Tag: kumaat

Fernando Salu, Mantan Napi yang Ikut Caleg di Partai Hanura Optimis Menang

Ketua DPD Partai Hanura Sulut, Jackson Kumaat (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Seperti penegasan dalam Undang-Undang Pemilihan Umum (Pemilu), Komisi Pemilihan Umum (KPU) menganjurkan agar para calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mematuhi segala ketentuan perundang-undanagn yang berlaku.

Sebagai syarat menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg), diantaranya menyampaikan pengumuman atau mempublikasikan di media massa bagi para mantan Nara Pidana (Napi) untuk kasus tertentu. Salah satunya ialah seperti yang dilakukan Fernando Belry Salu, pernah menjadi hukuman 7 tahun dan kini mendaftar sebagai Caleg di Daerah Pemilihan (Dapil) Wenang-Wanea untuk DPRD Kota Manado.

Saat ditemui di Sekretariat DPD Partai Hanura Sulawesi Utara (Sulut), Fernando menyampaikan terkait apa yang telah dijalaninya selama beberapa tahun lalu. Sebagai kepatuhannya terhadap hukum yang berlaku, ia menyampaikan tekadanya untuk maju bertarung di untuk menjadi anggota DPRD Manado dari DPC Partai Hanura Kota Manado.

‘’Saya secara terbuka menyampaikan ke public bahwa pernah menjalani hukuman karena kealpaan ringan, dihukum penjara selama 7 tahun,’’ ujar Nando sapaan akrab Salu yang tinggal di Kelurahan Mahakeret Barat Kecamatan Wenang Kota Manado itu, Senin (16/7/2018) sambil menambahkan bahwa dirinya optimis menang di Pilcaleg tahun 2019 mendatang.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Hanura Sulut, Jackson A.W Kumaat SE.,SH menambahkan kalau pihaknya telah bersiap mendaftarkan seluruh Calegnya ke KPU Sulut. Jackson optimis akan meraih target politiknya, tidak hanya itu, Jackson menyentil soal para Caleg yang mantan Napi agar dipilih masyarakat.

‘’Kita prinsipnya sudah siap memasukkan line up Caleg ke KPU Sulut, semua sudah siap. Kita mengikuti aturan main yang ada, dimana di SILON KPU hanya DPD Partai Hanura Sulut dibawa kepempinan saya dan Sekretaris Bung Baso Affandi yang sah serta diakui KPU. Untuk Caleg mantan Napi, sesuai mekanisme kita mengikuti ketentuan KPU, semua sedang berjalan lancar,’’ tutur Jackson. (*/Redaksi)

Resmi Terima SK dari JACKSON, TANDAYU Siap Kibarkan Hanura di Minsel

Ketua Jackson saat menyerahkan SK, didampingi Sekretaris dan Ketua OKK DPD Hanura Sulut (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Semangat untuk memajukan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ditunjukkan Drs Sonny Frans Tandayu, Senin (16/7/2018). Bertempat di Sekretariat DPD Hanura Sulut, Tandayu setelah menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang diserahkan Ketua DPD Hanura Sulawesi Utara (Sulut), Jackson A.W Kumaat, SE.,SH.

Hal itu tersirat dalam sambutannya dihadapan para pengurus Hanura Minsel, pengurus Hanura Kabupaten/Kota se-Sulut dan DPD Partai Hanura Sulut. Disampaikan Tandayu dirinya akan berusaha maksimal melakukan kerja-kerja politik mewujudkan target dalam rangka membesarkan Partai Hanura Minsel.

‘’Ini bertanda bahwa sudah jalan-jalan Tuhan bahwa saya harus bergabung dan memimpin Partai Hanura Minahasa Selatan. Tentunya saya berkomitmen bekerja agar DPC Hanura Minsel lebih kuat, dan tercapai target-target politiknya. Saya mengajak seluruh elemen kader Hanura mari kita bekerja bersama, bahu-membahu memajukan Partai Hanura di Minsel,’’ ujar Tandayu.

Dirinya juga berbangga atas penerimaan Ketua DPD Hanura Sulut yang begitu luar biasa, ia mengaku terharu atas apresiasi dan mandate yang diberikan pada dirinya untuk bekerja berkontribusi memajukan Partai Hanura di Minsel.

Sonny Frans Tandayu saat sambutan (FOTO Suluttoday.com)

‘’Saya terharu dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Jackson Kumaat, Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Utara yang dengan positif serta luar biasa menerima memberi amanah kepada saya mengabdi untuk Hanura Minsel. Untuk itu, saya akan membuktikan apa yang menjadi harapan kita semua, bahwa target politik di Pemilu 2019 wajib kita realisasikan,’’ tegas Tandayu mantan Wakil Bupati Minahasa Selatan ini.

