Tag: Kotabunan

Pengrusakan Hutan di Boltim Terus Berlangsung

Pengrusakan hutan Boltim

Pengrusakan Hutan pada Hutan Garini di Buyat Kecamatan Kotabunan Boltim, foto: Badan Lingkungan Hidup (BLH) Boltim (Febi/Suluttoday.com)

BOLTIM – Pengrusakan hutan dan lingkungan pada hutan Garini di Buyat Kecamatan Kotabunan yang diduga terus dilakukan oleh PT Rihendy Trijaya sudah diambang batas sehingga Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Priyamos mengecam keras adanya aktivitas perusahaan tambang tersebut.

“Sudah sangat-sangat berlebihan sekali sehingga kami berencana akan menutupnya sebab hingga saat ini belum ada upaya dari mereka untuk mengurus izin AMDAL dari BLH”, katanya Senin (31/08/2015).

Priyamos menjelaskan dengan melakukan aktivitas pengrusakan lingkungan tersebut perusahaan telah melanggar aturan dan ini bisa diproses hukum.

“Kami bisa proses hukum perusahaan tersebut, namun sebelumnya perusahaan ini harus lakukan dulu ganti rugi lahan semacam perbaikan terhadap lingkungan yang telah mereka rusak, walau pun itu ada upaya pihak perusahaan untuk urus izin di Pemerintah Boltim,‚ÄĚjelasnya

Sebelumnya juga kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jamalludin mengatakan jika PT. Rihendy Trijaya belum kantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Pemkab Boltim.

“Belum ada izin makanya kami sudah melakukan penutupan tambang waktu lalu, namun secara diam-diam ternyata perusahaan tersebut beraktivitas lagi hingga saat ini”, ujarnya baru-baru ini.

Sementara itu, Rustaman Paputungan warga Buyat menyampaikan selain telah melakukan pengrusakan lingkungan perusahaan tersebut juga melakukan aktivitas ilegal loging di hutan garini tersebut.

“PT. Rihendy Trijaya juga melakukan aktivitas penebangan kayu secara sembarangan sehingga kami mendesak Dishutbun Boltim secepatnya melakukan tindakan dilapangan. Ya sebaiknya Dishutbun Boltim dan Provinsi cepat bergerak sebelumnya semua kayu di hutan garini habis dibabat oleh perusahaan tersebut”, ungkapnya

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sony Waroka menyatakan waktu dekat ini pihaknya akan turun dilapangan.

“Kami bersama Dishutbun Provinsi secepatnya akan turun lapangan karena kami sebelumnya bersama tim sudah turun dilapangan,” Kami juga akan proses hukum perusahaan tersebut dan saat ini kami lagi melakukan pengumpulan data jika itu sudah cukup bukti secepatnya akan diproses secara hukum,” jelasnya.

Pihak PT. Rihendy Trijaya, Fahmi beberapa kali dihubungi via telepon selulernya dalam keadaan tidak aktif. (Febi/Rn)

iklan1