merugikan masa depan sendiri. Sambil itu, pemerintah berupaya agar ada pengalihan aktivtas postif dan bermanfaat bagi masa depan generasi muda Boltim.” Ungkapnya. (Rahman)

Mahasiswa Stikes Posko Tujuh Bulawan Satu Bantu Warga Bersihkan Sampah

Bakti Sosial Mahasiswa Stikes Muhammadiyah Manado Sulawesi Utara Posko 7 Desa Bulawan Satu Kecamatan Kotabunan Boltim (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Kepiawaian Mahasiswa Stikes Muhammadiyah Manado Sulawesi Utara Posko 7 Desa Bulawan Satu Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus di tingkatkan. Hampir di setiap saat mereka melakukan bakti sosial (Baksos) kerja bakti masal sampai pada.

Hal ini di buktikan dengan melakukan kerja bakti disetiap minggu mulai dari  membersihkan sampah yang berserakan di bantaran sungai yang membentangi antara dua Desa Bulawan bersatu dan Kotabunan bersatu.

Bukan hanya itu mereka pun melayani pemeriksaan kesehatan mulai dari pemeriksaan tekanan darah. Sampai pada pemeriksaan Gula Darah, Kolestrol dan Asam Urat. Bahkan terinformasi pada Sabtu besok Mahasiswa Stikes Muhammadiyah ini melakukan Baksos pengobatan gratis sampai pada sunatan masal dengan mendatangkan langsung tenaga dokter-dokter ahli.

Gandi Lapian warga Bulawan Satu mengatakan, dia sangat senang melihat pelayanan yang di berikan oleh mahasiswa stikes tersebut.

“Terus terang kami sangat terbantukan dengan pelayanan sampai pada penyuluhan mengenai kesehatan. Kami masyarakat Bulawan Satu sangat bangga atas kunjungan Mahasiswa Stikes ini, mudah-mudahan tahun-tahun kedepan Daerah Boltim khususnya Desa Bulawan Satu ini mendapat kepercayaan lagi untuk di kunjungi.” Ucap Lapian dengan nada haru usai melaksanakan kerja bakti bersama mahasiswa. Pada Jum’at, (3/03/2017).

Ditempat yang sama. Pebriyathi Tahulending mahasiswa stikes jurusan keperawatan mewakili mahasiswa lainnya mengatakan, bahwa ini sudah merupakan bagian bahkan sudah tujuan utama dari tugas kami untuk membantu warga di Desa Bulawan Satu.

“Ini adalah tugas utama dalam pengembangan studi kami. Kami harus turun ketengah-tengah masyarakat untuk menjalankan misi kami yaitu misi kesehatan. Ilmu pendidikan yang telah kami dapatkan dalam studi ini harus kami inplementasikan kepada masyarakat.” Terang Tahulending turut di aminkan rekan-rekan mahasiswa lainnya.

Tahulending menambahkan, bantaran sungai seharusnya kita jaga kebersihannya jangan sampai kita cemari dengan sampah.

“Kalau ini di cemari sampah maka otomatis pemicu gangguam kesehatan akan muncul dari situ, karena yang namanya sampah sangatlah jorok karena disampah itu semua kotoran akan jadi satu di tempat ini, maka sangatlah mudah kita terkena penyakit.” Jelasnya.

Haris Lasambu, Sangadi (Kepala Desa, red) Bulawan Satu mengatakan sangat berterima kasih kepada Mahasiswa yang begitu antusias membantu pemerintah dan masyarakat di Desa ini dalam hal kebersihan atau pelayanan kesehatan.

“Hampir di setiap waktu Mahasiswa ini ikut turun lapangan dengan tidak mengenal lelah. Tentu ini suatu penghargaan buat kami pemerintah dan masyarakat yang ada di Desa Bulawan Satu.” Kata Lasambu saat bersama warga dan mahasiswa dilokasi kerja bakti.

Lanjut. Lasambu mengingatkan kepada warga Desa Bulawan Satu untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah di bantaran sungai.