Untuk diketahui, sebelumnya Jackson setelah memakaikan kemeja Hanura dan menyerahkan pataka kepada Tandayu melalui smabutannya mengungkapkan sejumlah catatannya terhadap sepak-terjang sang Tandayu. Jackson berharap atas semangat dan charisma Tandayu dapat membawa Hanura Minsel menuju kejayaannya.

Foto bersama Jackson Kumaat usai rapat (FOTO Suluttoday.com)

‘’Kita semua pasti tau dan ingat, semasa Pak Sonny berada di Partai sebelumnya beliau mampu berjuangkan dan meraih target politik yang tidak main-main. Hal itu terlihat dari berapa kursi yang diraih partai yang beliau pimpin waktu itu, sehingga demikian saya optimis Hanura Minsel akan lebih maju bila beliau menjadi Ketuanya. Selamat datang Pak Sonny, mari kita berjuang bangkit, jaya dan menang bersama rakyat,’’ tutur Jackson berapi-api.

Selain itu, yang ikut hadir mendampingi Sonny Tandayu adalah DR Rio Sumual M.Sc bersama sejumlah jajaran DPC Partai Hanura Minsel serta para simpatisan. Penyerahan SK juga berakhir dengan foto bersama yang penuh keakraban dari kader dan pengurus Hanura. (*/Redaksi)

Ketua DPD Hanura Sulut Pimpin Upacara Pelepasan Alm Melvin Hingga Pemakaman

Jackson saat memikul peti Almarhum Tonaas Melvin (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Kabut kesedihan menyelimuti keluarga besar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), hal ini terlihat disaat kepergian Almarhum Tonaas Dede Melvin Katoppo. Jumat (13/7/2018) bertempat di Sekretariat DPD Partai Hanura Sulut Jln Sam Ratulangi Kecamatan Sario Kota Manado dilaksanakannya Upacara Pelepasan jenazah Alm Melvin.

Upacara ini dipimpin langsung Ketua DPD Partai Hanura Sulut, Jackson A.W. Kumaat, SE.,SH. Dalam sambutannya Jackson yang terlihat tertatih-tahin dalam menyampaikan ucapan selamat tinggal serta penghormatan terakhirnya kepada Alm, mengungkapkan kecintaannya pada sosok Alm Melvin yang semasa hidupnya begitu baik dan penolong terhadap sesama.

Jackson Kumaat saat penghormatan terakhir (FOTO Suluttoday.com)

”Kami keluarga besar Partai Hanura Sulawesi Utara sangat berduka dengan kepergian Almarhum Tonaas Melvi Katoppo yang adalah pengurus Hanura Provinsi Sulut, kami mengenal beliu terutama saya sangat dekat. Sejak bersama beliau, kami tau beliau orang baik dan penolong sesama,” ujar Jackson.

Pria yang dikenal sebagai Ketua DPD Partai Hanura Provinsi termuda se-Indonesia itu mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Jackson juga mengaku bahwa keluarga Partai Hanura Sulut merasakan kehilangan atas kepergian Almarhum Melvin.

Bendera Partai Hanura dibentangkan diatas peti jenazah (FOTO Suluttoday.com)

”Tentu kehilangan itu bukan hanya dirasakan istri, anak dan keluarga besar Almarhum saja. Tapi kami Partai Hanura Sulawesi Utara juga merasakan itu, kita mendoakan dengan iklas agar keluarga diberikan kesabaran serta ketabahan dalam menerima takdir dari Tuhan,” tutur Jackson.

Suasana duka menyelimuti wajar kader Partai Hanura Sulut (FOTO Ist)

Setelah Ucapara Pelepasan, Jackson juga mengantarkan jenazah ke pekuburan di Kecamatan Tikala. Terlihat Jackson memikul peti jenazah yang dibalut bendera Partai Hanura berukuran besar, para pengurus dan kader Partai Hanura Sulawesi Utara pun ikut mengantarkan jenazah hingga penguburan selesai. Suasana duka sangat terasa, menyelimuti para pelayat. (*/Redaksi)

Mantan Wakil Bupati Minsel Resmi ke Partai Hanura, Ini Sambutan Jackson

Jackson Kumaat bersama Sonny Tandayu yang telah memakai atribut Partai Hanura (FOTO Ist)

MINSEL, Suluttoday.com – Tak ada yang menyangka perubahan dan dinamika partai politik di Republik Indonesia (RI) ini, dengan berbagai dalih para politis mau ataupun tidak harus mengambil pilihan politik dengan hitung-tungan konsekuensi yang diterimanya. Di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), khususnya di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) hal ini tumbuh beriringan dengan makin dekatnya momentum Pemilu 2019.

Buktinyam mantan Wakil Bupati Minahasa Selatan Sonny Tandayu memutuskan untuk bergabung dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang dipimpin Oesman Sapta, wabil khusus di Sulawesi Utara dipimpin Jackson Kumaat. Jackson dengan gembira dan sambutan hangat setelah menemui Tandayu menyampaikan pernyataan ke media massa.

