Tag: kpps

Hebat, Petugas KPPS Saat Bekerja ‘Disabotase’ Pimpinan SKPD

Ilustrasi, aktivitas pencoblosan surat suara (Foto Ist)

Ilustrasi, aktivitas pencoblosan surat suara (Foto Ist)

MANADO – Sikap yang patut diberikan apresiasi, dimana para petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) harus diberikan penghargaan. Karena berkat mereka, Pilwako Manado bisa terselenggara dengan baik. Seperti pengakuan salah satu anggota KPPS yang mengatakan bahwa dirinya saat mengerjakan tugas sebagai PPS, namun sayangnya ‘dibatasi’.

”Saya hendak bertugas sebagai KPPS, tetapi saya ditelpon pimpinan saya di kantor, dan meminta saya harus datang ke kantor, lalu saya katakan bahwa hari ini sudah dinyatakan libur, dan pimpinan tersebut bersikeras agar meninggalkan tugas negara tersebut dan mengancam akan memotong TTPnya, namun saya katakan terserah ibu pimpinan saya jika memang tunjangan saya akan dipotong karena tidak datang hadir maka saya rela karena ini demi negara dan saya harus bertanggungjawab karena ini untuk orang banyak,” ujar anggota KPPS yang rela memotong TTP karena dianggap absen.

Menyikapi hal itu, Andi Nur Muhammad Bongkang memberikan apresiasi bagi petugas KPPS yang rela datang ke TPS untuk melaksanakan tugas negara tersebut. ”Ini patut diapresiasi bagi petugas KPPS,” tandas Bongkang.

Komisioner KPU Amrain Razak mengapresiasi semua warga dan petugas KPPS yang sudah bertugas dan menyukseskan agenda nasional, ”Terima kasih untuk warga kota Manado yang sudah menyukseskan pilwako pada 17 Februari 2016 yang lalu,” ujar Amrain Razak. (Amas)

Pontororing: KPU Manado Harus Diusut

Sukri Pontororing (Foto Suluttoday.com)

Sukri Pontororing (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Adanya potongan honor operasional yang dilakukan pihak Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terhadap Panitia Pengumutan Suara (PPS) di Kota Manado mulai mencuat, hal ini seperti yang disampaikan Sukri Pontororing. Menurut Pontoring yang disampaikannya pada Suluttoday.com, Minggu (20/12/2015), bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai atasan PPK dan PPS wajib bertanggung jawab serta menyampaikan klarifikasi kepada masyarakat, terutama disampaikan ke Kelompok Penyelenggara Pengumutan Suara (KPPS) dan Panitia Pengumutan Suara (PPS).

”Kami tidak tau apa alasan PPK memberikan potongan terhadap honor KPPS dan PPS, seharusnya bila ada potongan Rp 20.000, ini disampaikan saat Bimtek atau pembekalan. Kenapa diam-diam lalu dilakukan pemotongan, kami pertanyakan ini,” ujar Pontororing salah satu warga Manado yang mengaku saudaranya menjadi anggota PPS di Kota Manado.

Lanjut disampaikannya bahwa berdasarkan pengalaman dirinya, sejauh ini sering terjadi pemotongan biaya honor PPS dan KPPS tapi itu berlaku bagi para PNS yang bekerja sebagai PPS dan KPPS. Namun, bagi non-PNS dirinya merasa perlu mempertanyakan ini dan meinta agar KPU Manado diusut karena ada penyimpangan tersebut.

”Coba dihitung, tiap orang dipotong sebanyak Rp. 20.000, berapa yang mereka dapat dari potongan tersebut. Ini pembodohan sekaligus cara-cara mencuri yang dilakukan, setahu saya tak ada aturan seperti itu yang diberlakukan. Silahkan ini diusut KPU Manado, dan kami juga meminta agar terkait anggaran tersebut KPU Manado pun diusut lembaga berwenang,” tutur Pontororing saat ditemui di Jarod. (Amas)

Pilkada Bitung: Tiga Paslon Klaim Sudah Menang, Massa Pendukung Lakukan Konvoi

Pendukung saat merayakan kemangan (Foto Suluttoday.com)

Pendukung saat merayakan kemangan (Foto Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com – Hasil Pilkada Bitung semakin seru betapa tidak, KPPS sementara melakukan perhitungan suara namun tiga paslon sudah mengklaim menang. Padahal proses perhitungan sementara berlangsung, namun masing-masing pendukung tiga paslon merasa sudah menang dari lawan politiknya, pada Rabu (9/12/2015).

