Tag: KPU

Komunitas Kopia Karanji Siap Bekerja Menangkan Paslon PAHAM

Komunitas Kopia Karanji bersama JPAR (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Melihat program dan gagasan besar yang diperjuangkan pasangan calon Wali Kota Manado, Prof. Julyeta Paulina Amelia Runtuwene dan Harley A.B. Mangindaan atau yang akrab disapa PAHAM (Paula-Harley Mangindaan) menjadi magnet bagi masyarakat. Harapan yang tergambar melalui visi-misi PAHAM membuat masyarakat harus siap berjuang mati-matian untuk memenangkan JPAR-Ai Mangindaan. Keberpihakan atas narasi besar merakyat itu disampaikan Ketua Komunitas Kopia Karanji Kota Manado, H. Rum Usulu.

Menurut Rum yang juga tokoh masyarakat Manado asal Gorontalo mengatakan visi-misi PAHAM sangat realistis dan akan membawa masyarakat Kota Manado menuju pada tatanan kesejahteraan. Komitmen simpati dan dukungan tersebut ditunjukkan Rum melalui kehadiran Komunitas Kopiah Karanji di acara deklarasi sampai mengantar PAHAM menuju kantor KPU Kota Manado.

”Kami dan para masyarakat umumnya akan memilih JPAR-Ai karena mereka melihat visi-misinya jelas. JPAR-Ai menawarkan kesejahteraan, itu prioritas dari Palson ini. Karena visi dan misi itu sangat penting dalam memajukan sebuah daerah. Tidak mudah kita memajukan Kota Manado ini, maka dibutuhkanlah pemimpin yang matang dan tau bekerja,” ujar Rum, mantan Sekretaris Daerah Kota Manado ini saat diwawancarai wartawan di D’corlano Manado, Sabtu (5/9/2020).

Hi. Rum Usulu bersama Komunitas Kopia Karanji (Foto Suluttoday.com)

Pria murah senyum dan memiliki pandangan-pandangan konstruktif untuk Kota Manado itu mengatakan sikapnya akan berjuang memenangkan PAHAM dalam Pilwako Manado 9 Desember 2020. Paslon JPAR-Ai dinilainnya menjadi duet yang tepat dalam membangun Kota Manado. Visi dan misi mereka membawa harapan kemajuan yang pesat bagi masyarakat di Kota Manado.

”Atas visi misi yang jelas, maka kami akan segera bekerja memenangkan paslon PAHAM. Insya Allah pekerjaan kami akan diijabah Allah SWT dengan kemenangan paslon PAHAM. Duet PAHAM sangat tepat dalam membangun dan memajukan Kota Manado,” kata Rum yang juga dikenal sebagai tokoh toleran di Kota Manado ini.

(*/Bung Amas)

Pengamat Politik Minta Sosialisasi Pencalonan Pilwako Manado Diperkuat

Dr. Ferry Daud Liando (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Sosialisiasi Pilkada maupun Pilwakot Manado wajib dilakukan. Sebab ini merupakan hak politik dari masyarakat untuk mendapatakan informasi, hal itu seperti disampaikan pengamat politik, Dr. Ferry Daud Liando. Menurutnya, hak politik atas informasi itu adalah pertama hak untuk mengetahui semua tahapan Pilkada serta peran apa saja yang melibatkan masyarakat. Kedua hak untuk mengetahui visi misi calon.

Sehingga dalam satu tahapan ada program kampanye. Visi misi calon adalah salah satu daya Tarik pemilih untuk memilih calon mana yang diinginkannya. Ketiga hak untuk mengetahui track record masing-masing calon. Keempat, hak masyarakat untuk mengetahui bagaiamana berpartipasi dalam pilkada agar mereka tetap sehat dan tidak tertular covid.

”Dari sisi calon kepala daerah, sosialisiasi ini penting karena mereka berhak meyakinkan kepublik dengan program-program mereka lewat kampanye politik,” kata Liando, Minggu (9/8/2020).