“Beliau Pak Sonny Tandayu adalah senior, politisi yang telah teruji. Luar biasa kami menyambut baik keputusan beliau untuk bergabung di Partai Hanura, hasil pertemuan saya dengan beliau telah menghasilkan kesepakatan bahwa kami akan bersama-sama membangun Minahasa Selatan menjadi lebih baik lagi melalui Partai Hati Nurani Rakyat,” ujar Jackson, Kamis (12/7/2018).

Jackson yang juga Ketua DPD KNPI Sulut ini menuturkan keterlibatan Sonny bakal membuat Partai Hanura makin menguat dan berjaya di Sulut. Tidak hanya itu, Jackson menyampaikan tindaklanjut dari diskusi yang dilakukannya bersama Sonny tersebut.

“Saya berharap beliau bisa nyaman dengan kelyarga besar Hanura. Rencanya Pak Sonny akan menjabat sebagai Ketua DPC Partai Hanura Minahasa Selatan, dan sudah pasti berdasarkan pengalaman-pengalaman beliu, maka kemajuan Partai Hanura di Minsel makin signifikan,” tutur Jacko sapaan akrab Kumaat.

Untuk diketahui, Sonny merupakan mantan Camat Tondano, Assiten Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan. Hingga saat ini mantan Wakil Bupati Minsel ini masih memberi diri dan memiliki dedikasi dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat Minsel. (*/Redaksi)

SPP Mahal, Unsrat di Era ELLEN KUMAAT Sangat Kapitalis

Demo mahasiswa Unsrat di era Prof Ellen Kumaat (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Dikenal sebagai kampus ternama, Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) dibawa kepemimpinan Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat selaku Rektor terus diterpa berbagai masalah. Unsrat Manado dituding menjadi kampus bagi mahasiswa yang berpenghasilan ekonomi menengah ke atas. Dan, bahkan masyarakat lemah hampir tidak berkesempatan kuliah di kampus ternama di Bumi Nyiur Melambai ini.

“Memang ini realitasnya, dimana kuliah di Unsrat semakin hari semakin mahal. Tahun – tahun sebelumnya biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) per semester Rp 250 ribu. Sekarang paling murah Rp 1 juta. Bahkan kesempatan mendapatkan bidik misi semakin sulit, karena kuotanya hanya sedikit yang Unsrat sediakan,” ujar salah satu aktivis mahasiswa Unsrat yang meminta namanya tak disebutkan, Senin (9/7/2018).

Sementara itu, ditempat terpisah Wakil Rektor III Prof Hengky Kiroh ketika ditanya menyampaikan, pada tahun ajaran baru ini, untuk penerima bantuan beasiswa bidik misi hanya sedikit penerima.

“Calon mahasiswa penerima beasiswa bidik misi yang sudah mendaftar saat ini kurang lebih sudah seribuan lebih. Namun, hanya 689 orang yang diterima,” ungkap Kiroh.

Selanjutnya, Kiroh menyebutkan untuk kuota tersebut telah terakumalsi bagi semua gelombang pendaftaran. “Itu sudah semua jalur. Baik yang mendaftar melalui SNMPTN maupun SBMPTN,” tukasnya.

Kiro menambahkan. bagi calon mahasiswa baru jalur pendaftaran mandiri tidak disediakan beasiswa bidik misi. “Pemerintah pusat mengkonfirmasi melalui rapat koordinasi beberapa waktu lalu, prinsipnya untuk jalur mandiri (T2 red) tidak diberikan beasiswa bidik misi,” urainya.

Tak hanya itu, Kiroh menuturkan bahwa pengurangan kuota mahasiswa penerima beasiswa bidik misi momentum Pilpres jadi salah satu penyebabnya. “Informasi pengurangan kuota karena berkaitan dengan Pilpres 2019 mendatang. Makanya datanya telah dialihkan ke situ,” jelas Kiroh.

Di tempat terpisah, Anggota DPRD Sulut Komisi IV Rita Lamusu mendorong meski penentuan kuota adalah menjadi bagian dari kewenangan internal institusi, bagi politisi asal Bolmong ini berharap masyarakat kurang mampu perlu diperhatikan.

“Persoalan kampus telah diberikan hak otonom. Jadi, intinya meski pemerintah telah memberikan kebebasan kepada kampus untuk mengurus sendiri, namun saya berharap bahwa kampus ikut memperhatikan nasib mereka,” kata Rita.

Ditegaskannya lagi, wakil rakyat tentunya berharap, meskipun adalah hak otonom kampus, tapi tidak melupakan aspirasi masyarakat dari kalangan ekonomi lemah.

“Tentunya, selaku wakil rakyat saya juga berharap agar anggota komisi nantinya bisa meminta konfirmasi terhadap pihak universitas semacam rapat dengar pendapat, kenapa dan penyebabnya terjadi pengurangan kuota, penerima beasiswa bidik misi,” tuturnya menutup. (*/Redaksi)

iklan1