“Sekarang sampah-sampah di pinggir sungai sudah dilakukan pembersihan oleh mahasiswa. Seharusnya kita malu sama meteka karena sampah yang kita buang sembarangan mahasiswa yang melakukan pembersihan. Maka saya meminta kepada warga untuk tidak membuang sampah lagi di tempat tersebut.” Pungkasnya. (Rahman).

Telan Anggaran Miliaran Rupiah, Bangunan Bak Air Bersih Di Kotabunan Tidak Berfungsi

Foto bak air bersih Kotabunan belum bisa dimanfaatkan, mubazir (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Warga Desa Bulawan dan Kotabunan bersatu Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mempertanyakan proyek pengadaan air bersih pada tahun 2016 yang bernilai Rp 7 Miliar dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang sampai saat ini tak di fungsikan.

Oleh warga meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melalui instansi terkait dapat meninjau keberadaan proyek air bersih ini.

“Pemprov sulut melalui instansi tekhnis agar dapat meninjau keberadaan paket proyek air bersih yang sudah dibangun dengan anggaran miliaran tetapi sampai saat ini belum juga di gunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat sebagai mana sasaran proyek tersebut di bangun.” Ujar Tokoh Masyarakat Rahmat Makalalag. Senin, (20/02/2017).

Di katakannya pula, baiknya keluhan ini di jadikan kajian oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Boltim dibawah kepemimpinan Bupati Sehan Landjar dan Rusdi Gumalangit guna untuk mengetahui lebih jauh menyangkut penyebab mengapa keberadaan proyek air bersih yang sudah hampir setahun dibangun dengan anggaran miliaran tetapi tidak dapat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.

“Harus dilakukan evaluasi kenapa jaringan air bersih yang dibanguan itu tidak dapat di manfaatkan oleh masyarakat, apakah kesalahan dari proses perencanaan atau pelaksanaan pekerjaan.” Katanya.

Lanjutnya, bahkan bangunan proyek air bersih ini sudah di tutupi rumput.

“Bagian belakang bangunan ini sudah di tutupi rumput, bukan hanya itu kaca jendela bagian kiri bangunan ini pun sudah pecah. Lewat pengamatan kami bangunan ini sudah tidak dipelihara sehingga ini mendapat perhatian Pemprov Sulut maupun Pemda Boltim. Dan kami minta oknum kontraktornya diberi teguran keras karena di anggap tidak bertanggung jawab penuh terhadap bangunan tersebut.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Drs. Marsaole Mamonto ketika di konfirmasi mengatakan bahwa pihkanya akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi melalui instansi tekhnis guna mempertanyakan sejauh mana pelaksanaan pekerjaan tersebut agar dapat di manfaatkan guna melayani kebutuhan masyarakat.

“Upaya itu akan ditenpuh karena diyakini jika keberadaan proyek tersebut sudah dapat dimanfaatkan masyarakat Kotabunan dan Bulawan bersatu, supaya tidak kesulitan air bersih seperti saat ini.” Terangnya.

Dijelasakannya pula. Bahwa, dari hasil reses yang dilaksanakan khususnya di Kecamatan Kotabunan dan Umumnya di wilayah Boltim, banyak masyarakat mengeluhkan tentang keberadaan air bersih, sementara diketahui bahwa setiap tahun anggaran berjalan baik Pemprov Sulut dan Pemda Boltim terus mengalokasikan anggaran guna pembangunan jaringan air bersih, namun sangat disayangkan sampai saat ini masyarakat Boltim masih terus mengeluhbkan keberadaan air bersih.

Menindak lanjuti hasil reses yang sudah di laksanakan dan melihat banyaknya keluhan masyarakat terkai keberadaan jaringan air bersih yang tidak dapat di manfaatkan oleh masyarakat. Dalam waktu dekat ini DPRD Boltim melalui Komisi II akan turun lapangan.