Sehingga wajib bagi KPU untuk intens melakukan sosialisiasi baik kepada masyarakat maupun memfasilitasi semua pasangan calon untuk berkampanye. Walaupun untuk pelaksanaan pilkada ditahun 2020 ada tantangan bagi KPU untuk melakukan sosialisasi ataupun oleh pasangan calon yang akan berkampanye.

“Sebab ada larangan yang diatur Pemerintah untuk mengumpulkan banyak orang dalam satu tempat. Mestinya itu dapat diakukan namun meski dilengkapi dengan alat pelindung diri baik oleh calon, tim suskes, Maupun masyarakat. Hal itu telah diamanatkan oleh peraturan KPU No 6 tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 saat kondisi bencana non-alam. PKPU ini mengatur adanya sanksi bagi seluruh pihak, baik penyelenggara, pasangan calon, tim kampanye, dan lainnya, yang tidak mengenakan masker selama tahapan Pilkada,” ujar Liando.

Namun demikian akan bermasalah dari sisi efesiensi. Tidak mungkin KPUD sanggup memenuhi semua kebutuhan itu. KPUD bisa saja mengatisipasi lewat sosialisasi dengan cara pertemuan tidak langsung lewat virtual. Namun kendalanya tidak semua masyarakat memiliki Fasilitasi Gadget ataupun internet.

“Tentu hal-hal ini akan menjadi kendala baik oleh KPU maupun oleh calon dalam melakukan sosialisiasi atupun kampanye. Dalam waktu dekat, wajib bagi KPUD untuk segera mensosialisasikan aturan terbaru yakni PKPU 6 tahun 2020 mengenai Pilkada dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19,” ungkapnya.

(*/APN)

Nasib E2L dan Imba di Mata Akademisi Hukum Unsrat

Toar Palilingan, SH.,MH (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Posisi dan peluang Elly Engelbert Lasut (E2L) bersama Jimmy Rimba Rogi (IMBA) sebagai bakal calon Wali Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) serta calon Wali Kota Manado ramai diperbincangkan. Berbagai pandangan deras mengalir, ada yang menilai E2L dan IMBA akan terjegal, lalu terancam tak mengikuti kontestasi Pilkada Serentak.

Ketika dimintai tanggapan, Toar Palilingan, SH.,MH, pengamat hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menyarankan agar E2L maupun IMBA tidak terburu-buru dalam kondisi saat ini. Dirinya menyebut perlu pengetahuan terkait berkas atau kesiapan administrasi yang disiapkan dari masing-masing bakal calon tersebut.

“Untuk kedua bakal calon hanya bisa dikomentari kalau dokumen yang akan disertakan saat pendaftaran bisa diakses walaupun hal itu merupakan domein lembaga independen KPU yang tidak bisa di intervensi sekalipun melalui opini atau tekanan lainnya,” kata Toar, Selasa (14/7/2020).

Tambah Toar bahwa guna menghindari kesalahan, maka perlu berbagai pihak menahan diri, mencermati situasi yang berkembang. Akademisi vokal itu menilai PKPU harus diketahui secara baik sebagai acuan dari para bakal calon menyiapkan berkas-berkasnya.

“Karena kita tidak boleh berspekulasi dengan dokumen lama karena bisa saja persyaratan yang diminta PKPU tersebut menjadi dasar diterbitkannya dokumen baru yang dikeluarkan kementerian Kumham/ Lapas mengacu pada pkpu baru pasca putusan MK,” ujar Toar tegas.

Dengan tegas, Toar juga mengingatkan bakal calon E2L dan IMBA, serta berbagai elemen masyarakat untuk tidak gegabah dalam kondisi saat ini. Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi kecolongan atau penjebakan.

“Kita harus menunggu sedikit supaya tidak terjebak adanya manuver penjegalan calon,” ucap Toar menutup.