Dari hasil pemantauan wartawan Suluttoday.com, terlihat massa pendukung tiga paslon Max Lomban dan Maurits Mantiri, Hengky Honandar dan Fabian Kaloh serta Aryanti Baramuli Putri dan Santy G. Luntungan. Tiga palon ini klaim menang sehingga massa pendukung turun jalan untuk melakukan konvoi sebagai bentuk merayakan kemenangan atas kemenangan paslon yang mereka dukung. (Robby).

KPPS Terima Bintek Dari KPU

Bimtek KPPS-edit

Suasana Bintek dari KPU Boltim kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kecamatan Kotabunan, Senin 30/11/2015 (Rahman/Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boltim menggelar Bimbingan Teknis (Bintek) kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kecamatan Kotabunan. Senin, (30/11/2015)

Bintek tentang pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi suara pemilihan bupati dan wakil bupati bolaang mongondow timur serta pemilihan gubernur dan wakil gubernur sulawesi utara pada kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) se-kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) di gelar di BPU Desa Paret Kecamatan Kotabunan ini di hadiri oleh ketua KPU Boltim Awalauddin Umbola, Irwan Tololiu Divisi Hukum pengawasan dan tekhnis Penyelenggara, Abdul Kader Bachmid Divisi Data.

Awaluddin Umbola mengatakan, KPPS supaya memahami serta menjalankan tugas dan fungsi yang di berikan sesuai dengan materi bintek yang di terima.

“KPPS harus bekerja tim, dan menjalankan tufoksi sesuai aturan,” singkatnya.

Di tegaskannya pula, bagi pemilih ketika memberikan hak suaranya supaya tidak membawa HandPonne (HP) kedalam bilik suara.

“Tidak di benarkan membawa HP ke dalam bilik suara, petugas KPPS harus memantau undangan saat masuk bilik suara, selain itu tidak di benarkan merobek atau mengeluarkan. Gambar kepala calon yang di pilih karena suara itu di anggap tidak sah,” terang Umbola. (Rahman)

Ketua PPK Girian Desly Sumampouw Tegaskan Aturan Merupakan Panglima

Desly Sumampouw (Foto Suluttoday.com)

Desly Sumampouw (Foto Suluttoday.com)

BITUNG – Dalam penyelenggaraan Pilkada 9 Desember 2015, Panitia Penyelenggara Pilkada Kecamatan Girian lewat Ketua PPK Desly Sumampouw mengatakan bahwa selama masa Verifikasi Berkas Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung.

Maka kami lebih mengutamakan dan mengedepankan aturan sebagai Panglima diatas segalanya, tanpa melihat latar belakang pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota dan jika terbukti selama masa Verifikasi Berkas ada pasangan calon yang tidak memenuhi syarat maka kami akan merekomendasikan bahwa pasangan calon tersebut tidak memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota pada penetapan nanti tanggal 24 Agustus 2015 oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Bitung, senin (10/8/2015).

Menurut Sumampouw, saat ini KPPS sedang melakukan verifikasi berkas pasangan calon mulai tanggal 12-17 Agustus 2015 sudah melakukan Pleno kemudian ditingkatan PPK Pleno Penetapan hasil Verifikasi tanggal 18-19 Agustus 2015.

‘Kami sudah perintahkan kepada semua KPPS dalam melakukan Verifikasi Berkas Pasangan Calon harus meletakan undang-undang sebagai Panglima untuk segalanya. Jadi tidak ada anggota KPPS dan PPK khusus Kecamatan Girian dalam masa melakukan Verifikasi jangan melihat pasangan calon itu dari latar belakang mana dan semuanya diperlakukan hal yang sama, karena kami mengutamakan aturan yang berlaku dan jangan coba-coba KPPS dan PPK untuk main mata dengan pasangan calon Walikota dan wakil Walikota karena kami menginginkan pemilu yang berkualitas,” ungkapnya mewanti-wanti KPPS dan PPK. (Robby).

iklan1