“Komisi II akan turun melakukan kajian apa sebenarnya penyebab sehingga jaringan air bersih yang sudah di bangun tidak berfungsih dengfan baik sebagaimana sasaran dan tujuan proyek jaringan air bersih ini di bangun. Apakah kesalahannya dari perencanaan ataukah dari pekerjaan.” Jelasnya. (Rahman)

Musrenbang Kecamatan Kotabunan Tampung Program Prioritas

Musrenbang-Kotabunan-edit

Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan di Pemkab Boltim di mulai dari Kecamatan Kotabunan pada. Senin, 13/02/2017 (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) di mulai dari Kecamatan Kotabunan pada. Senin, (13/02/2017).

Dari pantauan media, Musrenbang yang digelar di Desa Paret Timur Kecamatan Kotabunan dihadiri oleh para sanga dan perangkat Desa, BPD serta tokoh-tokoh masyarakat yang tersebar di 15 Desa.

Dalam pembahasan program yang nota bene hasil Musrenbang desa terbilang alot. Sebab, masing-masing desa berjuang untuk meloloskan program prioritas desa di Musrenbang Kecamatan. Meski begitu, tidak semua program yang dapat diakomodir, dikarenakan harus sesuai dengan kondisi anggaran yang disediakan pemerintah pusat maupun daerah.

Kepala Bappeda Pemkab Boltim Ikhsan Pangalima, SPi selaku pemimpin musyawarah tersebut mengatakan, bahwa pada prinsipnya hasil Musrenbang Desa harus konek dengan RPJMD dan mana program yang sudah mendesak untuk direalisasikan tahun anggaran 2018 mendatang. Karena itu, pembahasan program di Musrenbang Kecamatan akan lebih mengerucut lagi.

“Semua usulan program hasil musrenbang desa pasti tidak diabaikan. Tetapi lebih memprioritaskan program yang sudah dibutuhkan. Disamping itu, menyesuaikan dengan RPJMD.” Jelas Ikhsan.

Kendati pembahasanya alot, namun hasil Murenbang Kecamatan Kotabunan  berjalan lancar dan kondusif. Turut hadir dalam Musrenbang ini, anggota DPRD Boltim dari Kecamatan Kotabunan Reevy Lengkong, Samsudin Dama, Saptono Paputungan dan Deval Pontoh. Juga, Asisten III Pemkab Boltim Ir. Jainudin Mokoginta, Camat Kotabunan Rahman Hulalata serta staf Bappeda Pemkab Boltim. (Rahman)

Minimnya Kuota Elpiji Warga Minta Di Antisipasi

Elpiji-ilustrasi-edit

Foto ilustrasi tabung elpiji

BOLTIM, Suluttoday.com – Minimnya jumlah kuota elpiji di Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sejumlah warga angkat bicara.

Pasalnya warga yang enggan namanya dikorankan menuturkan, akhir akhir ini pasokan elpiji yang didistribusikan oleh perusahaan distributor hanya seratus tabung, sedangkan di Desa Kotabunan sudah ada 800 kepala keluarga.

“Biasanya memenuhi kebutuhan, tetapi akhir akhir ini sudah berkurang.” Terang sejumlah warga.

Senada dikatakan warga lain, menurunya pasokan elpiji harus diantisipasi agar tidak terjadi kelangkaan bahkan bisa harganya dimainkan oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kalau dilihat kelangkaan elpiji hanya terjadi di sini, tidak terjadi di daerah lain. Waktu lalu tidak terjadi kelangkaan elpiji nanti akhir akhir ini distribusinya sudah menurun jauh.” Tambah warga lain.

Terkait kelangkaan elpiji tersebut sejumlah warga meminta perusahaan distribusi agar memberikan alasan kuota elpiji di Kecamatan Kotabunan menurun.

“jangan jangan jatah untuk Kotabunan sudah dialihkan ke kecamatan lain atau daerah lain.” Singgung warga

Terpisah, perwakilan CV Manginbali saat dikonfirmasi membenarkan kelangkaan terjadi karena adanya penurunan jatah dari Pertamina.

“ada penurunsn jatah dari Pertamina, jadi memang tidak mencukupi. Disamping itu karena ada pengurangan maka dibagi rata setiap kecamatan.” Ungkap Yus. (Rahman)

iklan1