(*/Bung Amas)

Soal Tahapan PAW Komisioner KPU Mintra, KPU Sulut Diwarning

Hasil pemeriksaan kesehatan calon Anggota Komisioner KPU Mitra (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Begitu ketat proteksi yang dilakukan masyarakat terhadap tahapan klarifikasi yang tengah bergulir di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam hal klarifikasi terhadap Komisioner KPU Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang akan dilakukan Penggantian Antar Waktu (PAW). Seperti disampaikan aktivis Gerakan Mahasiswa Peduli Indonesia (Gempindo) Sulut, Mirdad Husein.

”Kami meminta kepada Komisi Pmilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara agar maksimal melakukan klarifikasi, jujur dan selektif. Begitu juga KPU Republik Indonesia agar lebih jelih dan teliti mengenai kelayakan siapa yang akan menggantikan posisi Almarhum Irvan Rabuka sebagai komisioner KPU Kabupaten Minahasa Tenggara. Karena sepengetahuan kami tahu ada beberapa nama yang hasil test kesehatannya disebut kurang sehat,” kata Mirdad, yang merupakan Plt Ketua LSM Gempindo Sulut ini, saat diwawancarai Suluttoday.com, Rabu (8/7/2020).

Tambahnya lagi, bahwa Gempindo memperoleh data dimana nomor urut 6 (enam) yaitu saudara Gladies Kowureng tidak mendapatkan izin dari Bupati Minahasa Tenggara selaku pembina kepegawaian karena yang bersangkutan adalah ASN di Kabupaten Mitra. Selain itu, peringkat ke 7, 8 dan 9 pun mempunyai hasil pemeriksaan kesehatan yang bermasalah alias kurang sehat.

Potongan surat dari Pemda Mitra (Foto Istimewa)

”Peringkat 6 dari 10 besar seleksi KPU Mitra pada beberapa waktu lalu lewat surat keterangan dari pemerintah Kabupaten Mitra kepada KPU Sulut. Setelahnya untuk peringkat ke 7, 8 sampai ke 9 yaitu saudara Hensli Peleng, Jefry Sumarauw dan Meldi Lontaan telah dinyatakan tidak sehat pada tes kesehataan saat seleksi KPU Kabupaten Mitra pada beberpa waktu lalu. Maka dari itu kami dari Gempindo sulut meminta kepada KPU RI dan KPU Sulut agar bersikap netral dan objektif dalam proses PAW Komisioner KPU Kabupaten Mitra. Kami mengingatkan KPU Sulut agar tidak bermain-maian dalam soal ini,” ujar Mirdad tegas.

(*/Bung Amas)

Lonceng Demokrasi Dibunyikan, PAHAM, MDB-HJP, Manado Hebat Saling Takluk

Rebutan kekuasaan, ilustrasi (Foto Istimewa)

Oleh : Bung Amas, Pegiat Literasi

Ritme politik memang sukar diprediksi. Berubahnya tak tergantung ruang dan waktu. Bahkan tiap saat bisa memungkinkan konstalasi politik itu berubah. Di Kota Manado, dalam momentum Pilkada Serentak, 9 Desember 2020 nuansa politik cukup bergairah. Tentu penyebabnya, selain pertarungan Pilwako nantinya akan didominasi kekuatan para politisi senior, juga karena resource politik yang akan bermain. Benturan kepentingan berupa bargaining tentu tidak lepas dari komunikasi-komunikasi politik yang terjalin.

Ada kompromi politik, ada pula konflik kepentingan (konflic of interest). Friksi dalam politik memang selalu ada, ia bagai satu koin mata uang yang kedua sisinya saling melengkapi. Umumnya kita mengenal friksi tersebut dengan istilah dinamika demokrasi. Saat dibuat simulasi, berdasarkan data sementara dari konstalasi Pilwako Manado, mulai teridentifikasi peta kekuatan gerbong politik, baik dari proses menggarap koalisi sampai menentukan rival. Politik memang mengenal yang namanya lompatan yang tak terduga (quantum political leap), hal itu sering kali sulit terdeteksi para ahli, pengamat dan lembaga survey kebanyakan.

Beragam slogan mulai diviralkan, tentu tujuannya sebagai pemberi tanda politik. Brand dan jargon politik diusung, sebagai bagian dari cara ‘menjual’ produk politik. Agar figur yang diperjuangkan dikenal masyarakat, popular, diketahui gagasan-gagasan perjuangannya, dan seterusnya kepentingan memudahkan kemenangan. Kaitan politik elektoral memang harus betul-betul dimanfaatkan para politisi, jangan kalah metode atau strategi. Termasuk membingkai diri agar dikenali publik. Sekarang sebagai pembuka, mulai ramai tarung singkatan dan jargon, diataranya MDB-HJP (Mor Dominus Bastiaan-Hanny Joost Pajouw) yang akrab diidentikkan dengan ‘Manado Diberkati dan Harapan Jadi Pasti’, PAHAM (Paula Amelia-Harley Alfredo Mangindaan).

Begitu pun dari PDI Perjuangan ada simbol atau slogan Hebat. Di Pilwako Manado kita mengenal istilah dengan insial RS (Richard Sualang), maju beRSama untuk Manado. AA (Andrei Angouw). IMBA ‘bale for Manado’ (Jimmy Rimba Rogi) yang dijagokan Partai Golkar. Setelahnya ada nama SSK (Sonya Selviana Kembuan) membawa semangat ‘Harapan Baru Manado’. Tentu para konsultan mereka akan berfikir keras untuk menarik perhatian masyarakat, mengatur kekuatan agar menang dalam pertarungan.

Pertarungan Pilwako Manado kali ini merupakan pertarungan sengit PDI Perjuangan, Partai NasDem, Partai Demokrat dan Partai Golkar. Mereka secara institusi akan berusaha keras memenangkan kompetisi di Pilwako 2020 ini. Peluangnya hanya dua, bisa saling mengawinkan kepentingan dan bisa juga saling berebut kepentingan. Koalisi dan oposisi akan terjadi, maka cara tempur dilapangan ialah dengan berkompromi kepentingan atau berkonfrontasi. Dalam politik

Jika diperas lagi, maka akan muncul kurang lebih tiga pasangan calon di Pilwako Manado 2020. Berarti dari banyaknya partai politik, ada sebagian yang harus rela bergabung membentuk geng politik. Melakukan tawar-menawar kepentingan di dalam tubuh koalisi politik tertentu, begitu rumus kemenangannya. Tentu semua pengurus dan kader parpol tak mau ketinggal kesempatan dan melepas momentum politik ini lepas tanpa ada ‘keuntungan politik’ yang didapat.

Dari motivasi itu, dapat dipastikan perkawinan (koalisi) akan dibangun. Menang atau kalah itu urusan siasat politik masing-masing pihak yang berkompetisi, selain takdir Tuhan. Selain itu, kesiapan sumber daya perang juga menjadi trigger untuk meraih kemenangan politik. Komponen meraih menang itu tidak mudah, para kompetitor juga harus punya cadangan dan stok amunisi yang cukup agar kemenangan dapat diatur. Seperti kata Sun Tzu, ketika politisi yang memiliki kekuatan lebih dari musuh, tak mengapa menggempur musuhnya. Beda situasinya, jika ia berada pada posisi kekuatan seimbang, maka perlu ada trik pecah-belah kekuatan musuh.

Mengendalikan atau memobilisasi birokrasi bukan hal mudah. Hal ini memang menjadi barang mewah bagi para politisi, terutama modal mainannya petahana. Padahal disisi lain, birokrat itu sebagian besarnya masuk kategori pemilih rasional. Bukan kelompok massa mengambang (floating mass), artinya dari segi kemandirian menjatuhkan pilihan kepada figur yang mereka pilih begitu bebas bergantung pada mereka. Hanya saja ruang intrevensi terhadap mereka sering dilakukan, terutama birokrat karir yang memiliki jabatan struktural.

Terekam sampai detik ini, belum ada parpol yang mengeluarkan Surat Keputusan (SK) dukungan untuk calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado. Isu yang berkeliaran di media massa juga menjadi bagian penting untuk para dilirik DPP parpol. Karena mengejar survey popularitas dan elektabilitas, mestinya para kandidat ramai-ramai bekerja memberi diri pada masyarakat. Sebab bagi lembaga survey benaran, yang dikonfirmasi adalah pada masyarakat. Kecuali lembaga survey abal-abal yang mengarang hasil surveynya.

Dari kecenderungan itu, mengharuskan kandidat bergegas menawarkan program, memperkenalkan ide-idenya kepada masyarakat. Berkontribusi merupakan salah satu sarana efektif agar publik figur itu diingat dan dikenal masyarakat. Semua skenario politik, anggap saja masih tahapan simulasi. Semua tahapan pembicaraan politik untuk Pilwako Manado kali ini belum final, masih bergulir. Sehingga menjadi penting mereka yang berkepentingan cermat membaca situasi yang ada.

Peluang menang ada di pundak MDBHJP, juga berada dan bersama PAHAM. Seperti itu pula peluang yang setara berada pada RS-AA, SSK dan IMBA. Terlebih situasi sekarang KPU belum membuka pendaftaran bagi parpol secara resmi untuk mendaftarkan calonnya masing-masing. Perebutan kepentingan yang dilakukan tentu untuk kepentingan bersama masyarakat. Jadi fatal, manakala dari para calon kurang jeli membaca kekuatan pasangannya untuk akad. Taaruf politik jangan dilewatkan para politisi, harus dioptimalkan agar tidak ‘cerai’ diperjalanan. Atau agar tidak kalah dalam pertarungan, tapi saling melengkapi kekuatan kelak.

Dalam politik kita juga mengenal percakapan tentang presis dan probabilitas terjadinya error. Berdasarkan pengalaman banyak pihak yang telah merancang matang strateginya, namun sering kali gagal dalam implementasinya. Para konseptor, konsultan dan tim kerja dalam Pilkada juga kadang menemukan kekalahan karena bekerja hanya dengan tujuan menggugurkan kewajibannya, tapi tidak menyatu, tidak punya rasa yang sama dengan kandidat yang diusungnya. Visi yang diperjuangkan kandidat tidak dimengerti orang-orang sekitar, juga memicu kegagalan dalam kerja politik.

Sebagai cermin politik, kompetisi di Pilwako Manado ini sering dipakai diksinya sebagai tarung kewibawaan dan harga diri politik. PDI Perjuangan santer disebut-sebut akan bertarung habis-habis untuk memenangkan Pilwako Manado. Dimana sebelumnya PDI Perjuangan telah memengkan Pilgub, tapi Manado jatuh di tangan Partai Demokrat saat itu. Target ‘Manado Hebat’ (istilah yang identik dengan PDI Perjuangan) harus diraih, tapi posisi bertahan GS Vicky Lumentut yang kini telah bergabung di Partai NasDem juga pengaruhnya tak bisa dikucilkan. GS Vicky Lumentut tentu akan mempertahankan ‘prestasi’ politiknya itu.

Begitu pula dengan Wakil Wali Kota Manado saat ini, Mor Dominus Bastiaan, kader terbaik dan loyal di Partai Demokrat. Juga pasti tidak tinggal diam, secara kelembagaan tiap parpol pasti punya obsesi untuk terus berkuasa. Artinya, keberadaan Mor tak boleh dinafikkan akan mendulang kekuatan dukungan luas di masyarakat. Varian kekuatan ini akan saling beririsan, muaranya sudah pasti pada perebutan kemenangan di Manado. Adu kuat diperlihatkan untuk menang di Pilwako Manado 2020.

iklan1